
"sebelum kalian mendengar cerita.., kalian..."
sambil melihat ke arah monster yang ada di sana, perasaan mareka semua mulai terasa tidak enak..
"pertama kita butuh tempat untuk bercerita, sekarang kalian semua mengerti bukan?" mareka semua mengangguk..
levian menyuruh mareka untuk mendengar apa yang akan dia katakan dengan seksama.
mereka semua hanya mengangguk angguk saja agar tidak mendapatkan ayunan ranting dari levian..
"jika dalam 20 menit belum selesai kalian semua akan merasakan akibatnya" ucap levian sambil menatap mareka semua dengan tatapan serius..
tanpa membuang waktu sedetikpun, mareka semua langsung berpencar setelah mendengar penjelasan yang levian katakan.
19 menit 56 detik kemudian mareka berhasil melakukan apa yang levian perintahkan.. dan yang lebih mengesankan dari mareka berhasil sampai di tempat levian secara bersamaan.
mareka terlihat sangat kelelahan.. dalam waktu ratusan tahun mareka belum pernah berlari seperti anjing gila, tapi hari ini mareka mendapatkan perintah dari seseorang bocah yang masih berumur 15 tahun, itu membuat hati mareka sangat terluka.
saat levian tidak memperhatikan.., mareka semua bertatapan sambil mengangguk.. seakan mareka seperti berbagi pikiran satu sama lain. mareka semua yang ada di sana berniat untuk melawan levian..
"tidak ada waktu untuk istirahat! sejak kapan makhluk seperti kalian kelelahan, apa kalian sedang mempermainkan aku?"
monster itu yang kurang fokus jadi terkejut.. tanpa teringat apa yang baru saja mereka katakan, mareka semua berdiri dengan tegak.
"kalau begitu bangun dan cepat kerjakan apa yang sebelumnya aku jelaskan."
levian tidak mau tahu, dia meminta mareka semua untuk membuat tempat tinggal dalam hitungan 10 menit harus selesai.
mareka yang mendengar jadi kebingungan..
bagaimana bisa menciptakan tempat tinggal dalam hitungan sepuluh menit, pada awalnya mareka membantah apa yang baru saja levian perintahkan.. melihat wajah levian tampak serius, monster monster itu menarik kembali ucapan yang barusan mareka keluarkan.
monster itu yang tidak punya pilihan lain, terpaksa harus melakukan apa yang baru saja levian perintahkan..
karena jumlah mareka lebih dari 50.. dalam hitungan enam menit mareka semua berhasil membangunkan bangunan yang begitu besar.. waktu yang tersisa mareka gunakan untuk menutupi atap.
sangat mustahil untuk menyelesaikan itu semua dalam hitungan 10 menit, tapi itu jika di kerjakan oleh manusia.. berbeda dengan monster monster itu, mareka berhasil melakukannya dalam waktu 10 menit pas.
levian yang melihat itu sedikit kaget, dia tidak percaya kalau monster itu benar benar bisa melakukannya.. levian memberikan tepuk tangannya sebagai rasa puas sebanyak 3×..
"sebagai bentuk terima kasih dariku.. apa kalian menginginkan sesuatu?" ucap Levian dengan senyuman.. tetapi monster monster itu tidak berani mengangguk kepalanya..
"baiklah, karena kalian sudah bekerja keras akan aku berikan kalian beberapa jiwa yang kuat.." monster yang mendengar itu terkejut!
___
𝘿𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙗𝙖𝙩𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙧𝙖𝙩, 𝙩𝙞𝙢𝙪𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙩𝙖𝙣
puluhan orang sedang berjaga jaga disana, mareka terlihat seperti sedang menunggu sesuatu.
𝘿𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙗𝙖𝙩𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙐𝙩𝙖𝙧𝙖
hal yang sama juga terjadi, berbeda dengan perbatasan lainnya, suasana di perbatasan utara tidak terlalu ramai seperti tiga perbatasan lainnya. di perbatasan utara hanya orang orang kuat saja yang berkumpul.
meskipun begitu mareka sangat berisik, saat orang kuat bertemu satu sama lain mareka selalu mengajak duel untuk menentukan siapa yang paling kuat.
"sangat berisik" gumam seorang pria yang sedang duduk di bawah pohon.. dia memiliki mata berwarna hijau, rambutnya berwarna hitam sedikit panjang.
suasana semakin berisik akibat dua orang yang sedang berduel..
seseorang yang sedang tidur di atas pohon terbangun akibat terganggu dengan suara mareka.. "berisik sekali, hei.. bisakah kalian mengecilkan suara sedikit."
tidak ada yang mendengarnya, mareka semua bahkan lebih berisik dari sebelumnya karena pertarungan semakin panas... seorang pria yang berambut hitam pendek di atas pohon itu merasa sangat jengkel dengan mareka.
