Maha Kuasa

Maha Kuasa
KEMBALI KE BUMI [02]


__ADS_3

Portal berwarna ungu pekat terbuka di hutan. levian keluar dari portal itu sambil melihat sekelilingnya.. dia melihat suasana sangat sunyi. "sepertinya, apa yang iblis itu katakan benar"


saat levian bertemu kembali dengan dewa iblis di masa lalu, dewa iblis berkata kalau hal kejadian sebelumnya hasil dari ilusi yang dia ciptakan.. itu artinya, saat ini bumi masih aman.


suasana semakin gelap.. levian masih berada didalam hutan yang belum di ketahui.


dia mencoba meletakkan tangannya di tanah untuk memeriksa keberadaannya sekarang.. tapi system berkata belum bisa memenuhi syarat.


tiba tiba levian mencium bau darah manusia tidak jauh dari tempatnya berada.. levian berlari untuk melihat.. saat ini dia sangat membutuhkan seseorang untuk menanyakan informasi apapun yang ada.


di tempat bau darah itu berada, seorang pria berumur 30 tahun sedang terengah engah hampir mati, dia kehilangan darah cukup banyak.. matanya sedikit demi sedikit mulai tertutup, pria itu berpikir kalau ini akhir dari hidupnya.


saat matanya hampir tertutup, pria itu melihat ada seseorang tersenyum di depannya.. dia berpikir mareka sudah menemukannya, pria itu menutup matanya.


"pak tua sialan, sebelumnya dia masih hidup" levian sangat senang saat menemukan ada seseorang untuk membantunya mendapat informasi, dia sampai tersenyum karena begitu seneng..


levian tidak punya pilihan lain, sebenarnya dia tidak ingin membantu orang yang hampir mati itu, tapi informasi sangat penting untuk saat ini.. dia membuka ruang system untuk mengambil perban luka.


"jika kau tidak bisa memberikan informasi yang berguna, akan ku bunuh kembali kau" levian tidak punya kekuatan penyembuh tapi dia tahu jika menggunakan cara manual.


di dalam hutan sangat banyak tumbuhan yang bermanfaat, levian menggunakan beberapa tumbuhan yang ada di sana untuk mengobati lukanya.


setengah jam kemudian orang itu membuka matanya, dia melihat di sampingnya ada api yang menyala. "apa aku ada di surga?" ucap pria itu dengan tubuh terbaring.


"mana bisa orang sepertimu masuk surga" pria 30 tahun itu terkejut dengan suara yang tiba tiba.. "siapa?" dia ingin bangun untuk melihat tapi tubuhnya masih sakit.


levian keluar dari dalam hutan sambil membawa beberapa bintang.. pria itu sangat terkejut, bintang yang levian bawa bukan binatang biasa.. harimau, macan tutul, dan beruang hitam..


pria itu menelan ludah, dia tidak habis pikir ada remaja yang bisa mengangkat bintang yang beratnya melebihi satu ton.. "seperti dugaanku, kalau begitu pasti kita sekarang ada di neraka" pria itu mulai penasaran dengan dosa yang telah levian lakukan.


"bangun! mau sampai kapan kau harus tidur terus" pria itu mencoba bangun tanpa mengatakan apapun, dia berpikir didalam neraka terdapat aturan senior dan junior.


saat dia bangun dia merasa tubuhnya masih sakit. "bahkan sampai mati aku masih tetap merasakan sakit" levian yang mendengar itu masih tetap tidak peduli.


setelah memanggang sedikit lama, levian menyuruh pak tua itu untuk makan.. pak tua yang melihat itu tercengang, tidak butuh waktu lama daging itu langsung matang..


"apa itu api neraka tuan?" tanya pak tua itu.


"makan saja jangan terlalu banyak bertanya" levian sangat kesal sudah menghabiskan waktu cukup lama disini, dia memanggang daging itu dengan apinya sendiri, karena itu dagingnya cepat matang.


saat berburu sebelumnya, target levian untuk mendapatkan satu binatang saja, setelah itu dia kembali.. tapi saat dia sedang berburu beruang hitam, dua binatang lainnya datang untuk memangsanya, karena itu levian juga membunuh mareka berdua.


setelah memakan daging cukup banyak, sekarang levian sudah mulai kenyang. "kalau begitu! mari kita masuk dalam topik utama" pria tua itu mulai bingung dengan levian yang berdiri tiba tiba.


