
Kini terlihat seorang kepala keluarga dan 2 anggota keluarga nya, berada di depan sebuah meja yang telah tersaji beberapa hidangan di atasnya. Yang tak lain adalah Pak Heru , Bu Rani, dan putri tunggalnya Alika. Karena dulu Alika sempat hampir punya adik namun karena sebuah kecelakaan bu Rani pun akhirnya keguguran.
"Bagaimana dengan sekolahmu nak?" buka pak Heru.
" Iya, kamu belum bercerita pada mamah" tambah bu Rani.
" sejauh ini baik-baik saja, bahkan sepertinya jika dulu aku tak jadi mendaftar, Aku akan menyesal sekali deh." jawab Alika dengan santai.
"Loh, memangnya kenapa?" Bu Rani, agak khawatir.
"itu loh mah, bangunannya luas dan megah banget"jelas Alika
" eummm..... kalau gak salah yang mengerjakan pembangunan sekolah itu adalah keluarga Mr.Alexander " pak Heru menerangkan.
"Pantas saja itu kan perusahaan yang besar" sambung bu Rani.
'Alexander,, nama itu terasa gak asing deh' batin Alika.
"Aku yakin di sana aku akan betah deh. Apalagi ada teman Alika yang sekolah di sana juga mah , pah".ucap Alika.
" Memangnya siapa sayang" tanya Bu Rani.
"Gilang Rahardian, teman Alika pas SMP" jelasnya.
"oooh .. iya Gilang teman kamu yang orang kaya itu, yang suka nolongin kamu??" tanya pak Heru.
"iya pah, dan tadi juga di sana Aku udah punya teman baru"
"Siapa?"tanya bu Rani.
"Namanya Dea, dia juga sepertinya berasal dari keluarga yang ada, namun ia sangat ramah malah dia duluan yang ngajakin aku kenalan" tutur Alika.
__ADS_1
" Syukur deh kalau banyak orang yang baik sama kamu" kata bu Rani.
"Papah juga senang dengarnya" pak Heru.
mereka pun melanjutkan makan malamnya.
...****************...
Sang raja siang masih malu-malu menampakan sinarnya, burung-burung bernyanyi dengan indah, bunga-bunga pun terlihat basah karena sebuah benda yang memberinya air. Jalan raya pun mulai dipadati kendaraan pribadi maupun umum. Mungkin hari ini akan menjadi hari yang cerah. Secerah semangat seorang gadis yang baru saja keluar dari kamarnya bergegas memakai sepatu yang berada di depan pintu rumahnya.
"Mah, Alika sekolah dulu ya" pamit nya kepada sang ibu yang sedang mencuci piring di wastafel.
"Iya sayang , hati-hati ya" balas ibunya sembari melihat sang putri pergi.
...****************...
Alika pun sampai di depan gerbang sekolah barunya.
"Alika ...Alika" panggil seseorang. Alika pun menengok ke belakang.
"Hey Gilang" sapa Alika.
" Dea belum datang? " tanya Gilang.
"gak tahu tuh, gue baru dateng, emangnya kenapa?"
"Gue kan satu kelompok sama Dea,,, emang bener ya kalau jodoh gak kemana" dengan wajah yang ceria.
"ah dasar loe". ketus Alika
Ketika Alika dan Gilang saling sapa tiba-tiba hampir seluruh pasang mata yang ada di sana mengarah pada mereka berdua. Gilang dan Alika pun bingung memang apa yang mereka lakukan hingga menjadi pusat perhatian...
__ADS_1
"Tidid ,,Tidid", suara klakson sebuah mobil membuat Gilang dan Alika menengok ke belakang dan ternyata itu sang ketua OSIS, Dion Alexander yang baru saja datang dengan mengendarai mobil sport warna kuningnya.
Semua orang tampak terkagum-kagum melihat sang ketua OSIS itu. Gilang dan Alika pun bergegas minggir dari tengah jalan.
"WooooooW.... itukan mobil keluaran terbaru". ucap Gilang dengan muka takjubnya dan terus memandangi mobil itu hingga tak terlihat Alika melihat ekspresi temannya itu.
"Cuman gara-gara sebuah mobil saja loe lupa soal Dea" Sindir Alika.
"eh iya... maaf maaf,. ya udah kita masuk yuk, gue mau cari Dea" ajak Gilang, mereka pun pergi.
...****************...
Kini para siswa baru telah berkumpul di lapangan sekolah, untuk melanjutkan acara MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS).
"Selamat pagi semuanya" Buka livy di depan para siswa baru ,
" Hari ini kita akan melanjutkan acara MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH, yaitu kita akan mengunjungi seluruh bangunan yang ada di sini"
"Seperti yang kita telah ketahui, kalian semua sudah dibagi menjadi beberapa kelompok" tambah Dion.
"Nanti kita akan memberikan satu mentor kepada tiap kelompok, agar bisa memandu dan mejelaskan bangunan atau gedung yang kalian kunjungi" lanjutnya.
"namun sebelum itu kami akan mengabsen kalian semua, supaya bisa berbaris sesuai kelompok masing-masing" sambung Livy.
Seorang anggota OSIS pun mengabsen satu persatu, dan sesuai arahan para siswa baru pun berbaris berdasarkan kelompoknya. Namun ketika diabsen seorang siswa baru ternyata belum datang.
Tiba-tiba saja seorang siswa berjalan ke tengah-tengah lapang tepatnya ke depan semua yang hadir di sana, yang pasti langsung menjadi pusat perhatian. Siswa laki-laki berkulit putih dengan tubuh tingginya , rambutnya ala-ala oppa korea, lengkap dengan kaca mata hitam ,sambil mengusap rambutnya dan perlahan melepaskan kaca mata hitamnya itu.
'Dimana pun ia selalu mencari perhatian' batin Dion dengan pandangan yang dingin pada siswa yang baru datang itu.
"Dia kan....." ucap Alika tanpa sengaja.
__ADS_1