Maharani

Maharani
Luka Lama


__ADS_3

Setelah menghabiskan makanannya david bangkit dari kursinya dan beranjak pergi.


"Kau mau kemana dav?!" arkan bertanya


"Pulang" jawab david tanpa menoleh dan terus berjalan pergi.


"Aku juga harus kembali ke RS" di susul Rio


"ah, iya.. aku juga ada janji" james ikut pergi


"Hei Kalian jangan tinggalkan aku! Makanan ku belum habis nih!" Arkan berteriak namun tidak di hiraukan teman-temannya. "ah dasar sial kalian!"


###


Dari eve house david langsung menuju ke Distrik E yang berlokasi di ujung utara Kota K.


Membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan untuk bisa sampai ke distrik E dari kota K. Dari kejauhan sudah dapat terlihat kawasan perbukitan dengan tatanan pepohonan yang rapih dan terawat sepanjang jalan.


Rumah-rumah mewah nan megah dengan keindahan disain hasil rancangan Arsitek arsitek terkenal berdiri megah di sana.


Distrik E merupakan daerah perbukitan dengan kualitas udara yang baik jauh dari polusi dengan pemandangan yang indah.

__ADS_1


Tidak banyak warga yang tinggal di sini karena harga tanah yang sangat mahal, hanya orang-orang dari kalangan elite saja yang mampu memiliki rumah di distrik E.


###


Mobil memasuki sebuah pintu gerbang besar


dengan halaman rumah yang Luas di penuhi pepohonan yang di tata apik sedemikian rupa.


Supir menghentikan mobil di depan pintu masuk rumah dan seorang pelayan dengan sigap membukakan pintu mobil di kursi penumpang.


"Selamat datang di rumah tuan" kepala pelayan ken menyambut dengan wajah penuh senyuman.


"Sudah lama kita tidak bertemu ya pak" David membalas sapaan pak ken dengan menjabat tangan.


"Ya tuan, lama tidak bertemu anda sekarang sudah menjadi Pria dewasa yang luar biasa. Silahkan tuan, nyonya sudah menunggu anda di dalam" ucap pak ken dengan perasaan penuh haru


David berdiri dan memandang rumah sejenak, dengan perasaan enggan memenuhi isi hatinya namun dengan berat hati tetap melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Di ruang tamu sudah menunggu seorang wanita usia 40 tahunan akhir duduk dengan anggun di sofa.


"David ku sayang.. apa kabarmu nak? ibu merindukanmu" wanita itu langsung bangun menghampiri david dan memeluknya erat.


"benarkah?" David menjawab dengan senyuman sinis.

__ADS_1


"tentu saja benar!" ujar ibu meyakinkan "mari kita makan bersama" sambil menarik lengan david.


"aku sudah makan" balas david dingin "katakan ada perlu apa ibu memintaku pulang?"


"apa-apaan kau ini? sangat wajar jika seorang ibu merindukan anaknya" ucap ibu dengan ekspresi gelagapan


"Katakan saja bu, aku tidak punya banyak waktu" ucap david dengan sedikit penekanan


"baiklah, ibu ingin kau tinggal bersama ibu disini" ujar ibu semakin mengencangkan pegangan tangannya " Segeralah menikah dengan melisa, dia wanita yang baik dan sederajat dengan kita. Ibu akan mengatur pernikahan kalian" ibu menyampaikan maksudnya dengan menatap david lekat.


"Setelah sekian lamanya ibu mengacuhkan ku, mengapa sekarang tiba-tiba aku merasa ibu sangat perhatian padaku ya? Hingga rasa rasanya membuatku mual" Masih dengan tatapan sinis david membalas ibunya.


"hentikan david, biar bagaimanapun aku ini ibu yang melahirkan mu" ibu berbalik badan dan menyilang kan tangan di dadanya.


"Sekarang ibu sudah ingat ya pernah melahirkan ku" David kembali mengeluarkan isi hatinya.


"Cukup! Salahkan Ayahmu! dialah orang yang bertanggung jawab atas semua ini!" Ibu mulai berteriak "Dia yang menghancurkan hidup ku dan hidup mu! dia yang membuatku jadi begini!" air mata mulai membanjiri mata ibu dan sudah tidak terbendung lagi, tangisan pun pecah.


Ketika masih kecil david sering melihat ibunya diam-diam menangis, seringkali ia mendapati ibunya pulang larut malam ke rumah dalam keadaan mabuk berat. Ayahnya sibuk bekerja dan sangat suka bermain wanita. Di rumah yang sering terdengar hanyalah pertengkaran kedua orang tuanya.


Pada saat usia 8 tahun ayah david meninggal dunia karena kecelakaan bersama dengan wanita simpanannya yang ternyata sedang hamil muda. Semenjak saat itu ibunya semakin hari semakin jarang pulang ke rumah, lebih sering menghabiskan waktu bersama teman temannya di luaran sana. Sama sekali tidak memperdulikan keberadaan dirinya yang saat itu sangat membutuhkan kasih sayang kedua orang tua nya. Hingga akhirnya david memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah di usianya yang masih sangat muda.

__ADS_1


Masih segar di ingatan akan kejadian saat david meninggalkan rumah, kakek dan nenek dari pihak ibunya mencari david ke seluruh penjuru negara hingga akhirnya mereka menemukan david di sebuah panti asuhan di Distrik B. Sejak saat itu david di asuh oleh kakek dan neneknya hingga pada usia 12 tahun david ikut kakek dan neneknya menetap di Negara Z.


__ADS_2