Maharani

Maharani
Make over


__ADS_3

Aku sebenarnya gadis polos yang tidak terlalu


suka berdandan dan bukan gadis ceria atau penggoda seperti kebanyakan wanita di


kantorku. Bukan seperti Mandy teman seapartemenku yang cantik dan seksi, Mandy


pernah mengajakku ke diskotek dan di sana banyak pria yang berebut mengajaknya


ngobrol,,,aku seperti menguap begitu saja layaknya genangan air. Tapi kenapa


Zen bisa menyukaiku dan mengajak aku jalan”


“Kamu itu sebenarnya cantik sayang hanya kamu


kurang merawat diri” bentak DC


“Mungkin Zen menyukaimu karena kepolosanmu dan


dari sekian banyak wanita di kantormu yang banyak menggodanya hanya kamu yang


tetap diam” bukannya aku tidak tertarik tapi aku memang tidak punya nyali untuk


mendekati pria itu. Tapi akhir pekan ini aku akan makan malam bersamanya


dengan,,,aku benar-benar jadi wanita yang beruntung, apa jadinya kalau para


wanita di kantorku tahu kalau Zen mengajak makan malam aku,,,karena selama ini


Zen jarang jalan bersama seorang wanita manapun, di kantor pun dia hampir tidak


pernah makan siang dengan salah satu karyawan wanita dia selalu makan siang


sendiri atau bersama karyawan pria lainnya. Aku juga pernah memergokinya pada

__ADS_1


saat akhir pekan dia sedang minum kopi di sebuah cafe seorang diri sambil


membaca buku.


Hari Jumat Mandy dan DC sudah menyeretku ke


sebuah salon dan spa terkenal di kawasan Orchard, bahkan DC hampir perang mulut


dengan bencong yang menggunting rambutku dan Mandy juga mengawasiku, mereka


berdua sepertinya mempunyai misi untuk mengubahku dari ulat bulu menjadi kupu-kupu


yang cantik. Setelah urusan rambut baik potong rambut dan mewarnai selesai


mereka lalu menyeretku ke spa untuk lulur seluruh badan dan juga waxing kaki


dan tangan serta daerah kewanitaanku samai ke akar-akarnya, aku tidak tahu


apartemennya atau melakukan one night stand pikirku dengan kesal.


“Jangan menggerutu kali aja tangan Zen nakal


dan merayap ke wilayah itu,,,you..know kan”


Aku terkejut dengan perkataan Mandy yang sama


seperti DC.


Setelah selesai mereka lalu memandang hasil


kerja keras mereka lalu dengan serempak mereka berkata “Alamak Jeng, upik abu


sekarang sudah menjelma jadi putri yang cantik”

__ADS_1


Aku memandangi wajahku pada kaca besar di spa


itu, memang benar mukaku lebih bersinar dan ketika aku meraba kulit mukaku


lebih mulus dari sebelumnya.


Mandy menegurku dia akan keluar untuk lari


pagi, aku mengiyakannya sambil bermalas-malasan di sofa dengan rambut yang


terikat dengan malasnya aku mengambil masker mineral berwarna biru untuk


mengaplikasikannya ke wajahku, makan malam dengan nanti jam 7 malam jadi aku


masih punya banyak waktu. “


Dimana kamu akan makan malam dengan Zen”?  tanya Mandy.


“Restoran Italia Dolce Vita di seputaran


Marina Bay” jawabku.


“Apa “ Mandy terkejut itu kan restoran Italia


yang paling terkenal di Singapura kalau di Jakarta yaa kayak resto-resto di


daerah Kemang gitu deh. Harga makanan di resto itu aja sangat fantastis tapi


yang membuat resto itu terkenal sebenarnya suasananya yang romantis apalagi


buat pasangan yang sedang di mabuk asmara kata Mandy sambil menggodaku.


Wajahku jadi tersipu, ternyata Zen pria yang romantis yaaa.

__ADS_1


__ADS_2