Maha Kuasa

Maha Kuasa
KEMBALI KE BUMI [03]


__ADS_3

Di tingkat yang paling tinggi, seorang pria berumur 45 tahun sedang duduk di atas kursi sambil menghisap cerutu..


Di depan tempat duduknya terdapat satu mayat yang baru saja dia tembak, mayat itu penjaga sebelumnya yang di perintahkan oleh levian.


"Sepertinya mareka membutuhkan sebuah kedisplinan agar tidak sembarang orang bisa masuk kesini" ucap pria 45 tahun yang di panggil sebagai pemimpin..


Wajah pria itu memiliki luka bakar di sebelah mata kirinya, rambut pendek berwarna hitam, namanya 'Park Eunha.'


'Pok pok pok pok' Suara tepuk tangan terdengar di depannya.. Park Eunha yang sedang duduk santai di atas kursi langsung bangun karena terkejut..


"Siapa lagi kau!?" Park terlihat penuh dengan waspada, dia sangat terkejut sebelumnya karena tidak menyadari kedatangan orang itu.


Park menghela nafas panjang.. dia mulai sedikit tenang, park berpikir mungkin karena terlalu lelah malam ini sampai tidak tahu ada orang yang datang pada dirinya.


Orang yang berada di depan park menepuk tangannya sekali lagi sebanyak empat kali.. "Benar, Seperti inilah sosok pemimpin yang sebenarnya" Sambil melihat kearah mayat yang terkapar di atas lantai, orang Itu adalah Levian yang sudah tiba di depan pemimpin park.


"Terus! Bagaimana dengan diriku? Apa aku membutuhkan sebuah kedisplinan juga?" Tanya levian dengan nada mengejek.. Park menatap levian sedikit lama.


"Kau!! Kau bukan bagian dari kami bukan? Siapa yang mengirim mu?" Pemimpin park berpikir levian bagian dari organisasi lainnya.


Park terlihat cukup tenang, meski dia masih kebingungan bagaimana levian bisa tiba tanpa di sadari.. "Pemikiran mu memang tidak salah, tapi aku bukan bagian dari sebuah organisasi"


Park yang mendengar itu tersenyum sampai matanya tertutup, saat dia membuka mata untuk bertanya lebih lanjut, levian tidak ada di depannya.. Park langsung bangun dan mundur kebelakang beberapa langkah.


Levian yang berada di belakangnya tertawa terbahak bahak.. "Menarik, Dulu saat aku masih sekolah pernah mendengar kalau para gangster itu bukan lagi manusia biasa, tidak kusangka kalau cerita itu bukan kebohongan"


Meskipun para mafia/gangster tidak memiliki kekuatan seperti dunia lain, tapi insting mareka tidak bisa di anggap remeh.. mareka orang yang sudah hidup dalam pertarungan, setiap pertarungan yang mareka menangkan akan menjadi sebuah kekuatan untuk menjadi lebih kuat.


Levian yang melihat itu menyeringai, dia mulai berpikir, 'bagaimana jika orang orang seperti mareka mendapatkan kekuatan seperti dunia lain?' "Sepertinya aku memiliki sebuah ide yang baru lagi"


"A..apa yang kamu katakan?" Tanya park dengan keadaan panik, tubuhnya mulai waspada terhadap serangan, dia tidak habis pikir 'bagaimana levian tiba tiba bisa berada di belakangnya'


"Hei! Apa ada orang yang lebih besar statusnya di atasmu?" Tanya levian dengan sedikit niat membunuh.. Tapi bagi park yang melihat niat itu merasa niat membunuh yang sangat besar, dia merasa ketakutan, kakinya mulai gemetaran.


"Sial, Apa aku sudah terlalu tua sampai melihat anak kecil saja ketakutan?" Park tidak menjawab pertanyaan Levian, dia mulai menyiapkan kuda kuda untuk melawan levian balik meskipun lututnya gemetaran.

