
Baru saja rani mendorong troli makanan keluar dari lift, dia sudah di buat takjub melihat design interior yang mewah dan berkelas di lantai 4 ini.
Seisi eve house sebenarnya sudah di design dengan sangat mewah dan indah serta menggunakan furniture pilihan, tapi di lantai 4 ini jauh lebih Menakjubkan lagi hingga membuat orang awam berdecak kagum. Maklum saja, sebagai pegawai baru rani belum pernah naik ke lantai 4 eve house bahkan mungkin hampir semua pegawai disini belum pernah melihat seperti apa megahnya dilantai 4 ini. Hanya pekerja pilihan yang di izinkan melayani para tamu dan membersihkan lantai 4 ini.
Wuaw... apa-apaan ini? lihatlah, diantara orang-orang kaya pun masih ada yang namanya kesenjangan sosial. Ckckck
Rani masih menganga takjub dengan semua keindahan di lantai 4 ini, hingga tiba-tiba seseorang datang membuatnya terbangun dari lamunan.
"Berapa lama lagi kau akan menatap itu?" david yang baru saja selesai berenang tiba-tiba berjalan tepat di depan rani. Pria tampan dengan aura Maskulin yang kuat, hanya mengenakan sehelai handuk yang melingkar di pinggang, membuat Tubuh atletisnya yang menawan terlihat oleh mata suci rani.
Wajah Rani memerah dan segera menundukkan pandangannya, tidak berani menatap lebih lagi.
"maafkan saya tuan" hanya bisa menunduk meminta maaf pada Tamu di depannya ini.
David berjalan Melawati nya tanpa perduli.
__ADS_1
ya tuhan! kumohon ampuni diriku ini tuhan..
ampuni kedua bola mataku ini ya tuhan..
Rani hanya bisa berdoa dalam hati kepada tuhannya atas apa yang barusan dia lihat.
"huft"
menghela nafas dan melanjutkan tugasnya mengantar makanan untuk tuan david. Setibanya di depan pintu Ruangan dengan Nomer 4A, rani mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban. Yang kedua kali nya mencoba beberapa ketukan masih tidak ada jawaban.
Ah apa mungkin suara ketukan pintu ku kurang kenceng ya sampai tidak terdengar? Akan ku coba lagi deh kali ini lebih keras.
"Klek" Terdengar suara gagang pintu di buka dan seseorang yang baru saja selesai mandi muncul di balik pintu.
Ya tuhan! laki-laki tadi rupanya, apakah dia adalah tuan david? kenapa dia selalu muncul di depanku dengan hanya mengenakan handuk!
__ADS_1
rani lagi-lagi tersadar dan segera menurunkan pandangan matanya hanya berani menunduk malu.
"maafkan saya tuan, saya mengantarkan jus dan buah-buahan" masih dalam posisi menunduk malu mengalihkan pandangan.
"taruh saja di sebelah sana" Dengan santai menunjuk meja kerja di dalam ruangan. Tidak menyadari bahwa pelayan wanita di depannya ini sudah hampir pingsan.
rani menata segelas jus dan sepiring potongan buah di atas meja kerja sesuai dengan permintaan tuannya dan segera bergegas keluar dari ruangan itu. Namun lagi-lagi david muncul dengan kemeja yang belum di kancing rapih membuat dadanya yang bidang terlihat lagi oleh rani.
Astaga! sebenarnya ada apa si dengan orang ini? apakah dia mengira dirinya ini tarzan yang bebas berjalan kesana-kemari tanpa berpakaian!
David berjalan menuju meja kerja sambil mengancingkan kemejanya.
"maaf tuan, saya permisi" dengan menunduk malu rani mulai berjalan keluar ruangan.
"hari ini sudah tiga kali kau mengucapkan kata maaf" david berkata sambil memasukkan potongan buah kedalam mulutnya.
__ADS_1
"apa?! Em maafkan saya tuan" rani kaget dengan apa yang dia dengar barusan.
Aduh matilah aku... apakah ini akhir dari pekerjaan ku? susah payah pekerjaan ini kudapatkan, tapi sekarang sepertinya akan lenyap tersapu ombak.