
Silau kamera terus menyorot Nyonya Muda Kim dan sepasang anak kembarnya.
Jepret.! Jepret.! ' Nyonya. apa anda bisa memberikan kami sedikit informasi ?"
" Apa yang ingin kalian ketahui ?"
***Nyonya anda begitu sangat cantik dan awet muda . Apa yang menjadi rahasia Nyonya selama ini ? Bisa beri tahu kami*** ?"
" Hehe. Aku hanya menjalani kehidupan ku dengan sangat baik sama halnya dengan kehidupan orang lain . "
" ***Nyonya , Apa saat ini juga Nyonya merasa bahagia ? Meski Tuan Kim sudah jauh disana*** ?"
" Eum. Aku cukup bahagia meski sekarang dia sudah jauh disana tapi dia juga meninggalkan kado yang indah ?" Sambil mengusap kedua anak kembarnya.
" ***Nyonya apa boleh kami bertanya satu hal*** ?"
" Apa itu ?". Masih dengan senyum hangat nya yang terus menanggapi pertanyaan wartawan .
Semua wartawan itu melirik dengan lain dan melihat anak kembar itu yang hanya pokus dengan layar ponsel masing-masing dan terus berdiam diri di dalam mobil .
" Apa kalian ingin mewawancarai kedua anakku ?"
Semuanya menggeleng
" Lalu apa yang ingin kalian tanyakan? " Masih terus tersenyum meski ingin segera pulang dan beristirahat karena badan nya sudah tidak sekuat waktu ia muda dulu..
" ***Nyonya. Apa Nyonya masih belum menerima lamaran***\_\_"
" Diam kalian semua !" Dengan sorot mata tajam seperti elang , anak lelakinya bersuara memotong pembicaraan wartawan itu..
" Sayang " Dengan lembut menegurnya
" Ibu lebih banyak kita pulang dan istirahat, badan mu sudah tidak muda lagi " Masih dalam mode dinginnya..
" Baik baik baik. sepertinya kamu sudah bosan " Sambil bergantian mencium mereka.
Para wartawan itu semua hanya terdiam bagaikan patung pajangan. Seperti yang mereka duga anak Laki laki itu pasti mengeluarkan bisa mematikan nya dan menusuk bagaikan pisau yang tajam..
" Baiklah sepertinya semua sudah selesai. dan saya mau pulang " Kemudian ia menyuruh sopir untuk melajukan mobilnya
Dalam perjalanan pulang ia terus menatap sang putra yang terus bersedekap dada dan melihat ke arah luar.. Sangat berbeda dengan anak perempuan nya yang begitu hangat dalam bertutur kata namun pintar menjebak
Jika di pikirkan mereka sebenarnya tidak ada bedanya, Hanya pembawaan nya saja yang sedikit beda . Satunya Dingin Cuek Dan langsung ke intinya.
Satunya lagi humoris, Ceria dan terus berbicara dengan lembut namun menjebak.
ia selalu merasa pusing jika kedua anak kembar ini sudah bekerja sama.
" Sayang, bukankah Ibu sudah sering bilang jika berbicara itu harus lembut sedikit "
" Aku tidak suka Huh !" Masih terus melihat jalanan yang di penuhi kendaraan yang lalu lalang
" Dasar kamu ini, Nurun dari siapa sih " Sambil mengusap kepalanya
" Ayahku !". Jawab tegas
" Baik baik baik . " Anak perempuan nya cekikikan mendengar Ibu nya terus mengalah
". Nyonya kita sudah sampai " Sopir membukakan pintu untuk mereka bertiga.
Sepanjang jalan menuju tempat suaminya berada , ia tak hentinya meneteskan air mata.
Ia terus merindukan sosok pria itu yang sekarang hanya lah tinggal kenangan.
Kedua anak itu selalu merasa sedih setiap kali mereka mampir ke tempat itu karena itu akan membuat Ibu mereka selalu bersedih
" Ayah, apa kamu tidak merindukan kami ? Lihatlah Ibu , ia selalu sedih " Anak perempuan nya memeluk ibunya
" Dasar pria tak menghargai istri. Apa kamu tahu begitu banyak pria di luar sana yang terus melamarnya ? " Anak lelaki itu membuat Ibunya selalu shock dengan perkataan nya..
