
Aku sebenarnya gadis polos yang tidak terlalu
suka berdandan dan bukan gadis ceria atau penggoda seperti kebanyakan wanita di
kantorku. Bukan seperti Mandy teman seapartemenku yang cantik dan seksi, Mandy
pernah mengajakku ke diskotek dan di sana banyak pria yang berebut mengajaknya
ngobrol,,,aku seperti menguap begitu saja layaknya genangan air. Tapi kenapa
Zen bisa menyukaiku dan mengajak aku jalan”
“Kamu itu sebenarnya cantik sayang hanya kamu
kurang merawat diri” bentak DC
“Mungkin Zen menyukaimu karena kepolosanmu dan
dari sekian banyak wanita di kantormu yang banyak menggodanya hanya kamu yang
tetap diam” bukannya aku tidak tertarik tapi aku memang tidak punya nyali untuk
mendekati pria itu. Tapi akhir pekan ini aku akan makan malam bersamanya
dengan,,,aku benar-benar jadi wanita yang beruntung, apa jadinya kalau para
wanita di kantorku tahu kalau Zen mengajak makan malam aku,,,karena selama ini
Zen jarang jalan bersama seorang wanita manapun, di kantor pun dia hampir tidak
pernah makan siang dengan salah satu karyawan wanita dia selalu makan siang
sendiri atau bersama karyawan pria lainnya. Aku juga pernah memergokinya pada
__ADS_1
saat akhir pekan dia sedang minum kopi di sebuah cafe seorang diri sambil
membaca buku.
Hari Jumat Mandy dan DC sudah menyeretku ke
sebuah salon dan spa terkenal di kawasan Orchard, bahkan DC hampir perang mulut
dengan bencong yang menggunting rambutku dan Mandy juga mengawasiku, mereka
berdua sepertinya mempunyai misi untuk mengubahku dari ulat bulu menjadi kupu-kupu
yang cantik. Setelah urusan rambut baik potong rambut dan mewarnai selesai
mereka lalu menyeretku ke spa untuk lulur seluruh badan dan juga waxing kaki
dan tangan serta daerah kewanitaanku samai ke akar-akarnya, aku tidak tahu
apartemennya atau melakukan one night stand pikirku dengan kesal.
“Jangan menggerutu kali aja tangan Zen nakal
dan merayap ke wilayah itu,,,you..know kan”
Aku terkejut dengan perkataan Mandy yang sama
seperti DC.
Setelah selesai mereka lalu memandang hasil
kerja keras mereka lalu dengan serempak mereka berkata “Alamak Jeng, upik abu
sekarang sudah menjelma jadi putri yang cantik”
__ADS_1
Aku memandangi wajahku pada kaca besar di spa
itu, memang benar mukaku lebih bersinar dan ketika aku meraba kulit mukaku
lebih mulus dari sebelumnya.
Mandy menegurku dia akan keluar untuk lari
pagi, aku mengiyakannya sambil bermalas-malasan di sofa dengan rambut yang
terikat dengan malasnya aku mengambil masker mineral berwarna biru untuk
mengaplikasikannya ke wajahku, makan malam dengan nanti jam 7 malam jadi aku
masih punya banyak waktu. “
Dimana kamu akan makan malam dengan Zen”? tanya Mandy.
“Restoran Italia Dolce Vita di seputaran
Marina Bay” jawabku.
“Apa “ Mandy terkejut itu kan restoran Italia
yang paling terkenal di Singapura kalau di Jakarta yaa kayak resto-resto di
daerah Kemang gitu deh. Harga makanan di resto itu aja sangat fantastis tapi
yang membuat resto itu terkenal sebenarnya suasananya yang romantis apalagi
buat pasangan yang sedang di mabuk asmara kata Mandy sambil menggodaku.
Wajahku jadi tersipu, ternyata Zen pria yang romantis yaaa.
__ADS_1