Masa SMA

Masa SMA
KETUA KELAS


__ADS_3

Hampir seluruh siswa di sekolah elit ini , tengah sibuk memilih tempat duduk masing-masing terutama para siswa baru. Berbeda-beda orang berbeda pula keinginannya ada yang memilih di depan, di tengah, di belakang bahkan sampai ada yang berebut. Walaupun sekolah ini sekolah elit dan kebanyakan berasal dari keluarga kaya namun tetap saja masa SMA adalah salah satu fase bagi para remaja , dimana di masa ini hampir setiap anak remaja akan memulai mencari jati dirinya, masa transisi, masa pubertas , masa yang paling rentan , masa paling indah bagi sebagian besar orang karena tak akan bisa terulang lagi.



Bel sekolah pun telah berbunyi membungkam setiap insan yang tengah ribut itu, yang tadinya sedang rebutan meja maupun kursi kini mereka mulai belajar mengalah satu sama lain , karena memang tak ada lagi waktu untuk meributkan hal-hal seperti itu. Semua siswa pun duduk di bangkunya masing-masing, termasuk di kelas Alika. Semua temannya kini telah duduk rapih.


Seseorang yang mengenakan pakaian dinas dengan begitu rapih pun masuk ke dalam kelas Alika. Seorang yang tak asing lagi bagi para siswa di dalamnya.


" selamat pagi semuanya,,,, apa kabar? semoga kita semua baik-baik saja" sapa guru itu.


"sepertinya kalian tak asing lagi yang dengan ibu, kita telah bertemu ketika masa pengenalan lingkungan sekolah dulu. Namun tetap saja ibu akan menyebutkan nama ibu ... Saya ibu Sisil, yang akan menjadi wali kelas untuk kelas ini" perkenalan kedua bagi bu Sisil.


Para siswa di kelas itu pun menyambut bu Sisil sebagai wali kelasnya dengan bertepuk tangan.


" untuk pagi ini, ibu akan mengabsen dulu kalian semua, supaya kalian saling mengenal karena ibu yakin kalian semua tidak mengenal satu sama lain".jelas bu Sisil


Bu sisil sebagai wali kelas ini pun mulai menyebutkan satu persatu nama dalam sebuah *draft* yang ia bawa. Setiap siswa yang disebutkan namanya harus berdiri agar semua bisa mengenal satu sama lain.



Setelah bu Sisil selesai mengabsen siswa kelas itu, ternyata seluruh anggota kelompok Dion dan Livy ketika masa pengenalan lingkungan sekolah satu minggu yang lalu itu berada di kelas yang sama dengan Alika. Rangga Permana, Mirza Setya, Viona Marry, Aliando subianto, Dea Putri, Raja Mahardika Wijaya, Gilang, Novita Nabila , dan satu lagi yaitu Della Sonia yang kini telah duduk tepat di depan bangku Raja. Della duduk sebangku dengan Novita Nabila.


"baiklah semua siswa telah hadir, hal yang akan kita lakukan hari ini adalah memilih seorang ketua kelas" ucap bu Sisil setelah selesai mengabsen para siswa yang berada di bawah tanggung jawabnya.

__ADS_1


Siswa-siswa kelas itu pun bertepuk tangan dan beberapa orang bersorak seperti akan diadakan pemilihan presiden saja.


"Sebelum kita memilih, barang kali ada yang ingin mengajukan diri?" tanya bu Sisil.


Sebenarnya jika menjadi seorang ketua kelas, itu akan menaikkan kepopuleran kita. Namun, bagi sebagian orang terutama orang yang rajin dan pintar itu hanya akan mengganggu waktu belajar mereka. Karena harus berurusan bahkan bertanggung jawab untuk semua teman sekelasnya.


Maka dari itu ketika bu Sisil bertanya siapa yang akan mengajukan diri kelas ini hanya diam saja. Namun tiba-tiba Della Sonia mengacungkan tangan.


