
Monster mengayunkan serangan dengan cakar tajam. "Kau takkan bisa menghindarinya selamanya, manusia lemah!"
Crakk srakkk
Rianoir segera mengelak dari serangan cakar monster dengan keahlian bertarungnya. Dia melompat agar tidak menjadi sasaran cakar sang monster.
"Aku telah bertarung melawan kegelapan dan kembali dengan kemenangan! Aku tidak akan membiarkan makhluk jahat sepertimu menghancurkan kehidupan ini!"
"Awww... Errghh..."
Monster tersebut mengeluarkan raungan marah. Matanya juga menyala merah dengan tatapan tajam yang mengerikan.
"Aku adalah keabadian! Kau tidak bisa mengalahkan ku!"
Slasss srekk tag
Tapi Rianoir segera menyerang monster dengan serangan pedangnya yang tajam.
"Keputusanku sudah bulat dengan tekad untuk menghancurkan keabadian mu yang busuk! Aku bertarung demi kebenaran dan keadilan! Semua demi kehidupan manusia!"
Teg srekk
Slash brukkk
Monster terhuyung-huyung dan meraung kesakitan.
"Uahhh... arghhh!"
"Kau... kau tidak akan... bisa menghentikan ku... manusia lemah."
Rianoir segera menghunus pedangnya, kemudian mengarahkan ke inti monster.
Gingg sluttt
__ADS_1
Slep slep jleb
"Ini adalah akhir dari kisahmu, monster! Aku akan memutuskan sumber keabadian mu dan mengakhiri terornya!" teriak Rianoir penuh dengan semangat tinggi.
"Akhhh... t-idak, tidak!"
Monster berteriak dalam keputusasaan. Dia tidak pernah menyangka jika Rianoir yang masih muda bisa mengalahkan dirinya.
"Tidak... aku tidak akan... mati..."
Rianoir dengan tatapan mata yakin, segera menghancurkan inti monster dengan pukulan terakhirnya.
Tag bug
"Kehidupanmu yang tidak manusiawi berakhir di sini! Kemenangan bagi manusia dan kemenangan bagi keadilan!" Rianoir membakar semangat untuk dirinya sendiri.
Dalam perkelahian yang penuh semangat dan ketegangan ini, Rianoir berhasil mengalahkan monster itu dan menghancurkan inti dungeon yang menciptakannya. Ia membebaskan dunia dari teror keabadian yang tidak manusiawi dan menyelesaikan tugasnya sebagai pemburu monster dengan keberanian dan kekuatan yang luar biasa.
Namun, ketika Monster hybrid yang baru saja diciptakan itu menghadapi Rianoir, Profesor Tiffalian sangat terkejut karena ia melihat kekuatan luar biasa yang dimiliki oleh Rianoir. Rianoir ternyata mampu melawan Monster hybrid tersebut, dan pertarungan antara keduanya berlangsung sangat sengit. Namun, pada akhirnya, Rianoir berhasil mengalahkan Monster hybrid tersebut.
"Lawan aku Rianoir! Kau tak akan pernah bisa melakukannya! Hahaha..."
Situasi ini semakin memburuk, ketika para monster yang diciptakan oleh profesor Tiffalian mulai menyerang kota dan merusak properti. Warga setempat mulai panik dan melapor kepada Guild Hunters, yang kemudian menyelidiki kejadian ini. Mereka menemukan Dungeon dan para monster yang menghuni tempat tersebut, serta menemukan bahwa profesor Tiffalian adalah dalang di balik semua kejadian ini.
Profesor Tiffalian akhirnya dikejar untuk ditangkap dan dipenjara, tetapi ternyata dia juga tangguh dan kuat, sama seperti para monster yang dia miliki. Dia bisa kabur!
Kerusakan yang diakibatkan oleh Dungeon dan para monster hybrid tidak bisa lagi diperbaiki. Kegilaan dan ambisi profesor Tiffalian telah merusak banyak nyawa dan harta benda, serta meninggalkan bekas yang tidak bisa dihapus dari dunia.
"Bagaimana ini? Apakah ini akan berlangsung lama dan tidak ada hentinya?" tanya warga dengan sedih.
"Aku berharap ada seorang Hunter yang bisa menghentikan semua ini," sahut yang lain.
