
Levian sudah siap semuanya, dia sudah pergi ke makam ibunya dan membereskan semua masalah di istana, tetapi ada satu masalah yang belum selesai dan pas sekali sekretaris memanggil levian.. "levian achlys, anda dipanggil untuk bertemu dengan yang mulia"
tanpa membuang waktu levian langsung pergi menemui kaisar. "apakah anda memangil saya yang mulia..?" kaisar menatap kearah levian dan menyuruhnya untuk mendekat.. "ambil ini" levian mengambil kertas putih itu.
kaisar menjelaskan kalau kertas itu bukti bahwa tanah bagian utara menjadi milik levian sepenuhnya.
"entah kamu ingin menjual untuk mendapatkan uang atau memilikinya, ah kurasa kalau itu tidak mungkin" ucap kaisar sampai tertawa..
bingung.. "dia tertawa?" saat levian melihat kaisar tertawa dia mulai penasaran tentang tanah itu, tidak mungkin kaisar memberikannya secara percuma tanah sebesar itu..
"Yah.. itu terserah kamu sendiri apa yang ingin kamu lakukan dengan tanah itu.."
"Terima kasih yang mulia" levian memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraannya, saat levian berbalik untuk pergi, tangan kanannya menyentuh meja kerja kaisar..
di pintu sudah ada sekretaris yang baru masuk, dia memejam matanya selama tiga kali.. sekretaris itu bergumam.. "Apa hanya imajinasi ku saja?ya.. seperti aku terlalu lelah karena pekerjaan yang sangat banyak"
saat levian melewati sekretaris dia berkata.. "tidak sekretaris.. itu adalah nyata, apa yang kamu lihat tadi itu adalah nyata" sambil tersenyum jahat..
levian pergi meninggalkan tempat itu.
waktu terus berlalu, malam pun tiba.. levian yang sudah berjalan sejarak 16,1 km dengan kuda, tiba tiba dia berhenti untuk istirahat sejenak..
___
dalam istana di ruang kantor disana kaisar sedang berbicara dengan sekretaris tentang keputusan yang dia ambil.. "apakah menurut kamu itu adalah pilihan yang tepat untuk mengeluarkan dia dari istana, sekretaris?" kaisar merasa khawatir..
"Apakah yang mulia ingin dia tetap tinggal di sini meski bakatnya tidak ada sekalipun?"
"bukan itu masalahnya.. bagaimana jika tiba tiba dia menjadi kuat dan membalas dendam?" sekretaris yang mendengar itu mulai khawatir..
tapi kaisar tiba tiba tertawa dengan penuh ejekan.. "tidak perlu khawatir, mareka yang datang ke tanah itu akan langsung mati tanpa melihat hari berikutnya" lanjut tertawa..
Sekretaris yang mendengar itu menghela nafas panjang sambil tersenyum, dia takut hal yang di katakan kaisar menjadi nyata..
"Baiklah.. mari kita kembali ke topik utama, jadi.. berapa pemasukan kita di tahun ini?"
"oh iya benar.. saya hampir lupa"
sekretaris mulai membicarakan tentang hal hal pemasukan di tahun ini.. "Pemasukan kita di tahun ini 6 kali lipat lebih banyak dibanding tahun sebelumnya" kaisar yang mendengar itu mulai sedikit bersemangat..
"dan itu hanya koin perak saja, sedangkan untuk koin emas pemasukannya 9 kali lipat naik, untuk koin hitam dan koin coklat naik 1 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.."
kaisar merasa hal hal yang di jelaskan oleh sekretaris masih tetap kurang, dia ingin lebih.. kaisar menginginkan lebih dari yang di jelaskan oleh sekretaris itu, dia benar benar sangat ambisi dalam masalah uang.
"seperti yang di harapkan dari tuan" ucap sekretaris.. mareka berdua pun mulai membahas bisnis bisnis baru untuk kedepannya sambil mabuk..
____
di tempat levian berada, di hutan yang penuh kegelapan disana dia sedang menyalakan api.. dia ingin merasakan makanan yang di sarankan system tapi binatang tidak ada satupun disana..
melihat didepannya ada kuda yang pergi bersamanya sedang berdiri, levian pun tersenyum.. kuda itu mulai ketakutan.
.....
kuda yang ketakutan itu sudah mati, levian memotong daging kuda dan memanggangnya.. beberapa menit kemudian dagingnya hampir matang, di saat bersama satu gerobak kuda lewat dan berhenti didepan levian.. tetapi levian tidak peduli dengan mareka.
