
" ini dia siswa terakhir Raja Mahardika Wijaya" ucap anggota osis yang sedang mengabsen.
"jadi benar dia Raja Mahardika Wijaya yang aku..." Alika sangat terkejut dan melebarkan matanya lebar-lebar, takutnya ia salah lihat.
"Loe kenal dia?"tanya Gilang.
"euh... itu .. bukan, enggak eh maksudnya belum"Alika terbata-bata.
Ternyata bukan hanya Alika yang terkejut Dea pun ikut terkejut dengan kedatangan Raja, jika Alika terkejut karena tak menyangka Raja berada di sekolah yang sama, sedangkan Dea terkejut saking senangnya.
RAJA MAHARDIKA WIJAYA
Salah satu pangeran dari keluarga konglomerat, ia dipercaya pasti akan mewarisi perusahaan-perusahaan besar milik keluarganya. Apalagi kakek dan neneknya yang sangat terkenal. Ayahnya pun sudah menjadi salah satu pengusaha yang sangat sukses. Penampilan Raja sudah sangat sesuai dengan namanya, rambut yang dipotong rapih, kulit putih, tinggi, tubuh yang atletis, tambah lagi apapun yang ia kenakan bukan barang-barang yang sembarangan. Namun berbeda dengan anak orang kaya lain , jika mereka selalu diantar jemput supir, Raja memilih mengendarai mobil sportnya sendiri. Hampir mirip dengan Dion Ketua OSIS.
"Karena semua orang telah hadir, kami akan sebutkan mentor setiap kelompok". Kata Livy
Anggota OSIS yang bertugas mengabsen pun menyebutkan satu persatu mentor untuk tiap kelompok dan kebetulan kelompok Dea Mendapat mentor Livya, sedangkan kelompok Alika mendapatkan mentor Dion.
Setelah mendapatkan mentor masing-masing mereka dipersilahkan untuk memperkenalkan diri masing-masing, Karena mungkin saja mereka baru kali pertama bertemu walaupun sesama siswa baru.
Setiap kelompok pun masing-masing membentuk sebuah lingkaran kecil, kelompok Alika bersebelahan dengan kelompok Dea. Dea melirik kearah kelompok Alika 'Jadi dia namanya Raja' batin Dea dengan senyuman kecilnya.
"Aduh sial banget gue , gak bisa sekelompok sama Raja padahalkan..." ujar Della Sonia salah satu anggota kelompok Dea namun tiba-tiba ucapannya terhenti, karena pandangan tajam dari seorang Livy.
Sementara itu dikelompok sebelah.
Dion : " Kalian pasti sudah tahu siapa gue, jadi sekarang kalian bisa perkenalkan nama kalian masing-masing" sambil menunjuk ke arah siswa yang berada di sampingnya.
Raja :" gue Raja"
Gilang : "hallo semuanya, perkenalkan nama saya Gilang Rahardian"
Aliando :" Nama saya Aliando, mohon bimbingan dari semuanya"
Novita : "Saya Novita Nabila, senang bisa satu kelompok dengan semuanya".
__ADS_1
Tinggal satu anggota terakhir yang akan perkenalan. ' gadis itu,, ternyata benar dia sekolah di sini' batin Dion.
Alika: "Saya Alika, salam kenal semuanya"
'jadi gadis ceroboh itu namanya Alika, penampilannya cukup unik' Dion bicara sendiri dalam hatinya.
...****************...
Sepertinya setiap kelompok sudah berkenalan dengan masing-masing, selanjutnya mereka pun melakukan tour atau kunjungan pada setiap bangunan yang ada di sekolah itu dengan cara bergilir. Para mentor pun memberikan penjelasan untuk setiap bangunan yang mereka kunjungi.
Livy : " ini adalah ruang siaran dan rekaman , setiap kali ada pengumuman ataupun berita yang harus diumumkan kepada seluruh siswa akan disiarkan dari sini" jelas Livy pada kelompoknya yang sedang ada di ruang rekaman.
...****************...
