
lanjut
*masih dengan diary Clarissa*
"aku ga boleh nangis mungkin papa dan mama cuma capek, iyakan"mencoba berusaha positif thinking dan menghapus air mata nya
tapi setelah kejadian Hari itu, Clarissa pikir itu cuma pertengkaran biasa tapi kenapa terulang lagi malah kalau aku berusaha menghentikan mereka, mereka malah menyuruh ku untuk tidak ikut campur dalam masalah mereka karena aku masih kecil lah, tidak mengerti apa-apa lah.
tapi mereka tidak memikirkan aku yang cuma mencoba untuk membuat mereka sadar kalau aku mendengar pertengkaran mereka, hari berganti hari bulan berganti bulan tahun berganti tahun tapi mereka masih belum baikan (kedua orangtuanya).
genap umur Clarissa 16 tahun baru ia mengetahui apa akar pertengkaran mereka, dan itu membuat dunia nya hancur
"coba aku sudah mengetahui nya dari dulu banget, pasti aku bisa menghentikan pertengkaran mereka hiks hiks...."lirih Clarissa di buku itu dan ada jejak air yang sudah mengering
"ini pasti air mata Clarissa saat menulis nya"ucapku prihatin
lanjut
ternyata penyebab Semua nya adalah,
wanita lain yang ada diantara mereka berdua, yaitu adalah mantan kekasih ayah Clarissa, yang muncul kembali setelah sekian lamanya dan membawa beserta anaknya yang itu adalah anak ayahnya yang dahulu ia kandung.
dan Karna itu ayahnya merasa bersalah, sebab ia tidak melihat perkembangan anaknya dan tidak andil memberikan kasih sayang seorang ayah, itulah kenapa ayahnya sering tidak pulang karena alasan anak dari mantan kekasih nya menginginkan kasih sayang nya.
dan mama Clarissa tidak mau menerima kalau ia diduakan, atau lebih tepatnya ia ingin di prioritaskan itulah penyebab pertikaian mereka selama ini, mereka sama-sama egois cuma memikirkan masalah mereka dan tidak memperhatikan kalau Clarissa juga butuh yang namanya kasih sayang
tapi mereka berdua tidak memperhatikan nya, dan malah menyewa pembantu untuk menemani Clarissa, dan mengurus nya
dan malah mereka berdua menyibukkan diri mereka sendiri dengan bekerja, bekerja, dan bekerja setiap Clarissa pulang ke rumah pasti rumah sepi ia kesepian
tapi ia bisa memaklumi kalau ibunya juga butuh menenangkan diri, sebenarnya itu bukan kesalahan ayahnya saja tapi juga kedua orangtua dari ayah Clarissa yang menjodohkan nya dengan ibu dari Clarissa, karena dahulu ayahnya disuruh cepat-cepat nikah karena sudah tidak bisa menunggu pacar dari anaknya, jadi mereka memutuskan menjodohkan nya dengan anak sahabat nya dan itu adalah ibu Clarissa.
hubungan diantara kedua nya itu cukup baik-baik saja selepas mereka menikah karena tidak pernah bertengkar atau pun berdebat, ibu yang jatuh cinta kepada ayahnya sewaktu mereka telah sah menjadi suami istri, setelah kedatangan mantan kekasih ayahnya itu saja baru mereka berdebat bertengkar.
