Mas Dosen-Ku

Mas Dosen-Ku
Hormonkah?


__ADS_3

Jangan lupa Like, Komen, Vote, Share ya gaes wkwk


Happy reading <3


\~\~\~


“ Hahaha liat deh mas, mereka masih ribut di grup.. “ ujarku pada mas galen yang sedang menyetir


“ Mereka kaget banget tadi.. “ sahut mas galen


“ Iya hehe, berasa kaya dulu lagi ya mas pas aku masih kuliah hehe.. “


“ Ya sama aja sebenernya, kamu kan ngga mau publikasi di kantor nay... “


“ Kamu kok nyalahin aku! Kan yang sibuk dinas keluar kota terus itu kamu! “ seruku kesal, enak aja aku dituduh ngga mau publikasi hubungan padahal kan nyatanya mas galen yang pergi terus jarang ada di kantor.


“ Ehm, iya iyadeh.. mas yang salah.. “ ujar mas galen mengalah


“ Ya emang kamu yang salah! “ seruku sebal, mungkin emang bener hormon ibu hamil itu neraka. Sebelumnya aku bisa tertawa karna teman-teman kantorku ehh ngga lama jadi kesel karna hal sepele masalah mengakui kesalahan, ngga tau lah.


Setelah mobil berhenti di garasi aku langsung keluar dan membanting pintu mobil dengan kencang, pak rahmat yang berniat membukakan pintu saja sampai terlonjak kaget.


Aku tidak peduli dan langsung naik ke kamar, capek.


Walaupun rasanya sangat malas tapi aku memaksakan diri untuk mandi kilat, agar tidurku nyenyak.


Tapi itu hanya angan-anganku saja saat baru merebahkan tubuh perutku justru mual, karna tidak bisa menahannya lagi aku langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutku.


Huekk


Huekk


Galen yang tadi mampir ke dapur dulu untuk membuatkan istri tercintanya susu ibu hamil pun terkejut mendengar suara orang muntah-muntah saat ia masuk kamar.


“ Sayang... “ seru galen dan bergegas menyusul istrinya


Tampaklah naya yang terduduk di lantai masih berusaha memuntahkan isi perutnya ke kloset.


Galen langsung menghampiri istrinya, ia mengumpulkan rambut naya agar tidak terkena muntahan dan memijat tengkuknya.


“ Masih mual? “ tanya galen pada naya


Baru kali ini naya muntah-muntah sehebat ini setelah ia tau naya hamil, galen tentu tak tega melihat istrinya yang terlihat sangat lemas itu.


“ Udah mas... “ lirih naya


Galen pun menggendong naya untuk dibaringkan di ranjang.


“ Lemes banget... “ rengek naya


“ Mau makan lagi? Nanti mas suruh bibik siapin makanan.. “ tawar galen yang mendapat gelengan dari naya


“ Minum susu dulu ya... kamu belum minum susu kan.. “ bujuk galen


“ Ngga mau mas.... mau tidur aja, ngantuk. “ ucap naya lirih dengan mata yang perlahan terpejam memasuki alam mimpi.


Galen hanya bisa menghela nafasnya melihat susahnya menjadi wanita hamil, saat menunggu naya sadar di rumah sakit ia mendapat begitu banyak wejangan dari mama papanya, yang paling utama adalah sabar.

__ADS_1


“ Good night my wife... dede jangan bikin mama kesulitan ya... “ ucap galen dengan sebelah tangan mengelus perut rata istrinya dan memberikan sebuah kecupan di sana.


Sebelum menyusul istrinya galen membersihkan badannya terlebih dahulu, kemudian tidur dengan memeluk sayang istrinya.


***


“ Sayang... bangun dulu yuk, udah siang loh kamu belum sarapan.. “ aku mendengar suara mas galen tapi aku enggan membuka mataku yang terasa sangat berat.


“ Ngh..ngantuk... “ ucapku lirih


“ Sarapan dulu yuk... “ ucap mas galen lagi disertai dengan usapan pada rambutku.


“ Emh.... nanti.. “ sahutku


“ Ya udah, jangan lupa ya, harus makan. Mas berangkat sekarang kalo gitu soalnya ada meeting... “ pamit mas galen yang tidak aku tanggapi dan memilih lanjut tidur.


