
lanjut
"sebenarnya Lo pernah nyelamatin gue saat di bully Genk rik"ucap Melisa
"dan Karna aku melihat Lo itu ga jahat, cuma kalau Lo ga suka sama seseorang Lo langsung bilang.
ga munafik sama seperti orang-orang yang lain"sambung nya tapi ngebatin
"kapan, dan siapa Genk rik itu?"tanyanya heran
"emang Clarissa Pernah menyelamatkan ni anak ya?"batinku
"eh itu waktu di WC aku di palakin sama Rika iska Kiran"ucapnya sedikit sedih karena Clarissa tidak mengingat nya
"pura-pura tau ajalah"batinku dongkol
"oh itu, jadi gara-gara itu Lo ngefans sama gue"ucapku pura-pura tau
"i iya"jawabnya
"oh yasudah berarti kita sekarang adalah teman"ucapku tersenyum manis kearah nya
"eh buset senyum Lo ternyata manis banget Mak"ucap Xavier
"yaiyalah gue gituloh"Ucap ku bangga
"gue tarik ucapan gue tadi"ucap Xavier
"lah kenapa, tunggu tadi Lo bilang apa?"tanyaku
"manis"
"bukan"
"buset"
"bukan"
"terus apa dong"tanya Xavier
"itu setelah Lo muji gue Lo tadi panggil gue apa?"tanyaku
__ADS_1
"oh Mak"ucap Xavier santai
"eh gue bukan emak loh ye"ucap ku kesal
sedangkan Melisa menahan tawanya
"tertawa aja kali"ucap Xavier
hahahahaha tawa Melisa
kamipun terpesona dengan tawa melisa yang ternyata manis kalau dia tertawa, diapun berhenti tertawa
"puas"tanyaku
"hehe maaf"ucapnya
"eh ga kok Lo itu manis kalau tertawa"ucapku jujur
"iya mak bener"ucap Xavier juga
muka Melisa merah kek tomat Karna malu, tapi kelihatan lucu
"kamu lucu banget sih"ucapku mencubit pipi Melisa gemes
"woi Napa Lo mimisan, ih jorok banget"ucap ku pada Xavier
Xavier pun segera mengelap mimisan nya
"Lo ga kenapa-kenapa kan"tanya Melisa khawatir melihat mimisan Xavier
"anu itu anu tidak, aku tidak apa-apa"ucap Xavier salah tingkah
"hahahah jijik gue lihat Lo"ucap ku disela tawa ku
setelah berhenti tertawa akupun melihat ekspresi wajah Xavier yang terlihat kesal
"cup cup cup bayi gue kesal yah sini² Sama mommy"ucapku pada Xavier yang terlihat lucu
"apaan si"ucapnya malu pipi merah
"yasudah sekarang kita bertiga teman kan"ucapnya Karna ga tahan melihat Xavier yang ngambek
__ADS_1
"oiya?"tanya Melisa tersenyum senang
"eh lah kenapa bawa bawa gue, gue itu ga mau berteman sama Mak lampir"ucapnya sewot
"bukan urusan ku lah"jawabku acuh dan memeluk Melisa sebagai tanda persahabatan
"gue kok ngerasa kalau Melisa ini bukan orang sembarangan"batinku
"tapi tidak apa-apa lah, Karna dia kelihatan tulus jadi biarkan dia bersahabat sama gue.
selagi dia tidak keberatan"batin ku lagi
"iis..
Xavier dilupain"ucapnya merajut
"oh jadi Xavier juga mau dipeluk sama mommy"godaku
"boleh"tanyanya berbinar-binar 🤩
"sini"ucapku merentangkan tangan ku
diapun langsung memeluk ku, kami pun tertawa bersama setelah melepas kan pelukan kami aku melihat Xavier mengeluarkan air mata
"kenapa menangis vier"tanyaku lembut
"tidak, hanya bahagia saja"elaknya dengan senyuman
"bicara pada kami jika ada masalah yah"ucap ku
"iya"ucap Melisa juga
"siap bos"ucap Xavier
sebenarnya Xavier itu memang ceria, dan manja tapi itu dulu
_
_
_
__ADS_1
Jangan lupa di like guys