__ADS_1
satu pria tua yang kelihatan berusia 37 tahun turun dari gerobak itu dan bertanya pada levian.. "anak muda, apakah kami bisa beristirahat disini?" levian melihat ke arah mareka. "silahkan saja, lagian ini bukan tanah ku"
kakek tua itu terlihat kesal tapi dia menutupinya dengan senyum. "terima kasih anak muda, pasti anda orang yang sangat menyenangkan"
"terima kasih" ucap levian dengan santai..
kakek itu sangat ingin memukul levian tapi dia harus bersabar. "oh iya anak muda, nama saya zebir, dan di samping saya ini fronos dan yang dibelakang saya Rais, fin dan zin.."
mareka semua memakai baju yang sama, biru dicampur putih.. setiap dari mareka terlihat berumur 37 zebir , fronos 30, Rais 28, Fin dan zin mareka adalah kembar, umur mareka 26.
"Hanzz.. namaku Hanzz" ucap levian yang tiba tiba sambil berbohong, awalnya dia tidak peduli terhadap siapa mareka, tapi saat rais memasukkan kalungnya kedalam baju, dia melihat suatu lambang yang terlihat tidak asing.
"kalau boleh tau.. apa yang sedang anda lakukan tuan Hanzz?" tanya fin sambil mendekati levian..
"oh ini? Ini adalah kuda yang aku bawa.. karena aku lapar jadi aku memb*nuhnya untuk di makan" sambil tertawa..
mareka yang mendengar itu sontak terkejut..
"tuan ini pasti suka bercanda meskipun umurnya masih kecil" ucap fronos.. mareka semua tertawa termasuk levian..
"tapi aku serius" semuanya mulai terdiam.. fronos mengantikan topiknya, dia berpikir kalau levian tidak suka dengan candaan.
"kalau begitu bolehkah kami meminta sebagian daging tersebut untuk di makan?"
"ah tentu.. tetapi perkilo akan di hargai satu keping emas"
Mareka semua mulai emosi, pada dasarnya anak kecil akan memberikan makan kepada orang dewasa saat mareka meminta, apalagi hukum di dunia ini saat mareka melihat yang kuat mareka akan langsung ketakutan dan memberikan apa yang mareka minta, tetapi levian dari awal tidak memiliki rasa itu.
"aku mulai tidak tahan lagi dengan anak ini" ucap zebir yang maju ke depan sambil menarik pedangnya..
levian yang sedang duduk tertawa.."pfffff.. ah maaf aku Kentut maksudnya tertawa.. pertama, ini adalah daging saya jadi apapun yang ingin saya lakukan itu adalah hak saya, entah saya membuang atau menginjak itu hak saya, kenapa kalian protes seolah kalian korbannya? bukankah kalian terlalu tua untuk bermain main?"
zebir mulai mengeluarkan aura pedangnya..
"Bocah!! apa kamu tidak pernah mendengar dunia luar atau kamu ingin mati di saat muda!? yah itu tidak masalah, aku sudah muak mendengarnya dari tadi, jadi mati saja" ucap zebir sambil berlari ke arah Levian untuk membn*hnya..
semua teman zebir berbalik karena tidak tega melihatnya, mareka tau seperti apa kekuatan zebir dan seperti apa dia mencabik cabik musuh yang memprovokasinya..
"hilang sudah anak itu, padahal umurnya masih sangat muda, kenapa dia begitu pelit, dia pantas untuk mati" tiga dari mareka melihat kebelakang sekali untuk melihat bagaimana anak itu mati..
"saat kamu membuat seorang pendiam menjadi marah, itulah yang akan terjadi" ucap zin sambil menutup mata.. prufffdff suara darah bercucuran.
"selesai sudah, aku mulai tidak selera dengan makanan it-u..."
saat zin berbalik, dia melihat temannya terdiam pucat, dia kebingungan.. zin memutar kedua matanya kearah kejadian itu pelan pelan..
"a-apa yang terjadi" zin tidak percaya, zebir yang di sebut sebagai raja pembantai mati tanpa tersisa sedikit pun anggota tubuh.
zin yang masih kuat mentalnya membangun teman temannya yang membisu itu tetapi tidak ada siapapun dari mareka yang masih sadar.
"Wahai makhluk yang rendah dan hina, bagaimana rasanya teman mu mati oleh seorang anak kecil? kau tidak pernah merasakannya kan? Kekekekeke"..levian tertawa terbahak bahak sampai menutupi wajahnya.
zin yang masih ketakutan tetap mencoba membangunkan teman temannya yang masih belum sadar diri, tetap tidak berhasil.
"Apa kamu sedang mencoba membangunkan teman temanmu? Itu tidak akan pernah berhasil, mareka yang sudah melihat mata kiri ku ini tidak akan bisa keluar dari dunia ilusi"
__ADS_1
mata kiri levian yang sebelumnya berwarna merah berubah menjadi biru gelap.
