Maha Kuasa

Maha Kuasa
PERTARUNGAN [01]


__ADS_3

sesampai di perbatasan utara, luo menyamar sebagai salah satu dari mareka yang ada di sana.. dia berbicara dengan beberapa orang agar suasana tidak terlihat kaku.


ada seorang pria bermata hijau yang melihat luo dari jarak jauh dengan perasaan kurang enak.. tiba tiba pria bermata hijau itu datang menghampiri luo..


"hei kamu" pria bermata hijau itu memanggil luo sambil memegang pundaknya..


luo yang melihat tangan pria itu di atas pundaknya merasa sangat menjengkelkan..


luo berbalik.. menatap kearah pria itu dengan niat untuk membunuh. "apa? apa kau mengingatkan sesuatu bocah?"


pria itu terkejut.. menghela nafas panjang, dia berpikir niat membunuh yang baru saja dia lihat pasti hanya sebuah ilusi.. dan dia sedikit bingung, kenapa orang yang terlihat umurnya hampir sama memanggilnya bocah.


tiba tiba luo memperkenalkan diri, pria mata hijau itu semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, melihat luo sudah mengangkat tangannya untuk bersalaman dia pun menerimanya dengan sedikit tersenyum.


"namaku volfir, salam kenal kembali" wajah pria itu terlihat seperti meledek luo.


alasan luo xing memperkenalkan diri yang tiba tiba bukan karena takut pada volfir, dia takut rencananya ketahuan dan mendapatkan hukuman dari tuannya 'levian'


akan tetapi volfir tidak cukup dengan itu saja, dia berniat untuk membuktikan kekuatannya pada orang lain dengan cara mengajak luo berduel.. dia sangat percaya diri dapat mengalahkan luo..


luo awalnya menolak untuk berduel dengan volfir, dia berpikir tidak ada waktu untuk meladeni bocah sepertinya.. tapi pikirnya tiba tiba berubah, dia ingin mencoba tubuh baru seperti apa.


"baiklah bocah! aku terima permintaanmu itu"


volfir yang mendengar kata 'bocah' itu sedikit membuatnya jengkel.. tapi dia tidak peduli karena terlalu senang setelah luo menerima duelnya.


dia langsung membuat peraturannya sendiri.. peraturan yang volfir buat sangat sederhana, siapa yang kalah harus memanggil kakak kepada si pemenang.. luo yang mendengar itu merasa tidak keberatan.


orang orang di sana mulai berkumpul untuk melihat mareka berdua bertarung.. beberapa dari mareka bergumam dengan apa yang telah terjadi.


tiba tiba luo memanggil salah satu penonton untuk menjadi sebagai juri mareka.. volfir yang mendengar itu tersenyum, dia berpikir luo takut kepadanya sampai harus ada juri.

__ADS_1


berbeda dengan luo, dia berencana untuk tidak membunuh volfir.. karena itu dia memanggil seseorang untuk menjadi juri.


suasana menjadi tegang.. mareka berdua bertarung dengan senjata yang tidak adil.. volfir bertarung menggunakan pedang, sedangkan luo bertarung dengan tangan kosong.


awalnya penonton berteriak dengan duel yang tidak adil itu, tapi luo berkata untuk tidak perlu khawatir. "baiklah bocah.. majulah!" ucap luo sambil mengangkat satu tangannya ke depan.


"sial.. dari tadi kamu terus memanggilku bocah, seakan umurmu sudah kakek kakek saja" volfir melangkah maju ke depan dengan sangat cepat sambil tersenyum.


luo yang melihat itu terkejut saat melihat volfir sangat cepat, tapi tiba tiba dia tersenyum, volfir yang melihat luo tersenyum membuatnya sangat terkejut..


'sial, apakah dia meremehkan ku?' volfir yang melihat luo tersenyum membuatnya kesal.. dia mencoba memotong tangan kiri luo dengan sekali tebasan tapi luo berhasil mengelaknya..


