
Kini trio kwek kwek sedang berjalan menuju kantin
Sesampai nya di kantin
"lo yang mesan ya frid?" tanya lisa sambil menatap frida
"oke, lo berdua cari tempat duduk sana." ucap frida
Cantika pun dan Lisa mencari tempat duduk, dan akhirnya pun dapat
"ni pesanan lo berdua." ucap frida sambil meletakkan pesanan cantika dan lisa
"makasih beb." ucap cantika dan lisa barengan
"eh tumben kak Andre ga datang ke kelas tdi." ucap frida sambil mengunyah makanan nya
"mungkin dia lagi sibuk." ucap cantika sambil memakan bakso
"oh." ucap frida sambil menganggukkan kepala nya
Mereka pun melanjutkan makanan nya. Setelah 20 menit mereka pun telah selesai makan. Mereka pun segera bangkit berdiri dan langsung berjalan menuju kelas
"lo berdua duluan aja ya ke kelas, soalnya gue mau ke perpustakaan dulu." ucap cantika dan diangguki oleh Lisa dan Frida
Cantika pun langsung menuju ke perpustakaan. Ketika menuju perpustakaan cantika merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Ia pun menoleh ke belakang tetapi tidak ada siapapun di belakang nya
"keknya perasaan gue aja kali ya, buktinya gak ada yang ngikutin gue." ucap cantika tidak ambil pusing dan memilih berjalan kembali
Ketika cantika ingin melanjutkan perjalanannya, Tiba tiba ada yang menutup mulut nya sehingga Cantika pun tidak bisa bernapas dan pingsan
***
Kini Cantika diletakan di gudang dengan mulut nya yang sudah di tutup lakban, kaki dan tangan nya pun sudah di ikat dengan tali
Cantika pun tersadar. Ia pun melihat sekelilingnya.
"Ya Tuhan dimana aku." batin cantika sambil tetap melihat sekelilingnya
Tiba tiba seorang perempuan dan laki laki muncul di depan cantika
"lo ingat kan siapa gue?" ucap santi sambil mencengkeram wajah cantika. dialah yang membuat rencana ini semua untuk membalas dendam kepada cantika
Cantika pun kaget melihat Santi yang ternyata dalang dari semua ini
__ADS_1
"lepasin gue." ucap cantika yang masih mulutnya ditutup lakban dan terus memberontak untuk dilepasin
Santi pun membuka lakban mulut itu
"oh kasihan nya kamu, sayang sekali gue tidak akan melepaskan lo! biar aja lo mati membusuk disini!." ucap santi sambil menampar wajah cantika. Cantika pun hanya bisa menangis karena mendapat tamparan dari santi
"asal lo tau, gue udah lama pengen balas dendam sama lo! tapi sayang nya rencana gue baru terwujud sekarang karena lo terus terusan nempel dengan Andre, sehingga gue pun sulit untuk menculik lo!" ucap santi sambil mencengkram wajah cantika yang sudah memerah akibat ulah nya
"dan gue senang sekali, gue bisa balas dendam sama lo! Andre pun tidak menolong lo hahahaha." tawa santi yang bergema di ruangan itu
"jaga dia, awasi dia terus! jangan sampai dia kabur dari sini. kalau dia kabur, nyawa lo akan terancam!." bentak santi kepada cowo yang di samping nya
"oke bos." ucap suruhan santi
"lepasin gue!." teriak cantika sambil nangis
Santi hanya menatap nya dengan sinis, Ia pun langsung keluar dari gudang itu
"dari pada lo bising, mending gue tutup mulut lo pakai lakban lagi." ucap suruhan santi sambil menutup lakban ke mulut cantika. Cantika pun memberontak, tapi mulut nya tetap dilakban. Ia pun hanya bisa menangis meratapi keadaan nya yang sekarang
"Ndre, kamu dimana? tolong bantuin aku." batin cantika sambil terus menangis
***
Kini Lisa dan Frida sedang menunggu Cantika di kelas
"mungkin buku yang dicari nya belum dapat." ucap lisa dengan tenang
"okelah." ucap frida
Kelas pun berbunyi, menandakan pelajaran akan dimulai lagi. Lisa dan Frida yang mendengar bunyi bel itu pun langsung kembali ketempat duduk mereka masing masing. Mereka pun langsung fokus kepada pembelajaran yang diajarkan pak Beni sebagai guru Bahasa Inggris
"Lis" ucap frida agak pelan sambil menoleh kebelakang. Lisa yang merasa dipanggil oleh Frida pun langsung menyahut
"ada apa?" tanya lisa sambil menatap wajah Frida
"ini udah lama banget lis, udah 1 jam 20 menit kita nungguin dia, dan dia juga belum datang." ucap frida khawatir dengan keadaan Cantika