"Aa-apa yang baru saja kamu katakan, ilusi katamu? satu satu yang bisa menciptakan ilusi hanyalah dia, hanya dia satu satunya yang bisa menciptakan ilusi" teriak zin..
levian mulai berpikir siapa yang dapat menciptakan ilusi, karena kekuatan yang baru saja levian gunakan berasal dari system.. dia mulai penasaran, samar samar levian seperti pernah mendengar pengguna ilusi di kehidupan sebelumnya.
saat levian lagi memikirkan siapa orang itu di kehidupan sebelumnya, zin terus berteriak, dia tidak terima orang lain menggunakan kekuatan ilusi kecuali orang itu, levian yang mulai tidak fokus dalam berfikir tentang orang itu datang menghampiri zin.
"kau.. dari tadi sangat berisik! beritahu aku siapa orang selain diriku yang bisa menggunakan kekuatan ilusi"
zin tidak mau memberitahunya, dia lemah tapi di antara teman temannya, dia orang yang paling kuat kalau soal mentalnya.
"cih, andai saja kekuatan ku telah kembali, mungkin tidak perlu repot repot seperti ini"
levian bisa saja mendapatkan informasi dengan cara memasukkannya kedalam dunia ilusi tapi dia tidak melakukannya, itu karena dalam otak mareka terdapat kutukan peledak yang dapat di rasakan oleh atasan apabila mareka membocorkan informasi.
aura hitam yang begitu pekat keluar lewat tangan kiri levian, mental zin mulai goyah..
"a-ampuni aku, a-aamp-" wajah zin sedikit demi sedikit mulai terhisap, dia memohon ketakutan sampai air matanya keluar tetapi Levian makhluk yang tidak memiliki balas kasih pada musuhnya.
semua dari mareka mati dengan cara yang sangat hina.. zin mati kekeringan karena terhisap oleh kekuatan levian, sedangkan tiga lainnya mati secara perlahan karena otaknya hancur oleh ilusi dan yang terakhir mati dengan seluruh tubuhnya hancur..
-𝙗𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙩 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖-
"Bocah!! apa kamu tidak pernah mendengar dunia luar atau kamu ingin mati di saat muda!? yah itu tidak masalah, aku sudah muak mendengarnya dari tadi, jadi mati saja" ucap zebir sambil berlari ke arah Levian untuk membn*hnya..
semua teman zebir berbalik karena tidak tega melihatnya, mareka tau seperti apa kekuatan zebir dan seperti apa dia mencabik cabik musuh yang memprovokasinya..
system tiba tiba menawarkan cara terbaik untuk membuat lawan semakin trauma..
[Apa anda ingin mencoba kekuatan baru?]
levian mendengar penawaran system yang sangat bagus "Kekuatan apa itu?"
[kekuatan untuk membuat lawan melawan mental dirinya sendiri]
karena levian pintar dia bisa langsung mengerti yang dikatakan system. "baiklah.. kebetulan aku sedang ingin menyamar untuk saat ini, jadi lakukan seperti yang kamu sarankan.
[Dimengerti! tolong perlihatkan mata kiri anda pada lawan, agar mareka terkena efeknya]
"Begini"? mata kiri levian yang berwarna merah berubah menjadi biru gelap, zebir dan zin tidak menyadarinya, kalau tiga dari mareka sudah terkena efek levian tanpa sengaja.
[iya itu benar]
"ooo menarik, aku ingin melihat dengan jelas nantinya kekuatan ini"
[apa anda ingin melihat bagaimana bentu mata anda sendiri?] [Ya/Tidak] levian yang mendengar itu semakin membuatnya tertarik, kali ini dia lebih tertarik tentang system dibanding mata itu. "Ya"
setelah levian mengucapkan 'Ya' layar system tiba tiba masuk dalam mode kaca, kaca yang bisa melihat diri sendiri terlihat di mata levian, dia melihat mata kirinya sendiri yang benar benar berbeda.
-𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙠𝙚 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜-
"sial sekarang makanan sudah tidak bisa di makan lagi" levian membuang makan itu.. tapi ada sesuatu yang menarik perhatiannya dari tadi, di dalam gerobak kuda masih ada samar kehadiran seseorang, tetapi kehadiran itu tidak menyerang levian dari tadi.
"apa mungkin karena dia ketakutan?" levian pergi menuju kearah kuda dengan santai, saat dia tiba di kereta kuda dia membuka pintu kereta itu.. Levian terkejut!! apa apaan ini!?
__ADS_1