
"Dengan kemampuan dan kecerdasan ku, aku akan terus menciptakan monster terhebat untuk mengalahkan Hunter-hunter. Bukan hanya Rianoir saja. Hahaha..."
"Aku akan menjadi yang terhebat! Hahaha..."
Profesor Tiffalian berkata dengan bangga, karena berhasil menciptakan Monster-monster Hybrid yang kuat di laboratorium miliknya ini.
Laboratorium milik Profesor Tiffalian mencerminkan sebuah ruangan yang penuh dengan teknologi canggih dan peralatan penelitian yang mutakhir.
Laboratorium Profesor Tiffalian memiliki ruangan yang sangat luas dan sistem yang terorganisir dengan baik. Terdapat meja kerja besar yang menjadi pusat kegiatan penelitian, serta rak-rak dan lemari penyimpanan yang rapi untuk menyimpan peralatan dan bahan-bahan eksperimental.
Di sepanjang dinding laboratorium, terdapat berbagai peralatan penelitian tingkat lanjut.
Ada mikroskop elektron, spektrometer massa, mesin sekuensing DNA, alat pemetaan genetik, dan berbagai perangkat ilmiah lainnya yang digunakan untuk analisis dan penelitian genetika monster.
Di laboratorium Profesor Tiffalian ini juga dilengkapi dengan peralatan rekayasa genetika yang canggih. Ada alat untuk memotong dan menggabungkan DNA, mengubah urutan genetik, dan memperkenalkan modifikasi genetik pada materi genetik monster.
Dari semua kecanggihannya, laboratorium ini tak lupa juga dilengkapi dengan beberapa komputer canggih yang digunakan untuk pemodelan dan simulasi, serta pemrosesan data. Profesor Tiffalian menggunakan program perangkat lunak khusus untuk menganalisis data genetik, melakukan simulasi pertarungan, dan memprediksi perilaku monster hybrid.
Mengingat sifat eksperimental dan sensitifitas penelitian yang dilakukan, laboratorium ini dilengkapi dengan sistem keamanan yang ketat. Ada akses terbatas dan perlindungan untuk mencegah kerusakan atau kebocoran materi genetik. Selain itu, pengendalian lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan pencahayaan diatur sedemikian rupa untuk memastikan kondisi optimal untuk penelitian agar tidak ada kebocoran ataupun radiasi.
Di salah satu sudut laboratorium, terdapat kolam khusus yang digunakan untuk menampung dan mengamati monster hasil rekayasa genetika. Kolam ini dirancang agar dapat menyesuaikan kondisi lingkungan yang mirip dengan habitat alami monster. Hal ini memungkinkan Profesor Tiffalian untuk mempelajari perilaku dan adaptasi monster dengan lebih baik.
Selain ruang penelitian individual, laboratorium ini juga memiliki area kerja dan kolaborasi yang didesain untuk memfasilitasi tim peneliti. Terdapat meja-meja kecil, papan tulis, dan layar proyektor untuk diskusi, pertukaran ide, dan presentasi hasil penelitian yang sudah dan akan dilakukan.
Laboratorium milik Profesor Tiffalian ini adalah tempat yang penuh dengan ilmu serta semangat penelitian dan eksperimen yang tinggi. Dengan peralatan dan fasilitas yang lengkap, ia dapat melaksanakan penelitian genetika monster dengan efektif dan menciptakan monster hybrid yang inovatif.
***
__ADS_1
Di tempat lain, Rianoir sedang memasuki dungeon untuk membasmi monster-monster yang masih tersisa. Dia melakukan pertempuran sengit, bertahan untuk bisa memenangkan pertarungan dan mengalahkan para monster.
Di ruang terakhir menuju inti dungeon, Rianoir dihadapkan dengan monster raksasa yang menjadi penjaga terakhir. Monster ini merupakan kombinasi dari berbagai makhluk, dengan kulit bersisik dan taring yang tajam. Ia memiliki kekuatan yang luar biasa dan ketahanan yang tak terbatas.
Rianoir berdiri tegak di ruang terakhir dungeon, pandangan penuh tekad dan keberanian. Dia menggenggam erat pedangnya yang berkilau, siap untuk melawan monster raksasa yang menjadi penjaga terakhir. Monster itu melangkah maju, memancarkan aura yang mengerikan.
Rianoir dan monster raksasa berdiri berhadapan di ruang terakhir menuju inti dungeon. Monster itu menjulang tinggi, kulitnya bersisik dan tubuhnya terdiri dari kombinasi berbagai makhluk. Taringnya yang tajam dan matanya yang berapi memancarkan ancaman yang mengerikan. Rianoir, dengan keberanian dan pedangnya yang berkilau, siap menghadapi tantangan ini.