"eh iyaya, kok dia lama banget aturannya dia sudah sampai sebelum pelajaran pak beni." ucap lisa yang juga khawatir dengan keadaan Cantika
"gue takut dia kenapa kenapa lis, bagaimana ini?." tanya frida yang sudah sangat khawatir dan langsung menoleh kebelakang dengan menatap wajah lisa. Ia pun sudah tidak peduli lagi dengan pelajaran yang diajarkan pak Beni
"gue juga takut dia kenapa kenapa frid, perasaan gue juga gak enak. tapi gimana, pak Beni masih menerangkan di papan tulis, ga mungkin kan kita cabut diam diam." ucap lisa sambil menenangkan sahabat nya frida
__ADS_1
Karena mereka terlalu asik untuk berbicara, Mereka pun tidak tau kalau pak Beni dari tadi menatap mereka berdua dengan tatapan tajam
"eh kalian berdua! ngapain bicara bicara disaat saya menerangkan pembelajaran! bentak pak beni sambil menatap tajam ke arah frida dan lisa
Mereka yang merasa nama nya di panggil, langsung menoleh ke depan
"****** gue." batin frida sambil menatap wajah pak beni dengan ketakutan
"aduh si bapak, ngapain juga si dia ngelihat gue dan frida lagi ngomong. aturannya tadi gue tutup aja mata nya pas dia ngajar, pasti dia gak akan melihat kami berdua. eh tapi kalau di tutup mata nya, pasti dia jatuh lah kalau berjalan." batin lisa sambil menatap pak beni
"apa yang kalian bicarakan?" tanya pak beni sambil berjalan mendekat kearah tempat duduk frida dan lisa
"a-a-anu pak." ucap frida yang terbata bata. Sementara lisa pun juga sedang ketakutan dengan mata tajam dari pak Beni, Ia pun memikirkan bagaimana cara nya supaya pak Beni tidak memarahi mereka berdua. Tiba tiba munculah ide nya dari kepala nya seperti bola lampu yang hidup
"anu apa!?" bentak pak beni
"gini pak, perut frida itu dari tadi mules mules aja, jadi si Frida tadi minta tolong sama saya buat ngawani dia ke UKS. Tapi saya bilang sama dia tunggu bentar lagi, soalnya bapak masih mengajar." ucap lisa berbohong agar pak Beni tidak memarahi mereka
"Ya Tuhan bantu lah hamba mu ini, Semoga si bapak yang botak ini percaya dan tidak memarahi kami." batin lisa
"benar begitu frida?" tanya pak beni yang sekarang suaranya agak sedikit lembut
Frida pun tidak tau mau menjawab apa, karena sbenarnya dia tidak sakit perut. Dia hanya mengkhwatirkan sahabat nya Cantika. Ia pun menoleh ke arah lisa untuk meminta jawaban, Lisa pun menganggukan kepala nya agar Frida berkata iya. Frida yang tau maksud tujuan Lisa pun langsung menoleh lagi ke pak Beni.
"i-i-iya pak, dari tadi perut saya mules mules terus pak." ucap frida berakting sambil memegang perut nya yang tidak mules itu
"aturannya kamu itu permisi aja sama saya, gak usah sampe bicara bicara di belakang. kalau kalian berdua bising, nanti jadi menganggu murid murid yang sedang konsentrasi belajar. ngerti kalian berdua? tanya pak beni dengan suara lembut
"maaf pak." ucap frida dan lisa barengan
Pak Beni hanya tersenyum menanggapi maaf mereka. "Yaudah sekarang kalian berdua langsung ke UKS aja." ucap pak beni yang membuat Frida dan Lisa kaget. bagaimana gak kaget, rencana bohongan mereka pun berjalan mulus sehingga mereka pun bisa kabur dari pembelajaran pak Beni
"ya pak, makasih ya pak." ucap frida. Sementara Lisa pura pura memapah frida
Mereka berdua pun telah meninggalkan kelas. Mereka pun enggak berakting lagi
"ufff, akhirnya bisa keluar juga." ucap frida lega
"iya gue aja gak nyangka, kebohongan gue bisa membawa kita kabur dari pembelajarannya. dan lo juga lihat tadi kan pak Beni senyum pulak lagi sama kita,keknya dia kesambet kali ya." ucap lisa yang khawatir dengan pak beni yang tersenyum tadi
"mungkin kesambet jin botak kali ya. Kan sesama botak mana tau bisa masuk." ucap frida yang membuat lisa bergidik ngeri
"udahlah ngapain juga kita mikirin pak Beni, mending kita cari Cantika." ucap lisa dan diangguki oleh Frida
__ADS_1
Mereka pun langsung mencari Cantika di area sekolah
"Hallo readers, tetap dukung author terus ya jangan lupa juga like, komen dan vote. supaya author makin semangat untuk membuat cerita nya. terima kasih."