
lanjut
"udah ah nangis mulu.."ujarnya
"wajahku kelihatan jelek.."kekehnya
*****
kalau kalian menanyakan dimana keberadaan bi Diana, ia tadi meminta cuti karena anaknya yang di kampung sedang sakit
oke lanjut
Clarissa pun tertidur pulas mungkin efek daritadi menangis jadi ia tertidur pulas
sementara di depan pintu
"AKU KECEWA KEPADA KALIAN.. DAN AKU MEMBENCI AYAH.."
suara itu terngiang-ngiang di kepala ayah Clarissa
"apa yang sudah aku lakukan, a-aku menampar pipi a-anakku sendiri.."ucapnya penuh penyesalan
"kenapa tadi aku tidak mendengar penjelasan nya,.."ucapnya frustasi
"ayah tidak bermaksud menyakiti mu.."ucapnya mengingat wajah Clarissa yang ia tampar
"Clarissa maafkan ayah.."ujarnya menyesal
ia ingin membuka pintu kamar Clarissa,
tiba-tiba
_
_
_
_
GUBRAK
Buhk..
"AKU SUDAH MEMPERINGATI MU UNTUK TIDAK MENYAKITI ADIKKU.."ucapnya marah, menonjok muka ayah Clarissa
bukh..
bukh..
bukh..
ayah Clarissa hanya pasrah menerima tonjokan dari Jakson itu
"AKU AKAN MEMBAWANYA SEKARANG JUGA.."ucapnya marah
"kamu tidak boleh mengambil anakku.."ucap ayah Clarissa
"kamu bisa memukuli ku, tapi kamu tidak boleh mengambil anakku.."sarkahnya menghalangi Jakson untuk pergi Kekamar Clarissa
"minggir dari hadapan ku.."ucap Jakson
yah itu adalah
flashback
Jakson, saat ia di mansion nya, tiba-tiba pengawal yang ia suruh untuk selalu mengikuti Clarissa dan menjaganya.
melapor jika Clarissa di tampar oleh orang tua sialan itu, Jakson langsung pergi dengan Amarah nya.
"aku tidak akan memaafkan mu jika adikku sampai terluka.."ujarnya marah memasuki mobil nya
Tring
tring
tring
(bunyi telepon)
"HALO, KENAPA KAMU BARU MENGANGKAT NYA.."suara diseberang sana
"DIMANA KAMU SEKARANG?.."tanya diseberang sana
"bunda nanti Jakson telfon balik yah, Jakson lagi menjalankan mobil.."ucap Jakson dan mematikan telepon nya
"dasar anak durjaka.."ucapnya
__ADS_1
.
kembali ke Jakson
"AAAKKKH.... ,ini kenapa gak sampai-sampai juga sih.."kesalnya
Jakson lagi-lagi menambah kecepatan nya, ia sudah berkendara 15 menit tapi belum sampai sampai juga.
setelah lima menit, Jakson pun sampai dan langsung menerobos masuk
GUBRAK
flashback off
Jakson tidak memperdulikan ucapan ayah Clarissa, ia langsung saja naik ke atas menuju kamar Clarissa
**tok
tok
tok**
"Clarissa buka pintu nya, kakak datang menjemput mu.."ucapnya
"jangan mengambil anakku.."ucap ayah Clarissa menahan tangan Jakson
"Jangan menghentikan ku, aku sudah memperingati mu kan untuk jangan melukai hati adikku.."kesal Jakson
"jika ***** mengetahui kau menampar pipi kesayangan nya, ia akan menghancurkan mu sialan.."teriak Jakson melepas kasar tangan ayah Clarissa
"Clarissa sayang apa kau tidak ingin menemui ****.."ucap Jakson lagi-lagi mengetok pintu
"Jakson apa yang terjadi?.."tanya seseorang yang baru datang
"kenapa kamu bisa kemari?.."tanya Jakson
"asisten mu yang memberi tahukan kami, kami segera menemui mu.."jawab Afgan
yah dia adalah Bryan dan Afgan
"aku mohon jangan membawa anakku.."mohon ayah Clarissa
"aku sangat menyesal.."Ucapnya lagi
"berhenti memohon sialan.."ucap Jakson bodoh amat
**tok
tok
tok**
"kenapa ia belum membuka pintu nya yah, ini sudah sepuluh menit.."cemas Jakson
"apa ia baik-baik saja?..."tanya Afgan ikutan cemas
bukh...
"apa yang kau lakukan terhadap adikku sialan.."marah Jakson lagi-lagi menonjok wajah ayah Clarissa
bukh..
