
Jakson hanya berharap semoga ia cepat dewasa supaya bisa bertemu dengan adik kesayangannya lagi..
______
lanjut
*****
POV clarissa
"sewaktu aku berbaring di tempat tidur itu aku emang ngerasa agak dingin sih, jadi aku ngebungkus badan aku dengan selimut..
entah jam berapa kah itu aku mendengar di luar suara berisik, aku ingin melihat nya tapi aku tidak bisa membuka mataku.
aku mendengar ada seseorang mengetuk-ngetuk pintu berulang kali, mataku hanya ingin beristirahat saja jadi aku hiraukan, lagi-lagi aku berusaha untuk tertidur tapi suara pintu di ketuk sangat berisik
"bodoh tuh orang udah tahu gue di kunciin malah ngetuk mulu.."kesal Clarissa tapi ia hanya berbicara dari dalam hati saja
entah apa yang terjadi aku mendengar suara pintu terbuka dan suara-suara orang itu memanggil ku, dan lampu menyala aku sama sekali tidak bisa membuka mata ku tapi aku masih bisa mendengar mereka.
aku mendengar ada yang memanggil namaku, itu terdengar sangat cemas, aku mengenali suara itu tapi hanya suara ayah saja.
yang lainnya aku tidak mengetahui siapa pemilik suara itu tapi setelah itu aku merasa ada tangan yang memegang dahiku
"dia deman tinggi.."
itu yang aku dengar.
setelah itu aku mendengar suara perkelahian
"ngapain sih mereka berkelahi kenapa tidak membawa aku kerumah sakit saja.."ucapnya dalam hati kesal
aku ingin bersuara tapi yang hanya terdengar suara lirih doang, "dingin", dan untungnya orang yang disampingnya mendengar nya.
sebelum ada yang mengangkat tubuhku aku mendengar lagi
__ADS_1
"dan untuk Lo pria tua, aku pastikan kau tidak akan pernah bisa lagi bertemu dengan adikku.."
aku mendengar suara itu
"siapa sih pemilik suara itu??, "batin Clarissa
dan lagi-lagi aku mendengar suara ayah yang sedang memohon.
"aku tidak peduli kau bicara lah dengan bunda.."ucap pria tersebut
"siapa lagi bunda yang dimaksud ini?."pikir Clarissa
"aaaaaa aku tidak peduli, aku pusing.."teriaknya dalam batinnya
setelah itu aku merasa matanya sangat berat, tapi aku sempat mendengar pria itu berkata.
"kamu jangan tidur riri, apa kamu tidak rindu dengan Jeje mu ini.."
"ini Jeje nya riri, coklat kamu ada di mansion sudah Jeje belikan masa kamu sakit sih.."suara itu terdengar menyayat hati.
"egh.." aku membuka mataku
(POV end)
"Clarissa kamu sudah bangun, aku akan memanggil dokter.."ucap Afgan heboh
"aku dimana?.."tanya Clarissa yang ingin bangun
"jangan banyak gerak dulu kamu baru bangun.."ucap Bryan
"e-eh kamu teman kak Jakson yah?.."tanya Clarissa 🤨
"iya.."jawabn Bryan
"kok aku bisa disini, dan kamu juga kenapa bisa disini?.."tanya Clarissa lagi
__ADS_1
"CLARISSA apa kamu sudah bangun, apa ada yang sakit?, apa kamu lapar?, apa kamu butuh sesuatu?.."tanya Jakson berturut-turut
"--.....--?"Clarissa
"eh bambank Clarissa baru saja sadar Lo jangan nanya-nanya dulu.."ucap Bryan menoyor kepala Jakson
"e-ehh sorry aku hanya khawatir saja.."ucap Jakson
"aku baik-baik saja kok kak.."jawab Clarissa yang masih bingung itu
"syukurlah.."ucap Jakson lega
dokter pun datang dengan Afgan
"aku periksa dulu yah.."ucap dokter itu
dan memeriksa kondisi Clarissa
"syukurlah demam nona sudah turun, keadaan nya sudah membaik tuan.."ucap dokter itu kepada Jakson
"terimakasih dok.."ucap Clarissa tersenyum ramah
"sudah tugas saya nona.."jawab dokter itu
"kalau begitu aku permisi dulu, masih banyak pasien yang lain.."ucap dokter itu
"iya silahkan terimakasih dok.."ucap Bryan dan Afgan
setelah dokter itu pergi, Clarissa langsung bertanya
"siapa yang membawa ku kesini?.."tanyanya penasaran
.
.
__ADS_1
.