Cup


Bisa aku rasakan kecupan mas galen di kening dan perutku.


Beberapa jam kemudian aku terpaksa bangun karna merasa sangat lapar, masih dengan baju tidur aku turun ke meja makan untuk sarapan yang terlambat.


“ Bik, masak apa? “ tanyaku pada bibik yang berada di dapur


“ Sayur sop non.. “


“ Tolong siapin ya bik, saya mau sarapan.. “ ucapku


Hemm sopnya wangi banget, pasti enak deh anget di perut, tapi....


Huekk


“ Non... ngga papa? “ aku bisa melihat bibik yang panik melihatku yang lemas tak berdaya.


“ Bik, mau duduk di sofa.. “ lirihku, bibik langsung dengan sigap membantuku berjalan menuju sofa ruang TV.


“ Non, mau bibik ambilkan sopnya lagi? “


“ Engga bik, mual banget... “ jawabku


“ Mau dibikinkan apa non? “ tanya bibik yang ku jawab gelengan kepala


“ Mau tidur aja.. “ ucapku lirih, kemudian tidur lagi di sofa.


Setelah memastikan nyonya nya tidur, bibik pun segera menelfon tuannya untuk melapor, yah sebelum berangkat ke kantor galen memang berpesan untuk selalu mengabarinya mengenai kondisi sang istri.


“ Halo mas, ini... non naya ngga mau makan.”


“ Ngga mau sama sekali bik? “


“ Tadi baru makan sesuap langsung muntah lagi mas, sekarang si non tidur di sofa ruang TV. “


“ Huufftt oke bik, saya pulang sekarang. “


“ Baik mas. “


Tak berapa lama kemudian galen pulang dan menemukan istrinya masih terlelap di sofa.

__ADS_1


“ Bik.... “


“ Iya mas.. “


“ Tolong buatkan jus ya, strawberry buat naya sama alpukat buat saya. “


“ Baik mas.. “


Galen harus memikirkan cara lain agar istrinya tetap mendapatkan nutrisi.


“ Sayang... “ panggil galen untuk membangunkan naya


“ Ngh...mas kok udah pulang? “ tanya naya dengan suara serak khas bangun tidur


“ Iya... kamu ngga bisa makan, muntah-muntah mana bisa tenang mas kerja. “


“ Hemm... peluk...” rengek naya


Galen pun langsung membawa naya ke dalam pelukannya yang hangat, hal itu dapat mengurangi rasa pusing di kepala naya.


“ Permisi mas, ini jusnya.. “


“ Ohh iya bik, makasih ya.. “


“ Sayang... minum jus ya? Biar perutnya keisi, kasian loh dede nya ngga dikasih makan. “ bujuk galen


“ Muall....” rengek naya


“ Sedikittt.. aja, ya? “


“ Ya udah, sedikit... “


Galen pun memberikan jus strawberry kesukaan istrinya itu, namun yang terjadi naya justru kembali mual padahal gelas jusnya belum sampai ke mulutnya.


Huekk


“ Emm...” gumam naya langsung menggelengkan kepalanya saat galen kembali menyodorkan gelas jusnya.


“ Ngga mau yang itu... mau yang itu... “ rengek naya seraya menunjuk gelas jus milik galen


Galen mengernyit heran, biasanya istrinya ini selalu tergila-gila dengan semua jenis makanan yang ada strawberry nya tapi kenapa sekarang engga? Malah meminta jus alpukat miliknya, apa karna hormon ibu hamil kali ya? Galen menduga-duga.


Galen pun menyodorkan gelas jus miliknya, dan naya bisa meminumnya tanpa merasa mual, bahkan sampai habis. Kan, hormon ibu hamil kayaknya inimah. Pikir galen.


“ Udah...” ujar naya kembali merebahkan tubuhnya dalam pelukan sang suami.


“ Mau makan apa lagi sayang.. “ tanya galen dengan lembut


“ Mau toast alpukat sama jusnya lagi...” ujar naya


“ Oke sebentar ya.. dibuatin bibik dulu... “ ucap galen kemudian meminta tolong pada bibik untuk dibuatkan pesanan istrinya.


Masih dalam kandungan aja udah ngikutin jejak bapaknya tuh anak, doyan alpukat haha.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2