
Setelah banyak drama yang aku lalui demi nyelesaiin skripsi, akhirnya aku berhasil juga...
Rasanya ngga nyangka, bulan depan aku wisuda.
Satu minggu sebelum wisuda bapak dan ibu sudah ada di rumahku dan mas galen, mereka terus berucap bahwa mereka sangat bangga padaku, mertuaku dan mas galen pun sama saja.
Hari ini, ya hari ini tepat di hari aku wisuda, rahasia hubunganku dengan mas galen akan terbongkar. Rasanya membahagiakan, setelah hari ini aku tak perlu lagi sembunyi-sembunyi jika ingin pergi dengan mas galen, tak perlu lagi merasa cemas dan takut, tentu saja.
“ Sayang.... “
Aku menoleh ke pintu kamar di mana ku lihat lelaki tampanku sedang memandangku dengan senyum lebarnya yang jarang sekali ditunjukkan.
“ Kamu udah siap? “
“ Udah mas.. “ ku balas senyum lebarnya dengan tak kalah lebar.
Mas galen berdiri di belakangku yang sedang bercermin di kaca full body, kemudian memeluk pinggangku dan menyandarkan kepalanya di pundakku.
“ Kamu cantik.. “
“ Aku tau...” tapi aku yakin pipiku memerah mendengar pujian mas galen.
“ Ayo kita berangkat sekarang.. “ ucap mas galen
Dengan bergandengan tangan aku dan mas galen turun ke bawah, bisa kulihat semua orang sudah menunggu di sana.
Setelah semua personil diantaranya keluargaku dan keluarga mas galen berkumpul kami segera berangkat menuju kampusku.
Sejujurnya aku sedikit gugup, aku takut akan mendapat hinaan jika teman-temanku tau aku istrinya mas galen, tapi mas galen menenangkanku.
Saat kami tiba dan turun dari mobil, bisa ku lihat banyak mahasiswa yang melihat ke arahku dengan tanda tanya besar, ayolah naya... kamu sudah mempersiapkan hal ini, jangan tegang dan santai...
Mas galen kembali menggandeng tanganku menuju auditorium tempat acara wisuda diselenggarakan, hingga aku duduk di tempat yang telah dipersiapkan pun aku yakin tetap ada banyak mahasiswa yang memandangku bingung karna tanganku yang di gandeng oleh mas galen yang tak lain adalah dosen terfavorit di kampus ini.
“ Wisudawan terbaik Universitas Jakarta tahun 2019 Nayara Mayasari putri bapak bisma irawan, IPK 3,95 program studi ilmu ekonomi fakultas ekonomi predikat dengan pujian atau cum laude. “
Dengan bangga aku naik ke atas panggung untuk melakasanakan pemindahan tali topi wisuda.
Saat turun panggung dan akan kembali duduk, aku melihat mas galen merentangkan tangannya menyambutku turun dari panggung yang tentu saja aku sambut dengan bahagia, mas galen memberikanku buket bunga yang cukup besar, entah kapan doi menyiapkan ini.
“ Terimakasih mas..”
“ Sama-sama... mas bangga sekali sama kamu sayang. “ ujar mas galen dan mencium keningku, bisa ku dengar pekikan tertahan yang aku pastikan dari para mahasiswa.
Hingga acara wisuda ini selesai ada saja yang memperhatikanku bahkan berbisik-bisik menanyakan apa hubunganku dengan mas galen yang tak ku acuhkan.
Begitu keluar gedung auditorium aku langsung berhambur memeluk ibu dan bapak, bisa ku lihat sorot bangga dari mata kedua orang tuaku, begitupun dengan mama, papa, alin dan juga mas galen.
__ADS_1
Kami pun melakukan sesi foto bersama, mas galen bahkan membawa kamera sendiri.
Saat aku sedang berfoto dengan mas galen, kedua sahabatku datang dan langsung heboh.
“ Naya... aaa gue juga mau wisuda huhuhu.. “ seru sinta
“ Naya... selamat ya beb... doain gue cepet nyusul wisuda. “ sahut vira tak mau kalah.
“ Iya.. makasih ya, aku doain kalian cepet lulus juga. “ ujarku yang segera mereka aminkan
“ Loh kok ada pak galen? “ ceplos sinta, dia ngga sadar udah menyuarakan isi pikirannya hingga vira menyenggol lengannya memperingati.
“ Halo pak.. “ sapa vira
“ Halo juga vira dan sinta... “ sahut mas galen dengan senyum manisnya.
