
「𝙄𝙎𝙏𝘼𝙉𝘼 𝘿𝘼𝙏𝘼𝙍𝘼𝙉 𝙏𝙀𝙉𝙂𝘼𝙃」
Tempat yang begitu besar, di dalam istana ada satu bawahan yang sedang melaporkan sesuatu pada seseorang yang dia panggil lord sambil berlutut.. "I-itu benar lord"
lord yang sedang duduk di atas singgasana matanya menatap kearah bawahan yang sedang berlutut itu dengan penuh kemarahan.
"coba kamu ulangi sekali lagi apa yang baru saja kamu katakan" bawahan itu menjelaskan sekali lagi tentang hal yang telah terjadi..
dia menjelaskan kalau orang yang telah lord kirim untuk melakukan misi menghilang dalam beberapa jam yang lalu, mareka sudah mencoba menyelidiki kasus itu tapi tidak membuah hasil.
sambil menjelaskan situasi yang telah terjadi, lord mulai sedikit santai yang sebelumnya terlihat sangat marah. "tapi tuan.." bawahan itu ingin mengatakan sesuatu tapi wajahnya terlihat ketakutan.
lord menghela nafas panjang. "tapi apa? apa kau sedang bermain-main denganku?"
"ti-tidak... bukan begitu lord.. hanya saja.." dia terdiam sejenak, sambil menarik nafas yang panjang, bawahan itu memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi.
"hanya saja.. orang yang anda perintahkan untuk melakukan misi tersebut tidak mau melakukannya dan sebagai gantinya mareka menyewa pembunuh bayaran kelas atas"
"dan hasilnya?" tanya lord..
"98% berjalan sesuai rencana dan mareka berhasil melakukan misi tersebut, akan tetapi di perjalanan pulang mareka mengirim surat dan mengatakan kalau mareka harus beristirahat sebentar"
dia menjelaskan lebih lanjut tentang keberadaan mareka di bagian utara yang tiba tiba menghilang. "menarik" ucap lord yang terlihat santai.
"apa kamu pernah mendengar pembunuh bayaran beristirahat!?" bawahan yang terlihat bingung tiba tiba terkejut! dia mulai berpikir kalau dalam surat itu ada hal yang kurang dan mencurigakan.
"kalau begitu yang melakukan itu adalah.." tanpa perlu mendengarkan penjelaskan lebih lanjut lord sudah tau apa yang sedang di pikirkan oleh bawahnya.
Dalam waktu singkat bawahan itu langsung menyadari kalau hal yang terjadi di bagian utara adalah perbuatan pihak ke tiga.
bawahan itu bukan tanpa alasan berada dalam istana, karena dia pintar dan licik lord mengangkat sebagai bayangannya sendiri. dia orang yang mengendalikan seluruh situasi tanpa perlu turun tangan seorang lord..
"tetapi permasalahannya bukanlah disitu, kenapa mareka menolak permintaanku?"
"ma-mareka mengatakan misi itu tidak terlalu penting.. jadi mareka memutuskan untuk menyewa tentara bayaran saja"
pada dasarnya misi yang diberikan oleh lord tidak terlalu sulat jika dilakukan oleh pembunuh bayaran kelas atas, itu membuat lord penasaran siapa yang bisa melakukan selain dirinya..
"pergilah kebagian utara" bawahan yang masih berlutut itu sangat bersemangat saat mendengar perintah yang diberikan lord.
"apa yang harus saya lakukan lord?" bawahan itu benar benar bersemangat, dia tidak sabar untuk segera pergi dari sana.
"jangan terburu buru, selidiki dia terlebih dahulu"
tujuan lord pada awalnya untuk mendapatkan itu.. tapi sekarang lord mulai berubah pikiran, dia berpikir kalau tentang hal itu masih bisa di cari untuk kapan pun.
jadi dia memutuskan bawahannya untuk berfokus pada kasus ini.. dia sangat ingin tau siapa orang yang mampu membunuh mareka selain dirinya sendiri.
__________
__ADS_1
beberapa saat sebelumnya di perbatasan utara.. setelah levian membunuh mareka semua dia melihat makanannya sudah tidak bisa di makan lagi.
selain itu, ada sesuatu yang membuat levian penasaran tentang yang ada dalam gerobak kuda.. dia berjalan ke arah gerobak itu dengan penuh santai.. saat levian membuka pintu gerobak, levian benar benar terkejut.