"PARA KAPAR*AT SIALAN.. APAKAH KALIAN MENDENGARKAN KU" teriak pria bermata hitam itu dengan penuh emosi..
mareka yang sebelumnya sangat berisik terdiam seketika tanpa perlawanan sedikit pun.. mareka semua sudah tau seperti apa orang itu yang sebenarnya.
"I-itu adalah 'perintah suara'. kupikir dia hanya kuat lewat pukulan saja tapi siapa sangka dia bisa melakukan itu juga" ucap salah satu dari mareka..
semua saling bergumam membicarakan pria di atas pohon itu.. pria bermata hijau juga melihat kearahnya dengan sedikit khawatir.
'perintah suara' pada dasarnya kekuatan itu dapat membuat lawan menunduk jika lawan berada dibawah levelnya..
pria di atas pohon itu merasa bingung dengan apa yang mareka katakan.. merasa itu adalah kesempatan dia memanfaatkan kekuatan itu untuk memimpin pembicaraan.
"pertama misi kita kali ini adalah menyelidiki
atau jika bisa kita harus menangkap orang itu hidup hidup, tetapi.. yang kita selidiki kali ini siapa Bangs*t.." teriak pria atas pohon itu dengan penuh amarah..
__ADS_1
'eh!!!!?' semuanya menjadi bingung, mareka disuruh berkumpul tapi informasinya belum ada sama sekali.. suasana menjadi semakin berisik..
tapi tiba tiba seseorang berkata "misi kita kali ini tidak memiliki wajah" semua memaling kepalanya untuk melihat siapa yang mengatakan itu.. tapi tidak ada yang tahu di mana pria itu..
kehadiran pria itu benar benar tidak ada yang menyadarinya sama sekali.. tiba tiba pria itu melompat dari udara.. 'phum..' tanah menjadi hancur akibat pria itu.
mareka semua menatap kearahnya. pria itu tersenyum.. dia menjelaskan sekali lagi kalau misi yang diberikan kali ini tidak memiliki identitas sama sekali, tapi tiba tiba seseorang berbadan besar berdiri di depannya.
pria berbadan besar itu menatap wajahnya dengan sangat dekat.. "kau dari tadi sangat berisik.. memangnya kau siapa bajing-"
belum habis bicara kepala pria itu tiba tiba melayang di udara dan jatuh ke tanah.. darah bercucuran kemana mana, orang yang berada disana sontak terkejut..
pria itu menghela nafasnya.. "aku belum habis berbicara tapi kamu sudah memotongnya" dia menatap kepala pria itu.. mengangkat kakinya dan menghancurkannya.
beberapa dari mareka yang melihat itu menutup mata karena tidak kuat melihatnya.. tapi pria di atas pohon itu tersenyum dengan rasa menyenangkan.
"apa ada yang ingin berkomentar lagi? kalau tidak aku akan melanjutkan" sebelum pria itu melanjutkan dia memperkenalkan diri pada mareka terlebih dahulu tentang siapa dia sebenarnya.
mareka yang mendengar identitas pria itu sontak terkejut.. tidak ada dari mareka yang menyadarinya kalau pria itu sebenarnya bawahan lord sendiri.
pria yang berada di atas pohon itu semakin tersenyum saat mendengar siapa identitas dia sebenarnya, tiba tiba melompat kebawah.. mengangkat tangannya ke atas.
"kalau begitu.. apa tujuan kita sebenarnya tuan?" semuanya melihat kebelakang, wajah mareka menjadi pucat saat mendengar pria itu membuka suara..
bawahan lord yang mendengar itu sedikit terkejut.. dia tidak percaya masih ada yang berani bertanya setelah kejadian sebelumnya tapi bawahan itu tersenyum..
"tujuan kali ini adalah menyelidiki" mareka yang mendengar itu semakin terkejut, pada awalnya mareka berpikir kalau pria itu akan kehilangan kepalanya.
bawahan lord itu menjelaskan lebih lanjut tentang informasi yang dia kumpulkan sebelumnya.. dia juga menjelaskan apa yang terjadi pada pembunuh bayaran tingkat atas..
dia menjelaskan lebih lanjut kalau target itu tidak akan bisa pergi kemana mana karena di perbatasan lain sudah ada yang menjaganya.
tujuan mareka kali ini berpencar setelah itu menyamar menjadi orang biasa, jika ada dari mareka menemukan pergerakan yang aneh mareka dapat melumpuhkannya sesuka hati asalkan tidak membunuhnya.
misi yang di berikan oleh bawahan itu sangat berat, karena mareka harus membawanya hidup hidup..
mareka semuanya sudah berpencar ke arah yang berbeda beda tapi ada seseorang yang masih duduk disana.
