Mas Dosen-Ku

Mas Dosen-Ku
Pulang


__ADS_3

A/N


Yok ramein yokk...


Jangan lupa like, komen dan share yaa


Enjoyy...



Galen POV


Senyumku masih ngga bisa ku hilangkan setelah melihat wajah naya istriku dari panggilan video call kami, hatiku selalu menghangat setiap melihat senyumnya. Ah! Apa ini yang namanya cinta yang sesungguhnya?


Saat beberapa kali pacaran dulu aku ngga pernah merasakan perasaan semacam ini, gampang kangen tapi pas udah liat mukanya malah deg-degan salah tingkah. Mungkin ini yang orang-orang katakan sebagai ‘jatuh cinta’.


Aku ngga sabar buat pulang dan ketemu sama naya, beberapa bulan yang lalu aku mati-matian menahan diri buat ngga telfon naya, kenapa? Karena sebenarnya aku mengalami kecelakaan, yahh lukanya juga lumayan. Maka dari itu aku ngga mau bikin naya khawatir jadi aku memutuskan untuk pura-pura sibuk dengan pekerjaan.


Seminggu setelah kejadian papa tau kondisiku yang sebenarnya, dan membujuknya supaya ngga ngasih tau naya mama dan alen itu sangat susah. Bayarannya aku harus bisa menyelesaikan masalah perusahaan dan pulang ke rumah dalam waktu kurang dari enam bulan.


Untung aku memiliki karyawan yang kompeten dan orang kepercayaan yang bisa diandalkan seperti alex, semua masalah bisa diselesaikan lebih cepat dari pada dugaanku.


Sssttt!


Aku kasih tau sebuah rahasia!


Sebenarnya sekarang aku sedang dalam perjalanan pulang hehe, tapi karna cuaca buruk jadi pesawat harus transit lebih lama makanya sekarang aku sedang menginap di hotel bukan di apartemenku yang ada di Amerika.


Aku sungguh ngga sabar untuk sampai di rumah.


Naya sayang..... tunggu mas pulang.


***


“ Halo pak, ada yang bisa saya bantu? “


“ Gus, sekarang saya sedang perjalanan pulang, masalah di Amerika udah clear. Saya minta tolong untuk di jadwalkan rapat seluruh dewan direksi ya gus.... “ perintaku pada agus, sekretarisku di indonesia.


“ Oh baik siap pak. “


“ Kira-kira hari apa pak? “ tanya Agus


“ Emmm, saya pengen libur beberapa hari dulu deh gus, mungkin minggu akhir bulan ini bisa dijadwalkan rapatnya. “ jawabku


“ Baik pak, ada lagi? “


“ Di sana masih aman kan? “ tanyaku memastikan


“ Aman pak, semua masih aman terkendali. “ jawabnya


“ Bagus deh, oh iya saya minta tolong kirimin supir kantor buat jemput saya di bandara ya gus. Perkiraan saya sampai bandara jam delapan malem gus, tolong yaa....” ujarku


“ Baik pak.. “


“ Oke makasih gus. “ setelah menutup telepon aku kembali fokus membereskan barang bawaanku.


Sabarr len.... sebentar lagi bakal ketemu sama istri..


Semua orang pasti bakal kaget dengan kepulanganku, sengaja memang aku memberi kabar akan pulang minggu depan padahal nyatanya tidak, aku ingin memberikan kejutan...


Dari telepon semalam, naya cerita kalo dia akan sibuk hari ini di kampus karna kampus sedang melaksanakan perayaan ulang tahun, makanya dia memintaku untuk libur video call dulu. Kebetulan banget kan, jadi begitu naya pulang kemungkinan aku sudah ada di rumah, ngga sabar ketemu...


***

__ADS_1


Aahhh.... rasanya melelahkan terbang selama kurang lebih delapan jam, setelah delay lumayan lama karena cuaca buruk akhirnya sekarang aku telah tiba di bandara Soekarno-Hatta.


“ Selamat malam pak galen... mari pak saya bantu bawa barangnya.. “ ujar supir kantorku


“ Oh iya... terimakasih ya pak. “ sahutku


Begitu selesai menaikkan barang, mobil langsung jalan meninggalkan bandara menuju rumah mama.


Walau lelah senyumku tak luntur satu senti pun, semakin dekat dengan rumah justru semakin lebar. Akhirnya aku bisa bertemu dengan naya dan keluargaku.


Tin! Tin!


Satpam yang memang sudah hafal mobil kantor pun segera membukakan gerbang.


“ Loh! Den galen pulang? “ kaget si bibik


Baru aku keluar dari mobil, ternyata bibik yang mendengar ada mobil datang langsung keluar rumah dengan wajah tegang dan khawatir, ada apa ya?


“ Iya bik, kenapa muka bibik tegang gitu? “ tanyaku sambil memberi isyarat kepada satpam untuk membantu menurunkan barang bawaanku.


“ Anu... itu den... eee.. itu... “


“ Kenapa sih bik? Sangkin kagetnya liat aku pulang sampe jadi gagap bik ? “ tanyaku menahan tawa.


“ I..itu... non.. non naya den.. “ mendengar nama naya aku langsung menghentikan tawa geliku, ada apa?


