
𝘔𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘵𝘪𝘣𝘢.. tepat pukul 23:45 luo xing mulai bergerak dalam rencananya.. sambil masuk dalam setiap kamar tempat mareka istirahat, luo menyamar sebagai salah satu teman mareka.. tentu tidak ada yang tahu akan hal itu karena wajah mareka semua tertutup oleh kegelapan.
tiba tiba diblok A suara jeritan terdengar.. karena luo tidak memiliki pengalaman dalam hal assassin membuat satu orang di kamar itu bertiak kencang.
"kau seperti wanita, sangat berisik!" luo langsung menancapkan pisaunya di leher pria yang berteriak itu.. darah bercucuran kemana mana.
blok B yang sebelumnya mendengar jeritan dari blok A langsung bertindak dengan sangat cepat.. karena suasana yang begitu gelap mareka tidak punya pilihan lain selain berteriak agar blok lain mendengarnya.
"A-assassin.. di kamar blok A ada assas.." itu ucapan terkahir dari pria itu, kepalanya langsung terpisah dari tubuhnya..
mareka semua kuat, tapi mareka belum punya pengalaman dalam pertarungan nyata.. mareka hanya pernah berduel tapi tidak pernah bertarung atau membunuh seseorang dengan sungguh sungguh, kecuali beberapa orang dari mareka.
"yah.. setiap orang selalu mempunyai jalan hidupnya sendiri"
kamar lain yang sebelumnya mendengar teriakan Itu mareka langsung bertindak dengan sangat cepat.. mareka langsung menerobos masuk kedalam blok kejadian itu tanpa takut apapun.
tetapi saat mareka sampai disana, semua yang ada di blok A dan B sudah dibantai tanpa ada yang hidup satupun.. tidak membuang waktu untuk bersedih, mareka yang masih ada langsung bergerak untuk mencari jejak yang di tinggalkan oleh luo.
kebanyakan dari mareka, ini baru pertama kali pengalaman yang pernah dirasakan, karena itu membuat dari mareka semuanya panik tanpa berpikir satupun.
"kita akan berpencar" ucap salah satu pria yang ada di sana.. semua orang menatapnya, itu adalah tatapan orang yang tidak setuju akan orang yang suka memimpin secara tiba..
orang yang memimpin itu menyadari akan tatapan mareka dan menjelaskan kalau sekarang bukan waktunya untuk hal hal harga diri.
"bukankah kalau kita berpencar akan merugik..?" tiba tiba semua memaling kepalanya ke arah yang sama.. satu dari mareka langsung terbang tanpa mendengar perintah selanjutnya.
"tidak ada waktu untuk berbicara hal hal yang tidak penting! untuk sekarang ayo kita pencar agar orang itu tidak bisa lari kemana lagi"
mareka yang mendengar itu menjadi sangat bersemangat sampai melupakan rencana yang baru saja ingin volfir katakan.
luo tahu kalau volfir akan membuat rencana yang bagus, karena itu dia mencoba mengelabui mareka sebelum volfir menjelaskan semuanya.
volfir yang melihat situasi ini merasa ada sesuatu yang janggal sejak awal tapi dia tidak tahu apa itu.
setelah mareka berpencar tidak butuh waktu cukup lama, salah satu dari mareka langsung menemukan jejak kaki dan mengikuti, mareka berpencar tetapi tidak saling bekerja sama, itu yang membuat luo xing sangat yakin akan mareka itu.
tiba tiba mulut pria itu tertutup dengan tangan seseorang dari belakang "jangan ada suara.. kalau kau bersuara sedikit saja leher mu akan langsung putus" dia berkeringat dingin saat mendengar luo berkata begitu.
setelah pria itu di ikat, luo pergi untuk memeriksa sekitarnya.. pria itu terkejut saat melihat wajah luo dibawah cahaya bulan.
'bukankah dia yang berhasil mengalahkan volfir sebelumnya?'
pria yang sedang di ikat itu langsung berubah pikiran, sebelumnya dia ingin menyerahkan hidupnya, tapi saat berpikir kalau yang menangkapnya hanya luo membuatnya harus cepat cepat lepas dari sini agar dapat memberikan informasi ini kepada yang lain.
~khak..~ sebelum pria itu bergerak dia sudah di buat pingsan oleh luo..
