Masalah Dengan Idol !

Masalah Dengan Idol !
episode 15


__ADS_3

" *Apa benar Kim Seokjin dan Im Ceongha pacaran? " *




" Aku sih gak yakin , apalagi setelah Jin bilang begitu kemarin " *




" Kalo aku jadi Im Ceongha sudah malu sih hahah..! " *




" Hati hati entar fans dia ngamuk " *




" Kita tinggal serang balik "


Pengakuan Seokjin seolah pas acara konferensi pers kemarin membuat banyak netizen berdebat, tak hanya itu bahkan fans antar dua kubu juga terlihat saling menyerang sehingga terjadilah saling sindir menyindir.



" Padahal dulu dia tak peduli sedikit pun " Kim Seokjin sekarang mampir ke Company lama BTS sebelum menjadi Idol terkenal seperti sekarang...



" Heh! dekat dari dulu ? dasar wanita serakah !" Jin terus mengelilingi asrama pertama mereka seolah melihat kembali awal awal dirinya debut .



Setelah puas melihat sekelilingnya dan membaca tulisan Army dari berbagai negara yang di tulis di tiap tiap dinding asrama lama BTS , Seokjin tersenyum membacanya ..



": Bahkan ada yang dari Indonesia?" Gumamnya.



" Baiklah akan aku tambah disini" Seokjin menulis kata tambahan di tulisan fans nya dari Indonesia . " **Hai Army Indonesia, saya berharap bisa memiliki pasangan yang dari Indonesia . bagaimana? apa kalian setuju** "



Setelah nya Jin pergi ke apartemen yang sekarang menjadi rumah bagi semua member BTS.



" Heh... kamu pikir aku akan menyerah setelah kejadian kemarin ?" Ceongha tersenyum licik dan tertawa membayangkan seperti apa nantinya reaksi Ibu Kim Seokjin mengetahui anaknya tertarik dengan perempuan yang tak sebanding dengan nya..



" Celinena Mia? Cih ! percuma namanya bagus !"



Mia yang sudah lelah sekali sehabis bekerja , langsung membersihkan diri dan pergi tidur. Baru beberapa detik terdampar di tempat tidur , Mia terbangun karena ponsel nya bergetar. " Siapa ini ?" Mia heran karena tidak ada nama pemanggil nya.



Karena terus bergetar Mia memutuskan untuk mengangkat nya dan terkejut sekali mengetahui siapa yang menghubungi nya.



Cepat cepat Mia turun dan keluar dari kost nya tanpa mematikan sambungan telepon itu.


. " A... ada apa anda kemari ?" Mia melihat sekeliling karena takut ketahuan.


" ambil itu. "



" Hah ! Tiket ? Buat saya Tuan ?"



" Hm . kau bisa mengajak temanmu supaya tidak canggung menonton sendiri " Ternyata Seokjin mencari Mia dan memberikan dua tiket gratis kepada Mia.



" Terimakasih Tuan akan saya pergunakan dengan baik " Mia ingin pergi dan lanjut tidur



" Mau kemana ?" Langkah kaki Mia terhenti dan menoleh ke belakang



" Tidur " jawab Mia


__ADS_1


" Setelah kau menemaniku makan malam baru kau bisa tidur dengan nyenyak !" Seokjin menarik Mia dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil ...



" Sepertinya Tuan sangat suka tempat ini ya ?" Mia kembali di bawa ke tenda tempat makan langganan Jin.


. " Berisik duduk dan pesan makanan mu !" Mia langsung duduk karena takut dengan wajah datar Seokjin


" Baik "



" Astaga ... kalian datang lagi ?" Ibu penjual langsung mengingat wajah cantik Mia



" Nyonya Han, saya datang kemari untuk makan " Seokjin langsung membuat Ibu penjual itu kesal



" Heh ! padahal wajahmu seperti orang benar , tapi lihatlah sikapmu itu !" Meskipun kesal namun Penjual itu tetap melayani Seokjin dan Mia ..



" Mengapa kau tertawa ' Seokjin memandang Mia yang sudah gemetar menahan tawanya..



" Tidak , aku tidak tertawa tuh ' Mia melihat keluar dari tenda yang menutupi mereka,


. " Tante , apa Tante tidak malu Jin punya hubungan dengan gadis ini ?" Ceongha memperlihatkan foto Mia kepada Ibu Kim Seokjin.


" Siapa nama gadis ini ?" Nyonya Kim itu terlihat tenang sambil minum teh yang ada di tangan nya.



" Namanya Mia Tante . Coba Tante lihat baik baik dia ini hanya seorang gadis yatim-piatu dan hanya bekerja sebagai cleaning servis " Ceongha berusaha untuk memanas manasi hati ibu Kim Seokjin



" Ceongha, kamu tenang saja dan tunggu kabar dari Tante " Nyonya Kim itu membelai tangan Ceongha dengan sayang sambil tersenyum..



