Maha Kuasa

Maha Kuasa
KEMBALI KE BUMI [01]


__ADS_3

Saat volfir masih berada di ruangan tuannya, dia mulai merasa aneh dengan apa yang telah terjadi.. setelah memikirkan sedikit lama, volfir akhirnya menyadari, kalau semua hal yang dia dengar dari luo adalah sebuah kebohongan.


yang membuat volfir terkejut bukanlah hal itu! tapi tentang balas dendam yang luo katakan dua tahun yang lalu.. volfir berpikir luo sudah tidak lagi mengingatnya tentang saat itu.


dua tahun yang lalu luo selalu bergumam disamping volfir tentang balas dendam, volfir yang saat itu mendengarnya jadi ketakutan..


hal itu masih tetap terjadi meskipun 2 tahun telah berlalu.


tapi sekarang volfir sangat ingin tahu tentang siapa di antara mareka yang lebih kuat, untuk menghilangkan rasa takut itu, volfir meminta luo untuk mengajaknya duel..


tentu.. luo yang mendengar permintaan itu tidak akan menolaknya, dia sudah menunggu hal seperti ini dengan waktu yang sangat lama.


"kalau begitu! mari bicarakan ini terlebih dahulu pada tuan" ucap luo yang sudah penuh dengan semangat.


"jangan khawatir tentang itu, aku sudah membicarakannya saat pertemuan tadi"


....


di tempat latihan, levian sedang duduk sambil menunggu kedatangan mareka berdua.. tidak membuang waktu terlalu banyak, saat mareka berdua baru sampai levian langsung menyuruh mareka berdua berdiri di tempat yang telah levian siapkan..


disana sudah ada senjata kayu yang telah levian siapkan.. volfir 'pengguna pedang' mengambil satu, sedangkan dengan luo tidak, dia lebih memilih menggunakan 'tangan kosong'.


"kalau begitu akan ku jelaskan peraturannya, jadi dengarkan baik baik"


peraturannya sederhana.. siapa yang dapat melayangkan satu serangan ke arah lawan maka dia pemenangannya.. setelah levian menjelaskan sedikit peraturan, dia langsung menghitung mundur. "tiga.. dua.. sa..tu."


~bhum..~setelah hitungan terakhir mareka berdua langsung melakukan serangan tapi.. tidak butuh waktu lima detik volfir langsung jatuh ke lantai lewat pukulan luo.


perbedaan mareka berdua benar benar terlalu jauh.. meskipun telah berlatih selama dua tahun volfir merasa dirinya benar benar tidak ada perkembangan sama sekali..


___


beberapa menit yang lalu saat volfir bertemu tuannya di ruangan.. "jadi, gulungan ini untuk saya tuan?" levian mengangguk..


gulungan yang dia berikan untuk volfir sama seperti gulungan yang dia berikan satu minggu yang lalu untuk luo..

__ADS_1


__


levian datang ke hadapan volfir yang sedang terbaring di lantai. " cepat bangun.. padahal hanya kalah sekali tapi kau sudah membuat ekspresi wajah seperti itu" volfir yang terlalu menghayati tidak tahu kalau ada tuannya di hadapannya.


~thum..~ levian menendangnya dengan cukup keras sampai membuat tembok di tempat latihan hancur.. luo yang melihat hal itu langsung berpura pura pingsan agar dia tidak mengalami hal yang sama seperti dua tahun yang lalu.


~khek~ volfir langsung bangun setelah di tendang, tubuhnya dipenuhi dengan darah.. jika dia dua tahun yang lalu mungkin sudah mati hancur karena tendangan levian.


"apa sekarang kau sudah sadar? jika sudah cepat kemari atau.. jika belum aku-" dalam sekejap volfir langsung berjalan ke arah levian meski tubuhnya masih terluka, trauma yang volfir alami dua tahun yang lalu masih belum hilang.


levian kurang puas dengan hal itu, dia memanggil luo satu lagi untuk datang ke depannya.. luo yang berpura pura pingsan langsung bangun dan berlari kearah tuannya.


setelah berdua sudah berkumpul, levian mulai bertanya tentang gulungan yang telah dia berikan.. luo yang sudah mempelajarinya langsung menjawab kalau gulungan itu sudah terbakar..


itu artinya, luo sudah mempelajarinya sepenuhnya tentang gulungan itu.. saat gulungan yang levian berikan berhasil dipelajari maka gulungan itu akan terbakar sendirinya..


tidak ada yang terjadi meskipun gulungan itu tidak terbakar tapi untuk berjaga jaga hal hal yang tidak diinginkan, levian melakukan hal seperti itu.