"aku sangat ingin membunuhmu juga! tapi tuan membutuhkan satu orang segera mungkin"
"tanpa di hitung denganmu, sisanya 7 orang lagi! aku tidak sabar ingin membuktikan pada tuanku.."
"tapi sebelum itu, aku harus mengantarkan tubuh ini pada tuan terlebih dahulu.."
__
beberapa saat kemudian.. ditempat lain, mareka semua masih mencari keberadaan assassin, volfir yang sebelumnya merasakan ada sesuatu yang janggal mulai menemukan petunjuk awal.
dia merasa luo tidak ada diantara mareka, untuk berpikir mati juga tidak mungkin, volfir yang sudah menduga akan hal itu tetap berpikir kalau pikirannya itu salah.
~khaak..~ tiba tiba suara orang yang merintih kesakitan terdengar dari kejauhan, volfir memaling kepalanya kebelakang, dia langsung bergegas pergi dengan sangat cepat.
volfir berlari sangat cepat agar orang itu tidak menghilang, tetapi saat dia tiba disana, dia melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia percayai..
"luo?" luo melihat kearah volfir sambil tersenyum..
"apakah semua ini kamu yang melakukannya? kenapa, kenapa kau melakukannya.." volfir masih tidak percaya dengan semua hal itu.. dia mencoba berpikir kalau pikirannya itu salah tapi kenyataannya tetap tidak akan bisa diubah
"terimalah kenyataan, maju.. kau selanjutnya"
___
𝘉𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 luo berencana pergi menemui tuannya untuk memberikan tubuh yang telah dia tangkap itu, tapi tiba tiba levian berada dibelakangnya.
__ADS_1
"waktu sangat singkat, berikan tubuh itu dan kau lanjutkan saja urusanmu" sebelum luo melanjutkan tugasnya tiba tiba levian menyuruh luo untuk mendekat.
levian tiba tiba mengalirkan tato berbentuk kotak kecil berwarna hitam ke atas tangan luo
"itu segel teleportasi yang aku ciptakan sendiri, dengan ada itu maka aku bisa berpindah ke tempatmu tanpa membuang waktu" luo mulai mengerti dengan hal itu, dia tidak mau bertanya lebih jauh..
setelah memberikan tubuh yang dibutuhkan oleh levian, luo langsung pergi untuk untuk mengambil sisa jiwa yang masih ada.
____
𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨, luo dan volfir sedang beradu serangan satu sama lain. "kenapa kau melakukannya? apa sejak awal kau sudah merencanakan semua ini, luo?"
"kau sangat berisik dari tadi, jadi ayo akhiri ini dengan cepat" luo langsung mencoba kekuatannya lewat tubuh baru, dia merasakan lebih ringan dibandingkan dengan tubuh sebelumnya.
volfir yang melihat itu juga mengeluarkan kekuatan yang belum pernah dia keluarkan sebelumnya.. kekuatan ini hanya pernah volfir keluarkan saat dia masih kecil dan sekarang.
aura hijau gelap seperti racun, sedikit demi sedikit keluar dari tubuh volfir sampai membesar.
"akhirnya kau menunjukkan juga kekuatanmu itu" ucap luo sambil tersenyum..
"sepertinya kau satu satunya yang tau kalau aku menyembunyikan kekuatanku, dan satu satunya yang akan merasakan kekuatanku ini"
luo tertawa terbahak bahak saat mendengar ucapan yang seperti itu keluar dari mulut volfir. "ya itu tidak penting lagi sekarang bukan.." ucap luo..
setelah itu luo langsung mengumpulkan seluruh kekuatannya ditangan untuk melancarkan satu serangan ke tubuh volfir..
volfir juga memfokuskan kekuatannya di tangan dan tubuhnya..satu untuk serangan, satu untuk pertahanan.
saat kedua ingin menyerang untuk menentukan pemenangannya, tiba tiba kekuatan mareka menghilang seperti ditekan oleh sesuatu.
Terkejut!! mareka tidak mengerti apa yang sebenarnya telah telah terjadi.. tiba tiba pria bertopeng sudah berada di tengah tengah bertarung mareka berdua tanpa mareka sadari.
"sudah cukup.." ucap pria bertopeng itu.. saat mendengar suara itu, luo langsung tau kalau itu adalah tuannya.
