Maha Kuasa

Maha Kuasa
ENERGI


__ADS_3

๐™™๐™ช๐™– ๐™ฉ๐™–๐™๐™ช๐™ฃ ๐™ ๐™š๐™ข๐™ช๐™™๐™ž๐™–๐™ฃ..


~phum.. phum...~ suara dua orang yang terjatuh ke tanah.. itu luo dan volfir..


"sial padahal kita sudah bertarung tanpa henti, tapi tetap saja tidak bisa menyentuh rambutnya sehelai pun" ucap luo yang terlihat babak belur..


"di-dia benar benar monster" ucap volfir sambil memegang perutnya yang terlihat sakit.. mareka berdua benar benar dihajar sampai tidak bisa bangun lagi..


"sudah cukup, hari ini adalah latihan terakhir kalian.." itu adalah levian, rambutnya sangat panjang dibandingkan 2 tahun yang lalu..


"akhirnya selesai juga.. andai waktu bisa diputar kembali, aku akan memilih untuk menjadi semut saja" volfir benar benar sangat senang saat levian mengatakan itu.


๐™™๐™ช๐™– ๐™ฉ๐™–๐™๐™ช๐™ฃ ๐™ก๐™–๐™ก๐™ช..


di halaman tempat tinggal mareka, levian menyuruh mareka berdua untuk segera berkumpul.. volfir terlihat kedinginan saat berada dalam hujan.. berbeda dengan luo, dia sudah memiliki tubuh/wadah sempurna.


di tempat hujan yang tidak pernah berhenti, levian memulai pembicaraan.. "mulai hari ini kalian akan dilatih langsung oleh ku"


pada awalnya mareka sangat senang saat mendengar kata kata itu, mareka berfikir levian akan memberi buku seni beladiri yang belum pernah dilihat atau hal hal istimewa lainnya.


tapi yang sebenarnya terjadi! mareka sudah babak belur duluan sebelum levian melakukan pemanasan.. hal itu terus terjadi selama tiga hari berturut-turut.


"t-tuan, apa ini latihan yang anda katakan!?" tanya luo.. luo dipenuhi luka di seluruh badan meskipun dia memiliki tubuh yang sempurna sekalipun.. sedangkan volfir banyak pingsan dibandingkan dengan latihan..


๐™ƒ๐™–๐™ง๐™ž ๐™ ๐™š ๐™š๐™ข๐™ฅ๐™–๐™ฉ


Luo mulai terbiasa dengan gerakan Levian.. sedangkan volfir sudah tidak pingsan lagi, akan tetapi dia muntah terus menerus karena paksaan tubuh yang berlebihan..


๐™ƒ๐™–๐™ง๐™ž ๐™ ๐™š ๐™ก๐™ž๐™ข๐™–


luo hampir mengikuti gerakan levian, dan volfir sudah mulai beradaptasi dengan neraka yang Levian ciptakan itu.


๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ mareka mulai beradaptasi dengan gerakan Levian..


luo merasa sangat senang setelah dia bisa mengikuti gerakan tuannya 'levian', luo xing langsung berpikir dirinya sekarang sudah setara dengan tuannya..


"tuan, apa hanya ini latihannya!? Kami mulai merasakan bosan" volfir bertanya dengan nada mengejek..


levian tersenyum.. "sepertinya kalian mulai sombong, apa kalian sangat percaya diri sekarang!?"


"tentu, apa anda tidak merasakannya!? kami yang sekarang sudah setara dengan tuan"


volfir benar benar terlihat sangat sombong, levian yang mendengar itu benar benar tidak bisa menahan tawanya.. "apa? apa anda meremehkan kami taun?"


levian mulai merasa kesal saat budaknya mulai banyak bertingkah, tentu saja dia suka jika budaknya sombong, tapi itu untuk orang lain bukan untuknya.


luo yang sebelumnya terlihat sangat santai mulai merasakan aura tuannya yang tiba tiba berubah.. karena kekuatannya di atas volfir dia bisa melihat aura tuannya mulai berubah berwarna hitam gelap..


"sial, tamat sudah riwayat kita sekarang" gumam luo dengan penuh keringat..


luo mencoba menggerakkan kakinya untuk berlari tapi itu terasa sangat berat, seakan ada sesuatu yang menekannya dari atas.


volfir yang melihat luo mulai bertindak aneh membuatnya kebingungan.. "hei! apa yang sedang kamu lakukan luo? apakah sekarang kamu se-" ~phum..~ volfir terpental sejarak 4,5 km.


levian langsung menghilang dimata luo dalam sekejap..


sekarang levian sudah berada di tempat volfir.. tubuh levian melayang di udara sambil menatap kearah volfir yang masih terbaring di tanah.


"bagaimana? ayo bangun, bukankah tadi kau berkata kita sudah setara? atau mungkinkah sekarang kamu sudah melupakan saat pertemuan pertama kita?"


volfir tidak menjawab, sekarang dia mulai teringat kembali saat pertemuan pertama kali.. dia benar benar lupa tentang hari itu akibat tenggelam dalam kesombongan.