"apa yang kau lakukan terhadap adikku sialan.."marah Jakson lagi-lagi menonjok wajah ayah Clarissa
*****
"shhhk.."ringis ayah Clarissa
"tenangkan dirimu Jakson.."ucap Afgan menenangkan Jakson
sementara Bryan juga berusaha mengetuk-ngetuk pintu
ayah Clarissa juga ikutan khawatir. tiba-tiba ia ingat jika ia mengunci pintu kamar Clarissa, dengan ragu-ragu iapun berucap
"aku l-lupa k-kalau a aku mengunci pintu nya.."ucapnya gugup
bukh..
lagi-lagi ia di tonjok oleh Jakson, dan tersungkur
"shhhk.."
"Jakson sudah, sekarang yang lebih penting kita harus mengetahui keadaan adik lu.."ucap Bryan serius
"tumben nih anak pinter.."guman Afgan menyeritkan keningnya
karena Bryan terkenal dengan tingkah konyol nya dan absrudnya.
__ADS_1
tidak pernah serius atau bersikap dewasa, jadi Afgan heran
"dimana kau menaruh kunci nya sialan?.."tanya Jakson dingin menahan amarahnya
"i-itu ada dikamar ku.."jawab ayah Clarissa sedikit gugup
"sial padahal aku yang lebih tua disini, tapi bocah sialan ini membuat ku takut.."batin ayah Clarissa
"bodoh, kenapa Lo masih ada disini CEPAT BAWA KUNCI NYA KEMARI KALAU TIDAK-..."ucap nya dingin terpotong Karna ayah Clarissa sudah cepat-cepat pergi dari sana
"itu paman Lo goblok.."tegur Afgan
"bodoh amat, orang sikapnya aja mudah di manfaatkan oleh kedua j***** itu, itu buka sifat keluarga xxxxx.."ucap Jakson bodoh amat
"iya juga sih kalau dipikir-pikir juga, sifat ayah Lo beda banget dengan paman Lo ini.."ucap Afgan
"lah pada gibah kagak khawatir Lo dengan keadaan adik Lo didalam sini.."ujar Bryan ngegas
"ini kuncinya.."ucap ayah Clarissa yang juga terlihat cemas dengan keadaan Clarissa
oiya btw ini sudah jam setengah dua belas.
Karena Clarissa tadi pulang nya jam setengah sepuluh kan dan ia nangis lebih dari sejam man
Jakson pun buru-buru merebut kasar kunci itu dan membuka pintu
ceklek
pintu pun terbuka, didalam gelap mereka semua pun langsung masuk
"Clarissa Lo dimana?.."cari-cari Jakson dengan khawatir
ayah Clarissa pun menuju sekler lampu, untuk menyalakan lampu.
setelah itu lampu pun menyala dan memperlihatkan seisi kamar yang sedikit berantakan
Jakson buru-buru mendekati tempat tidur Clarissa, karena ia melihat di kasur Clarissa ada pergerakan
"Clarissa.."ucap Jakson membuka selimut itu
dan terlihat lah Clarissa yang rambutnya masih basah, dan sedang menggigil
"Clarissa kamu kenapa?.."tanya cemas Jakson
deg
Jakson pun tampak patung melihat Clarissa yang pucat dan sedikit bergetar
"d dingin.." lirih Clarissa
"dia deman Jakson.."ucap Bryan yang memegang dahi Clarissa
ayah Clarissa buru-buru mendekat
"jangan menyentuh adikku.."ucap Jakson kasar mendorong ayah Clarissa
"t tapi dia adalah anaknya.."ucap ayah Clarissa
"loh baru ngakuin Clarissa anakmu setelah selama ini kau mengabaikan nya hah.."marah Jakson
"kamu salah paham, aku tidak pernah mengabaikan nya hanya saja ak-.."bela ayah Clarissa
"aku tidak ingin mendengar penjelasan apapun darimu sialan.."ucap Jakson dingin
"d dingin.."lagi-lagi Clarissa bergumam lirih
"Jakson ini bukan saatnya Lo marah, kita harus segera membawa Clarissa ke rumah sakit sebab demam nya sangat tinggi.."ujar Bryan kesal
entah mengapa ia tiba-tiba kesal sendiri karena Jakson daritadi marah marah gak jelas doang.
karena selama ia kenal dengan Jakson baru kali ini ia melihat Jakson bertingkah bodoh begitu
"iya betul kata Bryan.."ucap Afgan juga
"aku yang akan mengantar Clarissa.."ucap ayah Clarissa berniat ingin mengendong Clarissa
"JANGAN MENYENTUH NYA, biar aku saja yang membawanya.."ucap Jakson dingin
.
.
.
.
.
__ADS_1
.