
"Kamu... Kamu menghancurkan hidup ayahku! Apa yang kamu ketahui tentang kegagalan penelitiannya? Ayahku selalu melakukan yang terbaik!" Rianoir berteriak keras dengan emosi yang bergejolak.
Profesor Tiffalian menanggapi dengan tertawa sinis terhadap teriakan lawan.
"Oh, Rianoir, kamu tidak tahu apa-apa. Ayahmu hanyalah seorang amatir yang bermain dengan kekuatan yang tak bisa dia kendalikan. Apa yang dia harapkan? Hah!"
Ternyata, dari percakapan mereka berdua sambil bertarung, Rianoir baru tahu jika mendiang ayahnya adalah teman seprofesi profesor Tiffalian. Sayangnya, ayahnya Rianoir telah melakukan kesalahan saat penelitian di ruang laboratorium sehingga terbunuh oleh hasil penelitiannya sendiri.
Professor Tiffalian tertawa senang saat bercerita. Dia bahkan mengejek rekan kerjanya, mendiang ayahnya Rianoir.
"Ayahku adalah seorang ilmuwan yang berdedikasi! Dia bekerja tanpa henti untuk kemajuan manusia, dan dia berani mengambil risiko. Dia tidak pantas diperlakukan seperti ini! Dia tidak sama seperti dirimu!" teriak Rianoir lagi.
Tapi Profesor Tiffalian tetap tersenyum sinis, berkata dengan angkuh. "Ah, nasib buruknya dia. Ayahmu itu terlalu berambisi, tapi terlalu bodoh untuk memahami konsekuensi dari penelitiannya yang ceroboh. Sayang sekali, sekarang dia hanya menjadi makanan bagi monster setelah semuanya selesai. Hahaha..."
"Aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja. Ayahku mungkin telah mengalami kegagalan, tetapi aku akan melanjutkan pekerjaannya. Aku akan menghapus jejak kekacauan yang kamu ciptakan!" Rianoir mengucapkan tekadnya.
"Hahaha... Apa yang bisa kamu lakukan, Rianoir? Kamu hanya warisan dari seorang ilmuwan dan ayah yang gagal. Kamu tidak akan pernah mampu menghadapi aku. Monster ini lebih berkuasa daripada apapun yang kamu miliki!"
Profesor Tiffalian mengejek Rianoir sambil tertawa puas. Dia seperti telah menemukan mainan baru yang akan membuatnya puas.
Rianoir mengekspresikan kemarahan dan kesedihannya atas kematian ayahnya dengan bertarung lebih keras, sementara Profesor Tiffalian menunjukkan keangkuhan dan kepuasannya saat melihat Rianoir terluka.
Konflik mereka ini menciptakan ketegangan yang kuat, yang akan mempengaruhi dinamika pertarungan dan perkembangan karakter selanjutnya.
***
Sebenarnya, monster perwujudan dari Profesor Tiffalian ini mengejutkan Rianoir. Karena di masa yang lalu, saat dia baru saja keluar dari dunia tutorial game, dia juga menemukan Profesor Tiffalian sebagai seorang ilmuwan terkemuka yang banyak menciptakan monster, dan berencana untuk mengubah dirinya menjadi monster yang kuat dan berbahaya.
Ternyata semuanya menjadi kenyataan. Profesor Tiffalian, entah dengan sengaja atau karena kecelakaan, telah mengorbankan dirinya sendiri dan mengubah dirinya menjadi monster demi kekuatan yang lebih besar atas ambisinya untuk bisa menguasai dunia. Dia melakukan semua ini dengan tujuan untuk mencapai kekuasaan.
Ketika Rianoir mengetahui identitas monster tersebut, ia merasa terguncang dan bingung. Kekuatan Rianoir yang luar biasa dan kemampuannya untuk menghilangkan monster-monster itu kini bisa menjadi menyebabkan kematian rekan ayahnya sendiri, meskipun dalam bentuk yang berbeda.
Kekuatan Rianoir yang akan digunakan untuk menghancurkan Demon King penjelmaan dari Profesor Tiffalian bisa sangat mengesankan dan luar biasa. Yaitu diantaranya adalah kekuatan yang dia miliki saat ini.
__ADS_1
Elemental Magic
Rianoir memiliki kemampuan untuk memanipulasi elemen, seperti api, air, tanah, atau angin. Dia dapat menciptakan serangan energi elemental yang kuat untuk melawan monster tersebut.