__ADS_1


melihat volfir yang belum bangun levian langsung menghilang dan berada di tempat luo berada.. di atas udara, levian menatap ke arah luo yang sedang mencoba untuk lari.


"bagaimana denganmu? serang sebelum aku yang menyerangnya" luo sudah ketakutan dibawah, menggerak kaki saja dia sudah tidak bisa..


"eh sa.. sasaya tidak mengatakannya tuan.." luo tidak bisa menatap keatas tuannya..


'sialan kau volfir, jika setelah ini aku masih hidup akan ku bunuh kau' ~phum..~ setelah mengatakan itu luo juga terpental dengan jarak yang sama dengan volfir.


sejak hari itu levian tidak memberikan waktu untuk mareka istirahat, levian terus menerus menyuruh mereka untuk menyerang.... waktu mareka untuk beristirahat tidak lebih tidak kurang, hanya 10 menit..


volfir mulai muntah sehari lebih 7 kali, dia hanya memiliki waktu 10 menit untuk makan dan minum, setelah itu dia pingsan lagi, volfir berpikir akan benar benar mati sebelum menikah.


tetapi tanpa di sadari, levian mengalirkan energinya kedalam tubuh volfir agar dia tidak mati..


berbeda dengan luo, dia yang sebelumnya tidak pernah muntah, sekarang ikut muntah akibat paksaan tubuh yang berlebihan, akan tetapi dia tetap kuat tanpa pingsan, karena dia memiliki tubuh/wadah yang sempurna.


mareka terus bertarung bertarung bertarung layaknya seperti levian yang sedang menciptakan mesin pembunuh..


____


dua tahun sudah tiba.. untuk saat ini mareka belum menyadarinya, kalau kekuatan mareka sudah sangat berkembang sampai tidak ada yang bisa membunuh mareka berdua kecuali levian dan lord yang ada di dunia ini.


tiba tiba levian melemparkan dua gulungan hitam ke arah mareka berdua.. "a-apa ini tuan!?" tanya luo yang masih terengah engah..


"Itu gulungan dasar energi, dan yang satu lagi gulungan khusus membunuh" mareka sangat terkejut! mendengar kata kata itu dari levian..


mareka berpikir setelah perjuangan yang sangat panjang tidak ada harga yang akan terbayarkan..


volfir tidak berani bertanya! tapi dia benar benar tidak mengerti dengan sebutan yang baru saja tuannya katakan.. di dunia tempat volfir tinggal, mareka menyebutnya dengan sebutan 'mana' sedangkan yang baru saja tuannya katakan adalah 'energi'


tiba tiba mata volfir tertutup sedikit demi sedikit. 'sial.. sepertinya ak-" ~phum..~ volfir terjatuh ke tanah..


levian yang melihat hal itu menyuruh luo xing untuk membawanya ketempat tidur. "saat dia bangun, suruh dia datang menemui ku" luo mengangguk..


volfir membuka matanya pelan pelan, seluruh tubuhnya sudah terbalut dengan perban.. 'sepertinya aku masih hidup!' volfir mengira dirinya sudah mati..


tiba tiba luo masuk membawa makanan. "kau sudah sadar?" volfir mencoba untuk bangun tapi kepalanya masih terasa pusing.


"dasar manusia lemah!" ucap luo.. volfir yang mendengar itu membuatnya kesal.


"apa yang kau lakukan disini? tidak mungkin kau datang cuma untuk membawa makanan saja!" luo yang mendengar pertanyaan itu terkejut.


"pintar juga ternyata kau! aku datang kesini atas perintah tuan 'seminggu yang lalu!'" saat volfir mendengar perintah tuan dia langsung bangun dari tempat tidurnya.. "apa yang tu-" tiba tiba volfir terdiam.


"tunggu dulu! kau bilang 'seminggu yang lalu' tadi kan!? itu artinya aku sudah tidur selama satu minggu" luo mengangguk..


volfir tiba tiba berkeringat.. dia masih trauma dengan tendangan tuannya yang terjadi 'dua tahun yang lalu..'


tidak peduli masih sakit atau tidak volfir langsung berdiri didepan luo dengan tegap. "apa yang tuan perintahkan? cepat katakan padaku!"


melihat volfir merasa panik membuat luo merasa sangat seneng. 'haruskah aku menambahkan sedikit bumbu di atasnya?'


luo tidak bisa berhenti tersenyum sendiri.. dia sangat ingin balas dendam dengan apa yang terjadi dua tahun yang lalu..


__


dua tahun yang lalu..ใ€Œ'sialan kau volfir, jika setelah ini aku masih hidup akan ku bunuh kau'ใ€setelah mengatakan itu luo berhasil selamat, tapi dia tidak memiliki kesempatan untuk membalasnya karena levian memberi mareka hukuman yang berat..


__


hari ini luo teringat kembali dengan apa yang terjadi dua tahun yang lalu.. melihat sedikit kesempatan dia tidak akan membuangnya..