"apa kau tidak mendengar apa yang baru saja aku katakan, kenapa kau masih disini!?" tanya bawahan lord..
"Aku akan berjaga jaga disini, jika kita semua menyamar bukankah itu akan sedikit aneh nantinya tuan? jadi aku akan berjaga jaga di sini sebagai seorang penjaga perbatasan"
bawahan lord kurang setuju dengan cara itu..
setelah berpikir sedikit lama akhirnya bawah lord mengizinkannya untuk tinggal disini.. dia berpikir apa yang di katakan oleh pria itu ada benarnya juga.
bawahan lord memperingati sekali pada pria itu untuk tidak merusak seluruh rencana yang telah dia siapkan.
"baik.. akan saya usahakan semampu saya tuan." bawahan lord yang melihat semua persiapan untuk menangkap sudah selesai.. dia pergi meninggalkan tempat itu untuk menunggu tikusnya masuk dalam jebakan.
saat bawahan lord sudah tidak ada lagi disana.. pria yang sedang berjaga di perbatasan itu langsung bergerak kedalam rencana yang sebenarnya.
"tuan semua persiapan sudah selesai, saya akan bergerak" pria itu terlihat seperti sedang berbicara dengan seseorang lewat telepati.
𝙗𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖
"baiklah, karena kalian sudah bekerja keras akan aku berikan kalian beberapa jiwa yang kuat.." monster yang mendengar itu terkejut!
"tapi sebelum itu.. tunjukkan dirimu yang sebenarnya" monster monster itu seperti tidak mengerti dengan ucapan levian yang tiba tiba.
"aku tidak akan mengulangi sampai ketiga kali, keluarlah saat aku sedang berbicara baik" tatapan levian terlihat sangat serius..
semua monster tersenyum.. tiba tiba mareka semua berubah seperti asap berwarna hitam perlahan asap itu terkumpul menjadi satu..
bentuk makhluk itu seperti jiwa manusia.. kakinya berada di atas udara.. "seperti yang saya rasakan, anda tidak hanya kuat, tetapi juga pintar" ucap makhluk yang berbentuk seperti jiwa itu..
kaki makhluk itu berada di atas udara.. dia terbang kearah levian dengan sangat cepat..
tiba tiba dia berlutut. "saya sudah siap untuk mati di tangan anda tuan"
pada dasarnya jiwa tidak bisa menyentuh apapun tapi bisa terbang kemana mana..
levian menatap jiwa itu.. "tidak, perjanjian tetaplah perjanjian" mahkluk itu terkejut.
makhluk itu berteriak. "tapi tuan, saya sudah berani menguji and.." tiba tiba dia terdiam saat melihat ke atas.. wajah levian menatap kearahnya dengan tatapan serius.
"perkataanku adalah mutlak, sekarang kau mengerti maksudnya bukan?" makhluk itu mengangguk.. perkataan levian adalah mutlak, jika dia berniat membunuh maka dia akan melakukannya tanpa permintaan dulu.
jiwa yang mengerti akan perkataan levian terdiam membisu.. makhluk itu sudah cukup lama tinggal di dunia ini tapi ini pertama kalinya dia melihat aura membunuh yang begitu kuat..
__ADS_1
jika mahkluk itu melihat kearah levian sedikit lebih lama maka jiwanya benar benar akan hancur akibat niat membunuh itu.
"kalau begitu apa yang kamu inginkan? aku akan mengabulkan satu permintaan untukmu selama itu tidak melewati batas"
"a..apakah aku bisa meminta sesuka ku pada makhluk yang sangat kuat sepertimu!?"
"k..kalau begitu, apakah aku bisa menjadi salah satu bawahanmu?"
"hanya itu?" makhluk mengangguk.
dia seharusnya bisa meminta hal lain yang lebih bermanfaat seperti wadah/tubuh tapi dia hanya meminta levian untuk menjadikannya sebagai bawahan.
levian yang melihat itu tidak punya pilihan lain selain memberikannya sendiri, tentu saja niat awal levian untuk menjadikannya salah satu bawahan tapi dia tidak mengira kalau hal itu dia sendiri yang memintanya.
"kalau begitu aku akan memberikan mu sesuatu yang lain"
tiba tiba Levian menggabungkan kedua telapak tangannya.. energi negatif dan positif mulai terkumpul di depan levian, energi yang begitu kuat sampai hujan dan pepohonan yang ada di sekitarnya menghilang termasuk jiwa itu.
hujan yang sebelumnya berhenti akibat energi itu kembali turun lagi.. jiwa yang sebelumnya menghilang terbawa oleh angin kembali.. dia berpikir dirinya akan mati.
tiba tiba levian memanggil jiwa itu untuk berhadapan dengannya.. jiwa itu berpikir dirinya akan dihukum karena permintaan yang berlebihan, tapi saat dia tiba dihadapan levian membuatnya sangat terkejut.
