
Cuaca yang sangat cerah, tepat hari senin jam 10:00 pagi di sekolah SMA menengah levian sedang berdiri sambil mengobrol dengan beberapa temannya di dalam kelas.
seragam yang mareka pakai berwarna putih, celana berwarna hitam.. dan dasi yang berwarna putih hitam.
levian sangat asik mengobrol sampai tidak tahu kalau ada seorang wanita yang sedang memanggilnya di belakang..
"Hei levi! apa kamu mendengar ku?" panggil wanita itu dengan nada marah.
levian sangat terkejut saat bajunya di tarik dari belakang, teman levian yang melihat suasana langsung mengerti apa yang sedang terjadi.
mareka langsung pergi meninggalkan levian dengan wanita itu di dalam kelas, seakan akan hal seperti ini sudah sering terjadi setiap hari.
"tentu saja aku mendengar mu, rika.. oh iya kebetulan sekali masih ada waktu istirahat, ayo pergi ke atas" ucap levian sambil tersenyum..
rika memiliki rambut berwarna hitam dan matanya berwarna biru.. dia termasuk salah satu wanita tercantik di sekolah SMA menengah..
"tidak, aku ingin mengatakan sesuatu" levian yang mendengar itu langsung tersenyum.. levian berpikir kalau rika ingin meminta maaf soal masalah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
rika dan levian memiliki sebuah hubungan yang sangat dekat, mareka berdua sudah berpacaran selama dua tahun lebih..
tapi akhir-akhir ini mareka terlalu banyak bertengkar dibandingkan mengobrol hal hal lain, karena itu levian berpikir kalau rika datang menemuinya untuk baikan.
tiba tiba bel sekolah berbunyi.. jam istirahat sudah habis, rika terlihat masih ragu untuk mengatakannya, dia meminta levian untuk bertemu dengannya besok hari..
tepat hari selesai di pagi hari seluruh murid kelas 12 langsung berkumpul di lapangan untuk mengucapkan perpisahan.. beberapa dari mareka membuat konser, beberapa dari mareka melempar tepung ke arah temannya.. dan beberapa dari mareka melakukan hal lain yang membuat suasana menjadi asik..
suasana begitu ramai, tentu saja ada berbagai hal lainnya yang terjadi disana.. tiba levian datang menemui rika.. "apa kamu akan mengatakannya sekarang juga!?"
levian sangat bersemangat apa yang kemaren dikatakan oleh rika, dia berpikir rika akan mengatakan sesuatu tentang romantis.
tidak ada kebahagiaan terbesar levian pada saat itu kecuali mendengar apa yang akan rika katakan.. tapi rika mengatakan sesuatu yang membuat levian terdiam membisu..
"apa baru saja kamu katakan rika? kamu sedang bercanda bukan? tentu saja kamu bercanda, tidak mungkin kamu mengatakan sesuatu seperti itu"
wajah levian terlihat sangat tertekan saat mendengar itu, dia berharap kalau apa yang baru saja rika katakan sesuatu hal bercanda..
__ADS_1
"tidak, aku sedang tidak bercanda levi.. aku benar benar ingin putus denganmu" levian yang mendengar itu tidak tahu harus membuat eskpresi wajahnya seperti apa.
"jadi, levi.. tolong menjauh dari diriku mulai sekarang juga" setelah rika mengatakan itu dia langsung pergi meninggalkan levian sendiri disana.
levian tidak bisa mengatakan apapun lagi, wajahnya terlihat benar benar pucat saat rika mengakhiri hubungan mareka begitu saja..
ini pertama kalinya levian berpacaran dengan seseorang.. tentu saja membuat hatinya benar benar hancur karena belum punya pengalaman sama sekali..
levian berteriak sambil melihat kearah rika yang sudah berjalan sedikit jauh..
"hei, setidaknya beritahu aku! kenapa kamu ingin putus denganku?"
rika melihat kebelakang sekali, tapi dia tidak menjawab tentang pertanyaan itu.. tiba tiba levian terjatuh ketanah.. dia berpikir dirinya sudah lelah sampai terjatuh ketanah tapi tiba tiba tanah bergoyang sekali lagi.
dalam sekejap gempa terjadi dengan begitu cepat.. tembok sekolah tiba tiba jatuh ke atas levian tapi dia berhasil mengelaknya.
karena terlalu lelah levian tidak menyadari apa yang sebenarnya telah terjadi.. suasana sekolah hancur satu persatu, mareka yang ada di lapangan berteriak dengan sangat keras.. bahkan beberapa dari mareka sudah mati terjepit oleh tanah yang tiba tiba longsor.
levian yang mendengar suasana sangat berisik membuatnya terbangun dari rasa lelah sebelumnya.. dia menampar wajahnya dua kali agar tidak tertidur lagi.
