Masalah Dengan Idol !

Masalah Dengan Idol !
episode 3


__ADS_3

" Kamu tahu tidak. Meskipun aku terkenal cuek dan dingin tapi Ayahmu melebihi jika sudah di balik kamera "



" Apa benar begitu ?" Hyun Jin sudah mulai tenang dan mendengar cerita tentang ayahnya



" Benar Paman masih ingat dengan jelas jika dia sudah marah " Suga sedikit bergidik membayangkan nya.



" Kalau soal itu aku juga tahu paman " Hyun Jin juga bergidik mengingat ayahnya marah



" Kamu tahu paman jhope pernah tidak berani lagi masuk ke dalam rumah " Suga tertawa mengingat menginginkan wajah jhope..



" Lagian paman Hobi juga jahilnya kebangetan " Hyun Jin juga tertawa mengingat jhope..



" Apalagi jika sudah bersatu dengan Jimin "



" Hahahaha " Hyun Jin tertawa



drrrrttt.. Ponsel Suga bergetar dan tertera nama My honey . " Hallo sayang ?"



( Sayang cepat pulang karena aku pusing dengan ulah anakmu !)



Suga terlihat terkekeh menerima panggilan dari istri nya , Hyun Jin merasa sedikit iri karena ia sudah tak bisa seperti dahulu lagi bersama ayahnya.



Setelah selesai bertelepon Suga kembali melihat Hyun Jin dan bercerita lagi tentang Kim Seokjin.



Setelah selesai bercerita mereka memutuskan untuk berpisah dan kembali ke rumah masing-masing.



" Dasar kakak tak berperasaan !" Sebut bantal sofa melayang ke arah Hyun Jin



" Dasar ku kan bukan anak kecil lagi ?" terus menghindar dari lemparan bantal yang beterbangan.



" Tapi aku kan maunya pulang sama sama " masih terus melempar



" Ada apa ini ?" Ibu mereka shock melihat banyaknya bantal yang berserakan.



" Ini semua akibat ulahmu "


" Dasar kakak penghianat "


Mereka akhirnya membersihkan kekacauan yang di sebabkan keduanya.



Para pekerja hanya tersenyum melihat kedua majikan mereka yang selalu menghibur ketika berada di dalam rumah.



" Jangan menyenggol ku " Sebal Hye Jin


" Dih dasar kepedean " sewot Hyun Jin


" Hei ini masih belum selesai " Hyun Jin menarik Hye Jin dan mereka kembali beradu argument.



" Cepat bereskan atau \_'"



" Baik Bu " Kompak keduanya membuat para pekerja tersenyum lebar.


Dengan cepat keduanya merapikan bantal bantal sofa yang berserakan di mana mana . Hingga semua terlihat tapi kembali baru berani menatap Ibu nya yang memantau keduanya.


" Ibu semuanya selesai " Mereka berdua memberi hormat layaknya pelayan pada jaman joesoen dan membuat semuanya tertawa..



" Ibu apa tidak bagus ?" Hye Jin merasa malu karena di tertawa kan.



" Sudah sudah , sini duduk " Karena kasihan melihat anak anaknya ia memanggil Keduanya untuk duduk di samping nya.



" Tadi ibu hanya sedikit emosi" Sambil menciumi Keduanya bergantian.

__ADS_1



" (,,,) " Hyun Jin terdiam



" Apa yang membuat mu emosi Bu ?" karena tidak tahu Hye Jin bertanya.



" Ibu hanya merindukan Ayah kalian " Ucapnya dengan menoel hidung Hye Jin



" Aku sudah memikirkan nya Bu " Hyun Jin membuat Ibunya menoleh padanya



" Sayang tidak apa-apa. jika kamu tidak menginginkan nya " Di usapnya wajah putra nya itu dengan lembut.



" Ibu , " Hyun Jin memegang tangan Ibunya yang masih berada di wajahnya



" Aku menyayangimu Bu. Sangat menyayangi Ibu " Sambil mencium tangan Ibunya Hyun Jin menetes kan air mata nya.



" Apa hanya aku yang tidak tahu apapun ?\* dengan wajah polos Hye Jin bertanya



" Sayang, bukan masalah besar kok " Di lakukan nya hal yang sama kepada putrinya .



