Mas Dosen-Ku

Mas Dosen-Ku
Siapa Yang Terkejut?


__ADS_3

Seperti kesetanan, galen mengemudi dengan begitu cepat tak peduli dengan umpatan pengguna jalan yang lain, fokusnya hanya ia ingin sesegera mungkin menemukan istrinya.


Sampai di hotel ia langsung menghampiri resepsionis untuk meminta kunci.


“ Selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu? “ sapa si resepsionis dengan begitu ramah, apalagi ia tau kalau lelaki tampan di depannya adalah anak dari bosnya.


“ Di kamar mana nayara mayasari? “ tanya galen


“ Maaf tuan, tap....”


“ Persetan dengan peraturan! Cepat katakan! “ teriak galen membuat wanita si resepsionis terkesiap takut dan dengan tangan gemetar segera mencari data seseorang bernama nayara mayasari.


“ Di... di kamar presidental suit tuan...no-nomor satu.. “ cicit si resepsionis


“ Berikan kunci cadangan! “ seru galen


Akhirnya dengan tangan gemetar ketakutan, si resepsionis memberikan apa yang diminta oleh galen.


Setelah menerima kunci cadangan galen dengan tergesa-gesa menuju kamar yang di tempati istrinya.


Brak!


Dengan kasar galen membuka pintu kamar yang diyakini adalah tempat keberadaan istrinya.


“ Sayang... “ seru galen dan setelah mengelilingi ruangan yang cukup luas itu, ia akhirnya menemukan sang istri di tempat tidur.


“ Sayang... “ panggil galen dengan lembut, dia seolah lupa dengan tingkahnya beberapa jam yang lalu bahkan sampai membentak naya.


Tak mendapati respon yang diharapkan, galen akhirnya mendekati sang istri yang tertidur dengan posisi yang terlihat sangat tak nyaman. Hanya setengah badan bagian atas saja yang berada di kasur, dan setengahnya lagi menggantung di tepi kasur.


“ Sayang... “ panggil galen untuk kesekian kalinya, dan tetap tak mendapatkan respon apapun.


Galen pun mengangkat tubuh mungil istrinya dan meletakannya dengan benar di kasur, saat ia berusaha membenarkan jilbab sang istri yang sudah sangat berantakan dengan rambut yang keluar hingga menutupi wajahnya galen sungguh terkesiap.


Ya Allah, apa yang telah aku lakukan? Batin galen frustasi


Lihatlah, wajah pucat naya dengan mata yang sangat sembab.


“ Sayang... “ dengan lembut galen mengelus sisi kepala istrinya,bahkan memberikan kecupan-kecupan ringan di sana. Namun tetap tak ada respon dari naya.


Drrtt Drrtt Drrtt


Getar ponsel menyadarkan galen dari segala perasaan bersalah yang sedang ia renungkan.


“ Halo ma? “


“ Naya udah ketemu len? “


“ Udah ma, naya tidur tapi dibangunin ngga bisa-bisa. “ lapor galen pada sang ibu

__ADS_1


“ Loh! Bawa ke rumah sakit aja len! takutnya naya pingsan itu! “ seru mamanya dengan suara panik


Seperti tersadar galen bergegas mengangkat tubuh ringan istrinya dan berlari membawa istrinya menuju rumah sakit, galen bahkan tak peduli dengan ponsel yang masih tersambung telfon dengan ibunya.


Dalam waktu singkat galen akhirnya sampai di rumah sakit, dengan panik ia memanggil perawat dan dokter yang ada.


“ Dokter..! Suster..! tolong istri saya! “ teriak galen dengan panik


“ Baik pak, kami akan memeriksa istri bapak terlebih dahulu, bapak silahkan tunggu di ruang tunggu. “ ucap suster kemudian menutup pintu ruang pemeriksaan.


Gelan memilih duduk di bangku ruang tunggu, ia mengusap wajahnya dengan kasar, menyesali perbuatannya yang menyebabkan naya menjadi seperti sekarang.


Tersadar dengan telfon ibunya, ia segera memberikan informasi di mana rumah sakit tempat istrinya berada.


Cklek


“ Bagaimana keadaan istri saya dok? “ tanya galen dengan terburu-buru


“ Mari ikut ke ruangan saya pak, saya jelaskan di sana. “ ujar sang dokter menuntun galen menuju ruangannya.


