Magic Of Binary

Magic Of Binary
Episode 9 - Para bandit


__ADS_3

[Status Player]


Nama : Yuji


Umur : 18 tahun


Ras : Manusia


Gelar : Trash Reincarnator


Lv. 1/1


HP : 10¹¹/10¹¹


MP : 10¹¹/10¹¹


Skill : Magic Of Binary(???), Destroyer Fire(S), Teleport(SSS), Detector(SS), Punch Attack(SS)


"Huuff, sebaiknya aku menyembunyikan status dan skillku ini untuk berjaga - jaga." ucap Yuji dalam hati sambil menghela napas.


"Aku jadi merasa bersalah setelah duel dengan Kriet waktu lalu." ucap Yuji dalam hati.


"Ini sangat berantakan sekali, aku akan mencoba menyederhanakannya dengan memakai symbol" ucap Yuji dalan hati.


"Sistem, ubah statusku" ucap Yuji dalam hati.


[Sistem Dunia]


01000100 01100101 01110011 01110100 01110010 01101111 01111001 01100101 01110010 00100000 01000110 01101001 01110010 01100101 00101000 01010011


Status berhasil di ubah.


[Status Player]


Nama : Yuji


Umur : 18 tahun


Ras : Manusia


Gelar : Orang biasa


Lv. 10/10


HP : •/•


MP : •/•


Skill : M∆g|c 0f B|n∆r√(???)


"Hemm, sepertinya ini sudah terlihat sederhana." ucap Yuji dalam hati.


[Penjelasan]


•/• \= sebuah symbol yang terlihat seperti sebuah bug dalam game. Symbol ini juga bermaksud untuk menyembunyikan sesuatu yang tak terbatas.


"Kyaaa, Tolong, tolong." suara perempuan yang sedang meminta tolong.


Dari kejauhan di bawah bukit, terlihat seorang pedagang bersama istri dan anak - anaknya itu sedang di hadang oleh para bandit. Para bandit itu berjumlah tujuh orang anggota, Yuji bergegas menolong pedagang tersebut.


"Hey preman! Sudah tua sukanya main kroyokan." ucap Yuji sambil menganalisis status ketua bandit itu.


[Status Penduduk]


Nama : Grut


Umur : 35 tahun


Ras : Manusia


Gelar : Ketua Bandit


Lv. 75/100


HP : 75000/75000


MP : 77000/77000


Skill : Sword Attac(A), Strong Body(S), Strong Punch(SS)


"Siapa kamu? Apa urusanmu dengan pedagang ini" ucap salah satu bandit.


"Tu, tuan. Sebaiknya anda lari." ucap pedagang tersebut kepada Yuji setelah menganalisis statusnya.


[Status Player]


Nama : Yuji

__ADS_1


Umur : 18 tahun


Ras : Manusia


Gelar : Orang biasa


Lv. 10/10


HP : •/•


MP : •/•


Skill : M∆g|c 0f B|n∆r√(???)


"Hahahaha, ternyata penduduk biasa ya" ucap Ketua bandit sambil tertawa melihat status Yuji.


"Hahahaha, hahahaha" tertawa para bandit.


"Hoo, ternyata usahaku berhasil ya untuk menyembunyikan identitasku ini." ucap Yuji dalam hati dengan sedikit sombong.


"Hey ketua preman! Aku akan memberi anak buahmu waktu lima menit untuk menyerangku" ucap Yuji dengan angkuh.


"Sombong sekali kamu. Serang orang itu" ucap ketua bandit.


Sriing.


Sriing.


Ting.


Serangan para bandit itu tidak melukai tubuh Yuji sedikit pun, bahkan pedang yang di hunuskan para bandit tersebut kepada Yuji semuanya patah karena tubuh keras itu.


Ketua bandit dan pedagang melongo melihat peristiwa tersebut. Lima menit lamanya, para bandit terlihat kelelahan menyerang Yuji. Ketua bandit sangat marah dengan hal itu, dia mulai turun tangan.


"Wah, wah, wah. Ternyata ketua preman turun tangan ya" ucap Yuji.


"Dasar sombong, rasakan in..." ucap ketua preman yang tidak sampai itu.


Dakk


Leher ketua bandit itu di pukul oleh Yuji dari belakang, sambil menggunakan skill teleportnya. Setelah dia mengalahkan semua bandit, Yuji mengikatnya dan akan membawanya ke Kerajaan Bervia.


"Tu, tuan. Terima kasih atas bantuan anda." ucap pedagang.


[Status Penduduk]


Nama : Merchant


Ras : Manusia


Gelar : Pedagang dan Bangsawan


Lv. 45/100


HP : 45000/45000


MP : 47000/47000


[Status Penduduk]


Nama : Aniyah (anak pedagang)


Umur : 11 tahun


Ras : Manusia


Gelar : Bangsawan


Lv. 13/100


HP : 15000/15000


MP : 16000/16000


[Status Penduduk]


Nama : Eilen (istri pedagang)


Umur : 35 tahun


Ras : Manusia


Gelar : Bangsawan


Lv. 30/100


HP : 30000/30000

__ADS_1


MP : 30000/30000


"Tidak menyangka, anda bisa mengalahkan para bandit ini, maafkan saya telah meragukan tuan sebelumnya." ucap Merchant.