"hei pak tua! dimana kita sekarang?" pria itu masih kebingungan dengan pertanyaan levi.. pak tua itu berpikir mungkin pertanyaan itu sebuah ujian di neraka. "bukankah sekarang kita di neraka?"


levian menghela nafas.. "padahal kau sudah makan cukup banyak, sepertinya otakmu yang paling terkena dampaknya"


"apa maksudmu anak muda? apa jawaban itu salah?" pertanyaan pak tua itu terlihat seperti tidak punya dosa sedikit pun.


"lihatlah sekelilingmu, apa kau masih belum mengerti sekarang?" pria itu melihat hutan di sekitarnya yang sedikit familiar.. terkejut.


"anak muda! jangan jangan, kita berdua belum mati?" levian yang mendengar itu mulai kesal.. sejak kapan dia ikut mati dengan pak tua itu.. sepertinya perkirakan levian tidak salah, pria itu sudah terkena kepalanya.


menghela nafas panjang, levian mulai menjelaskan apa yang sudah terjadi beberapa jam sebelum.. "jadi begitu! sekarang aku mengerti" levian terkejut saat melihat ekspresi wajah pria itu berubah.


sebelumnya pria itu terlihat seperti orang yang tidak lagi punya masa depan.. tapi sekarang pria itu terlihat seperti orang yang memiliki status cukup tinggi di dunia ini.


"kalau begitu! kau sendiri siapa anak muda?"


levian tidak menjawab, pria itu mengerti.. karena setiap orang memiliki rahasianya masing masing.


tapi dia harus mengonfirmasi, kalau levian bukan musuh yang mengejarnya. "tidak perlu khawatir, jika kau memberikan informasi yang aku butuhkan, maka aku akan langsung pergi dari sini."


saat mendengar tentang informasi, pria itu mulai sedikit waspada.. dia berpikir levian mencoba mengambil informasi yang ada pada dirinya. "Informasi apa yang kamu butuhkan?"


"bagaimana cara keluar dari sini?" saat mendengar pertanyaan itu, pria itu tertawa.. dia berpikir levian akan menanyakan informasi yang ada kaitan dengan dirinya.


"maaf anak muda, seperti aku salah paham sebelumnya.. kalau begitu ayo kita keluar bersama dari sini" niat awal levian ingin menanyakan dimana dia sekarang.. tapi saat awal dia mendengar bahasa pria itu levian langsung tahu, kalau dia setidaknya berada di korea.


__


levian sudah tinggal di korea cukup lama saat dia masih kecil, ayahnya orang amerika sedangkan ibu orang korea.. ayah dan ibunya selalu bertengkar sampai pada akhirnya mareka berdua perpisahan.. ibu levian yang tidak punya pilihan pada akhirnya membawa levian ke korea. karena hal itu dia tahu kalau pria sebelumnya orang korea dan lagi, meski levian tidak bisa bahasa Korea, masih ada system yang akan menerjemahkannya.


___


setengah jam kemudian mareka berdua mulai keluar dari hutan yang besar itu.. "kalau begitu! mulai sekarang kita akan berpisah" ucap levian..

__ADS_1


pria itu melihat baju levian yang sangat asing sebelumnya dia tidak memperhatikannya.. baju levian sudah sangat kotor akibat tinggal di dalam hutan cukup lama.. melihat hal itu, pria itu memutuskan untuk mengajak levian ke tempatnya sebagai bentuk terima kasih.


levian berpikir boleh juga, karena saat ini dia juga sangat membutuhkan tempat untuk istirahat. "kalau begitu, bagaimana kita akan kembali ke tempatmu berada?"


pria itu tersenyum.. "kamu pria yang menarik, bahkan sampai akhir pun tidak menanyakan siapa aku sebenarnya"


"aku tidak tertarik dengan sesuatu yang tidak aku butuhkan" saat mendengar itu, pria itu tersenyum.. tidak membutuhkan cara untuk menelpon, tiba tiba sebuah helikopter tiba di atas mareka.. "kalau begitu! ayo pergi" levian berpikir pria itu memiliki status yang tinggi.


___


beberapa menit kemudian levian sudah tiba di suatu tempat yang sangat besar.. seperti yang levian perkirakan, kalau orang itu bukan orang biasa.. gedung yang sangat besar berwarna putih.. levian melihat hal itu dari atas helikopter.


helikopter mulai turun kebawah.. di bawah sudah ada puluhan bawahan yang sedang menunggu tuannya. mareka berpakaian hitam berdasi seperti orang kantoran..


"sepertinya ada kondisi darurat sampai anda kembali kesini tuan!" tanya seorang pria yang terlihat seperti komandan.. pria 30 tahun itu tidak menjawab apapun.