“ Allahuakbar! “ seru sinta dan vira sambil memegangi dada mereka
“ Ya allah pak.... saya langsung kena serangan jantung gara-gara bapak senyumin.” Seru sinta yang disetujui oleh vira.
“ Lebay kalian.. “ cibirku.
“ Huuuu sirik aja lo nay.... bilang aja iri lo ngga dapet senyuman pak galen wleee...” seru vira.
“ Hahaha kalian lucu juga ya... “ ucap mas galen lagi-lagi membuat sinta dan vira kembali heboh.
Tanpa banyak kata mereka berdua langsung memposisikan badan di samping kanan dan kiriku, dan mulai bergaya.
“ Coba liat fotonya mas... “ ujarku santai dan meminta kamera di tangan mas galen untuk melihat hasill jepretannya.
Bug!
“ Aaaahhh, apa sih kalian main pukul-pukul. “ seruku, kaget sih sebenernya bukan sakit karna tiba-tiba sinta dan vira memukul lenganku bersamaan.
“ Lo yang apa-apaan njirr, seenak udel manggil pak galen mas. “ ucap sinta penuh penekanan
“ Aaaahh gue tau lo masih kebawa dulu kan pas lo salah manggil pak galen pake ‘mas’ bukannya ‘pak’. “ sahut vira
“ Apaan sih, biasanya juga manggil mas kok. “ ujarku membela diri
“ Lah malah nglindur nih bocah, sadar woi! “ seru sinta
“ Naya emang biasa manggil saya mas kok... “ ujar mas galen sehingga aku menjulurkan lidah meledek mereka.
“ Hah... wahh ngga beres nih anak, gila aja manggil dosen sendiri pake ‘mas’ ngga sopan banget. “ celetuk sinta dengan jiwa julidnya.
“ Saya suaminya naya.. “ ucap mas galen.
__ADS_1
“ Lah kan si bapak malah bilang suaminya.... “ sahut vira
“ HAH SUAMI...! “ seru sinta dan vira bersamaan saat sadar dengan apa yang barusan mereka dengar dari mas galen.
“ Iya loh, mas galen emang suami aku... “ ujarku sambil menggandeng lengan mas galen membuat kedua sahabatku semakin melongo kaget.
Aku dan mas galen hanya tertawa melihat tingkah mereka yang sangat konyol mukanya.
“ Sinta... masa gue mimpi pak galen bilang suaminya naya dong hahaha.. “ ujar vira
“ Lah iya vir, gue juga mimpi kaya lo dong hahaha. “ sahut sinta
Pletak!
“ Kalian ngga mimpi woi! “ seruku setelah menjitak kepala mereka biar sadar.
“ Pak galen beneran suami lo nay? “ tanya sinta
“ Lo udah nikah nay? “ tanya vira kemudian yang kujawab anggukan kepala.
“ Ceritanya panjang.... kapan-kapan deh kalian main ke rumahku nanti aku ceritain. “ ucapku
“ Kami mau makan bersama, kalian mau ikut? Untuk perayaan kelulusan naya. “ ujar mas galen
“ Eh! Ngga pak, kita mah minta traktiran besok-besok aja ya nay... sekarang acara keluarga lo.. “ sahut sinta
“ Ngga papa sih kalo mau ikut.. “ sahutku.
“ Ngga deh, kita mau pulang aja, rasanya jantung gue udah hampir berhenti berapa kali sangkin banyaknya kejutan yang gue dapet hari ini. “ ujar vira yang disetujui sinta.
“ Yeee alay kalian... “ ledekku
Setelah sinta dan vira pergi, tersisa aku dan mas galen saja di taman kampus ini.
“ Terimakasih ya mas... kamu udah sabar ngadepin aku selama ini. “ ujarku menatap mas galen dengan senyum tulus, mas galen membalas tatapanku dan meraih tanganku lembut yang kemudian di kecupnya punggung tanganku.
“ Mas yang terimakasih, kamu mau bertahan dengan mas, sabar sama sifat mas, kamu juga udah kuat menahan diri untuk tetap menyembunyikan status kita, mas bangga sekali sama kamu sayang... “ ucap mas galen.
Akhirnya setelah hampir empat tahun usia pernikahan kami, mulai hari ini kami tidak perlu lagi menyembunyikan hubungan kami pada dunia.
END
ngga deng, masih ada epilog kok wkwkwk
jangan lupa like, komen ya guys...
love kalian sekebon
__ADS_1