" Hei ! dia Ayahmu !" Tidak terima dengan perkataan sang kakak , Anak perempuan itu protes padanya....
" Aku hanya mengatakan fakta !"
__ADS_1
" Cih. Lihat dirimu Sangat berbanding terbalik dengan Ayah !"
" Itu hanya Pura pura. Padahal di belakang kamera Menyerupai Kutub Utara !"
" Cih. Dasar duplikat Kim !"
" Aku jauh lebih tampan darinya !"
" Hei itu karena kau mencuri ketampanan nya ! "
" Haaa! Aku tidak menjiplak ya !"
" Sudah sudah . Lebih baik kita berdoa untuk Ayah ya. " Karena sudah tidak tahan dengan ulah keduanya...
Mereka bertiga sampai di kediaman keluarga Kim dan hendak membersihkan diri untuk beristirahat. Namun mereka kaget karena di rumah sudah ada tamu yang tak di undang..
( ***Dasar pria batu*** ) Keduanya kompak dalam hati ..
" Ah , Kalian sudah pulang ?" Dengan senyum hangat menyambut ketiganya.
" Paman Lee. mengapa kamu di rumah kami ?" kedua anak kembar itu menyembunyikan Ibu mereka ke belakang punggung mereka..
" Ehem , aku hanya \_\_" Dengan canggung
" Jan kebetulan lewat ?" potong keduanya
" Ah, Oh itu " Tergagap dan bingung mencari alasan..
" Sayang tidak sopan seperti itu kepada tamu " Tegur Ibu Mereka.
" Ibu. Paman itu juga sepertinya ingin melamar mu !"
" Apa tidak boleh ?"
" Tidak !" Tegas keduanya
" Paman meski kamu membelah lautan _"
" Dan mengambil bintang di langit\_"
" Hadeh mulai lagi " Sang Ibu hanya memijit pelipisnya karena pusing dengan keduanya...
" Oh ya Paman kan ganteng "
" Speak Manhwa "
" Job syuting juga padat "
" Yang menjadi incaran para wanita "
" Mengapa kamu begitu repot terus mengejar istri orang lain ? Udah punya anak lagi !"
" Apa sekarang juga aku masih tidak punya kesempatan ?" Dengan tatapan berharap yang mengarah ke arah wanita itu.
" Itu\_\_"
" Ibu Diam " keduanya menatap tajam ibunya.
" Sudahlah, ibu mau istirahat saja. Maaf Eun Woo " Sambil berlalu meninggalkan mereka yang terus berdebat
Sambil menarik nafas dalam-dalam dia merebahkan diri di kasur dan mengusap tempat di mana dulunya itu adalah tempat sang suami. Ia tersenyum tapi menangis sambil mengingat kisah mereka.
Bahkan beberapa produser juga sering sekali menawarkan kerja sama untuk mengangkat kisah mereka menjadi sebuah drama. Namun entah kenapa ia masih belum bisa memutuskan.
" Sayang. Aku merindukanmu " Dengan terisak ia meringkuk di tempat tidur.
" Hei. apa kamu bisa mendengar ku ? Aku ingin sekali memeluk mu " Dia bangkit dari kasur dan melihat ke album kenangan yang indah yang tersimpan rapi sekali.
" Sungguh kisah yang sulit di bayangkan " Dengan terus membalik kenangan itu dan sesekali tersenyum kecil dan menangis juga.
" Sungguh pria yang luar biasa " Dengan kagum memuji suaminya.
" Maaf . maaf aku tak sengaja "
" Dasar wanita merepotkan !"
__ADS_1
" Hah ! "
" Sungguh membuat ku kesal saja !"
" Tidak ! Tuan jangan !"
" Sssttt. Diam aku ingin !"
" Apa kamu wanita malam itu ?"
" Bukan! Anda salah orang '
" Selamat kalian resmi menjadi sepasang suami istri "
" Sayang_ aku_ Mencintaimu !"
" Tidak ! Kumohon bangun ! Buka mata kamu ! Sayang !"
" Hu...hu...hu.. Apa waktu bisa di putar kembali ? aku ingin memelukmu " Dengan perasaan yang sangat hancur karena kehilangan suami ia menangis histeris.
. Kedua anak kembar itu terus memantau Ibu Mereka dari layar laptop yang terhubung dengan kamera tersembunyi yang mereka letakkan di kamar orang tua nya selepas kepergian sang Ayah.