"bolehkah saya tahu siapa orang yang berada di samping anda tuan?" di samping pria itu adalah levian yang berdiri dengan santai.. komandan itu belum pernah melihat ada orang yang berani berdiri sejajar dengan tuannya.


"dia temanku, berikan tempat tinggal untuknya yang bagus" tidak masuk akal, sejak kapan tuannya memiliki teman yang begitu muda.. meskipun kesal, dia harus tetap melakukan perintah yang telah tuannya berikan.


"tolong ikut saya" ucap komandan itu dengan penuh kekesalan.. komandan itu membawa levian di tempat yang begitu mewah.. mesk kesal, dia tidak boleh memarahi orang yang tuannya sendiri mengaku sebagai teman.


"jika membutuhkan sesuatu, tolong panggil tekan bel merah yang ada di samping tempat tidur" levian langsung masuk kedalam tanpa mengatakan apapun pada komandan itu..


suasana sangat indah, seperti berada di dalam hotel tingkat tinggi.. Levian langsung pergi ke kamar mandi. setelah beberapa saat kemudian levian keluar dari kamar mandi..


dia duduk di atas kasur sembari mengecek layar system.. levian sedang memikirkan bagaimana cara dia mendapatkan kekuatan segera mungkin.. tentu saja ada caranya, tapi dia harus menunggu sampai hari bencana datang.


"hei system sialan! apa tidak ada cara lain selain menunggu hari bencana datang?"


[tidak ada! anda membutuhkan sebuah kunci untuk membuka tower yang telah di siapkan]


'tingtung' suara bel yang terdengar di tempat levian berada.. seseorang menekan bel itu sebanyak tiga kali.. levian datang membuka pintu. "apa ada sesuatu yang di butuhkan?"


wajah pelayan wanita itu langsung memerah setelah melihat tubuh levian yang belum berpakaian. "tu..tuan menyuruh saya untuk mengantarkan baju untuk anda" setelah memberi baju itu, pelayan itu langsung berlari karena malu.. levian yang kurang peka tidak mengerti kenapa wanita itu berlari.


___


Tiga hari telah berlalu.. levian sedang bersiap siap untuk segera pergi setelah mendapatkan informasi baru dari system.. levian berpakaian serba hitam, dari baju Hoodie sampai celana..


setelah semua persiapan selesai, levian pergi untuk mengucapkan 'terima kasih..' meskipun kejahatannya sangat besar, dia tidak pernah lupa mengucapkan kata 'terima kasih pada orang yang telah membantunya.


di ruangan utama yang begitu besar pria berumur 30 tahun sedang duduk di atas kursi.. dia tahu kalau levian akan segera pergi.


"sepertinya kau benar benar tidak ingin berpesta bersama kami untuk terkahir kalinya!" ucap pria itu..


levian berjalan menghampiri pria itu.. dia berdiri didepannya dengan kedua tangannya di dalam saku baju, bawahan 'pria itu' yang mengantar levian 3 hari sebelumnya merasa sangat jengkel karena levian tidak punya rasa hormat sedikit pun.


"Itu benar tuan Choi, masih ada beberapa hal yang harus aku lakukan" ucap levian sambil menatap pria itu.. namanya pria itu adalah Choi Myong Woo.


Choi tersenyum... "begitu ya? aku mengerti, kalau begitu tunggu sebentar!"


Choi mengangkat tangannya.. bawahan yang yang sebelumnya mengangguk, dia langsung mengerti apa maksud dari tuannya..


"Duduklah terlebih dahulu, ada sesuatu yang ingin aku berikan!"


levian yang tidak terburu buru memilih duduk sambil menunggu bawahan itu datang, pada awalnya mareka berdua sedikit mengobrol dengan hal hal yang kurang penting sampai pada akhirnya levian membuka suaranya..


"Jadi tuan Choi, apa ada sesuatu yang dapat aku bantu?" Choi yang mendengar itu sedikit terkejut, tapi dia memotong pembicaraan itu ke topik lain..


levian menanyakan tentang hal itu bukan tanpa alasan, dia selalu mengamati saat seseorang berbicara dengannya dan dia melihat wajah Choi terlihat seperti orang yang sangat tertekan.


"Hei, apa kau berpikir aku bodoh? jika ada sesuatu yang kau butuhkan katakan saja! Bukankah kau sudah melihatnya sendiri bagaimana aku di dalam hutan saat itu?"


Topik yang levian bicarakan adalah tentang dia yang memburu tiga binatang beberapa hari yang lalu..