“ Begini pak, istri bapak mengalami dehidrasi ringan, ini bisa saja terjadi pada ibu hamil. Tapi untungnya kondisi istri bapak baik-baik saja. Istri bapak hanya kurang asupan nutrisi dan air minum, apalagi yang saya liat istri bapak terlihat habis menangis. “


“ Tunggu dok. “


“ Hamil ? “ tanya galen dengan tak percaya


“ Iya pak, setelah melakukan pemeriksaan saya meyakini istri bapak hamil. Apakah bapan belum mengetahuinya? “ pertanyaan dokter hanya di jawab gelengan kepala oleh galen, ia masih terkejut.


“ Terimakasih dok.. “


Keluar dari ruangan dokter galen memilih duduk di ruang tunggu dan menangis. Ia bukan tidak bahagia mendengar kabar istrinya akhirnya hamil, bukankah itu adalah kabar yang sangat ditunggu olehnya dan keluarganya? Ia justru menangis karna merasa menyesal telah menyakiti hati istrinya.


“ Galen! Naya mana?  “ seruan mamanya yang baru datang membuat galen mendongak hingga mama, papa dan alin melihat wajahnya yang penuh air mata.


“ Galen, naya ngga apa-apa kan? “ seru mamanya


“ Ngga papa ma.. “


“ Terus kamu kenapa nangis? Jangan bikin panik deh! “ seru papanya


“ Ma..naya hamil... hiks... “


“ Ha.. hamil ? serius kamu galen! “ seru mamanya


“ Iya ma... “


“ Alhamdulillah ya Allah, mama mau liat naya. “ dengan riang sang ibu masuk ke ruangan di mana naya berada.


“ Terus kenapa lo nangis bang? “ tanya alin heran, bukannya seneng ini malah nangis sesenggukan.

__ADS_1


“ Abang udah nyakitin naya lin... naya sampe sakit begini... “ sesal galen


“ Udah ngga papa bang, ayok kita masuk dulu liat kak naya. “ ajak alin


“ Naya belum bangun, galen mending kamu urus administrasi dulu biar naya di pindah si ruang VVIP. “ ujar sang ibu saat galen memasuki ruangan.


Akhirnya ia menuruti perkataan ibunya, agar naya lebih nyaman lebih baik dipindahkan ke ruang perawatan kelas VVIP.


Tak berapa lama setelah dipindahkan akhirnya naya sadar juga, tapi...


Saat baru membuka mata dan wajah yang pertama ia lihat justru galen, naya langsung menangis lagi mencurahkan semua kesakitan yang dia rasakan.


“ Sssttt sayang udah ya.... jangan nangis ya.... mas minta maaf yaa.. hemm... “ ucap galen yang langsung mendekap kepala istrinya dan mengusap kepalanya dengan sangat lembut.


“ Hiks... hiks..hiks....” hanya ada suara tangis naya yang memilukan.


“ Sssttt udah yaa... kasian dede bayinya kalo mamanya nangis terus... “


“ Hiks... hah? “


“ Iya sayang... selamat yaa bentar lagi jadi mama... “ ucap galen dengan lembut


“ Kamu hamil sayang... “ lanjut galen saat naya masih tak paham.


“ Ha-hamil ? “ tanya naya tak percaya


“ Iya sayang... happy anniversary juga ya... “


“ Hah... “


“ Oke mas jelaskan, jadi sebenernya hari ini mas bertingkah menyebalkan, pura-pura selingkuh itu buat bikin kamu marah sayang, hari ini tepat empat tahun pernikahan kita mas mau bikin kejutan buat kamu... tapi mas ngga nyangka kalo kamu malah sedih sampe kabur kayak tadi, sampai mas akhirnya nemuin kamu di hotel dalam keadaan pingsan jadi mas bawa kamu ke rumah sakit, eh kata dokter di sini di perut kamu ada dede bayi sayang... “ jelas galen panjang lebar


“ Aku hamil ? “ tanya naya lirih seolah tak percaya dengan kabar itu.


Galen mengangguk dengan semangat menjawab pertanyaan istrinya


“ Kamu pura-pura selingkuh? “ tanya naya lagi


“ Iya sayang, maaf ya ini sebenernya ide mama. Mama pikir kamu bakal marah sama galen atau malah berantem sama cewe suruhan mama yang pura-pura jadi selingkuhannya galen, ehh kamu malah nangis sampe pingsan gitu. Maafin mama ya sayang... “ kali ini mama yang menjawab pertanyaan naya


“ Hahaha kita yang rencanain kejutan buat naya, eh malah kita yang dapet kejutan naya hamil... “ ujar papa


“ Hahaha iya juga ya, jadi siapa yang rencanain kejutan tapi siapa yang terkejut “ timpal alina


\~\~\~


Selamat kita di prank galen wkwkwk


Vote dan Komen dong gaes hehe.

__ADS_1


 


 


__ADS_2