" Jika Ibu di kejar wartawan lagi katakan pada mereka untuk menyiapkan konferensi pers untuk kita "



" Apa kamu menginginkan nya ?" Dengan wajah kaget.



" Benar , tapi kami ikut " Ucap Hyun Jin meyakinkan Ibunya.



" Baiklah " sambil tersenyum tapi air mata mengalir membasahi pipinya.



" Ibu kumohon jangan sedih " Hyun Jin mengelap tetesan air mata ibunya



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ketika sampai pada lokasi di adakannya konferensi pers , enam member BTS sudah sampai duluan.



" Hai kakak ipar " ucap Mereka bersama sama . Dia menatap ke arah putranya namun orang yang di tatap hanya memalingkan wajahnya.



" **Dasar anak Kim Seokjin** " batinnya sambil tersenyum.



" ***Nyonya kami sudah sangat lama menunggu kabar ini*** " Semua wartawan hampir memenuhi tempat itu .



" Hehe, aku terus menunggu ijin dari anak anakku "



" ***Apa sekarang Tuan Muda Kim sudah memberi ijin*** ?"



" Seperti yang kalian lihat " dengan tatapan tajam ...



" Dasar anak ini " Jimin memegang kepalanya.



" **Baiklah apa kita bisa mulai wawancara nya** ?"



" Iya , "



" ***Nyonya, bagaimana awal mula anda bertemu dengan Tuan Kim*** ?"



" Fans dan idola "



" ***Lalu apa yang membuatnya kalian bisa menjalin hubungan*** ?"

__ADS_1



" Hehehe cerita nya agak panjang "



" ***Awal terjadinya hubungan kalian*** ?"



" One night stand " Kedua anak kembar itu menoleh ke Ibunya.



" ***Hm baiklah , bagaimana awal mulanya*** ?"



" Itu terjadi ketika dia mabuk "


" Apa Setelah itu kalian langsung bersama?"


" Tidak, kami masih melewati beberapa ujian dan rintangan ?"



" ***Nyonya , apa sekarang anda bersedia jika kisah kalian di angkat menjadi sebuah drama Korea***?"



" Hm maka dari itu saya ada disini kan "


" Baik terima kasih atas kerjasama Nyonya"


" Sama sama "



" ***Apa kami boleh bertanya kepada kalian*** ?" Kini wartawan beralih kepada anak anak nya.



" Apa yang ingin kalian ketahui" Hyun Jin menekan tangan adiknya Suparman tidak macam macam.



" ***Tuan Kim , anda begitu mirip dengan Kim Seokjin*** "



" Karena dia Ayahku !"


" Seperti yang kita ketahui bahwa tuan Kim Seokjin begitu hangat dan humoris lalu mengapa anda berbeda ?"


" Itu karena kalian semua tertipu!"



Keenam member lain menahan tawa mendengar Jawaban yang Hyun Jin berikan.


Bahkan tak sedikit wartawan merasa gemas pada tingkah arogan nya itu.


" Mengapa kalian begitu terobsesi dengan cerita orang tuaku ? "



" ***Kami hanya ingin***\_'"



" Apa karena Ibuku berasal dari Indonesia dan bukan siapa-siapa ?"



" ***Tuanuda sepertinya anda dalah paham pada kami*** ?"



" Jangan sampai aku mendengar kabar miring tentang ibuku di media ! Jika hal itu terjadi aku akan membakar gedung tempat kalian Bekerja !" Semua wartawan terdiam mendengar ancaman itu.



Bahkan pimpinan perusahaan yang menginginkan terbit nya drama ini merasa kegat melihat anak itu bertingkah layaknya seorang pemimpin.



Keenam member lain sudah tidak tahan lagi dan berusaha mencairkan suasana.



" Baiklah apa wawancara nya sudah selesai ?"



" ***Sudah Tuan*** " Jawab seorang wartawan dengan raut wajah emosi dan konferensi pers itu pun berakhir .



" Sayang kamu kenapa ?"


" Aku hanya tidak suka melihat mereka meremehkan Ibu hanya karena Ibu tidak punya siapa siapa !"


" Aduh sifatmu ini "



" Dari Ayahku "


__ADS_1


" Hah. sudahlah Ibu nyerah berhadapan dengan mu " Sakit kepala bukan karena sakit


__ADS_2