"Jadi.. katakan, apa yang kau butuhkan saat ini?" levian seakan sudah tahu apa yang Choi butuhkan saat ini tapi dia tetap menanyakan pertanyaan itu..


Choi sekali lagi tersenyum.. "Tentu saja aku melihatnya sendiri.. bukan aku tidak percaya akan kekuatan mu, hanya saja lawan yang harus di hadapi kali ini memiliki senjata jarak jauh dan memiliki akal sehat"


Bawahan yang sebelumnya tiba di hadapan tuannya sambil membawa kotak hitam, dia memberikan kepada tuannya.


"ambil, ini sesuatu yang paling kau butuhkan" ucap Choi sambil memberikan kotak hitam kepada levian.. Levian langsung membukanya.


Di dalam kotak itu terdapat sepasang pakaian hitam yang telah Choi sediakan untuknya, tentu saja harganya tidak murah, tapi wajah levian terlihat biasa saja.


"Apa ini yang kau sebut 'paling dibutuhkan?" tanya levian pada Choi.. bawahan yang sebelumnya mendengar itu sudah benar benar mencapai batas kesabarannya..

__ADS_1


'hm..?' levian melihat sesuatu dibawah baju.. sebuah kartu berwarna hitam, kartu itu tidak sembarang orang bisa mendapatkannya, dia melihat sekilas langsung mengerti kalau itu adalah kartu kredit..


Levian tersenyum, tentu dia sangat senang dengan hadiah itu, jika hal itu dia dapatkan sebelum ingatannya kembali maka dia akan meloncat setinggi apapun karena gembira, tapi ambisi levian yang sekarang jauh lebih besar dari yang dia dapatkan hari ini.. karena itulah wajahnya tidak banyak berubah.


"Jadi..! katakan padaku, Apa yang paling kau butuhkan dariku sekarang? Setidaknya aku akan mengabulkan satu permintaanmu sebagai tanda terima kasih karena telah memberikanku tempat tidur"


Choi terdiam sedikit lama.. pada akhirnya dia membuka suaranya...


"Jika sudah begini mau bagaimana lagi! Ambil ini, isi didalam surat itu terdapat permintaan dan informasi tambahan yang kau butuhkan"


Choi mulai menjelaskan bahaya tentang orang orang itu.. "tuan.. tuan.." bawahan terus memanggilnya tapi Choi sibuk menjelaskan tentang itu pada levian.. "TUAN!" teriak bawahan dengan sangat keras.


Choi yang mendengar panggilan itu membuatnya sangat marah, "Ada apa? Apa sekarang kau tidak melihat aku sedang menjelaskan sesuatu pada-"


"Maaf tuan memotong pembicaraan anda, tapi orang itu sudah lama pergi" Choi melihat sekelilingnya, dia melihat Levian sudah tidak ada disana..


Dia mulai menanyakan 'kemana levian pergi' pada bawahnya tapi bawahan itu juga bingung.. bawahan itu mengatakan kata kata dengan tidak percaya diri, dia masih bingung dan tidak percaya, 'bagaimana mungkin seorang manusia menghilang dalam sekejap tepat di depan matanya.'


__


Di hari pertama levian tiba di tempat Choi berada, sebelum turun dari helikopter, Levian memanipulasi dua bawahan Choi yang ada di dalam helikopter, Choi tidak menyadarinya karena saat itu dia ketiduran..


Dia menyuruh mareka berdua untuk pergi mengelilingi Korea, levian bertujuan agar segel teleportasinya dengan cepat menyebar ke seluruh tempat yang ada.. karena hal itu dia dapat berpindah tempat 'sebelumnya' dalam sekejap.


Sekarang levian sudah tiba di Daegu, dia pergi ketempat makan untuk bersantai terlebih dahulu, dia ingin bersantai sedikit karena sudah terlalu lama tidak ada di bumi.


___


Sore hari di kawasan Daegu, Levian sedang berjalan menuju ke tempat yang sepi, dia mendapatkan sebuah misi dari Choi.. Di hari pertama levian tiba di dunia ini dia bertemu dengan Choi dalam keadaan sekarat, karena itu hari ini Choi memberikan misi balas dendam pada levian..


Bagi levian hal seperti ini tidak di perlukan lagi tapi, sebagai bentuk terima kasih kepada Choi yang telah memberikannya tempat tidur, jadi dia akan membantunya.. levian tidak ingin berhutang pada seseorang begitu saja.


