Mas Dosen-Ku

Mas Dosen-Ku
Keinginan


__ADS_3

Jangan lupa like, komen, and share ya gaes...


follow ig ku yuk : @ms.en02


Sorry kalo ada typo ya..


\~\~\~


“ Yang, malem minggu nih, mau keluar ngga? “ tanya mas galen


“ Emm kalo keluar kemana? “


“ Kamu pengin kemana? Nonton gimana? Kamu pengin nonton true love kan?” tawaran mas galen sangat menggiurkan, terlebih mas galen jarang sekali mau ketika aku ajak jalan keluar apalagi nonton, alasannya? Di rumah juga udah ada home teater ngapain jauh-jauh ke mall Cuma buat nonton kalo di rumah juga bisa, ngeselin kan.


“ Oke! “ seruku antusias.


“ Ya udah mandi sana, kita berangkat abis magrib. “ titah yang mulia mas galen.


Ternyata film nya dimulai jam delapan, masih ada setengah jam untuk kami berkeliling mall.


“ Mas masuk ke toko itu yuk, kamu butuh kemeja. “ ucapku dan menarik tangan mas galen untuk masuk ke toko baju formal.


“ Kemeja mas kan masih banyak yang. “ sahut mas galen protes.


“ Iya tapi warnanya itu-itu aja, udah mulai pudar juga. Mumpung keluar sekalian belanja. “ ucapku final


Aku pun berkeliling melihat beberapa kemeja yang belum dimiliki mas galen, mas galen hanya diam dan mengikutiku seperti anak ayam.


“ Nih cobain satu-satu. “ aku memberikan beberapa potong kemeja pada mas galen yang masih menunjukkan wajah enggan, namun tetap pergi ke ruang ganti.


Sambil menunggu aku kembali melihat-lihat pakaian formal yang ada di sini, mataku tak sengaja melihat setelan formal untuk wanita hingga tanpa sadar aku melangkah mendekat.


kalo bosen kenapa ngga kerja aja? Seenggaknya lo punya kegiatan, ketemu orang baru, punya temen baru, pasti seru deh.


Tiba-tiba ucapan vira terngiang-ngiang di kepalaku, tanganku menyentuh baju yang ada di depanku dan membayangkan jika aku mengenakannya, bekerja di kantor, bertemu orang baru, memiliki teman baru...


“ Yang! “


Aku tersentak mendengar seruan mas galen, dan segera tersadar dari lamunan.


“ Kamu kenapa? Sakit? Kenapa di panggilin ngga nyaut-nyaut? “ tanya mas galen membuatku segera menoleh ke arahnya.


“ Hng... enggak kok ngga papa, hehe.. “ jawabku


“ Wahhh, ganteng banget... pacar siapa nih....? “ lanjutku setelah melihat mas galen dengan kemeja warna army yang tampak pas di badannya.


“ Suami kamu . “ sahut mas galen dengan muka datarnya.


“ Ish, datar banget mas mukanya. “


“ Bodoamat, eh ini udah mau jam delapan nih nanti ketinggalan filmnya. “


“ Ya udah bayar dulu. “ sahutku


Selama film berlangsung aku sama sekali tidak menikmatinya, justru aku semakin kepikiran dengan ucapan vira dan juga bayangan jika aku tetap diam di rumah tanpa ada kegiatan pasti.


Sampai film selesai aku masih saja melamun, dan kembali tersentak saat mas galen menggenggam tanganku.


“ Kamu kenapa? Keliatan ngga fokus gitu? “ tanya mas galen, aku hanya menggelengkan kepala.


“ Mau langsung pulang aja?”  tanya mas galen lagi


“ Makan dulu ya, mas kan belum makan aku juga ngga masak kan. “ sahutku


“ Oke deh. “


Akhirnya kami memilih untuk makan sushi sebelum pulang ke rumah.


***


Sudah satu jam berlalu sejak kami sampai di rumah, bahkan aku dan mas galen sudah bersiap untuk tidur. Tapi aku belum juga bisa tidur.


“ Kamu kenapa sih yang? “ tanya mas galen

__ADS_1


“ Dari tadi aneh gitu. “


Hufftt


“ Mas... “ ucapku seraya beranjak duduk bersandar, mas galen pun mengikutiku.


