
Haloo semuanya...
I'm come back hehehe, ada yang kangen Galen-Naya?
Maaf ya baru bisa lanjut sekarang :( karna beberapa bulan belakangan author sibuk dengan dunia nyata..
Semoga part ini bisa mengobati rindu kalian sama pasangan Galen-Naya..
Enjoyy.. :)
\~\~\~
Kehamilanku sudah berusia enam bulan, tanpa terasa dua bulan telah terlewati dengan cepat. Mama mertuaku benar-benar melaksanakan keinginanya untuk membangun sebuah sekolah, yang katanya dibuat khusus untuk anakku, cucu pertamanya yang selama ini ia nantikan.
“ Halo sayang... “
“ MASS... kamu kemana aja sih! Acaranya mama bentar lagi mulai..! “
“ Hah... acara apa? “
“ ISH! Peresmian sekolah mas.... kan pembangunannya udah selesai jadi ini mama bikin pesta buat meresmikan dibukanya sekolah Abrisam Internasional School....!!”
“ Astaghfirullah, mas lupa sayang... oke ini otw pulang. “
Hufft aku berusaha mengatur emosiku dengan mas galen, entah kapan mas galen tuh ngga bikin kesel ngga bikin emosi.
Sore ini kami harus hadir di acara peresmian sekolah yang dibangun mama, kalau nggak bisa-bisa diamuk sama mama.
Aku sudah siap sejak tadi dan menghabiskan waktu satu jam untuk menghubungi mas galen yang entah sedang apa sampai-sampai telfonku tak diangkat.
Selama perjalanan menuju tempat acara aku tidak memperdulikan segala macam ucapan mas galen, bodoamat dikira istri durhaka! Kan mas galen duluan yang mulai ngeselinnya! (suka-suka bumil :v)
“ Sayang.. nanti banyak media loh... kamu masih mau marah? “ bujuk mas galen
Huftt benar juga apa kata mas galen.
“ Hemm oke, naya maafin tapi dengan syarat..”
“ Oke siap sayang... apapun syaratnya mas turutin.. “
“ Okee nanti pulang dari acara aku mau ke pasar malem! Ngga ada penolakan!. “
__ADS_1
“ Iya sayang iya... pasar malemnya di mana? “ tanya mas galen
“ Ya ngga tau lah! Mas yang harus cari... pokoknya harus ke pasar malem titik! “
“ Oke sayang... “ suara mas galen terdengar pasrah
Benar saja, saat sampai di tempat acara sudah ada karpet merah menuju pintu masuk berasa jadi artis malam ini.
“ Ya ampun anak mama... gimana kabar kamu sayang? Baby masih rewel ngga? “
Begitu aku dan mas galen masuk, mama ternyata sudah menunggu kami, eh atau malah Cuma aku? Karna dari tadi mas galen diacuhkan hehe.
“ Baik semua ma alhamdulillah... mama sehat kan? “ tanyaku dengan senyum lebar
“ Sehat dong... mama ngga sabar gendong baby, eh baby nya cewe atau cowo?” tanya mama antusias
“ Emm rahasia ma.. biar jadi surprise..” jawab mas galen
“ Duhh mau cewe atau cowo yang penting sehat... grandma ngga sabar ketemu kamu sayang.. “ ucap mama sambil mengelus perutku, membuatku tersenyum hangat. Aku bersyukur mendapatkan ibu mertua yang seperti ibuku sendiri.
Acara berjalan dengan lancar, dan selesai di jam sembilan malam.
Aku dan mas galen akhirnya pulang, eh ngga ya! Kan mau ke pasar malam dulu.
“ Ngga ya! Harus sekarang! Kalo besok-besok aku bakal marah terus sama kamu!”
“ Oke-oke... kita ke pasar malem sekarang.. “
Untung saja setelah mobil berjalan setengah jam, kami menemukan sebuah pasar malam yang tampak ramai.
Aku dengan bahagia segera turun dari mobil, keramaian pasar malam memang selalu membuat siapa saja bahagia sama sepertiku. Baru satu langkah aku berjalan aku merasakan sesuatu menyelimuti pundakku, ternyata mas galen menyampirkan jasnya untuk aku pakai.
“ Mas ngga bawa jaket jadi pake jasnya mas aja ya.. biar ngga dingin.. “ ucap mas galen dengan suara lembut, aku tersenyum menyambut uluran tangan mas galen. Kami berjalan dengan bergandengan tangan dan tersenyum bahagia, sesederhana ini.
Ada banyak wahana di pasar malam ini, tapi mas galen menolak keras saat aku menatapnya dengan tatapan memohon, tapi kali ini aku mengikuti perintah mas galen karna ini juga demi baby.
