
~Hutan Gruts~
"Dasar bocah sialan, kamu berani melupakan diriku?" Ucap Grit yang sangat kesal.
"Memangnya siapa preman ini." Ucap Yuji dalam hati dan mengingatnya kembali.
"Oh, aku ingat sekarang. Kamu yang waktu lalu menabrakku ya?" Ucap Yuji sambil menganalisis status Grit.
[Status Penduduk]
Nama : Grit
Umur : 30 tahun
Ras : Manusia
Gelar : Petualang Fighter
Lv. 120/150
HP : 120000/120000
MP : 125000/125000
Skill : Sword Attack(A), Strong Body(S), Strong Punch(SS), Sword Giant(S).
Sriieng.
"Bocah ingusan, kamu membuatku marah." Ucap Grit sambil mengeluarkan pedangnya.
Sriieng.
"Tenang Tuan Yuji, saya akan melawannya." Ucap Karlin sambil mengeluarkan pedangnya.
"Hey gadis kamu tidak perlu bertarung, kamu diam saja di sana. Nanti aku akan mencicipimu setelah membunuh bocah di belakangmu itu, Hahaha." Ucap Grit yang sombong.
"Dasar para binatang, Tuan Yuji Sebaiknya anda lari. Mereka berempat akan menjadi urusanku." Ucap Karlin.
"Berani sekali bocah ini." Ucap Yuji dalam hati.
Wusshh.
Ting.
Ting.
Criyyat.
"Hahahaha, ada apa bocah? Apa kamu kesulitan melawanku?" Ucap Grit dengan sombongnya.
"Sialan, level kami tidak sepadan." Ucap Karlin dalam hati sambil menganalisis status Grit.
"Hiyaaat" Ucap Karlin yang berteriak sambil mengayunkan pedan ke arah Grit.
Ting.
Ting.
Ting.
Slasssh.
Criyaaat.
"Akhh." Ucap Karlin yang terkena sayatan pedang dari Grit.
"Hahahaah, bocah lebih baik kamu urungkan niatmu untuk melawanku." Ucap Grit yang somboong dan tertawa.
"Hey kalian anak buah bodoh, pegangi gadis itu. Kita akan bersenang-senang hari ini." Ucap Grit yang menyuruh kedua anak buahnya itu.
"Tuan Yuji larilah, biarkan aku di sini. Hiks." Ucap Karlin sambil berteriak dan menangis.
"Huuf, Kalian para kecoa memang merepotkanku hari ini." Ucap Yuji sambil meregangkan otot-otot tangannya.
__ADS_1
Wushh.
Sriiieeng.
Criyaaat.
Criyaat.
Tiba-tiba kedua leher anak buah Grit terpotong dan mengeluarkan banyak darah, Grit, Blast dan Karlin seketika itu melongo melihat serangan Yuji yang tak terlihat. Rasa gemetar dari Grit mulai menyelimuti dirinya karena melihat kejadian dalam sekejap itu. Darah pun mengenai wajah Karlin yang akan di sandra oleh mereka itu.
"Hiii, hiyaaaaaaa." Ucap Grit yang sedang ketakutan melihat leher anak buahnya yang tertebas pedang.
"Hahahaha, ternyata kamu menyembunyikan kekuatanmu ya?" Ucap Blast yang seketika itu langsung tersadar dan tertawa
"Ternyata waktu lalu kamu mengabaikanku dan menganggap aku seperti lalat ya?" Ucap Blast yang mengingat waktu lalu dan dirinya mulai kesal.
"Teleport" Ucap Blast menggunakan skill teleportnya.
Wuush.
Ting.
Blast menggunakan teleportnya itu untuk meyerang Yuji dari belakang dengan pedangnya. Tetapi Yuji berhasil menahan serangan tersebut dengan pedang kayunya, Yuji pun membalasnya dengan menyerang balik Blast di belakang tubuhnya. Adu skill pun terjadi, saking cepatnya pertarungan mereka berdua itu terlihat seperti kedua lalat yang sedang terbang di udara.
"Hahaha, kamu kuat bocah. Sudah lama aku tidak bertarung sengan orang yang sepadan denganku." Ucap Blast yang begitu semangat.
Daashh.
"Kuakhh." Ucap Balast yang tiba-tiba terkena pukulan bagian perut dari Yuji.
"Heeeeh Apa tidak salah? Kamu terlalu yakin dengan kekuatanmu." Ucap Yuji sambil memprovokasi.
"Kuaakkhh." Ucap Blast yang kesakitan.
"Sialan, sialan, sialan." Ucap Blast yang begitu kesal dan melihat statusnya sendiri.
[Status Iblis]
Ras : Iblis Singa
Gelar : Panglima Iblis
Lv. 400/400
HP : 266605/400000
MP : 430740/550000
Skill : Teleport(SSS), Regeneration(SSS), Claw(SSS), Dark Sword Giant(SSS), Dark Sword(SSS), Evolution Sword(SSS), Dark Sword Rain(SSS), Telekinesis(SS), Evolution(?)