“ Hem... “


“ Emm.... kalo aku kerja boleh ngga? “ tanganku memilin-milin baju tidurku karna gugup.


“ Kenapa? “ tanya mas galen


“ Hah...”


“ Kenapa tiba-tiba pengen kerja? “


“ Aku bosen mas.... pengen ngerasain kerja kaya gimana. “ ujarku jujur


“ Dulu kamu loh yang pengen jadi ibu rumah tangga seutuhnya, kenapa sekarang berubah pikiran? “


“ Yaa.... lama kelamaan aku bosen ngga ada kegiatan mas. “


“ Mas lebih suka kamu di rumah nay, nyiapin segala keperluan mas kalo mau kerja... dan yang paling penting, kamu selalu menyambut mas pulang. “ mendengar ucapan mas galen aku menelan ludah kasar dan semakin meremas bajuku.


Aku yakin mas galen akan menolaknya, lalu bagaimana ini? Aku sungguh ingin merasakan dunia kerja yang katanya adalah ‘dunia’ yang sesungguhnya.


Aku tak mampu menjawab ucapan mas galen, hingga akhirnya mas galen kembali rebahan dan bahkan memunggungiku, ini belum pernah terjadi. Semarah apapun mas galen tak pernah memunggungiku saat tidur, tidak setelah kami sepakat menjalani pernikahan ini bersama-sama.


Aku kembali *******-***** bajuku dan menghembuskan nafas pasrah, aku memilih memaksa diriku agar mau untuk tidur, besok akan ku coba lagi untuk membujuk mas galen, semoga saja akhirnya mas galen luluh dan mengijinkanku untuk bekerja.


Keesokan harinya, aku bangun kesiangan!


Tentu saja mas galen sudah tidak ada di kamar ini bahkan di rumah ini, gara-gara tamu bulanan jadi aku bersikap santai hingga kesiangan!


Baiklah! Aku akan kembali membujuk mas galen nanti malam saat dia sudah pulang.


***


Mungkin aku bisa minta saran pada sinta dan vira


GHIBAH SQUAD


Naya


Gaes...


Sinta


Masyaallah ukhti..


Vira


Subhanallah Allahuakbar..


Naya


Ck


Sinta


Ya lo tumbenan banget nay mau chat duluan di grup, ada apakah gerangan nyonya galen?


Naya


Aku lagi bingung


Vira


Kenapa lo?


Naya


Gimana ya cara bujukin suami yang lagi marah?

__ADS_1


Sinta


Salah server lo nay :’( di sini yang udah nikah Cuma lo doang btw kalo lo lupa.


Vira


Asdfghjkl


Naya


Ihh.... serius loh...


Sinta


Emm... saran gue sih ya, lo pake lingerie depan suami lo udah beres pasti masalah lo.


Vira


Kalo ngga mempan lo goda sekalian nay, nari striptis.


Naya


Ahh... ngga jelas lah kalian, byee.


Naya left the group


Ah sinta sama vira ngga ngebantu sama sekali!


Ceklek


“ Eh mas... udah pulang? “


“ Iya.. “ jawab mas galen singkat dan langsung berlalu dari hadapanku yang sedang duduk di ranjang.


Aku menghela nafas, mungkin memang aku harus pasrah dengan keinginanku.


Mas galen tiba-tiba berbalik dan berjalan ke arahku


“ Nay.. “


“ Mas.. “


Ucap kami bersamaan


“ Mas dulu.. “


“ Ehm... soal... soal kamu yang pengin kerja... mas... mas kasih ijin. “ aku sampai membuka mulutku sangkin terkejutnya, padahal baru saja aku ingin membatalkan permintaanku.


Langsung saja aku melompat ke arah mas galen dan memeluknya erat, bahkan mas galen sampai terhuyung dan kami jatuh bersamaan ke kasur.


“ Tapi...”


“ Ada tapinya... “


“ Apa? “ tanyaku ngga sabar


“ Mas kasih ijin ke kamu buat kerja Cuma sampai kamu hamil, setelah kamu hamil kamu harus berhenti bekerja dan fokus jadi istri maupun ibu paham? “ ujar mas galen yang langsung aku jawab dengan anggukan cepat.


“ Makasih mas.... I Love You.... “


Aku kembali memeluk mas galen dengan erat, menciumi wajahnya dan tak hentinya mengucapkan kata terimakasih.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2