
Dalam hati rani merasakan ketegangan yang amat sangat, bimbang memikirkan nasib pekerjaan barunya. Pikirannya di penuhi ketakutan, takut david tidak menyukai pelayanan yang dia berikan dan akan memecatnya. Hingga semua yang ia pikirkan muncul semua dalam ekspresi raut mukanya.
Melihat wajah panik dan ketakutan pelayan wanita di depannya ini membuat david tiba-tiba tersenyum.
"kau sudah boleh pergi" masih tersenyum tipis.
"i i iya tuan, maafkan saya tuan saya permisi" rani menjawab sedikit tegang dan segera mundur dari hadapan david.
David merasa lucu, sudah lama dirinya tidak tersenyum dengan benar. Entah kenapa kali ini bisa tersenyum hanya dengan melihat tingkah laku seorang pelayan.
hhmm, apa aku sedikit keterlaluan ya? melihat wajahnya tadi dia pasti sangat ketakutan aku akan memecatnya.
Sepanjang jalan rani meratapi kebodohannya berharap pekerjaannya tidak hilang gara-gara kata maaf.
Sementara itu di lobby utama beberapa pelayan dan manager sam sedang menyambut kedatangan bos Arkan dan tuan james. Entah kebetulan ataukah mereka memang sudah janjian, yang jelas hari ini eve house kedatangan tiga orang tamu penting.
"sam, dimana David?" tanpa basa basi arkan langsung pada intinya
"tuan david ada di ruangannya tuan" manager sam menjawab dengan hati-hati sambil tangannya mengarahkan dengan sopan.
Arkan dan james segera menaiki lift khusus menuju lantai 4 di temani manager sam.
"james si rio mana?" arkan memandang james sambil mengerutkan dahi
"katanya masih ada jadwal operasi" dengan santai james menjawab
"aduh, dia mau kesini jam berapa katanya?"
mulai memasang wajah was was
__ADS_1
James mengangkat bahunya sambil memanyunkan bibir
"Cih" Arkan mulai kesal
Ting, pintu lift terbuka dan ketiga orang itu berjalan menuju ruangan david.
Tok tok tok
Tanpa, menunggu jawaban dari dalam arkan langsung membuka pintu.
"dav, Kok pulang tidak kasih kabar dulu?" arkan ngeloyor masuk
"Memangnya kau ibuku?!" Jawab david ketus tanpa memalingkan pandangan dari laptopnya.
"kalo kamu ngabarin kan aku bisa buat pesta sambutan" arkan sedikit membela diri
Tapi david sepertinya tidak perduli dengan kedua sahabatnya ini, dia masih sibuk saja dengan laptop di hadapannya.
"Ayolah dav, kita minum di bawah.." arkan merengek sambil menarik lengan david
"Aku sibuk!" david masih tidak mau bangun dari kursinya.
"Sebentar saja.. ayoo.." arkan masih saja menarik narik lengan dave seperti anak kecil.
Melihat adegan itu akhirnya james yang sedari tadi hanya menonton ikut menarik lengan dave yang satunya lagi.
"Lepasin, aku bisa berjalan sendiri!" david mengibaskan tangannya dan segera bangun dari kursinya.
"hari ini aku yang traktir yaa.. " arkan menepuk nepuk bahu david sambil tersenyum puas.
__ADS_1
Manager sam yang sedari tadi melihat kejadian itu akhirnya bisa bernafas lega, Padahal sejak tadi dia takut terjadi keributan antara mereka. Meskipun David Sangat berkuasa terlihat dingin dan angkuh, ternyata di mata sahabatnya dia tetaplah seorang laki-laki biasa.
"Dav kau mau pesan apa?" arkan menyodorkan buku menu
"Kau sudah lupa makanan favorit ku disini?" dengan wajah datar dave menjawab
"oke oke"
sam datang sambil membawa baki minuman dan menyajikannya di hadapan Mereka.
"Sam, segera siapkan hidangan favorit tuan david untuk kami bertiga" Arkan memberikan perintah
"baik tuan" sam berbalik badan dan segera menuju dapur
Teman lama berkumpul dalam satu meja, hal yang sangat jarang sekali bisa mereka lakukan bersama. Semua memiliki kesibukan masing-masing dan Terpisah jarak antar negara.
"oh ya dav, berapa lama rencananya kau akan tinggal?" James membuka obrolan
"Mungkin sebulan" menjawab sekenanya
"kau tidak mau menetap di Sini dav?" arkan sedikit merajuk
"Belum ada alasan" masih dengan ekspresinya yang datar
james dan arkan saling pandang, sepertinya di otak meraka sama-sama mencerna arti dari kata-kata david barusan.
"minggu depan aku akan ke negara W mengurus bisnis di sana, Sebelum pergi aku ingin kita lebih sering menghabiskan waktu bersama" Dengan tatapan dalam james memandang dua orang di depannya
"Cih, kali ini aku setuju padamu james" arkan antusias sambil mengacungkan jempol pada james
__ADS_1