"apa apaan ini!? bayi perempuan?" levian benar benar tidak suka dengan hal hal seperti ini! dia sangat benci perbuatan seperti ini meskipun dia seorang iblis.. meskipun begitu levian tetap mengabaikan bayi itu..
saat levian ingin menutup pintu gerobak, dia melihat selembar kertas putih yang menarik perhatiannya.. levian mengambil kertas putih itu dan membukanya.. terkejut!! levian melihat lambang yang sama seperti kalung orang yang sebelumnya dia bunuh.
𝙄𝙎𝙄 𝙎𝙐𝙍𝘼𝙏..
"𝘓𝘈𝘒𝘜𝘒𝘈𝘕 𝘚𝘌𝘗𝘌𝘙𝘛𝘐 𝘠𝘈𝘕𝘎 𝘈𝘒𝘜 𝘒𝘈𝘛𝘈𝘒𝘈𝘕 𝘞𝘈𝘒𝘛𝘜 𝘐𝘛𝘜 [𝘓𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵 𝘴𝘶𝘳𝘨𝘢𝘸𝘪]"
saat levian membaca dia terkejut! setelah memikirkan cukup lama akhirnya dia mulai ingat siapa mareka sebenarnya..
"heavenly sky sword.. kalau tidak salah dia manusia yang ikut bekerja sama dengan makhluk² itu untuk menciptakan dunia baru!" gumam levian..
levian sibuk memikirkan lebih dalam tentang mareka.. suasana udara mulai dingin tapi dia tidak merasakannya.. tiba tiba bayi di dalam gerobak itu menangis begitu kencang sampai membuat levian terkejut..
"sial, aku lupa ada anak kecil di sini"
levian masuk ke dalam gerobak dan menutup pintunya, anak itu makin menangis sampai membuat levian semakin panik, dia tidak tahu harus melakukan apa agar bayi itu tidak lagi menangis.
bayi itu yang tidak berhenti menangis membuat levian sangat frustasi.. levian yang sudah tidak tahan lagi, dia mencoba mengalirkan energinya kedalam tubuh bayi itu agar dia mati dengan damai.
levian tersenyum karena anak itu sudah tidak lagi menangis, tapi. "dia baik baik saja setelah menerima energi ku!?" levian tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi, dia belum pernah melihat sesuatu seperti ini.
'kalau dipikir pikir bayi ini pasti salah satu bahan untuk eksperimennya' ujar levian dalam hati sambil menyentuh pipi bayi itu.
"apa maksud mu memiliki penyakit?"
[bayi yang baru saja anda sentuh memiliki penyakit yang mematikan]
levian melihat kearah bayi itu dengan seksama tapi dia tidak menemukan penyakit apapun pada bayi itu. "aku sudah melihat, tapi aku tidak merasakan kalau dia ada penyakit! apa maksudmu system?"
[coba anda sentuh sekali lagi pada bayi itu]
levian mengikuti seperti yang system katakan tiba tiba sebuah kacamata system terpasang secara otomatis pada levian..
levian melihat sesuatu yang tidak dapat di percaya pada layar system.. bayi itu benar benar memiliki penyakit yang mematikan.
seluruh kulit bayi itu seperti dimakan oleh energi yang tidak dapat di pahami, levian baru pertama kali melihat penyakit seperti ini.
system menawarkan cara menyembuhkan bayi itu tapi levian menolaknya, dia tidak memiliki keinginan untuk menyembuhkannya.
tapi itu hanya awalnya saja, pada akhirnya levian bertanya pada system bagaimana cara menyembuhkan tubuh bayi itu.. levian tidak merasa kasihan pada bayi itu tapi dia berpikir ada satu rencana yang membutuhkan orang lain.
sambil memberikan energi kedalam tubuh bayi itu, satu merpati putih datang membawa pesan, itu pesan dari heavenly sky. levian membuka kertas kecil itu dan membacanya..
"𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘤𝘢𝘳"?
__ADS_1
levian yang membaca surat itu tersenyum jahat, dia ingin sedikit bermain teka teki dengan mareka.. dia menulis surat dengan energinya dan mengikat surat itu di kakinya merpati.
"𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘪 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢, 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳" surat yang levian tulis..
