
' kriiiiiiiiiiiing......kriiiiiiing......' bunyi sebuah jam yang telah menunjukkan pukul 06.30. Ditambah dengan bunyi alarm dari sebuah telepon genggam yang tergeletak di atas sebuah meja, membuat ruangan kecil itu sangat berisik, namun sang pemiliknya tak menghiraukan apapun. Ia masih terlelap dan terlena dalam sebuah mimpi di bawah selimutnya.
"Alika.......Alikaaaaaaa....ayo bangun sayang" teriak bu Rani di lantai bawah rumahnya.
Ibu Alika terlihat sedang sibuk mengiris-ngiris benda yang membuatnya mengucurkan air mata. Celemek melekat pada tubuhnya. Sedangkan Pak Heru tengah menyeruput kopinya di atas meja makan.
"pah Alika masih belum bangun?" tanya bu Rani pada suaminya.
"sepertinya belum mah, biasanya dia kan bangun pagi , apalagi hari inikan hari pertamanya masuk sekolah"jawab pak Heru.
"aduh ini anak, mamah mau bangunin dulu ya pah". bu Rani segera naik ke lantai atas dan membuka pintu kamar Alika.
Nampak jelas putri kesayangannya itu masih terlelap dalam tidurnya, bu Rani menghampiri Alika dan menggoyang-goyangkan tubuh Alika.
"Alika,,,, Alika,,,Alika bangun sayang kamu udah kesiangan, lihat matahari sudah terik loh" ucap bu Rani.
Mata putrinya pun melek, Alika mengucek-ngucek matanya, mencoba menyadarkan diri dari dalam mimpinya. Ia menguap dan merentangkan tangannya yang masih berada di atas selimut.
"hoooaaahhh,,,, pagi mah,, jam berapa sekarang?" tanya Alika sepertinya sudah mulai sadar.
"cepat bangun ini sudah jam setengah tujuh, bukankah kamu mau berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali?". jawab bu Rani yang langsung membuat Alika terperanjat dari atas tempat tidurnya.
"apa? yang benar mah?" sambil melirik benda yang dari tadi mengeluarkan bunyi.
" aduh gawat, udah setengah tujuh bisa-bisa aku kesiangan"tambahnya.
"ya udah deh cepetan mandi dulu ,mamah mau ke dapur lagi nyiapin sarapan". bu Rani pun turun ke bawah lagi, sementara orang yang ia bangunkan kini telah berada di kamar mandi.
dug dug dug..... Alika turun dari lantai atas setengah berlari.
Bu Rani dan Pak Heru yang telah duduk di kursi meja makan pun melihat tingkah putrinya.
"Alika , sarapan dulu nak" titah pak Heru dengan nada yang lembut.
"Tapi ,Alika udah telat pah takut kesiangan nanti malu deh sama yang lain". jawab Alika
"Ayo , sayang sedikit aja ya" tambah bu Rani.
Alika sangat tahu jika ia tak mematuhi ucapan orang tuanya untuk sarapan ia akan malah semakin kesiangan.
"ya udah deh ,,," Alika menghampiri ibunya dan menyendok beberapa suap dari piring ibunya. Lalu bergegas untuk berangkat.
" udah ya,,, Dah mamah dah papah" ucap Alika meninggalkan kedua orang tuanya yang sedang sarapan.
__ADS_1
" Dasar anak itu" ucap bu Rani.
...****************...
Setelah berjalan beberapa menit dari rumahnya Alika pun kini telah berada di depan gedung sekolahnya. Para siswa lain pun sepertinya sudah banyak yang datang. Apalagi untuk siswa baru seperti Alika.
" akhirnya sampai juga". ucapnya sambil melewati pak satpam yang setia menjaga pintu gerbang sekolah.
Alika pun berjalan ke arah papan pengumuman untuk melihat pembagian kelasnya.
Di depan papan pengumuman terlihat beberapa siswa baru tengah berdiri dengan tujuan yang sama dengan Alika. Untungnya di sana belum terlalu banyak siswa jadi tak perlu berdesak-desakan.
Alika menajamkan pandangannya , untuk mencari namanya sendiri diantara deretan nama-nama siswa baru yang tertera di papan pengumuman.
"ya ini dia namaku". tunjuknya pada papan pengumuman . Namanya cukup mudah ditemukan karena huruf pertama namanya adalah 'A' huruf pertama dalam alfabet.
Lalu Alika menurunkan telunjuknya ke bawah dan melihat bahwa nama DEA PUTRI yang tak lain adalah teman pertamanya di sekolah ini berada di kelas yang sama.