"Pukulannya sakit sekali, HP langsung tinggal setengah. khuaakkh" Ucap Blast sambil memuntahkan darah.
"Skill, Regeneration." Ucap Blast menggunakan skillnya.
"Skill Dark Sword." Ucap Blast menggunakan skillnya.
Wuushh, wuush, wuush.
Tiba-tiba pedang Blast di selimuti oleh aura kegelapan, aura itu juga tampaknya makin pekat. Blast pun menyerang Yuji lagi secara bertubi-tubi, Suara dari ayunan pedang keduanya pun terdengar nyaring. Karlin hanya bisa menonton, sedangkan Grit terlihat seperti orang stres.
Ting, ting, ting.
Kratak, ting.
Kratak..
Tiaaaar.
Dalam pertarungan sengit tersebut, Yuji sedang menahan serangan yang bertubi-tubi itu. Tetapi, pedang kayunya itu tidak dapat menahan dan retak. Karena efek dari pedang Blast yang di selimuti aura hitam tersebut. Seketika itu, Blast pun menyerang Yuji dengan pedangnya.
Sriiienng.
"Apa ini yang kamu sebut serangan?" Ucap Yuji yang berlagak sedikit sombong.
__ADS_1
"Apa? Seranganku tidak mempan?" Ucap Blast dalam hati sambil terkejut.
"Padahal aku yakin telah menebas tubuhnya tadi." Ucap Blast dalam hati.
"Sekarang giliranku." Ucap Yuji sambil menghilang dan memukulnya dari hadapan Blast dalam sekejap.
Duaash.
"Huukh." Ucap Blast yang terpukul seketika itu juga dan terpental.
Wuushh.
Bruakhh.
Gradak, gradak, gradak.
Blast pun terpental jauh dan dirinya menabrak pohon-pohon hutan tersebut. Tampaknya Blast tengah pingsan sebentar dan tersadar lagi, karena hantaman dari pukulan Yuji. Blast pun bangkit lagi dan dia sekarang sangat marah.
"Sialan, sialan, sialan. Ternyata aku pingsan sebentar." Ucap Balast yang kesal dan bangkit lagi.
"Skill, Regeneration." Ucap Blast.
~Kerajaan Iblis~
Sang pahlawan pun berjalan menuju singgasana Raja Iblis Kuro, dengan di temani salah satu panglima yang bernama Boob. Di tengah perjalanan, mereka berdua terlihat sangat akrab dan saling bercakap.
"Jangan sok akrab denganku kamu monster sialan." Ucap Maki tersebut dengan kesalnya.
"Hihihihi, mengapa kamu sangat kesal. Apa pembuluh darah yang ada di otakmu itu pecah? Hihihihi." Ucap Boob monster slime itu yang terus menggodanya.
"Mengapa Raja Iblis mau menemuiku?" Tanya Maki.
"Sudahlah, Rajaku ingin menyambutmu sebentar." Ucap Boob.
Pintu gerbang yang besar itu tiba-tiba saja terbuka, di dalam singgasana tersebut terdapat tiga panglima yang selalu setia mengabdi kepada Raja Iblis Kuro. Maki pun terlihat berjalan lurus ke depan sambil mengikuti karpet merah, dia pun tiba-tiba mengayunkan pedangnya ke hadapan Raja Iblis Kuro. Para panglima pun kesal melihat Maki Haruchi, tetapi Raja Iblis menghentikan niat yang akan membunuh pahlawan tersebut.
Sriieng.
"Kalian semua hentikan, dia adalah tamu kehormatanku." Ucap Raja Iblis Kuro kepada semua panglimanya tersebut.
"Hey Iblis, ada apa kamu memanggilku? Apa kamu ingin bertarung denganku?" Ucap Maki Haruchi dengan percaya dirinya.
"Angkuh sekali makhluk ini di hadapanku." Ucap Raja Iblis Kuro sambil menganalisis status Maki Haruchi.
[Status Player]
Nama : Maki Haruchi
Umur : 17 tahun
Ras : Manusia
Gelar : Pahlawan
Lv. 500/500
HP : 1000000/1000000
MP : 1100000/1100000
Skill : Skill Thief(S), Strangler(A), Teleport(SSS), Regeneration(SS), Healer(SSS), Ability(SS), Poison(S), Block Magic(?), Sky Bells(SSS), Strong body(SSS), Rain of Swords(SSS), Multiple Attacks(SSS), Devil(?)
"Hooh, ternyata makhluk ini banyak kemajuan ya setelah keluar dari dungeon." Ucap Raja Iblis Kuro dalam hati.
"Apa kamu takut denganku? Apa kamu benar-benar sosok yang di takuti para cecunguk seperti mereka?" Ucap Maki Haruchi sambil melampiaskan kekesalannya kepada Kerajaan Bervia.
"Hahahahah, kamu membuatku tertawa." Ucap Raja Iblis Kuro sambil tertawa.
Whuush.
"Apa maksudmu? Hiyaaaat..." Ucap Maki Haruchi sambil berteriak dan menyerang Raja Iblis Kuro.
Bersambung...
__ADS_1