__ADS_1


~Aaaaaaa~ Park langsung menyerang levian tanpa memikirkan apapun lagi.. levian hanya berdiri menyeringai.


Seperti dugaan Levian kalau park tidak akan menjawab pertanyaan itu, karena rasa ingin tahu levian sangat dalam dia tidak memiliki waktu untuk meladeni nya, levian langsung mengaktifkan mata kirinya saat park ingin memukulnya. [Manipulasi berhasil]


Park yang sebelumnya ingin memukul levian berdiri dengan tegak, Sekarang dia sudah di manipulasi oleh levian.. "Jadi.. katakan, Apa ada orang yang statusnya lebih tinggi dari mu!!?"


___


20 menit kemudian di tempat tinggal Choi berada.. Choi sedang duduk di atas kursi dengan ekspresi wajahnya sangat tertekan, dia takut kalau levian akan mati oleh mareka.


Choi tahu kalau levian bisa membunuh tiga Binatang kuat, tapi kalau sudah di kepung sekuat apapun orangnya pasti akan mati.. dia hanya berdoa agar levian kembali dengan selamat. ~Ikeh ikeh kimochi... Ikeh ikeh ki~


Suara panggilan di telpon choi terdengar..


Choi menghela nafasnya karena tidak ada orang yang mendengarnya.. "Siapa?" Karena terlalu panik, Choi tidak sempat melihat nama orang yang menelponnya.


"Ini aku, levian!!" Levian mendapatkan sebuah smartphone dari hadiah yang di berikan oleh Choi...


Saat mendengar suara itu wajah Choi langsung terlihat hidup.. karena terlalu senang Choi menanyakan pertanyaan terlalu banyak sampai membuat levian kesal.


"Intinya, Aku berhasil melakukan, aku tidak mendapatkan informasi lebih lanjut jadi, aku langsung memotong kepalanya" Choi yang mendengar itu benar benar tidak percaya bagaimana levian bisa melakukannya..


Choi sedikit bingung kenapa levian terlihat buru buru, tapi dia tidak mempedulikannya, selama levian selamat itu sudah cukup bagi nya.. meskipun mareka baru kenal beberapa hari yang lalu, tapi dia merasa seperti teman yang sudah terlalu lama dekat dengannya..


~plok plok~ suara pesan masuk.. Choi melihat pesan.. saat dia melihat pesan membuatnya benar benar terkejut, levian benar benar membunuh pemimpin tempat itu dan mengirim foto kepala kepada dirinya.


Menghela nafas panjang sambil menatap ke atas.. "Sepertinya hari ini benar benar hari yang melelahkan" setelah mengatakan itu Choi berdiri untuk mengumumkan tentang itu pada bawahannya semua.. saat berbalik ke kanan untuk pergi wajah Choi langsung terlihat kosong..


Dia memutar kepala ke kanan untuk memastikan kalau apa yang dia lihat itu palsu.. tapi apa yang dia lihat sebuah kenyataan, di sana satu bawahannya yang paling setiap sedang berdiri sambil menahan untuk tidak tertawa.


"Se..sejak kapan kau disana?" Tanya Choi dengan penuh tekanan.. bawahan Choi yang sudah menahan tawa cukup lama menghela nafas panjang.. mau tidak mau dia harus mengatakannya dengan jujur.


"Sa.. saya sudah berada di sini sejak pertama kali"


"Sejak kapan pertama kali?" Tanya Choi dengan sangat serius, bawahan itu terdiam sejenak dan melanjutkan jawabnya.. "Se..se.. sebelum suara Ikeh ikeh kimochi terdengar"

__ADS_1


Saat mendengar hal itu, Kehidupan Choi langsung berubah berwarna hitam.. dia langsung pitam dan terjatuh sampai pingsan, bawahan yang paling setia pada dasarnya langsung merasa panik saat tuannya tiba tiba terjatuh, tapi hari ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah dia tertawa terbahak bahak..