Rianoir bisa saja melepaskan bola api besar yang akan digunakan untuk menghantam Demon King dengan kekuatan yang dahsyat atau memanggil gelombang air besar yang membanjiri area pertarungan.
Superhuman Strength
Rianoir memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, melebihi kekuatan manusia normal. Dalam pertarungan melawan Demon King, dia bisa menggunakan kekuatan fisiknya ini untuk melancarkan serangan jarak dekat yang menghancurkan, seperti pukulan yang mampu merobohkan bangunan atau tendangan yang mampu melontarkan monster jauh ke udara.
Energi Spiritual
Aura of Protection
Rianoir memiliki kemampuan untuk menciptakan aura perlindungan di sekitarnya. Aura ini akan melindunginya dari serangan monster dan memberinya kekuatan tambahan. Aura tersebut juga bisa memberikan keberanian dan ketenangan kepada Rianoir, memperkuat kemampuannya dalam menghadapi lawan yang kuat.
Weapon Mastery
__ADS_1
Rianoir sangat mahir dalam menggunakan berbagai senjata, seperti pedang, tombak, atau busur panah. Dia bisa menguasai senjata-senjata ini dengan keahlian tinggi dan menggunakannya untuk mengalahkan monster dengan gerakan-gerakan yang presisi dan mematikan.
Kekuatan-kekuatan ini akan memungkinkan Rianoir untuk melawan dan menghancurkan Demon King penjelmaan dari Profesor Tiffalian dengan gaya yang spektakuler.
Pertarungan antara Rianoir dan Demon King penjelmaan dari Profesor Tiffalian berlangsung dalam suasana yang sengit dan memukau. Kedua belah pihak saling melancarkan serangan dan bertahan dengan kekuatan yang luar biasa.
Trang slash clapp
Dug tag bug
"Arhhh..."
Bug slass srett
Boom
Rianoir menunjukkan kecepatan dan ketangkasannya dalam menghindari serangan monster tersebut. Dia melompat dan berguling untuk menghindari serangan fisik yang kuat dan memanfaatkan kekuatan dan keahliannya untuk menjaga jarak dengan monster tersebut.
Rianoir kemudian memanfaatkan kekuatan magisnya. Dia mengeluarkan serangan elemental yang spektakuler, seperti menjentikkan jarinya dan membangkitkan ledakan api besar yang menghantam Demon King dengan kekuatan dahsyat. Selain itu, dia juga bisa menggunakan kekuatan angin untuk menciptakan tornado yang melingkupi monster tersebut, membuatnya sulit bernapas dan mengurangi kekuatannya.
"Hahaha... Apakah hanya itu saja kekuatan yang kamu miliki?" tanya Monster jelmaan.
Ternyata benar, Demon King tidak mudah dikalahkan. Dia bisa menghindar dan menangkis serangan-serangan Rianoir dengan kekuatan fisik yang kuat dan melancarkan serangan balasan yang mematikan. Monster tersebut menghantam tanah dengan kekuatan yang membuat gempa dan meluncurkan serangan melalui serangan fisik yang mampu merobohkan struktur sekitarnya.
Pertarungan tersebut terus berlanjut dengan serangan balik dari masing-masing pihak. Rianoir menggunakan kemampuan senjata yang luar biasa, berputar dan mengayunkan pedangnya dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa. Dia memotong dan menusuk monster tersebut dengan presisi yang mematikan.
Seeettt
Berrr
"Ughhh!"
Saat pertarungan berlangsung, Rianoir terluka dan kelelahan, tetapi dia tidak menyerah. Dia mengandalkan tekad dan keinginan yang kuat untuk menghancurkan monster tersebut demi membalas dendam atas ayahnya dan mengembalikan kehidupan manusia ke tatanannya yang dulu.
Pertarungan ini menciptakan adegan yang penuh dengan aksi dan ketegangan.
__ADS_1
Semangat Rianoir dan ketahanannya dalam menghadapi monster yang kuat mencerminkan kekuatan dan ketangguhannya sebagai seorang Hunter yang tangguh. Sementara itu, kekuatan dan keganasan dari Demon King penjelmaan Profesor Tiffalian tersebut menggambarkan tingkat ancaman dan kekuatan musuh yang harus dilawan oleh Rianoir.
"Hahaha... Aku adalah Demon King yang tidak terkalahkan!" teriak Monster jelmaan manusia serakah dengan kesombongannya.