"bagaimana denganmu? dimana gulungan yang telah aku berikan sebelumnya?" volfir berkeringat. "i..izin saya mengambilnya tuan"


"aku bertanya gulungan itu dimana bukan berarti aku ingin mengambilnya, tapi kau harus mempelajarinya" ucap levian yang sedang berdiri didepannya.


'eh?' volfir merasa sangat senang saat mendengar apa yang baru saja tuannya katakan.. dia sebelumnya berpikir tuannya sangat marah sampai ingin mengambil gulungan itu kembali.


tidak menyia-nyiakan waktu yang telah tuannya berikan, volfir langsung pergi meninggalkan tempat latihan untuk mempelajarinya..


"kau juga harus belajar, kau yang sekarang tidak cukup kuat untuk menghadapi bencana yang akan datang"


"ba..baik tuan" luo mulai bingung dengan ucapan tuannya tentang bencana.. karena tidak memiliki wewenang dia memilih untuk melupakannya.


....


Tiga hari telah berlalu.. dalam tiga hari penuh, luo - volfir memutuskan untuk terus berlatih tanpa menganggu satu sama lain.. mareka berdua berlatih dengan seni beladiri yang telah levian berikan sebelumnya.


levian yang sedang duduk di atas kursi merasa bosan karena kekuatannya masih belum kembali. "hei system! apa tidak ada cara lain selain cara itu?"

__ADS_1


[system telah dibuat dengan sedemikian rupa, jadi tidak bisa di ubah] setelah berpikir cukup lama sepertinya levian tidak punya pilihan lain selain kembali ke bumi dengan cepat..


「kalian berdua keluar dari tempat latihan terlebih dahulu」 levian memanggil mareka berdua dengan telepati.. tidak menunggu lama, mareka berdua tiba di hadapan levian.


mareka langsung berlutut di depan levian.. "apa ada sesuatu yang anda butuhkan tuan?" tanya luo.. levian mengangguk.


"sepertinya aku akan meninggalkan dunia ini" luo dan volfir terkejut!! "m..maaf sedikit lantang tuan! jika saya boleh bertanya, apa ada alasan tertentu anda meninggalkan dunia ini?" tanya luo..


"benar! saat ini aku membutuhkan sesuatu yang tidak ada di dunia ini!" mareka berdua sangat ingin ikut tuannya tapi mareka tidak berani untuk mengatakan itu.


"tidak perlu khawatir! aku akan meninggalkan sebagian diriku di dunia ini.. dan lagi, aku membutuhkan kalian untuk menjalankan beberapa misi" tidak ada penolakan sedikit pun, mareka berdua mengikuti apa yang levian katakan.


tiba tiba levian membelah dirinya menjadi dua bagian.. layar system muncul di depan mata levian.


[-skill bayangan digunakan. -skill ini dapat bertahan selama dua tahun -kekurangan skill ini akan hancur jika seseorang mengalahkan anda]


mareka berdua yang melihat hal itu terkejut dengan kekuatan tuannya.. meski mareka sudah lama bersama tuannya, mareka masih tetap tidak terbiasa dengan hal hal seperti itu


levian memasukkan tangannya kedalam ruang system.. di mata mareka berdua, tangan levian menghilang tidak terlihat..


levin mengeluarkan sesuatu lewat ruang itu dan memberikannya kepada mareka berdua. sesuatu yang levian berikan adalah gulungan yang di dalamnya terdapat misi misi yang harus mareka kerjakan sekarang juga.


"jika ada misi tambahan, tubuh keduaku yang akan mengatakannya" mareka mengangguk.


tujuan levian membelah dirinya menjadi dua bagian bukan karena dia tidak percaya pada mareka berdua, levian melakukan hal itu untuk membuat elena menjadi kuat.


dengan ada tubuh kedua levian didunia ini maka elena akan terus berlatih bersamanya.


levian membuka sebuah portal dengan satu tangannya.. sebuah portal berwarna ungu pekat terbuka didepan levian, mareka berdua menyaksikan kepergian tuannya..


"kalau begitu! kuserahkan dunia ini pada kalian berdua." setelah mengucapkan itu levian menghilang didepan mareka berdua.


[mencari keberadaan bumi! keberadaan bumi di temukan! -keberadaan bumi terlalu kecil! memeriksa kekuatan anda! -kekuatan anda saat ini memenuhi syarat!]


levian menghela nafas panjang.. dia tahu akan hal itu, semakin besar Kekuatannya maka semakin kecil kesempatannya untuk masuk ke bumi.. karena itu dia memutuskan untuk langsung kembali ke bumi.

__ADS_1


[pahlawan akan kembali ke bumi! apa anda siap?] levian sedikit terkejut saat mendengar kata kata itu. "YA." levian berpikir kata kata itu sangat cocok jika digunakan saat waktu itu..


__ADS_2