Setelan levian mengirim surat lewat merpati, dia bergegas pergi dengan menggunakan gerobak kuda bersama si bayi itu ke tujuan awalnya levian.
~𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙠𝙚 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜~
Hujan.. petir.. angin.. dan kegelapan. suasana hutan yang begitu gelap.. itu tempat yang kaisar berikan untuk levian.
'𝘵𝘢𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯.. bukan tanpa alasan leluhur memberikan nama semacam itu, dahulu kala ada dua makhluk yang terus bertarung sampai membuat dimensi retak, akibat itu mereka berdua jatuh ke dunia ini..
tidak cukup dengan masalah yang telah terjadi, setelah jatuh mareka berdua bangun dan bertarung lagi sampai membuat tanah di area sekitarnya mati akibat aura mareka berdua.
setelah pertarungan mareka berdua yang cukup lama pada akhirnya mareka berdua menghilang tanpa disadari.. leluhur kaisar yang melihat situasi mereda memerintahkan bawahannya untuk mencari informasi apapun yang mareka temukan..
sesampai di area tempat itu mareka semua mati akibat aura yang di tinggalkan oleh dua makhluk itu.. leluhur kaisar yang mendengar informasi tentang itu mengumumkan kepada seluruh keluarga dan bawahannya untuk tidak datang kesana.
setelah kejadian itu kaisar memberikan nama dengan sebutan '𝘵𝘢𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯'.
"sungguh cerita yang bagus, tapi cerita itu hanya dilebih lebihkan oleh manusia saja"
levian tersenyum.. wajahnya terlihat seperti merindukan seseorang yang telah hilang.
"tempat ini seben-"
tiba tiba levian memalingkan kepalanya ke belakang.. "serigala? tidak, kurasa lebih mirip seperti monster" mahluk yang mirip seperti serigala tetapi berwarna hitam sedang berada didepan levian untuk memangsanya.. 'Grrrrr..'
monster serigala itu berlari kearah levian untuk menggigitnya tapi tiba tiba serigala itu berhenti.. dia datang ke arah serigala itu..
levian berjongkok.. dia menyentuh serigala itu dengan tangan kirinya, tapi serigala itu tidak bisa di hisap.. "menarik.." ucap levian sambil memegang dagu.. dia terlihat seperti sudah menemukan sesuatu tentang monster itu.
levian bangun dan memalingkan kepalanya ke kiri.. "keluarlah" ucap levian yang tiba tiba..
tidak ada siapapun yang keluar dari sana.
levian yang tidak suka bersabar menuju tempat itu.. "jika kalian tidak keluar, biar aku saja yang datang pada kalian semuanya" dia mengambil satu ranting pohon yang ada di sampingnya..
"aku akan hitung dari angka satu sampai tiga" levian berjalan sambil mengayunkan ranting kecil itu dengan tangan kanannya.. satu kali ayun tanah terbelah.
levian menghitung sambil berjalan.. "satu.." dia terus berjalan.. "dua.." semakin dekat "tig" saat hitungan ketiga levian mengayunkan pedangnya ke atas.. sedikit aura gelap keluar dari ranting itu..
levian benar benar berniat menghancurkan mareka semua sekaligus.. saat ranting kayu sudah levian ayunkan tiba tiba mareka semua keluar..
monster yang ada dalam kegelapan itu saling berdiskusi apa yang harus mareka lakukan..
satu dari mareka berkata untuk cepat keluar, karena aura dari ranting levian dapat membinasakan mareka semua.. mareka mengangguk.
"kami menyerah kami menyerah" monster monster itu terlihat dengan berbagai bentuk yang berbeda beda.. jumlah mareka lebih dari 50, levian sedikit terkejut, dia tersenyum dan berkata..
__ADS_1
"bagus" ucap levian dalam bahasa monster itu, seluruh monster itu terkejut.. bahasa yang mareka keluar tadi bahasa monster tapi levian bisa mengetahuinya.. "apa kalian terkejut karena aku bisa berbahasa kalian?"
meraka semua mengangguk.. "duduklah biar paman ceritakan tentang masa lalu" semua monster monster itu menjadi bingung, sejak kapan levian menjadi paman mareka.. karena tidak berani untuk melawan akhirnya mareka menuruti apa yang levian katakan.