Mas Dosen-Ku

Mas Dosen-Ku
D-Day


__ADS_3

Author come back yuhuuu...


Like & komen dong...


 


\~\~\~


 


Happy Monday....


Monster Day!


Sejak pukul empat subuh aku sudah bangun dan melakukan aktivitasku sebagai istri, yah walaupun Cuma masak sarapan tapi mulai sekarang aku harus bisa bangun lebih awal. Apalagi alasannya? Ya kan aku udah kerja gimana sih.


Saat aku sudah sibuk berperang dengan peralatan dapur, mas galen tentu masih terlelap.


“ Ngh... yang... “ gumam galen


Tidak mendapati istrinya yang biasanya berada di dekapannya pun membuat galen bangun dan melirik jam, belum juga subuh kenapa istrinya udah ngilang?


“ Yang...” galen berseru dengan suara serak-serak seksinya.


Hening


“ Sayang.....” teriak galen lagi.


“ Apasih ngga usah teriak-teriak! Ini masih pagi buta! “ jawab naya dengan berteriak juga, ngga ngaca emang.


“ Ya kamu juga teriak tuh! “ seru galen membalas istrinya.


Karna tak ada sahutan, galen memutuskan turun ke lantai satu dan melihat apa yang sedang di lakukan istrinya.


“ Kamu ngapain ? “


“ Hah! Astaghfirullah mas! Ngga usah bikin orang jantungan kenapa sih! “


Tidak memperdulikan omelan istrinya galen mendekat dan melongok apa yang sedang dilakukan istrinya pagi buta begini, enakan juga kelonan malah masak.


“ Ngapain sih yang? “


“ Ya mas liatnya apa? Aku lagi kayang? “ sinis naya


“ Ngapain masak pagi buta gini, mau hajatan emangnya? “ sahut mas galen


“ Takut telat mas.... kan naya udah mulai kerja jadi masaknya harus lebih pagi dong.. “


“ Ohh... “ balas galen singkat dan berlalu kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya, lumayan lima menit sebelum adzan subuh.


Di hari pertama bekerja, aku memutuskan memakai rok putih dan atasan berwarna putih berbahan satin yang lembut, dipadukan dengan kerudung dan tas berwarna khaki.


Awalnya aku pikir untuk karyawan baru akan diwajibkan memakai standar pakaian kerja biasanya, kemeja putih dan bawahan hitam. Ternyata perusahaan mas galen membebaskan seluruh karyawannya baik yang baru ataupun yang lama dalam berpakaian, yang penting masih sopan.


“ Mas bagus ngga kalo naya pake ini? “ tanyaku sambil berputar di depan mas galen yang sudah duduk di meja makan.


“ Ish kok malah bengong sih! “ ujarku sewot karna mas galen hanya memandangku saja.


“ Cantik banget... “ ucap mas galen


“ Iyaa kan... ini baju dari mama loh, waktu mama pergi ke paris itu mas... “ ujarku

__ADS_1


“ Kamu yang cantik sayang, bukan bajunya. “ sahut mas galen membuatku mencibir.


Selesai dengan acara sarapan aku bergegas mengambil tasku dan meminta tangan mas galen untuk salim.


“ Naya berangkat dulu ya mas... “ ucapku setelah mencium tangan mas galen.


Bukannya dilepaskan malah ditahan tanganku sama mas galen.


“ Kamu mau kemana? “ tanya mas galen masih dengan menggenggam tanganku.


“ Kerjalah. “ sahutku cepat


“ Mau berangkat sekarang? “


“ Iya mas... naya udah pesen taksi loh... “ ucapku sambil berusaha melepaskan genggaman tangan mas galen.


“ Loh kan kita berangkat bareng... ? “ tanya mas galen bingung.


“ Ngga mau ah, nanti heboh lagi kalo berangkat bareng mas galen mah. “ sahutku


“ Ngga bisa dong, sekarang kita udah ngga main petak umpet lagi loh nay... “ ujar mas galen dengan raut kesal.


“ Hari ini aja ya... besok dianter supir deh.. “


“ Ngga! “ jawab mas galen tegas


“ Bii....Bibi...... “ teriak mas galen tiba-tiba memanggil bibi.


“ I..iya tuan...”


“ Bi bilang pak satpam, kalo ada taksi atas nama nayara kasih uang ini, bilang aja naya berangkat sama suaminya. “ ucap mas galen kemudian memberikan beberapa lembar uang berwarna merah ke bibi.