Dia tidak tertawa karena tuannya pingsan, tapi dia tertawa karena sudah lama menahannya setelah mendengar suara telpon ikeh ikeh sebelumnya.


___


Daegu, pukul 19:48, di sebuah tempat makan, levian sedang duduk sambil makan Tteokbokki.. suasana di tempat itu sangat ramai.. levian memanggil seorang pelanggan untuk memberikannya satu botol Soju.


Di meja tempat levian makan di penuhi dengan Tteokbokki yang sangat banyak, orang orang di sana yang melihat mulai membicarakannya, levian tidak peduli dan melanjutkan untuk makan..


Suasana tiba tiba terdiam karena kedatangan segerombolan pria dan berapa wanita di tempat itu.. mareka yang sudah biasa di tempat itu langsung tahu kalau mareka bukan orang biasa.. levian yang melihat itu berkata dalam dalam hatinya.. 'datang juga"


Segerombolan orang yang baru datang itu tidak membuat masalah apapun, mareka datang dan memesan beberapa alkohol untuk di minum.. "Seperti biasa, alkohol disini memang yang terbaik bos" ucap salah satu pria yang ada dalam gerombolan itu..


Tapi bos itu tidak melihat ke arahnya, dia malah sibuk melihat ke arah levian yang sibuk dengan makan tanpa terlihat takut sama sekali.. bawahan yang melihat wajah bos langsung mengerti.


"Sepertinya bos punya sesuatu malam ini yang sangat menarik" bos itu datang menghampiri levian yang sedang makan.. levian tidak peduli, dia melanjutkan makan seperti biasanya..


bawahan bos yang melihat itu ingin berteriak pada levian untuk memberikan hormat pada bosnya, tapi bos mengangkat tangannya ke atas untuk menyuruhnya berhenti.. mareka semua langsung mundur dan duduk.


Bos itu mengambil satu kursi yang ada di sana dan meletakkannya di depan levian.. setalah itu dia duduk tepat di depan levian yang sedang makan.. ~Aaaaa~ suara mulut levian setalah makan cukup banyak.. dia sekarang mulai terasa kenyang.


Pria yang di panggil dengan sebutan bos memiliki rambut panjang berwarna merah.. kulitnya berwarna coklat muda, dia terlihat berumur sekitar 26 tahun. namanya Kim Gil


Levian yang melihat nama orang lain untuk kedua kalinya tanpa bertanya terlebih dahulu langsung berpikir kalau system semakin canggih..


Saat melihat levian makan dengan cukup banyak, bos langsung menepuk tangannya.. "Luar biasa, jad-" Levian mengangkat tangan.


"Tunggu sebentar" levian membuka botol Soju untuk di minum, bos yang melihat itu menahan emosinya untuk tidak marah.


Tanpa di sadari oleh bos itu, levian sudah menuangkan Soju kedalam dua gelas yang ada di sana, gelas sebelumnya yang ada di sana hanya ada satu tapi sekarang sudah ada dua.. levian melakukan Telekinesis tanpa di sadari oleh siapapun yang ada di sana.


"Minumlah" ucap levian sambil melambaikan tangan untuk di minum.. bos yang melihat itu tersenyum, dia berpikir kalau orang yang ada di depannya tahu bagaimana cara melayani orang lain.. tapi bos tidak meminumnya, dia berpikir mungkin alkohol itu sudah ada racunnya.


Levian sudah mengira akan hal itu, tapi dia tidak peduli akan hal itu, levian langsung minum beberapa gelas.. melihat hal itu, bos juga ikut minum karena merasa kalau alkohol itu benar benar tidak ada racun.

__ADS_1


Selagi Kim Gil minum, levian langsung merubah ekspresi wajahnya dengan serius dan bertanya pada Kim.. "Jadi! Apa yang ingin di bicarakan oleh tuan Kim Gil?"


Kim yang mendengar sebutan namanya langsung berhenti minum.. "Sepertinya kau tahu siapa aku bajingan" ucap Kim Gil sambil menodong pisau ke arah levian..


__ADS_2