" yes,, Dea sekelas denganku" dengan senyuman yang tulus. Ia pun bergegas ke ruang kelasnya ,karena ia ingat pada saat MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) Dion menunjukkan ruangan itu.
...****************...
Setibanya Alika di ruang kelas barunya ternyata beberapa siswa sudah tiba duluan. Rata-rata dari mereka memilih tempat duduk di barisan paling depan, berbeda dengan Alika sejak dari rumah ia telah memantapkan niat dirinya untuk di bangku paling belakang. Karena menurut Alika tempat itu sepertinya akan menjadi tempat duduk paling nyaman.
" hai ,,,, Al kita sekelas ya.." sapa Alika kepada Aliando teman satu kelompoknya ketika MPLS.
" iya Alika,, loe pilih duduk di sana?". jawab Aliando melihat Alika memilih tempat duduk paling pojokan dan di pinggir jendela.
"iya gue udah niat mau duduk di belakang terus deket jendela, apalagi jendela ini langsung melihat ke arah lapangan dan halaman sekolah, jadi gue gak bakal jenuh pas pelajaran" jelas Alika.
"em iya deh". sementara Aliando duduk tepat di samping bangku Alika.
Jika dihitung dua kursi dari kursi Alika.
ketika Alika dan Aliando bertegur sapa , terlihat Dea masuk ke ruangan itu. Karena memang Dea pun akan berada di kelas ini.
Dea : " hei pagi Alika,, akhirnya kita satu kelas juga ya". menghampiri Alika
Alika : " pagi juga Dea,,, gue seneng juga deh"
Dea :" ini siapa?" menanyakan tentang seseorang yang tadi terlihat sedang mengobrol dengan Alika.
Alika :" oh ini,. dia satu kelompok saat kita MPLS"
__ADS_1
Aliando : " hey,, kenalin gue Aliando". sambil melambaikan tangganya.
Dea : " gue Dea, salam kenal ya,. Alika kita sebangku yuk"
Alika : " tak masalah, ini bangkunya" tunjuk Alika pada meja di hadapannya.
Dea : " masa di belakang sih,. gue dari dulu suka duduk di bangku paling depan loh".
Alika : " yaaa gimana dong,, gue udah bersemangat banget duduk di sini"
Dea : " pindah yu Alika,,, ayolah...loe kan baik"
Dea mencoba membujuk Alika untuk pindah ke depan, sedangkan Alika sepertinya tetap teguh dengan keinginannya.
Tiba-tiba seseorang menjadi pusat perhatian di ruangan kelas itu, namun orang itu tak mempedulikan sekitar ia nyelonong masuk begitu saja dan langsung duduk di bangku kosong samping Aliando.
Aliando :" loe di kelas ini juga Raja?"
Raja : " eumm.... bangku ini kosongkan?"
Aliando : " iya kosong"
' jadi dia di kelas ini juga?' tanya Alika dalam hatinya, Alika ingat karena tadi saat ia melihat papan pengumuman ia hanya melihat sampai nama Dea Saja.
Berbeda dengan Dea yang telah mengetahui bahwa Raja akan berada di kelas ini. Melihat Raja duduk di seberang bangku Alika , Dea pun memutuskan untuk duduk di samping Alika.
Dea : " iya deh kita duduk di sini aja Alika" sambil duduk di samping Alika.
"hai teman-teman" sapa Gilang yang sangat ceria dengan melambaikan kedua tangannya.
Gilang : " hei Dea kita sekelas ya, bukankah ini pertanda jodoh?" sapanya pada Dea.
Alika : " baru bangun udah ngimpi aja loe lang".
Gilang : " eh sorry Alika, ternyata loe ada di sini juga ,gue gak lihat karena yang terlihat dimata gue cuman ada Dea seorang" . pura-pura tak melihat Alika padahal kan Alika gak kecil-kecil amat.
Gilang : " hei Raja, hei Al... wah seru banget di kelas ini orang populer seperti Raja aja ada di sini"
Aliando :" hei lang,,, mungkin cuman loe yang gak populer di sini" ejek Aliando.
Gilang : " yaaa loe mah!... eum baiklah ladies karena Dea ada di bangku terakhir ini, jadi gue akan selalu berada di depan mu, biar kau mudah untuk melihatku" gombal Gilang tak lupa dengan kedipan sebelah matanya. Gilang pun duduk di bangku yang berada tepat di depan Dea.
Like, comment and vote 🙏🙏🙏
__ADS_1