" Yes aku menang !" Ceongha bersorak dalam hati.



" Apa Kim Seokjin benar benar menyukai gadis itu ?" Nyonya Kim juga terlihat kepikiran dan mengingat anaknya selalu menjadi sorotan dunia membuat dia khawatir.




" Dasar tak punya perasaan, jangan jangan kamu akan pergi bersama Tuan Park itu ?"



" He,em " Ina menjadi malu karena Mia tahu dia akan pergi bersama kekasihnya.



" Apa pak ketua akan mengijinkan kita pergi ?" Bisik Mia pada Ina



" Mia sayang ku , kan konser nya malam hari " Ina menggenggam lengan Mia



" Oh iya ya ! " Jawab Mia.



Sepanjang bekerja Mia terus semangat dan tersenyum karena dia bisa merekam BTS sepuasnya dan mengunggah nya di media sosial milik nya.



" Padahal dia aslinya baik , tapi kenapa wajahnya selalu kaku ya kalo di belakang kamera ?" Mia masih belum terbiasa dengan perubahan yang Seokjin perlihatkan..


...----------------...


" Sarah ! ayo ke Korea lagi " Teman teman Sarah yang berjumlah tiga orang dan empat dengan dirinya selalu berlibur ketika ada peluang.



" Kalian kalo mau masuk ke dalam kamar aku ketuk dulu kek !"



" Sarah apa kau tidak tahu kalo Bangtan akan mengadakan konser di Seoul !"


. " Apa ? beneran ? " Semua temannya mengangguk semangat


" Oke ... ayo bersiap dan tentunya dengan alasan yang sama hehehe " Mereka berempat tersenyum satu sama lain.


__ADS_1


" Mengapa perasaan ku tak enak begini ya ?" Bima merasa akan ada badai yang menyerang dirinya tapi belum tahu apa itu.



" Nih buat kamu " Mia menyodok satu tiket pada Bima



" Kamu memanggil ku hanya untuk memberikan ini " Bima tak habis pikir dengan Mia , tadi dia begitu tergesa-gesa keluar dari RS Seoul Medical center karena Mia ingin berteriak dengan nya.



" Bima temani aku pergi yuk " Mia menggoyang goyangkan tangan Bima .



" Tapi Mia aku ini dokter lho. dokter..."



" Bima aku mohon please !" Bima langsung menguyel uyel wajah Mia karena gemas pada Mia .



" Oke, tapi jika temanmu yang lain melihat kita dan mereka bertanya kamu jawab apa ?"


Bima tersenyum melihat wajah Mia yang enak di pandang mata menurut nya.


" Hum iya juga ya . gimana kalo Abang " Wajah Bima berubah masam mendengar kata kata Mia



" Oh gak cocok ya , kalo pacar kan lebih gak mungkin " Mia kebingungan dengan nama ala cocoknya dengan mereka



" Pacar yah, boleh juga tuh " Senyum Bima kembali terbit..



" Tapi kita kan gak pacaran Bim, cuma teman "



" Gapai Mia kan cuma jadi alasan aja " Bima mengusap kepala Mia dan memberantaki rambut Mia sehingga yang empunya marah ..



" Bima... aku baru sisir rambut lho " Mia kesal dan ingin memukul Bima , tapi karena Mia menginjak batu kecil membuat badan nya tak seimbang dan jatuh ke kepelukan Bima



" Apa aku tampan ?" Bima akhirnya menyadarkan Mia karena mereka sudah dua menit bertatapan..



" Ah .. ha-ha. aku pulang dulu ya Bim " Karena canggung Mia ingin pergi namun batu kecil itu berulah lagi sehingga Mia terjatuh kembali ke pelukan Bima ..



" Anu Bima , aku tak sengaja " Mia gelagapan karena jatuh untuk kedua kalinya ke pangkuan Bima .



" Loh Bima , apa yang kamu lakukan ?"



" Sssttt. Seperti ini saja dulu yah, kumohon " Bima memeluk Mia dengan erat seolah tak mau melepaskan Mia ..



" Apa ada sesuatu " Mia bertanya dalam pelukan Bima.



" Tidak. tapi biarkan aku lebih dekat dengan mu boleh kan Mia ?" Pertanyaan Bima membuat jantung Mia berdetak kencang.



" Bima kamu tidak mungkin kan ?"



" Iya . aku menyukai mu Mia . bahkan aku menyukai mu pada pandangan pertama kita jumpa " Bima mengusap rambut Mia yang mendongak melihat'nya tanpa melepaskan pelukan mereka.



" Apa aku masih punya kesempatan ?"



" Bima biarkan aku berpikir dulu boleh ?" Mia tak tahu harus berbuat apa dan bingung juga mau menjawab apa .



" Oke , aku akan menunggumu " Bima tersenyum manis ..

__ADS_1


__ADS_2