"kalian yang ada disana! mau sampai kapan kalian terus menonton? keluarlah!" enam dari mareka langsung keluar dari semak semak seperti tidak terjadi apapun.
luo dan volfir yang sibuk dengan drama pertarungan sampai tidak menyadari kehadiran mareka semua.
saat luo mendengar itu membuatnya benar benar marah.. hanya volfir satu satunya yang tidak tertawa di antara mareka semua.. dia tidak tertawa bukan karena tidak lucu, karena luo sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri, dia tidak berani menghina kakaknya dan memilih untuk berdiam saja.
luo yang mendengar tawa mareka semakin kurang ajar, dia langsung menghampiri mareka semua untuk di hajar.. tapi levian menyuruhnya untuk berhenti.
Luo tidak mengerti akan pikiran tuannya, tapi dia tetap mundur seperti yang di perintahkan.. saat luo mundur, mareka semakin parah menghina levian daripada sebelumnya.
volfir yang melihat itu tidak mengerti akan luo yang memanggil levian sebagai tuan.
tapi tiba tiba, salah satu kepala mareka sudah berada di tangan levian. "apakah ini orang yang baru saja berbicara tidak sopan?" sambil menunjuk kearah kepala yang ada di tangan levian..
kepala dan tubuh pria itu terpisah tapi bukan dipotong, itu terlihat begitu bersih, seakan kepala itu tidak pernah di tebas oleh pedang apapun, volfir yang melihat itu langsung panik.
dia mencoba melihat sekali lagi kearah levian.. levian tersenyum kearahnya dengan begitu jahat.. mereka yang melihat itu merasa lebih dari yang dirasakan oleh volfir itu sendiri.
seluruh tubuh mareka tiba tiba berkeringat dingin, dengan kehadiran yang ditunjukkan levian saja dapat membuat mareka semua untuk tidak dapat bergerak.
seluruh mata mareka tidak berani untuk menatap levian.. "manusia yang arogan, apa kalian pikir ini sebuah panggung komedi?" levian menatap mareka semua dengan sangat serius.
"bawa mareka semua" perintah telah diberikan oleh levian pada luo, tanpa bertanya untuk apa, luo langsung mengikat mareka semua untuk dibawa pergi.
sebelum semua dibawa ke tanah kutukan, levian datang menghampiri volfir yang sudah diikat di antara mareka.
"beri aku sesuatu yang pasti, jika itu ada, aku akan mengampuni nyawamu itu" gumam levian ditelinga volfir.
tetapi volfir tidak mendengar apa yang dikatakan oleh levian, dia sudah tenggelam di dalam rasa takut.. matanya terlihat seperti boneka yang dapat dikendalikan kapanpun.
levian yang melihat itu bisa saja melakukan apapun pada volfir yang sudah tenggelam dalam rasa takut, tapi dia harus menunggu volfir sadar, karena dia membutuhkan orang orang normal untuk saat ini..
___
13 menit kemudian Bawahan lord datang di tempat kejadian itu.. dia melihat tapi tidak menemukan siapapun di sana..
dia memeriksa jejak yang di tinggalkan oleh musuh tapi tidak menemukannya.. levian sudah menghapusnya dengan sangat bersih.
__ADS_1
"sungguh pria yang sulit di tebak, dia tidak meninggalkan jejak sedikit pun, apa karena dia takut?" gumam bawahan lord..
dia sedang memikirkan bagaimana cara melaporkan situasi saat ini pada lord nya..
___
𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯, levian menjelaskan tentang kenapa dia membawa tubuh mereka ke sini..
"jadi begitu tuan.. anda membutuhkan satu resep lagi untuk membuat obat"
"benar, agar bayi itu sembuh dari penyakitnya dia membutuhkan beberapa tumbal.." yang sebenarnya levian butuhkan di resep terkahir bukanlah tubuh mareka, tapi hanya darah mareka saja..
"mari kita mulai eksperimen yang baru" ucap levian sambil tersenyum jahat.
volfir yang baru bangun langsung pingsan sekali lagi setelah melihat levian melakukan sesuatu hal yang tak seharusnya dia lihat.
