
"maafkan saya nona, hanya penginapan ini yang ada di sini, dan kapasitasnya juga kurang, tempatnya juga kotor dan bobrok." ucap pemilik penginapan tersebut pada Kia
"tidak apa apa tuan, yang penting bisa di tempati." ucap Kia pada pemilik penginapan tersebut
......................
setelahnya terlihat pemilik penginapan tersebut langsung membawa kia ke kamarnya
di sana terlihat bobrok tapi di dalamnya bagus dan tidak terlihat seperti bobrok
"ini…kenapa di dalam kamar tidak bobrok sedangkan di luar kelihatan bobrok?" ucap kia yang bingung dengan apa yang dia lihat
"ini adalah ruang kamar tamu terkhusus dan istimewa kami nona, hanya orang tertentu saja yang bisa memasuki ruangan ini, karena ini sudah adat sejak dahulu." ucap pemilik penginapan tersebut
"ternyata begitu…baiklah, Terima kasih atas ruangannya, aku akan membayarmu ketika aku telah punya uang yang cukup." ucap Kia owda pemilik pengin tersebut
"tidak apa-apa, semua yang akan nona gunakan di penginapan ini gratis, dan oh iya…nama saya Jeremy." ucap Jeremy pada Kia
"oh, namaku Kia, senang mengenalmu tuan Jeremy." ucap Kia pada Jeremy
"baiklah, aku masuk dulu ya, jika ada sesuatu yang terjadi panggil saja aku." ucap Kia pada Jeremy dan langsung memasuki kamarnya
sedangkan Jeremy yang langsung memalingkan wajahnya dan mengubah ekspresi wajahnya
"hei…apakah kau merasa ada yang tidak beres dengan penginapan ini? terutama pada kamar ini." ucap Bai ruo chen pada Kia
"hm…aku juga merasakannya, sepertinya si Jeremy itu telah menyembunyikan sesuatu dari kita." ucap kita pada Bai ruo chen
"aku juga mencium aroma yang sangat tidak enak, aromanya seperti bau amis dari darah mentah gitu." ucap Kia seraya menutup hidungnya
__ADS_1
"sepertinya ada yang tidak beres dengan kamar ini, sebaiknya kau berhati hati malam ini kia." ucap Bai ruo chen pada kia
Kia mengangguk pelan seraya menaiki kasurnya dan langsung tidur
yang benar saja pada malam harinya benar benar muncul sesuatu dari jendela kamar kia
sesuatu yang muncul itu tak kan dan tak bukan adalah sesosok monster yang ukurannya cukup besar dan berwarna hijau hijau tua dengan lendir yang terus menetes dari mulutnya
"hahahahaha…sebentar lagi aku akan hidup abadi…hahahaha." ucap monster itu yang kini air liurnya menetes bersama dengan lendir sambil menatap ke arah kia yang kelihatan sedang tidur
mungkin monster itu mengira bahwa kia sedang tertidur tapi malah sebaliknya
kia sama sekali tidak tidur dan hanya berpura-pura tidur saja di hadapan monster itu
sedangkan di sisi lain terlihat Jeremy yang memperhatikan di belakang monster itu
"sudah ku duga kamar ini tidak beres." ucap Bai ruo chen pada Kia
'sudah, jangan bicara, bantu aku cari kesempatan untuk melawan monster itu dan kali ini pinjamkan sedikit kekuatanmu juga pedangmi itu tadi.' ucap Kia lewat pikiran pada Bai ruo chen
"iya iya, lihat, monster itu sudah semakin dekat ke arahmu, pegang erat erat pedang itu, aku akan memberimu aba aba untuk menyerang monster itu." ucap Bai ruo chen pada Kia
"hm…"
"monster itu telah menjulurkan tangannya, sekarang!" ucap Bai ruo chen pada Kia
Kia dengan sigap langsung memegang erat pedangnya dan langsung berbalik dan menusuk tubuh monster itu dan tepat di jantung monster itu
dan dengan terkejut monster itu mundur beberapa langkah ke belakang
__ADS_1
"jiwa yang sangat serakah, rasakan itu, sifat serakahmu itu lah yang membuatmu jadi monster mengerikan pemakan organ." ucap Kia yang langsung bisa melihat kilas balik monster itu
"ah…nona kia…anda langsung membunuh monster tua ini, sungguh hebat, Terima kasih." ucap Jeremy seraya berlutut di hadapan Kia
"tidak perlu, sebenarnya monster ini awalnya juga adalah manusia seperti kalian dan tinggal di sekitar sini, tapi karena keserakahannya dia dikutuk menjadi monster pemakan organ yang mengerikan." ucap Kia pada Jeremy
"sudahlah, besok aku akan berangkat melanjutkan perjalananku, kau kembalilah dan jangan ganggu istirahatku." ucap Kia pada Jeremy
Jeremy mengangguk pelan dan pergi dari sana dengan cepat
setelah Jeremy pergi Kia berbalik dan mengambil selimut dan menutupi seluruh tubuhnya
"Jeremy sudah pergi dari sini, sekarang kau sudah boleh muncul sekarang juga di hadapanku." ucap Kia pada seseorang yang ternyata telah ada di sana sejak awal dan hanya bersembunyi di bawah kasur Kia
"hahaha…ternyata aku ketahuan oleh gadis ingusan seperti dirimu." ucap seseorang itu pada Kia seraya menunjukkan rupanya pada Kia
"senang bertemu denganmu nona Kia afgan, perkenalkan namaku Aaron afranda." ucap Aaron pada Kia
"siapa juga yang ingin tahu namamu, langsung saja ke intinya, apa maksudmu memata mataiku? apa kau adalah majikan dari seseorang yang beberapa hri ini mengikutiku terus?" ucap Kia pada Aaron
"bagaimana kau tahu?" ucap Aaron pada Kia
"jangan banyak tanya, katakan sekarang, maksudmu memata mataiku untuk apa?" ucap Kia dengan tatapan curiga pada Aaron
sedangkan Aaron yang melihat tatapan curiga yang sangat pekat dari kia menelan salivanya seraya bercucuran keringat dingin
'bagaiamana ini…kalau aku katakan kalau kakakku tertarik padamu apa yang akan kau lakukan dan jika kakakku sampai tahu masalah ini aku akan di hukum lagi.'Gumam Aaron dalam hatinya yang kini bercucuran keringat dingin
see you
__ADS_1