Magic Of Binary

Magic Of Binary
Episode 7 - Desa Elf


__ADS_3

~Desa Elf~


Keesokan paginya, Yuji terlihat sedang memasak sesuatu. Sedangkan Wanita Elf dan para rekannya itu tampaknya masih belum bangun juga. Bau dari masakan Yuji menyebar di mana - mana, seketika itu mereka yang masih tidur juga mencium bau dari masakannya.


Di dalam tenda, Wanita Elf itu terlihat membuka kedua matanya secara perlahan, dia pun mulai menghampiri bau yang sangat harum itu. Ternyata dia melihat Yuji yang sedang memasak makanan untuk sarapan mereka.


"Tu, tuan. Anda sedang memasak apa?" ucap Wanita Elf.


"Ternyata kamu nona, apa karena bau dari masakanku ini? Sehingga kamu terbangun?"


ucap Yuji sambil sedikit menggodanya dan melihat status Wanita Elf itu.


[Status Penduduk]


Nama : Alyssa


Umur : 70 tahun


Ras : Elf


Gelar : Putri


Lv. 65/200


HP : 65,000/65,000


MP : 70,000/70,000


Skill : Arrow Light(A), Spying Eyes(SS), Moving Root(S)


Ekstra Skill : Healing Fairy(SS)


"Ternyata dia seorang putri ya?" ucap Yuji dalam hati.


"Hem, pasti makanan ini terasa tidak enak." ucap Wanita Elf yang sedikit kesal.


"Ini, makanlah" ucap Yuji sambil memberi dia makanan.


"Aaaammm, nyam nyam. Hemm..." ucap Wanita Elf itu sambil memakannya dengan ekspresi wajah yang senang.


"Apa - apaan dari reaksimu itu, katamu masakan dariku tidak enak" ucap Yuji.


"Rasanya memang tidak begitu enak, perutku saja yang berasa sangat lapar." ucap Wanita Elf sambil mengunyah makananya itu.


"Dasar Wanita Elf tak tahu diri" ucap Yuji dengan wajah yang begitu kesal.

__ADS_1


"Mengapa kalian masih di sana? Kesinilah dan cepat makan" ucap Yuji yang mengetahui para rekan Wanita Elf itu sedang mengintip di dalam tenda.


Akhirnya mereka makan bersama - sama dan saling mengobrol satu sama lain. Setelah beberapa lama kemudian, Yuji dan Wanita Elf tersebut sedang menuju ke wilayah Desa Elf. Tempat di mana kediaman Alyssa dan para rekannya itu berada. Yuji merupakan satu - satunya dari ras manusia yang di undang ke wilayah Desa Elf itu, ajakan tersebut terjadi pada waktu mereka semua saling mengobrol dan makan bersama - sama di pagi hari.


~Kerajaan Bervia~


Maki Haruchi, pahlawan yang terlihat gagah dan angkuh. Dengan rambutnya yang pirang dan pendek itu berwarna kuning. Dia telah melakukan hubungan badan dengan kedua pelayan yang cantik tersebut di dalam kamar yang sudah di sediakan.


"Tok, tok, tok. Tuan, Raja Bart sedang memanggil anda di kediamannya." ucap Pelayan yang ada di luar sambil mengetok pintu.


"Cihhh.." ucap Maki yang tampak kesal itu.


"Tuan mau ke mana?" ucap Pelayan itu dengan menggoda.


"Sialan, menyingkirlah dari hadapanku!" ucap Maki sambil berteriak.


Setelah apa yang mereka bertiga lakukan itu, Maki bergegas memakai bajunya. Tampaknya dia akan keluar dari kamar tersebut dan menuju ke singgasana Raja Bart, untuk memenuhi panggilannya itu. Pintu yang sangat amat besar itu mulai terbuka, terdengar suara nyaring dari pintu tersebut.


"Tuan Pahlwan telah datang" ucap salah satu Prajurit yang sedang berjaga di pintu tersebut.


"Salam Rajaku, ada keperluan apa engkau memanggilku ini" ucap Maki dengan salam bangsawan pada umunya.


"Aku memanggilmu ke sini, untuk pergi mengalahkan Raja Iblis" ucap Raja Bart.


"Apa dia kira diriku ini hanyalah seekor domba untuk pengorbanan." ucap Maki dalam hati.


"Rajaku. Mohon maafkan saya atas kelancangan permintaan ini sebelumnya. Saya harap Raja bisa mengerti dengan keadaan saya sekarang. Jika saya masih memerlukan waktu, agar saya bisa berkembang menjadi kuat." ucap Maki kepada Raja Bart.