Berbeda dengan kelompok Livy yang sedang berada di ruang siaran, kelompok satu ini sedang berada di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh buku-buku yang tertata rapih di atas rak-rak yang tinggi. Di depan pintunya tertulis jelas LIBRARY.
"Kalian pasti sudah tahu ini tempat apa, dan untuk apa" seru Dion sambil berjalan memasuki ruangan itu.
Gilang :" iya ini tempat favoritnya orang-orang pintar, dan pasti gak akan pernah jadi tempat favorit gue, iya kan?" sambil menepuk pundak seseorang yang berada di sampingnya. Namun orang itu hanya diam, mengabaikan ocehan Gilang dan malah pergi begitu saja.
mereka pun masuk ke dalam perpustakaan itu.
Dion : " Waktu kita masih banyak, jadi silakan untuk melihat-lihat dulu"
(sambil melihat jam tangan mewahnya).
Anggota Kelompok itu pun melihat-lihat secara terpisah, sedangkan Dion dan Gilang hanya duduk di sebuah meja yang ada di sana, karena Gilang anti sekali dengan buku-buku.
...****************...
Alika berjalan diantara dua rak-rak buku yang menjulang tinggi sambil melihat-lihat buku-buku itu. Langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang siswa memegang sebuah buku di tangannya ,sedang berdiri di hadapannya. 'Deg....' jantung Alika berdegup, tiba-tiba saja kenangannya kembali terbuka.
*flashback on
Alika kecil membuka sebuah pintu yang bertuliskan " perpustakaan"
__ADS_1
ia memasuki ruangan itu dengan perlahan ,mencari seseorang yang meninggalkan sebuah surat di atas bangkunya .
"Aku menunggumu di perpustakaan"
Tulisannya sangat singkat, namun karena Alika penasaran tentang penggemar rahasia yang selalu memberikannya hadiah . Ia pun bergegas menuju tempat yang disebutkan dalam surat.
Alika berjalan dan persis seperti hari ini, diantara dua rak-rak buku yang cukup tinggi ia melihat seorang anak laki-laki yang memegang buku.
"Raja?" tanya Alika dengan wajah yang sangat terkejut. Alika kira ia akan bertemu dengan penggemar rahasianya namun yang ada malah Raja.
"sedang apa kamu di sini" tanya Alika.
Raja pun berjalan menghampiri Alika ,tanpa menjawab pertanyaan dari Alika. Ia malah memegang tangan Alika dan menyerahkan sebuah gantungan tas yang sangat cantik.
"Ini hadiah terakhir dariku, hari ini aku akan pergi ke Amerika" ucap Raja dan pergi begitu saja meninggalkan Alika yang tengah mematung.
Ia tak menyangka bahwa selama ini orang yang selalu memberinya sebuah hadiah adalah Raja, yang selama ini ia sebut penggemar rahasianya adalah Raja.
"mana mungkin raja kan....."ucap Alika kecil. Yang Alika tahu Raja jarang sekali bergaul dengan teman-teman sekelasnya, Raja adalah anak yang dingin dan cuek , malah bisa dibilang ia tak peduli dengan orang disekitarnya. Sejak kecil Raja sudah punya segalanya , ia tak pernah bermain selain dengan sepupunya dan seorang teman masa kecilnya.
*flashback off
Pandangan Raja dan Alika pun bertemu.
"sudah lama ,sejak terakhir kita bertemu " ucap Raja.
mereka terakhir bertemu saat Alika berusia 9 tahun dan Raja 10 tahun, sedangkan kini 7 tahun telah berlalu.
'Apa? dia masih mengingatku?' hati Alika ,cukup terkejut dengan ingatan Raja.
" iya.." jawab Alika dengan ekspresi yang cukup canggung.
"Untuk semua siswa dipersilahkan untuk berkumpul kembali di aula sekolah" ucap seseorang yang sedang berada di ruang siaran, yang langsung memecahkan kecanggungan diantara dua orang siswa yang baru bertemu kembali setelah 7 tahun.
...****************...
__ADS_1
#please vote ya...🙏🙏🙏