“ Mas..... “ rengekku, berharap mas galen akan luluh.


Dengan terpaksa aku berangkat satu mobil dengan mas galen, sepanjang perjalanan aku memajukan bibirku dan mengacuhkan mas galen yang sibuk menyetir!


“ Aku turun di halte dep... “


“ Ngga! “


“ Ish nyebelin...! “ jeritku dengan gemas memukul lengan mas galen.


Saat mobil berhenti di depan lobi kantor aku tetap diam di tempat sedangkan mas galen bersiap turun.


“ Ayo turun kan udah sampai. “ ujar mas galen


“ Parkir di basemant atau kamu tidur di luar lagi. “ ucapku dengan raut muka datar tanpa ekspresi.


Dari lirikan mataku, bisa ku lihat mas galen dengan panik bergegas kembali menyalakan mobilnya, padahal hampir saja petugas valet membuka pintu bagian kemudi seperti tugasnya setiap mas galen ke kantor yaitu menggantikan mas galen memarkirkan mobilnya.


Aku menahan tawaku, ternyata Cuma ancaman tidur di luar yang ampuh agar mas galen mau menuruti permintaanku.


Begitu mobil sudah terparkir di basemant aku langsung melihat sekitar yang sepi, aman.


“ Jangan sok kenal, awas kamu kalo sampe kita papasan trus sengaja manggil. “ ancamku lagi pada mas galen yang hanya bisa mengangguk pasrah, aku langsung mengambil tangan mas galen untuk pamit dan keluar mobil tak lupa menutup pintu dengan bantingan keras.


***


Prok prok prok


“ Mohon perhatiannya semua... kita kedatangan anggota baru di divisi finance ya... silahkan perkenalkan dirimu. “ ucap seorang pegawai HRD yang kemarin mewawancaraiku.

__ADS_1


“ Baik, perkenalkan nama saya nayara mayasari, kalian bisa memanggil saya naya. Mohon bantuannya.. “ ucapku diakhiri dengan membungkukkan sedikit badanku.


“ Nah nanti ridwan yang akan membimbing kamu ya nay, good luck. “


“ Baik bu, terimakasih. “ ucapku sebelum si pegawai HRD pergi.


“ Halo nay, kenalin gue ridwan. “ ucap seorang lelaki berparas manis dan uluran tangannya.


“ Hai kak, aku naya. “ ucapku dan menjabat tangan kak ridwan.


Setelahnya aku berkenalan dengan penghuni divisi finance lainnya yang jumlahnya ada sepuluh orang termasuk kepala divisi.


Kak ridwan kemudian mulai menjelaskan tentang pekerjaanku.


“ Anjirr bukan kaleng-kaleng ini orang.. “


“ Bener banget, dia kayak mau fashion show gilak. “


“ Tas nya punya LV yang limited gaes, itu satu tas bisa banget buat beli satu unit apartemen di SCBD.. “


“ Gila banget sumpah, dia anaknya pengusaha siapa yak? “


“ Ngga tau cuy, nanti pas makan kita harus kepoin nih... “


Saat naya sibuk memahami penjelasan ridwan mengenai job desc nya, ada empat wanita yang sengaja bergerumbul untuk ghibah.


Drttt Drrtt


“ Halo....”


“ Makan bareng yuk...? “


“ Maaf salah sambung. “ aku akhiri panggilan mas galen dengan gemas, ya masa baru hari pertama kerja di mana harusnya aku sibuk adaptasi malah diajak makan bareng kan ngaco.


“ Nay... makan bareng kuy.. “ ajak kak rara dan tiga orang perempuan di belakangnya yang aku iyakan dengan senang.


Fyi di divisi finance cewenya Cuma ada lima termasuk aku, lima sisanya cowo.


“ Ehm nay, gue mau nanya dong tapi maap nih ye kalo rada sensitip... “ ucap kak serli saat kami sedang menikmati makanan di restoran dekat kantor.


“ Nanya apa kak? “


“ Itu... tas lo beli sendiri? Beli di mana? “


“ Ohhh.... ini dikasih suami aku kak.. “


Uhukk uhukk uhukk


Secara bersamaan ke empat wanita yang sedang makan bersamaku tersedak setelah aku menjawab pertanyaan kak serli, aku hanya mengernyit bingung, mereka kenapa kok bisa tersedak barengan?


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2