"Hoo, ternyata Pak tua ini mempunyai dua gelar ya. Baru kali ini aku melihat status orang seperti dirinya." ucap Yuji dalam hati.


"Apa semua pedagang juga tidak mempunyai skill ya? Tetapi anehnya dia mempunyai level, mungkin level itu dari pekerjaannya." ucap Yuji sambil memikirkan hal itu.


"Tu, tuan. Anda mau ke mana kali ini?" tanya Merchant.


"Namaku Yuji, panggil saja aku begitu." ucap Yuji.


"Aku mau pergi ke wilayah barat" jawab Merchant.


"Apa yang Tuan Yuji maksud adalah wilayah Kerajaan Bervia?" tanya Merchant.


"Kerajaan Bervia? Jadi di sini ada kerajaan juga ya?" ucap Yuji dalam hati.


"Jika Tuan Yuji berkenan, saya berharap Tuan Yuji ikut dengan kami menuju ke sana. Ke tempat kediaman kami." ucap Merchant.


"Oke kalau begitu, sebagai balas budinya saya juga akan menemani kalian dalam perjalanan jika ada sesuatu." ucap Yuji.


"Ehh, baiklah jika itu mau anda. Hanya saja anda juga menyelamatkan kami dari para bandit, itu pun saya belum berbalas budi kepada anda." ucap Merchant.


Mereka semua pun naik ke gerobak dagangan Merchant tersebut dan mulai menuju Kerajaan Bervia. Sesampainya di pintu masuk, terlihat kedua prajurit yang sedang bertugas menjaga pintu masuk. Kelihatannya Merchant juga sudah saling mengenal kedua prajurt itu.


"Tunggu Merchant, siapa orang ini?" tanya salah salah satu prajurit yang menunjuk Yuji.


Klinting


"Ssstt, ini" jawab Merchant sambil melempar dua koin emas kepada mereka.


"Te, terima kasih Merchant. Silakan masuk" ucap kedua prajurit itu.


"Ternyata orang ini dermawan sekali." ucap Yuji dalam hati.


Di dalam kota tersebut terdapat banyak pedagang yang berjualan, pengemis, para petualang dan toko yang menjual beraneka macam. Yuji tampak senang dengan suasana kota itu, berbagai macam ras juga berkumpul di kota tersebut. Sesampainya di kediaman Merchant setelah menjual para bandit tadi, Yuji melongo melihat bahwa rumah Merchant sangat megah dan besar. Beberapa pelayan di dalam rumah tersebut menyambut kedatangan tuannya.


"Tuan Yuji, Kemarilah. Mari masuk, jangan sungkan - sungkan dengan saya." ucap Merchant.


"Ternyata Merchant ini pedagang yang terpandang ya, aku saja yang salah dan hanya melihat tampilan luarnya yang sederhana itu." ucap Yuji dalam hati dengan malunya.


"Pelayan, jamu Tuan Yuji ini seperti saya." ucap Merchant.


"Siap Tuan Merchant" ucap para pelayan.


Setelah beberapa lama kemudian, Yuji dan Merchant beserta istrinya itu sedang berkumpul untuk menyantap makanan. Mereka semua mengobrol satu sama lain.


"Mohon maaf, kalau boleh tahu Tuan Yuji ini berasal dari mana?" ucap Merchant.


"Huff, Merchant. Sebenarnya aku baru pertama kalinya meniggalkan desa dan mulai berpetualang, aku berasal dari wilayah ujung timur." ucap Yuji sambil menghela napas.


"Jauh sekali asal anda Tuan Yuji, saya berharap Tuan Yuji mau tinggal di kediaman saya saja." ucap Merchant.


"Aku kekurangan informasi tentang kota ini, apakah kamu bisa memjelaskanku?" tanya Yuji.


"Tentu Tuan" jawab Merchant.


"Kota ini juga memiliki sistem petualang, jika anda ingin menjadi seorang petualang sebaiknya anda pergi ke Guild para petualang yang ada di tengah kota." ucap Merchant.


"Kota ini juga memiliki kerajaan, dan Rajanya yang bernama Raja Bard." ucap Merchant.


Setelah lama menjelaskan informasi tentang kota Bervia kepada Yuji dengan panjang lebar itu, dia tampaknya sedang berdiri di tengah kota untuk melihat - lihat suasana sekitar.


"Mungkin ini bangunan Guild para petualang yang di jelaskan Merchant." ucap Yuji dalam hati.


"Yoshh, aku akan mendaftarkan diri sebagai seorang petualang mulai hari ini." ucap Yuji dalan hati.


Ckriieeekkk


Pintu Guild terbuka, di sana terlihat banyak sekali para petualang yang memenuhi ruangan. Yuji mencoba menganalisis semua status mereka semua sambil berjalan. Hingga sampailah di tempat resepsionis yang cantik dengan berambutnya pirang sedikit pendek itu dan berwarna merahmuda.


[Status Penduduk]


Nama : Amelia


Umur : 22 tahun


Ras : Manusia


Gelar : Resepsionis


Lv. 45/100


HP : 47000/47000


MP : 50000/50000

__ADS_1


"Selamat datang Tuan, apakah anda baru pertama kalinya pergi ke sini?" ucap Amelia.


Bersambung...


__ADS_2