"Saya juga belum mengetahui, sekuat apa Raja Iblis ini. Jadi saya harap anda bisa memberi saya waktu dua minggu." ucap Maki untuk meyakinkannya.


"Baiklah, aku akan mengirimu ke Dungeon Bagian timur, tempatnya yang tidak jauh dari kerajaan ini. Aku memberimu waktu selama dua minggu dari sekarang. Di sana berkembanglah dan jadilah yang terkuat" ucap Raja Bart.


"Tua bangka sialan, Kamu tidak memberi perintah sekali pun. Aku akan tetap menjadi yang terkuat." ucap Maki dalam hatinya yang sangat kesal.


"Saya mohon pamit yang mulia" ucap Maki.


Setelah memberi salam kepada Raja Bart, Maki pun bergegas pergi dari hadapannya tersebut. Pintu yang sangat besar itu mulai terbuka lagi. Sang pahlawan Maki itu berjalan menuju kamarnya, dia tampak kesal setelah sampai di kamarnya itu. Pahlawan itu tampak berpikir sangat keras untuk membuat sebuah rencana kedepannya.


"Tua bangka sialan, sialan. Lihat saja nanti setelah aku pulang dari dungeon." ucap Maki yang terlihat kesal.


~Desa Elf~


Yuji dan para Elf tersebut telah sampai di wilayah kediamaan bagi para ras Elf. Yuji melihat bahwa, desa itu memakai pohon besar yang menjulang tinggi sebagai tempat tinggal mereka di sana. Yuji dan lainnya itu juga di sambut oleh sebagian penduduk Elf, yang terlihat sedang beraktifitas dalam kehidpannya sehari - hari. Seperti penduduk pada umumnya. Sketika itu juga, sebgian lainya terlihat sedang mewaspadai Yuji yang tergolong dari ras manusia itu.


Tiba - tiba saja, muncul salah satu Elf yang menghampiri dirinya itu di hadapannya langsung. Yuji tersentak kaget seketika itu juga, laki - laki Elf yang tampak kesal itu menyerangnya begitu saja, dengan tendangan berkecepatan tinggi. Yuji tidak mau kalah di hadapan musuhnya itu, dia juga menahan serangan tersebut dengan tendangan kakinya.

__ADS_1


Sepertinya mereka berdua tersenyum dan juga sama kuatnya. Serangan dari mereka berdua itu menyebabkan goncangan gempa yang sangat dahsyat. Para penduduk di sana ketakutan melihat pertarungan tersebut. Putri Alyssa yang juga berdiri di dekat merekab itu bergegas menghentikan Kriet, nama dari Elf yang menyerangnya.


"Kriet cukup, hentikan sikapmu itu!" ucap Puti Alyssa sambil berteriak.


"Cihhh, padahal baru pemanasan" ucap Kriet sambil menghentikan serangannya tersebut.


"Hahahahah, ternyata kamu kuat juga ya?" ucap Yuji sambil tertawa.


"Yuji, Tolong maafkan atas kelakuan temanku ini." ucap Putri Alyssa sambil menundukkan kepala.


"Mari aku antar kamu ke tempat kediaman kepala desa berada." ucap Putri Alyssa.


Kriet dan para rekannya juga mengikuti kelompok Yuji dari belakang. Setelah berjalan kaki cukup lama menuju tempat Kepala desa berada, Putri Alyssa terlihat sedang berbicara kepada Yuji demgan suara yang kecil.


"Kamu tunggu di sini terlebih dahulu, jangan ikut masuk. Aku akan memberi tahu Ayahku" ucap Putri Alyssa.


"Kriet, kamu juga tidak boleh masuk! Mengerti?" ucap Pitri Alyssa.


"Haaaa, apa - apaan maksudmu itu" ucap Putri Alyssa.


Seperti terdengar suara dari dialog Ayah dan anak tersebut di dalam rumah pohon itu yang begitu besar. Setelah beberapa lama kemudian, Yuji di persilahkan masuk oleh Kepala desa yang ada di sana itu. Orang tersebut tampak sudah tua, rambutnya yang agak pirang dan sudah berwarna putih. Kepala desa, Putri Alyssa dan Yuji tampak sedang berkumpul di meja ruang tengah itu untuk mengadakan meeting.


"Anak muda, apa tujuan sebenarnya kamu datang ke desa ini?" tanya Kepala desa.


[Status Penduduk]


Nama : Rendel


Umur : 107 tahun


Ras : Elf


Gelar : Kepala desa


Lv. 134/250


HP : 134,000/134,000


MP : 150,000/150,000


Skill : Moving Root(SS), Fairy Goodmother(SSS), Healing Lotus(S)


Ekstra Skill : Explosion Fruit(SSS)


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2