“ Masss.... mau ke rumah hantu..” rengekku pada mas galen saat kami melewati wahana rumah hantu.
Aku dapat melihat raut wajah mas galen yang menegang sesaat, dan berubah datar lagi. Jangan bilang mas galen takut, wahhh kayaknya seru nih kalo ngerjain mas galen dikit hahaha.
“ Ayoooo, ini kemauan baby loh... toh kita juga Cuma jalan aja kok.. ayoo masss...” rengekku sambil berusaha menarik tangan mas galen.
__ADS_1
Setelah paksaan dan rengekanku akhirnya mas galen pasrah mengikuti tarikan tanganku, kami segera mengantri untuk membeli tiket masuknya. Setiap rombongan yang masuk akan diberi jarak waktu lima menit agar didalam sana tidak terlalu menumpuk dan jumlah orangnya adalah enam orang setiap rombongan.
Karena kami berdua akhirnya petugas mengikutsertakan rombongan remaja dibelakang kami.
Aku sadar mas galen takut, tapi dia berusaha menampilkan wajah sok cool-nya karna bukan hanya kami berdua yang akan masuk bersama.
Akhirnya tiba giliran rombongan kami, aku dan mas galen yang berjalan didepan dan keempat remaja yang sepertinya sedang double date itu mengikuti aku dan mas galen dibelakang.
Aku baru kali ini masuk ke wahana rumah hantu, walaupun pernah beberapa kali main ke pasar malam di kampung dulu, disana tidak ada wahana rumah hantu jadi ini pertama kalinya dan rasanya sangat mendebarkan bisa mencoba hal baru yang belum pernah kita lakukan.
Baru beberapa langkah, kami sudah disambut boneka pocong yang tiba-tiba muncul dari sebelah kananku. Aku sangat terkejut! Bukan karena bonekanya tapi karena teriakan mas galen! Benar kan dugaanku kalo mas galen itu penakut.
Bahkan empat remaja dibelakang kami sampai cekikikan mendengar teriakan mas galen.
“ Mas! Ngapain teriak. Ngagetin tau ngga! “ ucapku sewot
“ Kita puter balik aja yuk nay.. mas ga mau lanjut..” cicit mas galen yang sudah menghilangkan raut muka sok cool-nya itu.
“ Ngga bisa dong mas, ayoo kita harus lanjut jalan karna dibelakang juga ada rombongan yang mau masuk...” dengan sekuat tenaga aku berhasil menyeret mas galen agar mau berjalan lagi.
Ha! Mas galen bahkan udah ngga bisa menyembunyikan raut ketakutannya lagi, semakin jauh kami melangkah semakin banyak kejutan hantu jadi-jadian yang muncul.
Setiap kali ada hantu yang muncul mas galen akan bersembunyi dibelakangku dan memegang erat tanganku membuat jiwa usilku terpanggil.
Sebelum mencapai pintu keluar kami kembali dikejutkan oleh sosok kuntilanak jadi-jadian, kali ini bukan boneka tapi manusia yang perlahan berjalan mendekati kami dengan suara tawanya yang khas.
Aku tau itu hanya make up, tapi tetap saja terlihat menyeramkan!
Mas galen yang hampir lari karna didekati kuntilanak itu segera ku tahan dengan kuat.
“ Mas aku mau kamu foto sama kuntilanak ini” seruku pada mas galen yang semakin memucat wajahnya.
Aku berusaha menahan tawa sekuat tenaga dan berusaha menampilkan wajah memohonku.
“ Ini maunya baby lohh....” ku keluarkan jurus andalanku hingga membuat mas galen menganguk dengan kaku. Hahaha salah mas galen juga yang sangat percaya jika kemauan ibu hamil tidak dituruti bisa menjadikan anaknya ileran.
Mas galen tampak tersiksa berdiri disamping kuntilanak jadi-jadian yang semakin gencar menakut-nakuti mas galen. Tanpa menunggu lama aku langsung mengabadikan moment yang sangat langka ini.
Setelah beberapa kali jepretan mas galen langsung lari menuju jalan keluar membuatku tertawa melihat tingkahnya, ya ampun ternyata mas galen yang selama ini bisa membuat orang takut dengan wajah datarnya itu bisa ketakutan juga.
Aku menyusulnya dengan tetap berjalan santai sambil sesekali tertawa melihat foto mas galen yang kentara sekali sangat ketakutan dengan wajah pucat.
__ADS_1
Maaf ya mas... habisnya kamu menggoda banget buat diusilin sih..