Tiba tiba hujan turun dengan cukup deras, levian menatap ke langit sambil menyeringai, dia sangat suka dengan suasana hujan..


"Sepertinya akan menyenangkan!!, mari kita main gangster sebentar sebelum dunia yang sebenarnya datang"


__


Daegu, Di satu perusahaan yang bernama VX itu adalah tempat yang akan Levian datangi.. Tempat itu termasuk salah satu perusahaan tersukses di Korea Selatan.


Dimata publik perusahaan itu terkenal akan reputasi yang sangat baik, bahkan tidak ada satupun terdapat komentar komentar yang negatif..


Tapi, di belakang layar mareka orang yang sebaliknya, mareka melakukan hal hal ilegal seperti menjual anggota tubuh, pembunuh, memperbudak, bahkan masih banyak hal hal lainnya yang tidak bisa di ungkapkan.


Choi yang mendengar informasi itu mencoba menyelidiki lebih lanjut tapi dia ketahuan dan berakhir dikejar oleh mareka beberapa hari yang lalu sampai bertemu dengan levian..


Dan hari ini, Choi meminta bantuan pada levi untuk menyelidiki lebih lanjut tentang itu, jika sudah diluar batas maka levian dapat izin untuk membunuh mareka semua.


"Sejak kapan aku harus mendapatkan izin untuk membunuh seseorang!!? ya.. tapi itu tidak masalah, akan ku anggap ini sebagai bayaran kartu hitam yang sebelumnya dia berikan"


Sekarang levian sudah tiba tepat di depan perusahaan VX.. "Kalau begitu! Mari kita masuk dan mulai pestanya" ujar Levian dengan senyuman jahat..


Levian berjalan untuk masuk, Di depan pintu ada dua penjaga berkulit coklat. "Berhenti!! Tunjukkan kartu identitas mu" ucap salah satu dari mareka..


Tanpa basa basi levian langsung mengaktifkan matanya kirinya, mata berubah berwarna biru gelap.. dia langsung menatap dua penjaga.. [Manipulasi berhasil] suara system terdengar di kepala levian..


"Sekarang anda bisa masuk tuan!!" Levian langsung masuk kedalam.. Dua penjaga sebelumnya tersadar kembali, mareka berdua mulai bingung sambil memegang kepalanya yang terlihat sakit.


Suasana di dalam sangat ramai, levian sebelumnya berpikir mareka semua sedang sibuk bekerja tapi yang dia lihat mareka semua sedang berpesta..


"Haruskah aku langsung bertemu dengan pemimpin mareka?" Sambil berjalan ada seorang pria yang sengaja ingin bertabrakan dengan levian, tapi levian bisa menghindari dengan mudah.


Pria itu sangat kesal, dia bangun mencoba memukul levian tapi saat dia melihat, levian sudah menghilang di depan matanya.. dia mulai bingung kemana levian pergi.


Levian sudah tiba di tingkat kedua, berbeda dengan tingkat pertama yang berpesta, di tingkat kedua mareka lebih sibuk dengan judi.. Seorang penjaga datang menghampiri levian.


Sebelum penjaga itu bertanya, levian langsung melakukan hal yang sama seperti penjaga di tingkat pertama.. berbeda dengan tingkat pertama yang tidak bertanya apapun, di penjaga tingkat kedua levian menanyakan dimana tempat pemimpin berada..


Setelah mendapatkan informasi yang dia butuhkan levian menyuruh bawahan itu untuk datang ke hadapan pemimpin sambil menempelkan segel teleportasi di tubuhnya.


Penjaga itu yang sudah masuk dalam ilusi, langsung berjalan naik lift menuju ke tempat pemimpin berada.. Levian berpikir pemimpin ada di tingkat ke 4 atau 5 tapi dia tidak habis pikir pemimpin mareka ada di tempat yang paling atas.


Karena dia malas untuk pergi ke sana maka lebih baik menyuruh penjaga untuk langsung datang menemui pemimpinnya.. Saat levian baru duduk dia mendengar suara tembakan sebanyak dua kali.


Levian tersenyum menyeringai.. "Sepertinya pemimpin mareka memiliki temperamen yang sangat buruk" tapi levian sedikit kagum dengan bawahannya yang tidak bereaksi sama sekali akan suara tembakan, itu artinya bawahan yang ada di lantai bawah sudah biasa mendengar hal hal seperti tembakan itu.


Levian merasakan kalau segel teleportasi sudah mulai bergerak ketempat lain, tidak membuang waktu, dia langsung menuju ketempat pemimpin mareka berada.

__ADS_1


__ADS_2