Maximal Level Newbie

Maximal Level Newbie
Efek Samping Memperkuat Ikatan


__ADS_3

Rianoir dan Elara bernapas lega setelah pertarungan yang sengit. Mereka saling memberikan dukungan dan perhatian.


"Elara, terima kasih telah menjadi partnerku dalam pertempuran ini. Kita selalu bisa saling melengkapi dengan baik."


Elara mengangguk dan tersenyum. "Sama-sama, Rianoir. Kita bekerja sebagai tim dengan sangat baik. Aku senang bisa membantu dan mengandalkan mu dalam setiap pertempuran, sama seperti sekarang."


"Mari kita terus bekerja sama dengan semangat ini. Bersama-sama, kita bisa membersihkan dungeon-dungeon dan menjaga dunia manusia tetap aman dari ancaman monster-monster."


Mendengar niat dan tujuan Rianoir, Elara mengangguk setuju. "Aku sepenuhnya setuju. Kita adalah tim yang tangguh dan harus tetap bersatu, bersama-sama kita akan mengatasi semua rintangan di hadapan kita."


Setelah serangkaian serangan yang terkoordinasi dan memanfaatkan kelemahan monster, Rianoir dan Elara berhasil melumpuhkan monster dengan serangan terakhir yang mematikan. Monster itu jatuh ke tanah dengan kelemahan yang jelas terlihat pada tubuhnya. Keduanya merasa lega dan bersiap untuk merayakan kemenangan mereka.


Namun, pada saat yang sama, mereka merasakan sebuah efek yang aneh dan tidak terduga. Seiring dengan hancurnya monster itu, ada energi yang tersebar di sekitar mereka berdua. Awalnya, mereka hanya merasakan getaran halus yang datang dari tanah di bawah mereka. Namun, getaran tersebut semakin kuat dan mulai mengguncang tubuh mereka.


Ketika getaran mencapai puncaknya, tiba-tiba keduanya merasakan kekuatan yang luar biasa memenuhi tubuh mereka. Seolah-olah ada semacam medan energi yang mengalir melalui mereka. Dan dalam sekejap, keduanya terjebak dalam pelukan yang erat, tanpa dapat melepaskan diri.


"Elara... El..."


"Rian... Rianoir..."


Mereka berdua terkejut dengan situasi ini dan mencoba untuk menghindar, tetapi kekuatan yang melingkupi mereka terlalu kuat. Pelukan mereka menjadi semakin erat, seolah-olah ada gaya magnetik yang tak terlihat yang mempertemukan mereka. Mereka saling terpaku dalam keadaan itu, tak bisa melepaskan satu sama lain.


Rianoir dan Elara saling memandang dengan campuran kebingungan dan kecanggungan. Mereka merasakan kekuatan aneh yang berasal dari dalam tubuh mereka, yang membuat denyut jantung mereka berdetak lebih cepat. Ada getaran energi yang mengalir di antara mereka, menciptakan ikatan yang tak terputuskan.


Keduanya merasa sedikit canggung dengan situasi ini. Mereka tahu bahwa mereka hanya terjebak dalam efek samping tak terduga dari serangan terakhir mereka, dan perasaan yang mereka rasakan saat ini bukanlah sesuatu yang mereka cari atau harapkan. Namun, pada saat yang sama, mereka juga merasakan kehangatan dan kekuatan yang sama di antara mereka.

__ADS_1


Rianoir berkata dengan suara serak. "A-apa yang sedang terjadi dengan kita?"


"A-ku tidak tahu. Efek samping ini sepertinya lebih dari yang kita perkirakan."


Dalam pelukan yang terpaksa ini, mereka mencoba untuk menjaga keseimbangan emosional mereka. Mereka saling bertatapan, mencoba memahami apa yang terjadi, dan mencari jalan keluar dari situasi yang tak terduga ini. Kedua Hunter itu berusaha untuk menenangkan diri mereka sendiri, karena mereka tahu bahwa mereka masih memiliki tugas yang harus diselesaikan dan tak dapat terus terjebak dalam pelukan ini.