*di setiap lembaran demi lembaran yang aury baca pasti ada jejak air mata yang mengering*
ingin melanjutkan bacaan nya ternyata bi Diana sudah memanggil sedari tadi
jadinya aury menyudahi bacaan nya dan menghapus air mata nya
"nona"tarian bi Diana
"iya bi sebentar"teriak Clarissa
"ada apa bi?"tanyanya
"itu non tuan(ayah Clarissa) udah pulang non"ucap bi Diana
"owh terus"tanyaku kesal teringat buku diary Clarissa asli
"Loh bukannya biasanya non selalu senang kalau tuan udah pulang"tanya bi Diana heran
lanjut
"itu dulu bi"ucapku lirih
entah kenapa aku menjadi kesal sama kedua orangtua Clarissa
bibi hanya bisa ikut sedih melihat nonanya
"aku sudah tidak mengharapkan nya lagi bi"ucapku lagi tes air mata ku jatuh
(aku juga ga tau mungkin ini reaksi pemilik tubuh ini)
"ga boleh bilang begitu non mungkin tuan sedang sibuk bekerja untuk masa depan nona jadinya jarang pulang non"ucap bi Diana dan memeluk ku
"jangan membuat ku berharap bi"Ucapku di dekapan bi Diana
"tidak non, pasti tuan sama nyonya emang sibuk non"ucap bi Diana meyakinkan Clarissa tapi dia juga sedih melihat nonanya bersedih
"kuharap juga begitu bi, terimakasih bi sudah merawat Clarissa"ucapku tersenyum
"iya non"balas bi Diana
"yaudah bi ini sudah sore aku mau siap-siap untuk ke pesta ulang tahun Leo"ucapku melepaskan pelukannya bi Diana
"yaudah non dandan yang cantik yah non"ucapnya
"iya bi"jawabku fake smile
(bi Diana pun meninggalkan kamar)
"huuff...
(sambil berendam di bathtub aku memikirkan bagaimana kejadian Karin ga tercebur nantinya)
"aku tidak boleh deket daket di taman"ujarku
skip selesai berendam
"waktunya memilih baju"ucapku sambil membuka lemari baju
"ehmm pakai yang mana yah"pikir ku
__ADS_1
"yang ini aja deh"Putusku
οΏΌ
(Aku pun memakai nya dan memoleskan make up natural ke wajah ku untuk rambut nya aku keritingin)
"siap deh Cantik juga wajah Clarissa"kagum ku
"yaudah sekarang turun kebawah pamitan pada bi Diana"Ucapku aku pun berjalan kebawah
(dibawah aku melihat ayah Clarissa sedang makan malam dan wajahnya kulihat terkejut)
"nona cantik banget sih malam ini"ucap bi Diana melihat ku dari atas sampai bawah
"jadi hari biasanya aku ga Cantik gitu"Ucapku pura-pura cemberut
"e eh bukan begitu, hari-hari biasanya pun cantik.
maksud bibi itu malam ini Cantik nya nambah gitu"ucap bi Diana menjelaskan
"hehe iya bi Clarissa tau tadi cuma bercanda"kekeh ku
"yaudah bi aku pergi dulu"ujar ku berjalan ke pintu keluar belum sempat keluar rumah
"kamu mau pergi kemana sayang"ucap ayah Clarissa
(akupun terkejut di novel ga ada tuh adegan ayah Clarissa menanyai nya mau pergi kemana)
"eh itu mau pergi ke pesta ulang tahun teman Clarissa"ucapku jujur
"owh yaudah hati-hati di jalan jangan pulang Tengah malam"ucap ayah Clarissa
"yah"Ucapku singkat
(akupun pergi keluar dengan pikiran kok bisa sikap ayah Clarissa berubah padahal seingetku, langsung naik Kekamar nya ga menanyai Clarissa)
"ah yaudah lah mungkin lagi pengen kali"batinku
"pak mamang kita pergi ke rumah Leo sekarang yah"Ucapku tersenyum aku pun masuk ke dalam mobil
(btw tadi waktu pulang aku udah kasih tau pak mamang yah kalau nanti malam mau pergi ke pesta ulang tahun Leo dan udah mampir juga beli kado dan kado yang ku pilih itu jam tangan)
"seingetku sih Leo itu ga punya seorang ibu"batinku
"dan Leo cuma tinggal sama ayahnya kalau tidak salah"pikir ku
"ah yasudah lah toh bukan urusan ku"pikirku
yah ide yang bagus"batin ku tersenyum senang
lanjut
(masih didalam mobil)
"tunggu aku makanan gratis"ucapku semangat pak mamang cuma heran
skip sampai ditempat pesta
(akupun turun dari mobil dan berterimakasih kepada pak mamang)
"Clarissa"teriak William
"oh hai"sapa ku hangat
"kamu cantik malam ini"puji William
"terimakasih"ucapku sambil tersenyum
"yuk sama-sama kita masuk kedalam"ujar William
"oke"jawabku langsung masuk bersama dengan William
didalam
waktu aku masuk kulihat semua orang menatap kepada kami berdua, dan aku mengabaikan nya aku melihat sekeliling pestanya begitu ramai kulihat sang toko utama.