Namun, Rianoir juga merasa kelelahan dan lelah setelah bertarung dengan sengit di dalam Dungeon selama beberapa jam. Ia merasa bahwa tubuhnya membutuhkan istirahat dan waktu untuk pulih kembali setelah berjuang dengan monster-monster yang kuat.
__ADS_1
Setelah keluar dari Dungeon, Rianoir ditemui oleh orang-orang yang sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang ia berikan. Mereka memberikan pujian dan penghargaan pada Rianoir, memuji keberaniannya dan keberhasilannya dalam mengatasi bahaya di dalam Dungeon.
"Kami mendukungmu, Rianoir."
"Hidup, Rianoir!"
"Dia adalah Hunter pahlawan kita!"
Rianoir hanya tersenyum menanggapi kemudian segera memastikan bahwa kota dan orang-orang di sekitarnya aman, Rianoir mengambil waktu untuk beristirahat dan pulih kembali. Ia menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya, dan merenungkan perjalanan hidupnya sebagai seorang petualang dan pejuang yang berani.
Dalam pikirannya, Rianoir merenungkan arti dari petualangan yang baru saja ia lalui dan tugas-tugas yang mungkin menantinya di masa depan. Ia merasa bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk melindungi kota dan orang-orang di sekitarnya dari bahaya dan ancaman yang mungkin datang, dan ia berjanji untuk terus berjuang demi tujuan itu.
"Aku harus memanfaatkan kesempatan dan kemampuan yang aku miliki."
Setelah waktu yang singkat untuk beristirahat dan pulih kembali, Rianoir kembali mempersiapkan dirinya untuk tugas-tugas berikutnya. Ia siap untuk menghadapi tantangan baru dan melanjutkan petualangannya sebagai seorang Hunter yang berani dan pemberani.
Meskipun Rianoir sering melakukan petualangan sendirian, ia juga tidak pernah ragu untuk meminta bantuan dari orang lain ketika diperlukan. Ia memiliki banyak teman dan sekutu yang selalu siap membantunya dalam petualangannya.
Tidak hanya itu, Rianoir juga menjadi lebih terampil dalam petualangan solonya. Ia belajar untuk memanfaatkan kekuatannya secara maksimal dan memperoleh banyak pengalaman yang sangat berharga. Setelah di masa lalunya menyelesaikan 20 Dungeon sendirian, Rianoir merasa bahwa ia telah tumbuh dan berkembang secara signifikan.
Namun, setiap kemenangan Rianoir tidak datang dengan mudah. Di sepanjang jalan, ia dihadapkan dengan monster-monster yang semakin kuat dan ganas. Ia berhadapan dengan makhluk bersayap yang meludahkan api, serangga raksasa yang memiliki lengan berduri, dan bahkan setan kegelapan yang mampu mengendalikan bayangan untuk menyerang.
Rianoir juga terluka parah dalam beberapa pertarungan, tetapi ia tidak pernah menyerah. Dengan tekad yang kuat dan niat yang teguh, ia terus maju dan melawan dengan keberanian yang luar biasa. Ia menggunakan keterampilan bertarungnya, strategi yang cerdik, dan keahlian dalam menghindari serangan untuk mengatasi setiap monster yang menghadangnya.
"Aku akan belajar lagi dan lagi. Aku tidak akan menyerah begitu saja hanya karena luka. Di dalam tutorial, aku bahkan sudah pernah mati berkali-kali."
Rianoir menyadari bahwa pertarungan-pertarungan itu adalah ujian terbesarnya. Ia harus bisa mengeluarkan seluruh kekuatan dan kemampuannya. Dengan gerakan yang lincah dan serangan yang tepat, ia harus bisa menghindari serangan monster.
Dia juga ingat, sewaktu berada di dalam dunia tutorial pernah mati setiap melawan monster. Dan itu terjadi berkali-kali.
***
Di tempat lain, Profesor Tiffalian merasa kecewa dan marah. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia telah kalah dari Hunter Rianoir yang masih kecil menurutnya.
__ADS_1
"Hahhh! Awas saja, aku pasti akan menciptakan monster yang lebih kuat dan besar untuk melawan Hunter Rianoir. Hahaha... Aku tidak terkalahkan!"
Namun nyatanya, Profesor Tiffalian tidak putus asa. Dia tetap berusaha menciptakan inovasi baru, dan mungkin suatu saat nanti akan muncul yang lebih kuat agar bisa mengalahkan Hunter Rianoir.