
“Kapan kamu bilang begitu?”
“Barusan telepon. Bayangkan hari Sabtu
ini,,,,,sebentar lagi?”
“Tenang sekarang baru hari Senin.”
“Tenang bagaimana...kamu nggak ngerti dia yang
selama ini aku dambakan, aku harapkan, aku inginkan, aku mimpikan…….”
“Okay..okay..he is your prince.”
“Ya.”
Ah, apa sih yang aku pikirkan. Sekarang aku
duduk di cafe Roxeta Orchard ini menghabiskan makan siangku dengan temanku Dan
Chang atau yang akrab aku panggil DC
ini? Mengapa aku repot repot menelponnya untuk segera datang menemani aku? Tau
apa dia ?
“Bencong begini aku tahu banyak loh!”
“Apa ?”
“Soal kecantikan,,,,glowing baby,
grooming,,,be pretty, be delicious, be babelicious!” ujarnya meluap-luap sambil
mengimbas-ngibaskan tangannya.
Aku seperti di hipnotis ketika DC dengan
dengan penuh percaya diri mulai menatapku.
“Nah, sekarang, apakah kamu akan menurut?”
katanya sambil menunjuk-nunjuk diriku.
Setelah melihat jari tangan miliknya yang
berwarna-warni dan betapa mulusnya tangannya melebihi tanganku, dan betapa
__ADS_1
mulusnya wajahnya melebihi wajahku yang penuh dengan jerawat kecil.
Ia menangkap apa yang sedang aku pikirkan,
diraihnya tangan kananku dan dan diperhatikannya kuku serta jemariku.
“Darling ,,,,ck,,ck,,ck, you desperately need
make over!” ujarnya sambil menggeleng-geleng.
Aku tersenyum kecut.
“Kamu butuh potong rambut, mungkin sedikit
warna sana-sini biar wajahmu tidak suram. Hmm...wajah suram, pernah kamu
melakukan scrub?”
“Ng …………”
“Well ….kamu butuh ke salon…..mungkin juga
spa...mulai sekarang kamu harus ambil cuti agar bisa mempersiapkan itu dengan
baik.
ucapan-ucapannya.
“Lalu jangan lupa, di ‘bawah’ sana apakah
terawat juga?”
“Bawah sana,,,apa maksudmu, aku tidak
mengerti?”
DC melirik menuju arah rokku. Aku melotot
dengan gayanya, tapi dengan genitnya DC malah mengerlipkan matanya dengan gaya
menggoda.
“Siapa tahu, tiba-tiba... ng….you
know...main-main ke sana….”
“So ?”
__ADS_1
“Hahahahahahahaha …..do Brazilian wax,
darling!” ujarnya mencubit gemas tangan kananku.
“Apa ? Apa itu Brazilian wax?”
“Hahahaha waxing atau menghilangkan bulu pada
sekitar ** biasanya wanita Brazil melakukan ini supaya mereka
lebih percaya diri ketika memakai bikini, trend ini sudah menyebar ke Amerika
loh banyak bintang Hollywood yang melakukannya.
“Hah ?”
“Alamak ! Hah, bagaimana kau ini, ternyata
kamu lebih kuper dari pada yang ku sangka Rani!”
Aku adalah seorang wanita yang mengintip tiap
pagi kehadirannya, cuma bisa menikmati dari jauh sementara banyak wanita cantik
yang mengitarinya, entah sekedar memberi salam bahkan ada yang secara nekat
mencium dan berbisik genit di daun telinganya lekat-lekat.
Aku memperhatikan gayanya selalu ramah
terhadap semua orang termasuk para wanita itu, mengobrol seperlunya setelah itu
dia memberi tahu bahwa ia harus duduk dan bekerja.
Dari celah tempat dudukku diantara buku dan
pembatas meja, aku bisa mencuri pandang untuk mengagumi wajah tampannya
tersebut. Bulu halus sisa cukuran, hidung mancungnya, dagu lancipnya dan mata
hitam sipitnya yang sesekali melihat ke arah kertas sebelum berpindah ke
komputernya, tubuhnya yang kekar dengan dadanya yang bidang serta badan yang
seksi dengan tinggi badan sekitar 182 sudah pasti dia menjadi idola para wanita
di kantorku.
__ADS_1