__ADS_1


"hei.. dari tadi kau terus tersenyum jahat seperti itu! apa sesuatu hal buruk terjadi?" 'uhuk..' tiba tiba darah keluar dari mulut luo..


volfir yang melihat hal itu menjadi semakin panik..


sambil batuk luo berpura pura jatuh ke tanah, dia tersenyum, dia senang volfir terpancing.


"pergilah.. segera pergilah ketempat tuan b.." ~phum..~ luo berpura pura pingsan..


melihat luo sampai pingsan, volfir langsung mengira kalau hukuman yang levian berikan kali ini akan lebih parah dari hukuman yang terkahir kali dia terima.


volfir langsung bergegas pergi mencari keberadaan tuannya berada.. dia tidak berani untuk lari.. dia akan menerima hukumnya.


___


di ruang tengah levian sedang duduk di atas kursi.. dia merasakan kehadiran seseorang yang sedang mendekatinya.. pintu tiba tiba terbuka! seseorang masuk.


"melihat mu berlari dengan sangat cepat! sepertinya kau sudah sembuh sepenuhnya, volfir?"


volfir berkeringat, dia berjalan sedikit demi sedikit kearah levian berada. ~thum..~ volfir langsung berlutut di hadapan levian yang sedang duduk.. levian yang melihat hal itu jadi bingung..


"tuan! ma..maafkan saya yang sudah tertidur selama satu minggu" teriak volfir sampai menutup matanya.. dia benar benar sangat takut akan hukuman seperti apa lagi yang akan dia dapatkan.


"apa yang sedang kau lakukan? apa kau tidak melihat ada anak kecil yang sedang tertidur disana?"


"ma..maafkan saya tuan! saya tidak tahu kalau tuan putri sedang tidur!"


"jadi! apa yang luo katakan sampai membuat kau menjadi seperti ini?" volfir terkejut! tapi dia tidak menjawab apapun.. levian melihat situasi itu langsung mengerti..


"begitu ternyata! kau sudah dibodohi oleh luo ya.." volfir jadi kebingungan saat mendengar apa yang baru saja tuannya katakan.. volfir tiba tiba mengingat sesuatu..


dia mengingat kalau saat pertama kali luo masuk tidak ada luka apapun di tubuhnya tapi tiba tiba ada.. volfir mulai penasaran bagaimana luo dapat menciptakan darah dari mulutnya dengan sangat detail


saat lagi memikirkan hal itu! volfir tiba tiba menyadari sesuatu sampai membuatnya terkejut!


___


luo sedang duduk ditempat tidur volfir sambil tertawa terbahak bahak.. 'khek' tiba tiba dia memegang dadanya yang terlihat kesakit.. 'sial, ini bukan balas dendam namanya tapi bunuh diri.'


___


rencana awal, luo ingin bersandiwara dengan berpura pura dipukuli oleh tuanya.. tapi tiba tiba pikirannya berubah setelah memikirkan kalau luo itu 'pintar'.


karena cara itu tidak memungkinkan, luo xing mencoba mengorbankan diri dengan cara melukai tubuhnya dari dalam.. dengan cara seperti itu dia yakin kalau volfir akan percaya sepenuhnya terhadap dirinya.


___


'kira kira apa yang sedang dia lakukan disana sekarang ya?' luo tersenyum.. dia merasa sangat senang untuk sekarang..


untuk membuat volfir percaya padanya.. dia melukai tubuhnya sedikit dari dalam agar darah keluar dari mulutnya.. dengan begitu maka volfir akan terkecoh.


saat luo sedang tersenyum, tiba tiba dia merasakan kehadiran seseorang dari luar.. luo langsung bangun dari tempat tidur volfir dengan cepat.. dia berpikir tuannya datang.


'thum...' suara pintu yang di tendang dari luar.. pintu hancur, luo yang mendengar itu berpikir tuannya saat ini benar benar sangat marah karena laporan yang dia berikan pada volfir tidak sesuai dengan apa yang tuannya perintahkan.


luo yang sedang menunduk sambil melihat kebawah bertanya pada tuannya.. "a..apa anda membutuhkan sesuatu! tu..tuan?" luo mulai gemetaran, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan keringat.


pria yang menendang pintu itu melangkah maju kedepannya luo.. merasa tuannya mulai menghampirinya, luo menutup mata karena takut.. dia mulai berpikir, 'hukuman apa yang akan dia dapatkan kali ini'.


"tuan? sepertinya aku benar benar sudah jadi kuat sekarang" luo terkejut! suara yang dia dengarkan bukan suara tuanya.. luo menatap keatas orang yang berdiri di depannya itu.


tersenyum menyeringai! itu adalah volfir.. saat luo melihat kalau itu volfir membuatnya semakin terkejut. "benar! sekarang tuan luo mulai menunduk di depan tuan ini" ucap volfir dengan penuh hinaan..

__ADS_1


___


__ADS_2