"bu..." ucap Della dengan mengacungkan tangan kanannya.


"iya Della, kamu siap jadi ketua kelas?" tanya bu Sisil.


Della : " bukan bu, bagaimana jika ketua kelas dipilih berdasarkan nilai dari sekolah sebelumya". usul Dea


Mirza : " iya sepertinya ide yang bagus bu". Mirza sependapat dengan Della karena menurutnya jika ketua kelas adalah orang yang paling pintar di antara mereka, maka itu tak akan terlalu berpengaruh pada orang tersebut.


Alika yang sedari tadi diam hanya memperhatikan saja pun terkejut dengan ucapan Gilang. Karena hampir semua pandangan kini melihat ke tempat duduk paling belakang. Suara Gilang kan bukan main kerasnya.


Alika : " enggak bu, Gilang hanya salah bicara, ia bercanda bu" jelas Alika pada bu Sisil yang bahkan belum bertanya apapun.


Bu Sisil : " iya baiklah tak apa" ucap bu Sisil dan melanjutkan kembali penjelasannya mengenai ketua kelas.


Sementara di belakang mulailah sesi berbisik-bisik.

__ADS_1


Alika : " yah loe gila apa lang? kok nunjuk gue, malu-maluin aja loe!" nada kesal Alika dan menendang kecil kursi yang di duduki Gilang.


Gilang : " justru loe harusnya ngucapin terima kasih ama gue,, gue udah mencalonkan loe buat jadi ketua kelas, dulu kan pas di SMP loe juara pertama makanya soal nilai pasti loe juaranya"


Alika : " itukan dulu, loe lihat dong siswa-siswa di sini , sepertinya mereka gak sembarangan dalam masalah nilai, gue pikir kalau di sini gue yang kedua dari terakhir sebelum loe deh" ejek Alika.


Sementara Dea hanya mendengarkan Alika dan Gilang yang saling berbisik-bisik.


Bu Sisil : " baiklah sepertinya kita semua telah sepakat untuk memilih ketua kelas berdasarkan nilai dari sekolah sebelumya" bu Sisil pun melihat ke data yang ada di tangannya.


Bu Sisil : " setelah ibu lihat ternyata nilai kalian semua , pada bagus-bagus dan yang akan menjadi ketua kelas adalah orang yang memiliki nilai tertinggi yaitu atas nama Raja Mahardika Wijaya".


Siswa-siswa kelas itu pun cukup terkejut dengan nama itu, ternyata selain tampan, kaya Raja pun anak yang pintar. Entah apa yang menjadi kekurangan Raja.


Mereka semua pun bertepuk tangan untuk sang ketua kelas baru. Sementara yang diberi sambutan meriah tak menunjukkan ekspresi apapun.


Bu Sisil : " silakan Raja untuk maju ke depan, perkenalkan dirimu".


Raja pun maju ke depan kelas, ia berjalan bak model yang berada di atas catwalk. Lihat saja semua pandangan siswa perempuan yang menatap lurus pada Raja terkecuali Alika yang memilih melihat ke luar jendela yang ada di sampingnya.


Raja : " perkenalkan nama saya Raja Mahardika Wijaya, 17 tahun, dan saya harap kita semua bisa akur" perkenalan yang sangat singkat tanpa basa-basi apapun.


Walaupun sambutannya sebagai ketua kelas baru sangat singkat namun teman-temannya tetap bertepuk tangan. Raja pun dipersilahkan duduk kembali oleh bu Sisil.

__ADS_1


Bu Sisil : " cukup sekian pertemuan dengan ibu kali ini, selanjutnya pembelajaran akan dimulai oleh setiap guru mata pelajaran. Jika ada yang ingin ditanyakan kalian bisa menghubungi Raja, dan nanti Raja yang akan membicarakannya dengan ibu". Bu Sisil pun keluar dari ruang kelas itu.


Like, comment and vote ..... 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2