Sementara mereka mencari solusi, keduanya berusaha untuk memanfaatkan keadaan ini untuk memperkuat ikatan mereka sebagai rekannya dalam pertempuran. Meskipun dalam pelukan yang tak terduga ini, mereka berdua mencoba mengambil napas dalam-dalam dan menghadapinya dengan sikap tegar.


Dalam situasi yang penuh kebingungan ini, Rianoir dan Elara menyadari bahwa mereka harus mencari cara untuk mengatasi efek samping


"Ughhh... El, ini..."


"A-ku... ahhhh..."


Dalam keheningan yang tegang, mereka saling memandang, terpaku dalam keadaan yang tidak dapat mereka kendalikan. Tubuh mereka saling terpaut erat, tak ada celah sedikit pun yang memisahkan mereka.


Rianoir bisa merasakan napas Elara yang teratur di lehernya, dan denyut jantung keduanya seakan berdetak seiring. Saat itu, waktu terasa berhenti sejenak, seolah-olah dunia luar tidak lagi ada.


Rianoir bisa merasakan panas dari tubuh Elara yang menempel padanya, memancarkan kehangatan yang menyebar ke seluruh tubuhnya. Getaran energi aneh yang mengalir di antara mereka menciptakan sensasi tak terlukiskan. Dalam keadaan ini, semua kerentanan dan kecemasan mereka terbuka tanpa bisa disembunyikan.


Rianoir mencoba melepaskan dirinya dari situasi sulit mereka.


"Kita harus segera mencari cara untuk keluar dari situasi ini. Kami masih memiliki tugas yang harus diselesaikan."


Tapi Elara justru menahan Rianoir.

__ADS_1


"Tunggu dulu. A-ku merasa ada sesuatu yang lain di sini. Apa yang kita rasakan... mungkin lebih dari sekadar efek fisik."


Walaupun situasinya membingungkan, Rianoir merasakan hatinya berdebar dengan perasaan yang jauh lebih dalam. Terjebak dalam pelukan ini, dia bisa merasakan getaran emosi Elara yang sama-sama terjebak dalam keadaan yang tak terduga ini.


Ada keintiman yang terbangun di antara mereka, dan dalam momen ini, batas-batas antara dua orang yang sebelumnya hanya sekadar rekan pertempuran mulai memudar.


"A-ku... a-ku..."


"Ughhh... Rianoir."


Namun, di tengah-tengah keintiman yang tak terduga ini, mereka juga sadar akan tugas yang belum selesai. Monster yang hancur di sekitar mereka adalah bukti nyata bahwa ada bahaya yang masih mengancam.


Rianoir berusaha mengumpulkan kekuatan dan kembali fokus pada tugas mereka. Meskipun dalam pelukan yang tak terduga ini, dia tahu bahwa mereka harus menemukan cara untuk melepaskan diri dan melanjutkan perjalanan mereka.


Dalam upaya untuk mengatasi situasi ini, mereka berdua mencoba memecahkan teka-teki yang mereka hadapi. Rianoir mencoba untuk menjaga ketenangan pikirannya dan mencari cara untuk mengendalikan situasi ini.


Rianoir bingung mendengar perkataan Elara, mengenai efek samping yang mereka rasakan. "Apa maksudmu, Elara?" tanyanya.


Dengan suara lembut, Elara mencoba untuk memberikan penjelasan. Dia juga tersiksa dengan menahan diri supaya tidak bersikap lebih agresif.


"Mungkin ada hubungan yang lebih dalam di antara kita, Rianoir. Sesuatu yang baru terungkap saat kita terjebak dalam pelukan seperti ini. Mungkin ada perasaan yang tidak pernah kita sadari sebelumnya."


Tatapan mata Elara semakin sayu, membuat Rianoir juga terjebak dalam perasaannya. Dia juga merasakan getaran aneh yang datang seiring tubuhnya yang semakin panas dari pada yang tadi dia rasakan.


Mereka saling berbisik dengan suara lembut, mencari tahu apakah ada cara untuk menghilangkan efek perangsang yang mengikat mereka. Ketika mereka berusaha melepaskan diri satu sama lain, Rianoir merasakan getaran emosi yang bergejolak di dalam dirinya, membuatnya semakin sulit untuk memisahkan diri. Begitu juga dengan yang dialami Elara.

__ADS_1


__ADS_2