yaitu Karin bersama Leo berbincang-bincang dan jangan lupa dengan sahabat Leo yaitu Adam dan Kenzo
"yuk kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada Leo"ucapku mengajak William
"Ayuk"jawab William
kami pun melangkah ke arah Leo dan sekali lagi tatapan semua orang melihat kearah kami, lebih tepatnya kearah ku
"hai selamat ulang tahun bro"ucap William
"terimakasih"balas Leo
akupun mendekat
"selamat ulang tahun. ini untuk mu"ucapku seraya memberikan kado kepada Leo
kulihat wajahnya yang melihat ku dengan pandangan yang tidak bisa aku tebak, tapi tetap datar
__ADS_1
"terimakasih"balas Leo singkat
dan sekilas ku lihat tatapan Karin kepada ku, yang ku lihat hanya senyum smrik diwajahnya tapi setelah itu berubah lugu lagi.
aku ga tau arti senyuman nya itu dan setelah itu Adam pun bicara
"oiya Clarissa kemarin aku lihat kau bernyanyi di bawah pohon"tanya Adam antusias
"oiya? apa kau melihat ku tapi kok gue ga lihat siapa-siapa kemarin"ucapnya syok
"bagaimana kamu bisa lihat kalau kamu memejamkan mata saat bernyanyi"ucap Adam
"hehehe π"kekeh ku
"oiya apa kau mau menyanyikan ku sebuah lagu"ucap Leo
"what dia menyuruh ku untuk menyanyikan lagu, dan tumben dia mau bicara panjang lebar gitu?"batinnya terkejut
(dan semua orang juga terkejut tapi lebih kearah meremehkan ku kulihat Karin tampak menahan kesal)
"e eh ya tentu saja apapun untuk TEMAN kecilku ini"ucapku menekan kata teman
kulihat wajah semua orang lagi-lagi terkejut mendengar perkataan ku mengucapkan kata teman kepada Leo, oiya orang-orang belum pada tahu ya kalau Leo sama aku berteman sejak kecil
akupun menuju ke tempat musik, dan mengambil gitar πΈ lagi-lagi semua yang ada di situ terkejut
"lagu yang ingin aku nyanyikan itu judulnya LANTAS" ucap ku sedikit keras
Aku pun memetik senar nya
~lima hari sudah ku rindu π€πΆ
~tak bisa ku menghubungi muπ€πΆ
~kau sedang dengan dirinya? π€πΆ
~sedang kita rahasia π€πΆ
~kapankah kau ada waktu? sembunyi untuk bertemu π€πΆ
~saat kau sapa ku tersipu π€πΆ
~kau puji lupa amarah ku, karena kau paling tahu cara lemah kan hatiku π€πΆ
~walau tak ada yang pasti, yang kau beri mimpi π€πΆ
~lantas mengapa ku masih menaruh hati? π€πΆ
~padahal ku tahu kau t'lah terikat janji π€πΆ
~keliru atau kah bukan? ,tak tahuπ€πΆ
~lupakan mu tapi aku tak mauπ€πΆ
~pantaskah aku menyimpan rasa cemburu? π€πΆ
~padahal bukan aku yang memiliki muπ€πΆ
~sanggup sampai kapan kah ku tak tahu? π€πΆ
~akankah akal sehat menyadarkan ku π€πΆ
~menyadari ku...π€πΆ
akupun terdiam setelah menyanyikan lagu itu entah kenapa, seperti ada perasaan hampa
prok prok prokππ(tepuk tangan semua orang)
akupun tersadar dan
"terimakasih"ucapku
_
_
_
_
_
_
_
_
_
~tak ada yang salah aku yang terlalu buta sampai tidak bisa melihat rasa sakit yang mereka beri~
jangan lupa di like guys
__ADS_1