Masuk Ke Dalam Dunia Sihir

Masuk Ke Dalam Dunia Sihir
EPISODE 25


__ADS_3

"siapapun yang berani berbuat jahat di kawasanku makan jangan harap bisa pergi hidup hidup." ucap kia dengan tatapan tajam dan langsung membakar tubuh laki laki mesum itu hingga tersisa abunya


semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut tekejut dan langsung bersorak sorak untuk kia


......................


"maaf, aku tidak, sengaja menambah keributan ini, sebagai gantinya aku akan memperbaiki semunya." ucap kia pada semua orang yang ada di sana


"ah, tidak apa apa nona, justru kami lah yang salah, harusnya kami yang berterima kasih pada nona karena telah menyelamatkan kami dari para bandit tersebut." ucap salah satu pelanggan pada kia


"iya, Sebenarnya semenjak kejatuhan desa kami, tidak ada lagi yang mau melindungi kami dan membiarkan desa kami terpencil dan miskin." ucap penjaga penginapan tersebut pada kia


"ternyata begitu…kalau begitu bagaiamana kalau kita memperbaiki desa ini dan membuatnya maju dan berkembang?" ucap kia pada semua orang


"apakah bisa nona?" ucap salah satu pelanggan lainnya pada kia


"tentu saja bisa." ucap kia pada semuanya dengan santai


"baiklah, besok kita mulai bekerja dari yang mudah dan cepat selesai." ucap kia kepada semunya kemudian naik ke kamarnya


"nona itu sungguh luar biasa, aku rasa dia bukanlah orang biasa." ucap salah satu pengurus penginapan ke yang lainnya

__ADS_1


"iya, aku harap desa ini bisa maju dan berkembang sesuai dengan apa yang nona itu katakan." ucap yang lainnya kemudian mulai bekerja membersihkan semua kekacauan yang di akibatkan oleh semua bandit tersebut


malam harinya kia keluar dari penginapan dan naik ke atas atap penginapan dan memandangi bulan malam


"claude…apakah kau melihat bulan purnama juga? sesungguhnya aku tidak menyangka…kau akan berbuat seperti ini…kau sungguh…membuatku kecewa." u ucap kia dengan kesedihan di wajahnya


"dasar bocah cengeng, berhenti memikirkan pria tidak tahu diri itu dan mulailah hidup barumu." ucap Bai ruo Chen pada kia


"iya ruo Chen, aku akan memulai hidup baru tanpa claude maupun orang lain yang hanya menunjukkan kasih sayang palsu padaku." ucap kia pada Bai ruo Chen


"baiklah baiklah, sekarang turun ke bawah di sini sangat berangin." ucap Bai ruo Chen pada kia


kia mengangguk anggukkan kepalanya kemudian turun dari sana dan masuk ke penginapan dan tidur di kamarnya hingga pagi


"nah, untuk para wanita yang pintar menjahit tolong buat boneka seperti ini, aku kasih contoh ya dan kalian mengikuti." ucap kia kemudian menjahit dan para wanita yang menjahit mengikuti langkah langkah kia


beberapa jam berlalu dan terlihat sudah ada beberapa boneka yang telah jadi


"nah, begitu cara bikin boneka, apakah kalian sudah mengerti?" ucap kia pada wanita Wanita itu


"iya nona…" ucap seorang wanita muda yang tidak mengetahui nama kia

__ADS_1


"kia Afgan, panggil saja aku kia." ucap kia pada wanita wanita itu


"baik nona kia." u ucap semuanya kemudian kia pergi meninggalkan mereka yang sedang sibuk membuat boneka


setelahnya kia menuju ke tempat selanjutnya yaitu di perkebunan


di sana terlihat banyak sekali warga laki laki yang merupakan seorang petani yang telah menunggu kedatangan kia


"pertma kalian perbaiki tanahnya dan usahakan tanahnya sedikit memuncak seperti ini, kemudian lubangi dan masukkan beberapa biji sayuran ke dalam kemudian tutup lubangnya dengan tanahnya, pastikan jaraknya satu sampai dua inci." ucap kia pada semua petani


"kedua, di bagian petani ini, kalian cukup menanamnya seperti ini." ucap kia


"oh iya, apakah kalian bisa menggunakan sihir?" ucap kia pada para petani tersebut


"hanya orang keluarga anggota kerajaan yang bisa menggunakan sihir nona, dan orang jelata seperti kami hanya bisa menggunakan tenaga kami untuk mencari nafkah dan melindungi diri." ucap salah satu petani pada kia


"eh? bukankah claude bilang…ah…tapi aku juga seorang rakyat jelata yang tidak punya ayah dan ibu, tapi bisa menggunakan sihir." ucap kia pada semua petani


"apa?! nona bisa menggunakan sihir?! kalau begitu nona dari anggota kerajaan?" ucap salah satu petani yang terkejut dengan apa yang kia katakan


"tidak, sejak kecil aku hidup sendiri dan tidak punya orang tua, dan lagi aku bisa hidup sampai sekarang itu karena aku yang mencari nafkah untuk diriku sendiri." ucap kia oada petani petani tersebut

__ADS_1


see you


__ADS_2