" Ibu kami akan melindungi mu " Keduanya juga tampak berkaca-kaca karena sang ibu menangis dan tertidur dalam tangis kemudian bangun esok hari seolah tak terjadi apa-apa..
Baiklah mari kita kilas balik dari kisah diatas . Aku adalah seorang gadis yang tidak memiliki keluarga seorang pun , Dari kecil aku sudah hidup di jalanan dan meminta minta pada orang yang lewat lalu lalang di sekitar.
Aku sebenarnya dari panti asuhan dan kabur ketika masih umur sepuluh tahun. Karena tidak tahan dengan perlakuan mereka yang semena mena kepada kami .
Setelah kabur aku berharap ada orang yang mau mengadopsi aku tetapi apa yang aku pikirkan tidak sesuai dengan harapan ku.
Dua tahun dalam jalanan dan alangkah bahagianya aku ketika ada sepasang suami istri yang baik hati datang menghampiri ku dan membawa ku pulang dari jalanan
Mereka membersihkan aku , membelikan aku baju baru makanan enak dan semua kebutuhan aku di penuhi.
Ketika aku beranjak remaja , mereka menjualku untuk di jadikan perempuan bayaran dan di kirim ke luar negeri. Awalnya aku Bingung mengapa aku hanya bisa belajar mengenal huruf berhitung dan membaca . Itupun hanya di rumah saja ,
Rupanya Suparman aku tidak buta huruf saja dan tak di izinkan sekolah apalagi bergaul. Aku disembunyikan dari orang banyak dan di kurung di dalam rumah saja.
Tetapi nasib baik menghampiri ku sehingga aku tidak jadi di kirim ke tempat tujuan karena aku punya sedikit luka di paha ku karena pernah terjatuh dan luka itu masih membekas sampai sekarang.
Aku terombang ambing di negara orang lain tanpa tahu apapun. bahkan berbicara dengan bahasa Inggris juga aku tak tahu.
Lalu aku mendengar ada beberapa orang yang berjalan jalan dan mereka berbicara dalam bahasa Indonesia.
Aku bahagia dan menghampiri mereka kemudian mereka membantuku untuk berbicara kepada orang Korea dan mencarikan ku pekerjaan juga.
Kemudian aku di terima dalam sebuah gedung yang isinya bintang dunia semua. Aku diterima bekerja disana meski menjadi cleaning servis .
Mereka juga membelikan ku sebuah alat pintar untuk berkomunikasi dengan banyak orang. Aku sangat bahagia kala itu .
Dan selalu merasa puas dengan hanya menatap mereka yang selalu wangi dan berpaling rapi dan baru terus.
Hingga dimana aku mengidolakan seseorang yang aku pikir orang nya hangat seperti yang terlihat di layar dunia.
Aku selalu melihat nya dari kejauhan, Sampai sampai galeri hp ku saat itu di penuhi oleh foto dan videonya.
Hingga di suatu hari aku dan dirinya tak sengaja berpapasan. Dan aku hendak meminta tanda tangan nya lalu aku mendengar dia mengeluarkan kata makian saat ia Sedang sendiri.
" Dasar memuakkan! Perempuan semuanya memuakkan !" Aku terkejut mendengar nya dan tak mempercayai nya dia bisa berkata seperti itu.
" Cih! Apa apaan bau ini !" Dia melepaskan kemejanya karena itu bekas di peluk beberapa fans perempuan.
Lalu saat ia sedang lewat disaat aku bekerja mengepel lantai , ia terpeleset dan hampir terjatuh.
" Maaf maaf , maafkan saya " Aku gemetar sekaligus takut kepada nya.
" Tidak apa-apa . " ucapnya dengan senyum hangat membuat aku tercengang.
" Apa kau berharap aku berkata seperti itu ?"! Ucapnya dengan nada tinggi
" Hah ?" Aku shock sekali
Dia menatap ku dengan tajam dan menundukkan kepalanya membuat aku menunduk ketakutan.
" Oh bukan orang Korea ya " Dia tetus memperhatikan diriku membuat aku semakin takut.
" Ya sudah . lain kali hati hati " Katanya sambil berlalu meninggalkan ku yang masih kaget dengan dia.
" Apa dia orang yang sama ? " aku menepuk nepuk pipiku untuk sadar....
__ADS_1