
Arkan memiliki pengalaman dengan wanita, tentunya ia sangat hafal dengan trik trik yang biasa di buat mereka.
"Cih, lihat gadis gadis di meja sebrang sana? Mereka itu seperti rubah betina. Di luar terlihat sangat Anggun dan mempesona, tapi sebenarnya mereka adalah monster yang akan menghisap darah laki-laki sampai tak bersisa." Arkan berbicara setengah berbisik
"Untuk urusan wanita aku sangat mengagumi kemampuan mu" James mengacungkan dua jempol tanda memuji.
"Luar biasa! kau bahkan bisa melihat wujud asli mereka dengan mata telanjang" Ucap rio sedikit mengejek
David sama sekali tidak tertarik dengan apa yang di bicarakan teman-temannya. Diantara mereka berempat hanya david yang belum pernah merasakan rasanya berpacaran. Itulah mengapa Teman-temannya Memberi Julukan Perjaka Suci.
Gadis gadis itu Masih saja sibuk melemparkan pandangan untuk menggoda.
Rani datang membawakan pesanan arkan dan meletakkannya di atas meja. Dengan senyum tipis dan tundukan kepala Rani undur diri dan berbalik menuju meja para gadis untuk mengantarkan minuman pesanan mereka.
Rani berjalan semakin mendekati meja, hingga tiba-tiba gadis bergaun bunga-bunga bangkit dari kursinya. Gadis itu pamit hendak pergi ke toilet, namun malah menjegal kaki rani hingga membuatnya terjatuh dan baki berisi minuman yang di bawa rani terlempar berhamburan di pangkuan gadis bergaun hitam.
__ADS_1
Sontak saja Gadis bergaun hitam Itu berteriak marah, Rani yang Sedang berusaha bangun dari posisinya menyadari kekacauan yang di buatnya dan segera meminta maaf, tapi gadis itu malah mencengkram baju rani, tangannya melayang di udara hendak menampar wajah rani. Namun entah tiba-tiba datang dari mana, lengan gadis itu di tahan oleh david dan dihempaskan dengan kasar. Gadis itu terkejut, bahkan semua orang yang melihat hal itu pun bergidik, Kejadian itu membuat seisi restoran hening mencekam.
"Arkan! Sejak kapan tempat ini menerima orang-orang kampungan seperti ini?!" David berteriak pada arkan.
"Apa maksud anda tuan?!" gadis itu berusaha melawan.
"Dia sudah meminta maaf, apa kamu tidak dengar?!" Ucap david Setengah berteriak.
"Gara-gara gadis bodoh ini gaun ku jadi rusak"
David mengeluarkan sebuah kartu nama dan memberikannya pada gadis itu.
"ambil ini, dan jangan pernah datang lagi ke sini" Ucap david dengan sorot mata tajam.
Gadis itu mengambil kartu nama dengan sangat kesal namun tidak berani lagi melawan.
__ADS_1
"Sam, tolong antar kan nona-nona ini keluar" Arkan langsung ambil kendali.
Dengan sangat kesal dan kecewa gadis gadis itu akhirnya berjalan keluar diantar manager sam.
"Maaf kan saya tuan, sekali lagi maafkan saya " Dengan menunduk malu sambil merapatkan kedua tangannya rani memohon kepada david.
"Berhentilah bersikap seperti itu!" David menjawab dengan nada sedikit meninggi.
"Baik tuan, sekali lagi maafkan saya" Rani membungkukkan badan dan segera berbalik mengambil baki dan mulai mengumpulkan gelas yang tercecer di lantai.
David seketika tersadar dan kembali duduk di kursinya. Teman-temannya yang sejak tadi di buat kaget melihat sikap david hanya bisa saling pandang tidak berani berkata-kata apapun lagi. David biasanya bersikap acuh dan tidak perduli, tapi hari ini dia turun tangan langsung hanya demi membela seorang pelayan.
"Arkan, beri gadis itu bonus. Dia pasti sangat ketakutan" ucap david sambil menyelesaikan makannya.
Ucapan david sukses membuat teman-temannya makin bingung, mereka saling memandang satu sama lain.
__ADS_1
lagi kenapa si david? sumpah makin aneh aja kelakuannya. Barusan gadis itu di belain, sekarang mau di kasih bonus. Hei arkan! Siapa sih tu cewek? kok david perduli banget. Mungkin itu kali ya arti dari tatapan teman-temannya.