
Like komennya dong.....
Bilangin ya kalo ada typo..
\~\~\~
“ Yang... sayang...”
“ Enghh...”
“ Katanya kamu ada interview? “ mendengar kata interview aku langsung membuka mataku lebar-lebar dan langsung bangkit duduk.
“ Hah... jam berapa sekarang? “ tanyaku linglung karena baru bangun
“ Jam tuju..... “
“ Ahhhh aku telat.....! “ segera aku berlari ke kamar mandi agar bisa mengejar waktu, karena jadwal interview adalah jam 8!
" Hhh....." mas galen hanya bengong melihat kecepatanku yang berlari dari tempat tidur ke kamar mandi.
Oh iya! Aku baru ingat semalam aku memaksa nemenin mas galen di ruang kerjanya sampe ketiduran! Aku ngga sadar mas galen memindahkanku ke kamar kami.
Aduh! Aku menepuk jidatku saat sadar kesalahanku yang lain, aku sama sekali belum belajar untuk interview! Mampuslah aku..... huhuhu....
Aku berlarian menuruni tangga menuju meja makan untuk pamitan dengan mas galen, dengan bertelanjang kaki bahkan wajahku pun masih pucat karna tidak akan sempat kalo aku pake make up di rumah, lebih baik aku make up di jalan saja.
Berbanding terbalik denganku yang sangat kacau, mas galen justru sudah tampil menawan dengan setelan kantornya sedang duduk di meja makan dan menikmati sarapannya.
“ Mas! Naya pamit ya mau berangkat sekarang.. “ buru-buru aku meraih tangan mas galen dan menciumnya.
Saat aku akan kembali berlari keluar rumah dan segera berangkat, mas galen justru menahan tanganku dan memaksaku duduk di meja makan.
“ Duduk dan makan. “ tegas mas galen
“ T-tapi....” aku mengurungkan niatku untuk membantah begitu melihat mata tajam mas galen yang menakutkan.
Akhirnya aku duduk dan sarapan sesuai perintah mas galen, aku pasrah ajalah kalo ujung-ujungnya telat datang wawancara.
“ Tenang.... kamu berangkat sama mas sayang... “ hampir saja aku memutar mataku mendengar ucapan mas galen, berangkat sama-sama pun tetep aja bakal telat hufftt.
“ Mas ayooo buruan... udah setengah 8 tau... nanti macet di jalan naya bakal telat...” aku berusaha menyeret mas galen ke arah mobil yang biasa mas galen bawa saat ke kantor.
__ADS_1
“ Eitss, pake jaket dulu... “ aku jelas bingung dengan perintah mas galen, untuk apa pake jaket segala? Tapi dari pada debat yang akhirnya akan membuang waktu dengan percuma aku memilih menurut.
Mas galen kemudian memakaianku helm yang biasa aku pakai saat membonceng mas galen di motornya, tunggu! Jangan bilang kami akan berangkat menggunakan motor?
“ Pake mobil bakal telat, ayo naik. “ Allahu akbar, aku udah berusaha membenahi diri di meja makan malah di ajak berangkat pake motor yang jelas akan merusak penampilanku terutama jilbabku! Astaghfirullah naya... sabar....
Setelah naik, mas galen langsung melaju dengan cepat untuk mengejar waktu agar tidak terlambat.
Dalam waktu lima belas menit aku dan mas galen sampai digedung perusahaan tujuanku, aku langsung turun, melepas helm dan meraih tangan mas galen untuk ku cium dan langsung bergegas masuk tanpa melihat sekelilingku yang lumayan ramai, tanpa tau ternyata mas galen juga ikut turun dan menyerahkan kunci motornya pada petugas valet.
Tepat jam 8 aku selesai berbenah dan menghampiri resepsionis untuk menanyakan ruangan interview, saat berjalan menuju lift untuk naik ke lantai 5 aku baru bisa memperhatikan lobby perusahaan yang terlihat sangat mewah sampai membuatku berdecak kagum.
Gila... dari lobby aja udah keliatan mewah banget, gimana tiap lantainya ya? Gedungnya juga tinggi banget sampe lima puluh lantai, ck... beruntung banget kalo aku sampai ketrima di sini.
Ting
Aku segera masuk lift yang mulai terisi beberapa orang, mungkin karyawan di sini.