'sial, aku pasti kurang fokus sebelumnya'


volfir mencoba mengayunkannya pedangnya sekali lagi.. kali ini dia berencana memotong kaki kanan luo, tapi hal yang sama terjadi lagi, volfir yang melihat itu merasa sangat kesal..


dia mencoba terus menerus mengayunkan pedangnya kearah luo agar satu tangan atau kakinya putus, tapi luo berhasil mengelaknya terus menerus.


volfir sebenarnya tidak kesal dengan semua itu.. tapi saat dia melihat kearah luo yang sedang mengelak! seakan akan dia melihat luo seperti sedang menghina dirinya.


volfir yang melihat itu merasa sangat kesal dan penuh dengan emosi.. dia memegang pedangnya dengan kedua tangannya.. aura berwarna hijau tiba tiba keluar dari pedang volfir seperti warna matanya.


penonton yang melihat itu berteriak pada volfir untuk menghentikannya.. volfir yang sudah penuh akan amarah tidak lagi berpikir apapun.


apapun yang terjadi dia harus menang di pertarungan duel ini meskipun harus membunuh luo sekalipun.. juri yang melihat itu merasa panik, tentu mereka yang berada di sana semuanya orang orang kuat termasuk volfir sendiri.. karena itu, untuk menghentikan volfir salah satu yang terkuat, mareka harus mengorbankan tubuh mareka sendiri agar dapat menyelamatkan luo.


luo mengangkat tangannya untuk menyuruh mareka berhenti, mareka tidak mengerti dengan luo yang masih berlagak keren setelah melihat aura pedang yang keluar itu.


aura pedang pada dasarnya hanya bisa di lakukan oleh mareka para bangsawan atau mareka yang bersekolah di akademi ternama..


karena itu, apa yang volfir perlihatkan sebelumnya sesuatu yang membuat mareka panik.. beberapa dari mereka sangat jarang melihat hal seperti itu.

__ADS_1


tapi luo merasa biasa saja, wajahnya terlihat seperti bukan apa apa dibandingkan ranting yang levian perlihatkan.. dia melangkah maju kearah volfir..


mareka yang melihat dari samping masih tidak mengerti dengan keputusan yang luo ambil.. saat volfir mencoba memotong kepala luo dalam sekali tebasan, tanpa semua orang sadari luo sudah berada di depan volfir dengan sangat cepat.. kecepatannya seperti waktu yang tiba tiba berhenti.


menarik nafas yang panjang.. tiba tiba luo melayangkan tinjunya kearah volfir dengan sangat kuat, dia berniat untuk membunuhnya karena sudah kelewatan batas.


~phum...~ volfir jatuh ke tanah tanpa seorang pun sadari, luo kembali ke tempat awal sebelum dia menyerang volfir, saat mareka melihat kearah luo.. luo menunjukkan kearah volfir yang sudah tumbang di tanah..


mareka yang melihat itu merasa tercengang.. beberapa dari mareka dalam sekilas melihat luo berlari kearah volfir dengan sangat cepat..


mareka terus bergumam dengan apa yang sebenarnya terjadi, pada akhirnya mareka semua tau kalau itu perbuatan luo.


saat pertarungan yang membosankan telah habis.. mareka semua kembali ketempat masing masing seperti sebelum pertarungan dimulai.


volfir yang terbaring di atas tanah menatapi langit.. dia berkata dengan perasaan sedih dan kesal. "sial.. sial.. padahal aku sudah sampai sejauh ini"


tiba tiba luo duduk di samping volfir yang sedang terbaring.. volfir menatap kearah luo. "apa kau datang untuk mempermalukan ku sekali lagi?"


"tidak, aku hanya ingin mengatakan kalau soal panggilan 'kakak' yang sebelumnya, kau boleh untuk tidak menyebutkannya." volfir yang mendengar itu tidak bertanya lebih lanjut, dia masih terlihat kecewa untuk saat ini.


luo bangun dari tempat duduk itu dan pergi.. sambil berjalan pergi dia melihat ke arah tangan sendiri.. 'sial, pukulan sebelumnya tidak membuatnya mati.. apa karena aku belum terbiasa dengan tubuh ini?'


luo sebelumnya berencana untuk membunuh volfir dalam satu pukulan, tapi saat dia melihat volfir yang masih hidup dan tubuhnya terlihat baik baik saja membuat luo tidak habis pikir tentang hal itu..


"sepertinya aku harus berhasil untuk pukulan selanjutnya" ucap luo sambil tersenyum..


setelah mengatakan itu dia, meloncat ke atas pohon yang ada di depan untuk beristirahat sambil memikirkan rencana yang levian berikan selanjutnya.


~𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜~


"tuan semua persiapan sudah selesai, saya akan bergerak" luo sedang berbicara dengan tuannya 'levian' lewat telepati.

__ADS_1


"semua manusia yang bergerak tadi, kau bisa mengambil semuanya" ucap levian sambil menyembuhkan anak bayi yang dia ambil sebelumnya, dia membutuhkan satu resep lagi agar semua selesai..


dalam pergerakan, luo tidak langsung melakukan rencananya.. dia harus menunggu malam tiba agar bisa melakukan dengan lebih baik.


__ADS_2