Rianoir mengayunkan pedangnya dengan kuat. "Ayo, monster! Aku tidak akan mundur!'
"Hiattt..."
Slasss trang srekkk
Pertarungan dimulai dengan Rianoir meluncur maju dengan kecepatan yang mengagumkan. Ia mengayunkan pedangnya dengan gerakan lincah, berusaha menusuk bagian yang lemah pada monster itu. Cahaya pedangnya membelah udara, dan saat pedangnya menyentuh kulit bersisik monster, terdengar suara gesekan logam.
Monster itu mengeluarkan suara deraman, menunjukkan ketahanan dan kekuatannya yang tak terbatas. Dalam serangan balasan yang dahsyat, ia mengayunkan tangannya yang besar dengan kecepatan tinggi, mencoba menghancurkan Rianoir. Namun, Rianoir dengan keberanian melompat ke belakang, menghindari serangan monster itu dengan gesit.
"Grrraaaah! Kamu hanyalah seorang manusia bodoh yang akan kuhabisi!"
Rianoir cepat menghindari pukulan monster dengan melompat ke samping. "Huppp!"
Rianoir mengambil inisiatif dengan serangan pertamanya. Dengan kecepatan yang mengagumkan, ia meluncur maju dan menusuk bagian yang lemah pada tubuh monster itu. Pedangnya menembus kulit bersisik dengan mudah, menimbulkan luka pada monster tersebut. Darah hijau pekat mengalir dari luka itu.
Namun, monster itu tidak hancur begitu saja. Dengan gerakan refleks yang cepat, ia merespons serangan Rianoir dengan amarah. Ia mengayunkan tangannya yang besar dengan kekuatan yang dahsyat, mengirimkan pukulan yang mengguncang tanah. Getaran itu membuat Rianoir terhuyung dan terjatuh ke belakang.
Monster tersebut melepaskan serangkaian pukulan dan mengguncang tanah. "Rrraarrgh! Kau hanya mengganggu perjalanan ku!"
__ADS_1
"Aku tidak takut padamu, monster! Aku akan mengalahkanmu!" teriak Rianoir dengan pedangnya, siap untuk diayunkan ke arah tubuh monster yang ada didepannya saat ini.
Dengan pedang tersebut, Rianoir menusuk bagian yang lemah pada tubuh bagian monster. Tetapi monster itu tidak mudah dikalahkan. Ia mengeluarkan serangan balasan yang dahsyat, mengguncang tanah dan membuat Rianoir terjatuh.
Rianoir bangkit kembali dengan determinasi. Dia menyadari bahwa serangan frontal tidak akan cukup untuk mengalahkan monster ini. Dia perlu mengandalkan kecerdasannya dan menemukan celah yang lebih besar. Dalam sekejap, dia merumuskan strategi baru.
Dia bergerak dengan kecepatan dan keluwesan yang luar biasa, menghindari serangan monster tersebut dengan gesit. Rianoir melompat ke samping dan mengayunkan pedangnya pada kaki monster. Dengan serangan yang tepat, ia berhasil memotong salah satu kaki monster, membuatnya terjatuh ke tanah.
Slasss trang srekkk
"Rrrarrrgh... Arghhh!"
Monster itu menderita, tetapi kekuatannya masih menakutkan. Dengan kecepatan yang luar biasa, monster itu meloncat kembali ke posisi berdiri dan mengamuk. Ia melepaskan serangkaian serangan dengan cepat, tetapi Rianoir menggunakan refleksnya yang tajam untuk menghindari setiap serangan tersebut.
Dengan penuh keberanian dan kecerdikan, Rianoir melanjutkan pertarungan. Ia terus mencari celah-celah baru dan menyerang bagian-bagian yang lemah pada monster tersebut. Setiap kali ia berhasil mengenai target, monster itu mengeluarkan erangan kesakitan.
"Awas kau! Arhhh..."
Monster tadi melompat cepat menyerang Rianoir, membuatnya terpental jauh ke belakang.
Brukkk dug
"Akhhh..."
"Aku tidak akan mengalah begitu saja. Kamu harus musnah dari bumi ini!"
"Hiattt..."
__ADS_1
Namun, Rianoir tidak menyerah. Ia bangkit kembali dan menerjang monster itu dengan semangat yang tak tergoyahkan.
Dalam kelelahan dan luka-lukanya, Rianoir tahu bahwa pertarungan ini masih belum berakhir.