Maharani

Maharani
Kekhawatiran


__ADS_3

“Aku dengar banyak artis yang makan di sana,


bahkan aku pernah melihat model dunia Cindy Craford ketika dia berkunjung ke


Singapura”.


“Baiklah aku akan jogging dulu yaa”


Melepas kepergiaan Mandy aku lalu menyalakan


music dan mulai menggunakan masker ke seluruh wajahku


tiba-tiba…..ting...nong...ting...nong...bunyi bel apartemen, aku langsung


berlari membuka pintu dan ternyata Mandy dengan nafas satu-satu, “aku kelupaan


air minum dan takut akan kehabisan nafas ketika lari nanti” oke jawabku


singkat.


“Kau tidak marah kan Rani”?? Tanya Mandy


polos.


“Tidak kenapa harus marah” jawabku bingung.


“Yah kamu kan lagi mempersiapkan diri untuk


makan malam nanti siapa tau aja kamu jadi sennsitif” jawab Mandy polos.


“Ah, aku tidak seperti Mandy” baiklah aku lari


lari yaa.


“Okay”, jawabku singkat.


5 menit kemudian...ting...nong...ting...nong...apalagi


si bule Inggris itu, apalagi yang sekarang ketinggalan, uffuhhh…


“Maaf Rani, aku pikir aku bawa kunci saja


takutnya kamu akan keluar” Mandy lalu mengambil kunci apartemen yang tergeletak


di atas meja di ruang tamu.


“Bye Rani akan akan lanjut lari”


Lalu 10 menit


kemudian..ting...nong….ting...nong...apalagi yang kelupaan,,,ah dia menyusahkan


sekali,,,Rani berpikir jika teman seapartemennya itu harus banyak minum

__ADS_1


suplemen Gingko biloba karena daya ingatnya yang sering menurun,,penyakit


lupanya aku banget.


Ah dia pegang kunci, kenapa aku harus


peduli,,,tapi sudah hampir 1 menit bel di apartemennya terus


berbunyi….ting...nong….ting...nong…”Baliklah Mandy...sebenarnya apalagi yang


ketinggalan sekarang”.


Rani membuka pintu dengan kesal sambil


mengguman “Mandy, apalagi yang ketinggalan sekarang”?? Tapi setelah dia melihat


dengan jelas siapa yang berada di depan pintu apartemennya dia langsung


terkejut…...Aalamak....Zendra...iya...pria itu yang sedang berdiri dengan wajah


gelisah di depan apartemen Rani, secara refleks Rani langsung menutup pintu


apartemennya tapi tangan kekar Zen menahan pintu itu.


Aku terpaksa melepaskan pegangan pintu dan


menutup mukaku dengan jemariku, tak berani menatap wajah tampan itu, tiba-tiba


Zen menarik tanganku dengan lembut.


terdengar lembut.


“Dari mana kau tahu alamat apartemenku” tanya


Rani mengalihkan pertanyaan Zen.


“Aku tanya kebagian HRD”


“Oh “


“Aku tidak melihatmu selama beberapa hari”


“Aku tugas ke Seoul, menggantikan Bu Cyntia”


“Saat aku masuk hari Jumat aku tidak


melihatmu, aku pikir kamu sakit karena cuaca dan wabah penyakit di Singapura


saat ini sangat banyak, karena itu aku sangat mengkhawatirkan dirimu”


Kata-kata Zen membuat pipiku merona walaupun


aku memakai masker muka berwarna biru.

__ADS_1


“Saudaraku dari Jakarta datang jadi aku minta


cuti untuk menemaninya jalan-jalan” maaf aku harus berbohong padahal aku cuti


untuk mempercantik diriku.


“Syukurlah kamu tidak apa-apa” sambil berkata


Zen mengamati gadis didepannya.


“Lalu kenapa tadi kau malah menutup pintu


ketika melihat aku datang” tanya Zen


“Aku belum mandi dan keadaanku masih kacau


balau, apakah kamu tidak lihat”  suara


Rani tampak melemah betapa tidak saat ini dia belum mandi dan yang terburuk dia


masih menjadi seekor ulat bulu dan belum mengalami metamorfosis menjadi


kupu-kupu.


Zen tersenyum dan itu membuat Rani terguncang


dengan hebatnya wajah tampannya, dada bidangnya di tambah lagi dengan senyuman


manisnya bisa-bisa aku mimisan nee kata Rani dalam benaknya.


“Kamu tetap cantik kok walaupun belum mandi,


aku malah lebih suka melihatmu dalam keadaan polos Rani”.


Zen lalu mendekat, satu tangannya menahan


tubuh Rani hingga merapat ke dinding dekat pintu apartemennya satu dengan


jemarinya halus dia menghapus sisa-sisa masker yang menempel dibibirku,


jantungku serasa mau copot dan aku belum gosok gigi, bagaimana ini!


Tanpa diminta bibir seksi Zen langsung lumat


bibirku, sensasi mint menyatu dan terjalin ketika kedua bibir itu saling mengadu,


aku mengerang kecil beberapa saat kemudian, Zen melepaskan bibirnya dan


tiba-tiba ,,,,haacimm,,,,dia bersin,,,,,hahahaha,,,kami berdua kompak tertawa


bersama,,rupa masker mukaku terhirup oleh hidungnya ketika kami berciuman tadi.


“Jam 7 Malam nanti aku akan menjemputmu, Rani”

__ADS_1


ucap Zen dengan mesra.


“Baiklah aku akan menunggumu”


__ADS_2