levian terus berlari untuk menghindari segala hal yang akan terjadi pada dirinya.. seakan dia merasa ringan saat menghindarinya apa yang jatuh ke atasnya.. karena tidak punya waktu untuk berpikir, levian terus berlari sambil menghindarinya.
saat dia tiba didepan lapangan tempat acara perpisahan dimulai, dia melihat suasana yang sangat mengerikan.. setengah dari mareka benar benar mati terjepit oleh tanah.
sisa setengah dari mareka mengalami luka kecil dan luka besar, kecuali levian sendiri yang tidak mengalami luka apapun di tubuhnya.
tiba tiba guncangan yang sangat besar dari sebelumnya terjadi sekali lagi.. levian hampir kehilangan keseimbangannya, tapi entah bagaimana dia berhasil mempertahankan semua itu..
tiba tiba satu cabang pohon besar jatuh kebawah, semua orang berpikir kalau ini akhir dari hidup mareka dan menutup matanya.. rika termasuk salah satu dari mareka yang ada di sana..
levian tidak memiliki niat sama sekali untuk membantu mereka, tapi tubuhnya seakan bergerak sendiri atas kemauannya.. "sial sial" ucap levian sambil berlari kearah cabang itu.
~phum...~ cabang itu jatuh ke tanah dengan sangat kencang.. rika berpikir hidupnya telah berakhir membuka matanya. 'levi'? rika kaget saat melihat levian didepannya..
tidak hanya dengan rika saja, levian berhasil menyelamatkan mereka semua yang berada dibawah cabang pohon itu sebelumnya.. jika levian sedikit terlambat, mareka semua akan menjadi seperti ayam geprek.
__ADS_1
"bukankah sudah kukatakan untuk tidak me.."
levian menyuruh rika untuk berhenti bicara.. karena didepan levian ada sesuatu yang membuatnya sangat sulit percaya..
'sial, apa apaan ini?' levian yang masih sibuk memikirkan tentang tubuhnya sendiri yang tiba tiba cepat malah satu tangan yang sangat besar turun dari atas langit.. seakan levian melihat sesuatu seperti dalam cerita.
satu tangan yang begitu besar datang menghampiri levian dari atas, seakan langit retak saat tangan hitam itu masuk kedalam bumi..
tapi yang membuat levian sangat penasaran bukan cuma tentang itu saja, dia melihat diluar sekolah bangun bangunan tidak ada yang hancur sama sekali, itu seperti kejadian yang hanya menargetkan sekolah saja.
"sial" ucap levian yang penuh dengan keringat.. tangan hitam yang sangat besar itu semakin besar jatuh kebawah.
levian melihat kebelakang mareka semua.. "la..lari.. cepat lari dari sini sekarang juga jika kalian masih ingin hidup" teriak levian pada mareka semua yang ada di belakangnya.
mareka yang mendengar perintah langsung berlari.. meskipun kaki mareka masih sakit, meskipun luka masih ada, mareka harus tetap lari dari sana sekuat mungkin.
"kau juga harus berlari" levian melihat rika masih belum berlari dibelakangnya..
"ta..tapi, bagaimana denganm.."
"bukankah sebelumnya kau menyuruhku untuk menjauh darimu? ini saat yang tepat untuk melakukannya" ucap levian sambil tersenyum.. dia mendorong rika untuk tidak terkena dampaknya.
berpikir kalau dorongan itu tidak berarti ternyata rika terpental dengan cukup jauh dari tempat levian berada.. ~phum...~ levian tidak dapat menghindarinya, mareka yang selamat berkat levian melihat kejadian itu merasa terharu dengan perjuangannya.
tangan itu menghilang dari bumi, dan suasana kembali aman.. para wartawan mulai datang untuk bertanya tentang kejadian fenomena itu tapi mareka tidak menemukan informasi apapun.
tim penyelamat datang untuk membantu mereka yang masih hidup, mareka terus menggali dan beberapa dari mareka berhasil selamat..
waktu terus berlalu dan sore tiba.. "kami menemukan satu orang lagi disini" beberapa siswa dan siswi yang mendengar itu merasa sangat senang, karena tempat yang sedang mareka cari itu tempat terkahir levian berada.. mareka semua berdoa agar levian selamat.
tapi.. tubuh yang ditemukan itu benar benar hancur seperti ayam geprek.. tim penyelamat tidak bisa mengkonfirmasi identitas tentang orang yang mareka temukan itu.
salah satu dari mareka melihat kartu identitas siswa yang jatuh tidak jauh dari mayat itu berada.. mareka membaca nama yang ada dalam kartu itu. "le..levian." karena kartu identitas hancur setengah, mareka hanya bisa membaca nama awalnya saja.
mareka yang di selamatkan oleh levian merasa patah hati saat melihat tubuhnya hancur lebur, terutama rika yang hanya bisa terdiam membisu tanpa sepatah katapun.
__ADS_1