"tu..tuan, apakah anda benar benar seorang manusia?" jiwa itu tidak percaya, apa yang ada di depannya benar benar sesuatu yang tidak dapat di ciptakan oleh manusia.
sebuah tubuh yang tidak memiliki jiwa benar benar di ciptakan oleh levian lewat energi negatif dan positif.
"aku tidak percaya, kupikir apa yang aku lihat di buku saat dulu hanya sebuah dongeng"
"yang kamu lihat itu memang benar, tidak ada ras yang bisa menciptakan tubuh.. yang aku ciptakan itu bukanlah sebuah tubuh melainkan wadah"
"wadah?" jiwa itu tidak mengerti dengan apa yang levian katakan.
tubuh dan wadah memiliki perbedaan yang sangat besar, tubuh dapat merasakan lapar sedangkan wadah tidak.
tubuh memiliki anggota tubuh yang sangat banyak seperti jantung, paru paru, dan masih banyak hal lainnya sedangkan wadah tidak memiliki satupun.
wadah tercipta dari sebuah energi, levian manambah sedikit selnya kedalam energi itu dan hasilnya benar benar melebihi seperti yang levian perkirakan.
levian berpikir akan ada kecacatan saat wadah itu terciptakan, tapi seluruh wadah itu terlihat benar benar sempurna.
"sekarang jangan bertanya lagi..! masuk saja kedalam wadah itu" dia langsung masuk ke dalam wadah yang tertidur itu tanpa rasa ragu.
wadah tidak dapat di gunakan untuk monster dia hanya dapat digunakan untuk manusia saja, levian dari awal sudah tau kalau jiwa itu seorang manusia.
saat jiwa itu sedang melakukan transformasi..
tiba tiba terjadinya sesuatu diluar perkiraan levian.. "sial, ini benar benar sesuatu di luar perkiraan.. tidak kusangka wadah itu dapat mengembalikan wajah seseorang"
"apa itu benar benar wajahmu?" jiwa yang sudah masuk dalam tubuh itu menjadi bingung dengan pertanyaan levian.
saat dia bangun dari tubuh itu untuk mencoba bergerak tiba tiba dia melihat kearah air. 'eh!?' dia melihat sekali lagi dengan sangat serius sambil menampar wajahnya.
"aduh sakit" levian yang mendengar itu terkejut! "apa yang baru saja kamu katakan?" tanya levian dengan serius.
jiwa itu juga tidak mengerti, dia mencoba sekali lagi menampar kan wajahnya.. setelah mencoba dia melihat kearah levian.
"tuan! saya merasakan sakit saat menampar kannya" levian yang mendengar itu tidak percaya, dia datang dan mencoba menampar kannya sendiri..
setelah mencoba sebanyak 20× pada akhirnya dia harus percaya kalau eksperimen yang dia buat benar benar diluar nalar.
pria itu sudah tidak bisa bangun lagi, wajahnya benar benar bengkak akibat levian menampar kannya..
beberapa menit kemudian wajahnya kembali lagi seperti semula.. levian yang melihat itu semakin yakin kalau regenerasi yang terjadi pada wadah itu karena selnya sendiri.
"bangun, tidak ada waktunya untuk tidur" dia langsung bangun dengan tegak.
"sekarang aku akan memberikan misi untukmu, jadi dengarkan baik baik" levian menjelaskan misi apa yang akan diberikan kepadanya.
dalam misi ini jika gagal dia akan kehilangan tubuh yang baru saja levian berikan, tapi jika dia berhasil maka tubuh itu akan menjadi miliknya.
"tunggu dulu.. siapa namamu di kehidupan sebelumnya? sangat sulit memanggil seseorang yang tidak memiliki nama."
"nama itu sudah tidak ada lagi karena dia sudah lama mati, karena itu saya ingin sebuah nama yang baru dari tuan dikehidupan ini"
"cih, baiklah.. kalau begitu luo xing saja, itu nama yang aku lihat di sebuah cerita yang pernah aku baca saat masih di bumi" levian tersenyum saat dia menyebut tentang bumi.
wajahnya terlihat seperti merindukan sesuatu, luo yang melihat itu bingung kenapa tuannya tersenyum. "tuan! apa bumi itu menyenangkan sampai anda tersenyum?"
"tidak.. tentang itu akan aku ceritakan lain kali, untuk sekarang cepat selesaikan dulu misi yang telah aku berikan itu"
__ADS_1
"ba..baik tuan." luo langsung bergegas pergi sebelum dia mendapatkan hukuman lainnya.