“ Non.. non naya.. katanya kecelakaan den.. “ ujar bibik masih dengan raut khawatir.


Jderrr!


Rasanya jantungku berhenti berdetak mendengar kabar ini, aku hanya bisa mematung syok. Naya kecelakaan ?


Setelah diam beberapa detik karna syok akhirnya aku tersadar, tanpa pikir panjang aku langsung menaiki kemudi mobil, menyalakannya dengan tergesa.


“ Dimana bik ?” teriakku


“ Aduh.. Rumah sakit itu... bibik lupa den.. “ ujar bibik lirih


“ Ck!.. “ tanpa memedulikan supir kantor aku kembali berteriak untuk di bukakan gerbang, dan langsung melesat keluar rumah sambil mencoba menghubungi mama, papa atau alina.


Ck! Kenapa mereka ngga ada yang angkat teleponku sih! Tanganku sudah gemetar memikirkan kondisi naya.


Tak lama terdengar dering teleponku, saat kulihat ternyata alina.


“ Halo bang.. ? “


“ Lin! Rumah sakit mana? “ tanyaku dengan nada tinggi karna panik


“ Eh! Rumah sakit tempat kak naya? “ tanya alin


“ Iyalah! “ teriakku


“ Eee.. rumah sakit kartini bang.. “ sahut alin


Setelah mendengar di rumah sakit mana naya berada aku langsung menekan pedal gas agar laju mobil semakin cepat tanpa memedulikan alina yang sibuk bertanya aku tau dari mana naya kecelakaan.


Letak rumah sakit kartini ada di dekat kampus, apa naya jatuh di kampus? Bukankah kampus sedang merayakan hari jadinya? Kenapa bisa kecelakaan? Berbagai macam pertanyaan muncul di otakku.


Setelah memarkirkan mobil, aku langsung bergegas masuk tanpa memperhatikan sekitar sampai menabrak bahu seorang lelaki muda di dekat pintu masuk sangkin terburu-burunya.


“ Permisi sus, saya mau tanya pasien atas nama nayara mayasari dimana? “ tanyaku buru-buru pada perawat yang ada di meja resepsionis.


“ Sebentar saya cek pak.. “

__ADS_1


“ Oh sudah di pindahkan di ruang rawat pak, ruang mawar nomor lima. Ada di lantai tiga ya pak. “ ujar sang perawat


“ Oke terimakasih sus. “ aku langsung bergegas menuju ruangan di mana naya di rawat.


Brak!


“ Mana naya? “ seruku begitu sampai di ruang mawar nomor lima


Semua orang yang ada di ruangan itu hanya melongo melihatku, aku sendiri langsung fokus pada naya yang ternyata sedang duduk bersandar di ranjang dalam keadaan sadar.


“ Mas galen? “


“ Galen? “


“ Bang galen? “ ucap mereka semua kompak menyebut namaku


“ Ya Allah naya...... “ seruku langsung menghampiri naya dan langsung memeluknya


“ Haa... beneran mas galen? “ tanya naya tak percaya


“ Kamu ngga papa? Mana yang luka? Kecelakaan gimana? Bukannya kamu di kampus? Jantung mas rasanya mau copot denger kamu kecelakaan naya....” tanyaku beruntun pada naya


“ Eh...eee aku ngga papa kok hehe. “ rasanya lega mengetahui aku masih bisa memeluk naya istriku.


Semua lelah, khawatir dan segala pikiran burukku langsung sirna, akhirnya aku bisa pulang... pulang ke pelukan naya, rumahku yang sesungguhnya.


“ Bukannya kamu pulang minggu depan len? “ tanya mama padaku


“ Niatnya mau kasih kejutan, eh malah aku yang dibikin jantungan.. “ sahutku


“ Naya ngga papa kok, tadi sempet pingsan emang karna kepalanya terbentur lumayan keras, sama tangannya retak sedikit sisanya baik-baik aja. “ jelas papa


“ Hufftt syukurlah, jadi kenapa kamu bisa jatuh? “ tanyaku


“ Eee..”


“ Kamu jatuh dari mana? “ tanyaku lagi


“ Len! naya baru sadar kamu jangan neror dia dong nanti malah jadi pusing!. “ seru mama memarahiku


Aku hanya menghela nafas mendengar omelan mama.


" Keluar dulu len. " ujar papa memberiku isyarat untuk mengikutinya keluar ruangan.


" Naya di dorong dari lantai dua len, hufftt papa udah hubungi orang papa untuk mencari tahu kejadian sebenarnya. Ada yang bilang lihat naya di dorong dari lantai dua sampe jatuh. untung saja jatuh ke rumput jadi masih aman kepalanya.. " jelas papa begitu kami duduk di bangku yang ada di depan ruang rawat pasien


Mendengar ucapan papa jelas membuatku terkejut, aku mengusap kasar wajahku untuk mengendalikan emosi.


" Kamu yang tenang, pihak kampus juga akan menindak lanjuti kejadian ini. Kemungkinan besar firasat papa karna pembullyan. " ujar papa


" Hahhh pelakunya harus di hukum dengan setimpal. " ucapku


" Sudah... kamu yang tenang, mending sekarang kamu bersih-bersih trus istirahat, kan baru nyampe. " ujar papa sambil menepuk-nepuk bahuku.


" Iya pa... "


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2