___
𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘫𝘢𝘮 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯, volfir yang sudah pingsan selama itu membuka matanya, dia berharap hal yang selama ini dia lihat hanya sebuah mimpi saja, tapi kenyataan masih tetap tidak bisa dia ubah.
dia melihat di samping ada luo yang sedang berdiri.. ingin bangun untuk melawannya, tapi itu juga percuma, pada akhirnya volfir menyerah dan menghilangkan niatnya itu.
"sebenarnya, kita sekarang ada dimana lagi?"
luo yang mendengar pertanyaan itu langsung menjelaskan kalau mareka sekarang berada di salah satu kamar.
semua kamar yang ada disini luo sendiri yang membuatnya, dia menjelaskan dengan cukup panjang sampai membuat volfir ingin pingsan sekali lagi.. luo merasa bangga saat menjelaskan tentang itu, tapi..
tidak lama kemudian levian masuk kedalam tempat itu.. volfir yang melihat levian masuk langsung merasakan perasaan yang berbeda sekali lagi, dia masih saja merasa ketakutan setiap kali melihat levian.
levian yang baru datang langsung duduk di kursi yang ada di sana.. luo yang melihat tuannya sangat serius meminta pamit untuk keluar dari ruangan itu, tapi levian menyuruh luo untuk tetap disini.
sebelum levian masuk kedalam topik utama, dia bertanya lebih dulu pada volfir tentang keputusannya..
"kau tidak perlu menjawabnya sekarang juga"
ucap levian.. dia tersenyum jahat sekali lagi.
dari awal levian tidak punya niat menjadikan mareka berdua sebagai bawahannya yang paling setia.. levian tidak percaya tentang kesetiaan, karena itu levian membuat segel kutukan.
segel kutukan pada dasarnya terlihat biasa biasa saja tapi saat segel itu masuk dalam jantung seseorang, maka orang yang punya niat untuk berkhianat akan langsung hancur jantungnya.
"aku sebenarnya tidak membutuhkan seseorang bawahan, tapi rencanaku sedikit banyak untuk di kerjakan sendiri jadi kalian berdua harus tutup mata terlebih dahulu bukan?"
mareka berdua bingung dengan ucapan itu.. tapi tiba tiba levian mencekik leher mareka berdua di saat bersamaan.. di tangan kanan ada luo ditangan kiri ada volfir..
"tu..tuan! ap..apa maksudnya semua ini?" levian yang mendengar pertanyaan luo tersenyum dengan begitu jahat..
"untuk saat ini kalian berdua harus tidur terlebih dahulu" setelah levian mengatakan itu mareka berdua langsung tidak sadar diri lagi.
levian memasukkan tangannya kedalam jantung volfir, kutukan yang berbentuk seperti kunci mengingat jantung levian dengan sangat erat.
berbeda dengan luo, tubuhnya dari awal sudah tidak memiliki jantung sama sekali karena dia wadah yang di ciptakan oleh levian..
tentu saja dia tidak bisa berkhianat, karena wadah yang diberikan levian untuknya bukan sebatas wadah saja, jadi.. meskipun luo ada niat untuk berkhianat itu akan tetap percuma saja.. tidak lagi dengan jantung, tapi jiwanya sendiri yang akan langsung hancur.
setelah melakukan hal itu levian tidak lupa menghapus ingat mareka berdua tentang dia yang membuat mareka berdua tercekik.
setelah sadar volfir merasa sakit di seluruh tubuhnya terutama di bagian kepala, sesuatu di kepalanya terasa begitu berat.. jantungnya yang sebelumnya sudah di tembus oleh levian kembali lagi seperti semula.
tiba tiba luo bertanya sesuatu pada tuannya 'levian.' "tuan! bukankah sebelumnya anda berkata akan menceritakan tentang bumi padaku?"
levian terkejut saat mendengar itu, dia berpikir kalau luo tidak mempedulikan tentang itu.. levian tiba tiba tersenyum.. mareka yang melihat levian tersenyum merasakan perasaan yang kurang enak.
"tuan, kalau anda tidak ingin menceritakan juga tidak masalah" ucap luo sambil berkeringat..
"tidak, lagian kita masih punya waktu untuk menceritakannya"
levian tidak punya niat untuk merahasiakan tentang itu pada bawahannya, karena pada akhirnya mareka juga akan tahu tentang bumi..
"dari mana aku harus menceritakan terlebih dahulu ya? ah benar, mari kita mulai dari sana."
__ADS_1