
" ehem. kalau begitu aku pergi ke arah sini " Karena malu sudah ketahuan Seokjin merasa canggung sekali..
" Gak papa kok , katanya kamu mau cari seseorang? siapa ?" Mia membuat Jin kebingungan dan mencari alasan untuk berbohong tetapi Bima sudah gemetar menahan tawanya ..
" Apa kamu baru saja di selingkuhi ? astaga ?" Mia gak habis pikir seorang Kim Seokjin di hianati ..
" Hahahaha 🤣🤣🤣🤣!" Bima tertawa terpingkal-pingkal dan memegang perutnya yang sakit karena tertawa..
" Diam kau !" Jin melotot padanya
" Jadi kamu beneran di selingkuhi ya ? terus kami tahu gitu ?" Mia memukul bahu Bima karena tertawa terus. padahal Mia salah paham..
" Hahahaha 🤣🤣🤣🤣!" Bima masih belum berhenti tertawa
" Hei tutup mulutmu itu " Jin memperingati Bima supaya berhenti menertawakan nya
" Kurang ajar! siapa yang sudah berani selingkuh dari Idolaku !" Mia terlihat emosi dan meremas kuat cup minuman yang terbuat dari plastik itu sehingga keriput dan isinya bertumpahan ...
" Aku akan melabraknya !" Mia hendak masuk kembali dan Seokjin Langsung menarikan " Iya aku di selingkuhi " ungkap Jin
" Maka dari itu aku meminta mu supaya berpura-pura jadi pacarku !" Seokjin mendekap Mia dan melotot kearah Bima yang masih mesem mesem..
" Ya sudah aku pergi dulu . sepertinya kalian bisa pulang bersama " Bima pergi duluan karena tadi saat film berlangsung ia mendapat telepon dari perawat yang selalu mendampingi nya Ketika melakukan pertolongan terhadap pasien.
" Oh ya Mia , kamu tidak usah membayar uang yang sudah aku berikan ya " Ledek Bima dan tujuan nya adalah Kim Seokjin..
" Pergi sana !" usir Seokjin.
" Haha selamat bersenang-senang" Bima pergi dan tinggal Jin dan Mia saja yang masih berdiri di depan Bioskop.
" Apa kamu lapar ?" tanya Jin.
" Nggak, aku udah makan tadi bareng Bima " Seokjin kesal karena Mia memanggil nama Bima dengan akrab sedangkan dengan nya di panggil Tuan.
" Sepertinya kalian sangat dekat " Entah perasaan apa yang Seokjin rasakan ,
" Hum, kami memang dekat. jika bukan karena Bima aku tak tahu harus kemana dan entah jadi apa tadinya hidup ku ini " Seokjin semakin kesal karena bukan dia yang menjadi pertama bagi Mia
" Hehehe. "
" Mengapa kau tertawa ?" Jin bertanya mengapa Mia tertawa padahal gak ada yang lucu..
__ADS_1
" Aku merasa lucu saja . bisa bisanya seorang idol di selingkuhi " Mia masih salah paham..
" Hadeh. " Jin menyentuh kepalanya karena masih di salah pahami
" Mending aku antar kamu pulang saja " Jin memilih jalan pintas karena tak mau mengatakan yang sebenarnya.
" Tidak usah , kebetulan bus datang " Mia masuk ke dalam bus dan Seokjin juga ikut naik .
" Bukankah arah kita berlawanan Tuan Kim ?" Mia heran tiba tiba Seokjin duduk di kursi sebelah nya.
Seokjin hanya diam saja dan menutup mata untuk beristirahat selagi bus masih berjalan. " Dasar aneh " Mia melihat keluar jendela
. Setelah sampai di depan kost Mia merasa lelah karena Jin masih mengikuti nya.
" Hei Nona . mengapa kamu meninggalkan kekasihmu hah !" Sopir bus menyuruh Mia untuk membawa Jin keluar..
" Kamu mau ngikutin aku sampai kapan Tuan ? Ini sudah tengah malam " Sebal Mia
" Aku akan pulang setelah kamu memberiku secangkir teh " Seokjin bersender di pintu kamar Mia selagi Mia sibuk mencari kunci pintu nya.
" Manis " Tanpa sadar Seokjin memuji Mia manis dan Mia Pura pura tak mendengar nya.
Selagi Mia sibuk di dapur , Seokjin terus melihat sekeliling kamar Mia dan tersenyum sendiri karena mereka juga pernah tinggal di sebuah apartemen kecil.
" Maaf aku hanya punya ini " Seokjin menoleh lalu duduk di kursi sofa dan meminum minuman yang Mia suguhkan padanya. " Minuman apa ini ?"
" Es teh manis " Mia sengaja membuat itu supaya Jin tidak menyukainya lalu segera pergi dari kamarnya.
Tapi pikiran Mia salah , justru Seokjin Sangat menyukainya dan meminum nya sampai habis membuat Mia tercengang.
" Apa masih ada lagi " Jin meminta lagi
" Apa !"
" Ya sudah kalau sudah habis " Jin kembali berdiri dan terus mengitari kamar Mia membuka Mia tak nyaman.
" Tuan.."
" Panggil aku Seokjin atau Jin saja !"
__ADS_1
" Eh kurasa itu tak pantas bagiku " Mia enggan memanggil nama depan Jin
" Lalu mengapa kamu bisa memanggil nama orang lain tanpa merasa terbebani"
Seokjin tiba tiba sudah berada di hadapan Mia
" Oh maksud kamu Bima "
" ( .... ) " Jin tak menjawab
" Karena kami teman " lanjut Mia lagi
" Bukankan aku adalah idolamu ? maksudku semua para penggemar ku memanggil nama ku dengan santai, maka kamu juga bisa memanggil ku seperti mereka memanggil nama dengan santai "
" Akan aku pikirkan " Mia takut kena masalah lagi ..
" Apa yang kamu takutkan ? mereka yang membullly mu sudah di pecat oleh ketua "
" Hah ? kapan ? "
" Setelah kamu pulang dan mereka juga di suruh masuk lalu entah apa yang ketua katakan pada mereka . lalu di pecat deh !"
Seokjin terus memegang buku yang tersusun rapi di kamar Mia dan ia melihat buku yang pernah ia temukan.
" *Ini kan* " Seokjin mengambil buku itu
" Kamu disini mau sampai kapan ?" Mia langsung merebut buku tersebut dari tangan Seokjin..
" Sepertinya aku pernah melihatnya ? tapi dimana ya ?" Padahal dia sendiri yang simpan sebagai harta pusaka
" Di taman . dekat dengan gedung tempat kerja , waktu itu aku tak sengaja menghilangkan nya " Mia menjawab nya dengan jujur
" Waktu kamu mau minta tanda tanganku tapi gak jadi ?"
" Siapa suruh ngatain aku sebagai stalker !" Mia sebal lagi..
" Oh begitu " Jin pura pura tidak tahu
" **Padahal disana ada buku diary ku** " Mia bicara dalam hati saja..
" Hallo " Seokjin menjawab panggilan dari salah satu member grup nya
" Baik aku pulang sekarang " Seokjin menutup panggilan tersebut dan menatap Mia dengan intens . lalu pergi tanpa sepatah kata pun. " Dasar orang aneh " Mia tak mengerti dengan Seokjin.
__ADS_1