“ Liat ngga lo pak bos tadi? Gila damage nya ngga main-main loh pas naik motor sport. “
“ Iya sumpah, keren banget... sayang udah punya pawang. “
Ting
Kata mbak-mbak resepsionis aku tinggal jalan lurus setelah keluar lift, benar saja setelah beberapa langkah aku menemukan emm, ratusan? Aku pikir jumlah orang yang sedang duduk di tempat yang terlihat seperti aula ini bisa mencapai lebih dari seratus orang.
Glek!
Aku menelan ludahku kasar, tanganku langsung dingin begitu melihat pesaingku yang jumlahnya tidak main-main. Hufftt aku mencoba tenang dengan mengatur nafasku dan melangkah mencari tempat duduk yang kosong.
Tak berapa lama setelah aku duduk, datang seorang wanita dengan pakaian khas orang kantoran, memberitahukan bahwa wawancara akan dimulai sekarang.
Satu persatu nama mulai di panggil untuk melaksanakan wawancara, aku yang menunggu namaku di panggil sungguh gugup. Aku beberapa kali mencoba mempelajari profil perusahaan, semoga aku bisa melewati interview ini dengan baik.
“ Saudari Nayara Mayasari... silahkan masuk. “
Bimillah, aku segera masuk ke ruang interview.
“ Halo, selamat pagi.. “ sapa seorang wanita berkacamata yang duduk di balik meja interview.
“ Halo, selamat pagi bu.. “ kamu bisa nay, kamu udah beberapa kali melakukan interview saat sekolah, ayo semangat...!
__ADS_1
“ Dari data yang saya baca kamu fresh graduate ya? “
“ Iya bu betul. “
“ Coba jelaskan secara singkat tentang dirimu. “ oke, aku sudah pernah melewati pertanyaan ini sejak SMA, saat mendaftar di organisasi.
Aku pun berhasil menjawabnya dengan lancar, itu membuatku semakin percaya diri untuk menjawab pertanyaan lainnya.
“ Good, bisakah kamu menjelaskan mengenai profil perusahaan yang kamu ketahui? “
“ Baik bu... perusahaan ini adalah salah satu perusahaan bidang pertambangan dengan fokus pada produksi berlian yang sudah masuk pasar internasional, yang didirikan oleh bapak Galen Ray Abrisam....” aku terdiam setelah mengucapkan nama pendiri perusahaan tempatku melamar pekerjaan, aku sungguh tidak asing dengan nama itu! bagaimana mungkin nama yang aku sebut adalah nama suamiku?
“ Tunggu! Perusahaan ini milik pak Galen Ray Abrisam bu....? “ tanyaku memastikan
Pegawai HRD di depanku mengangguk mendengar pertanyaanku, dan jangan tanyakan bagaimana reaksiku!
Aku jelas sangat terkejut!
Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya?! Aku benar-benar ceroboh!
Interview yang sangat aku impikan ini tidak lagi aku pedulikan, karna keterkejutanku membuatku hilang fokus selama sisa wawancara. Bagaimana bisa selama ini aku tidak mengetahui perusahaan mas galen! Bahkan sekarang aku sedang melamar pekerjaan di perusahaan suamiku sendiri! Ini benar-benar gila!
Aku keluar dari ruang interview dengan linglung, perusahaan yang sudah ku kagumi sejak melihat lobby nya ini ternyata perusahaan milik suamiku sendiri!
Belum sampai aku masuk lift, namaku kembali di panggil untuk masuk lagi ke ruang interview, aku yang masih dalam keadaan terkejut pun mengikuti wanita yang memanggilku dengan langkah gontai.
Baru saja aku duduk kembali, aku di sodorkan semuah amplop. Apa ini?
Aku membukanya dan ternyata isinya adalah surat.
“ Selamat, kamu di terima di GA Corp sebagai pegawai finance. Minggu depan kamu sudah bisa bekerja. “ ucapan wanita di depanku semakin menyadarkanku bahwa ini bukan mimpi, aku ikut berdiri untuk menjabat tangan orang yang mewawancaraiku dan mengucapkan terimakasih.
Ini sangat mengejutkanku!
AKU DITERIMA!
Bagaimana mungkin aku akhirnya bekerja di perusahaan suamiku sendiri, tidak cukupkah selama kuliah suamiku menjadi dosenku!
Sekarang suamiku juga menjadi Bosku!
__ADS_1