
Beberapa waktu sebelum Rianoir bertarung dengan monster Mutasi Profesor Tiffalian.
"Apa itu?! Itu monster sangat besar! Lari! Lari dengan cepat untuk hidup kita!"
"Kami tidak pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya. Apa yang harus kita lakukan?!"
"Oh Tuhan, apakah ini akhir dari dunia kita? Bagaimana bisa monster sebesar itu muncul di tengah kota kita sendiri?!"
Nguiinggg....
Nguiinggg...
Nguiinggg...
Suara sirene kota berbunyi dan berdengung keras, memperingatkan semua warga kota bahwa bahaya sedang terjadi.
Situasi ini menjadi sangat kacau dan menegangkan. Demon King, yang sekarang muncul dalam bentuk monster mutasi dari Profesor Tiffalian. Dia telah kembali setelah mengalami mutasi yang memberinya kekuatan yang jauh lebih besar. Kehadirannya yang menakutkan menyebabkan kekacauan dan kepanikan warga di seluruh kota dan menimbulkan kerusakan yang parah.
Bruakkk
Buummm
"Awas!"
"Cari perlindungan segera!"
Kota tersebut sekarang dalam keadaan panik. Masyarakat terkejut dan takut akan kehadiran Monster ini. Mereka mengalami kebingungan dan ketakutan karena mereka tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang terjadi atau bagaimana menghadapi monster yang muncul dengan ganasnya.
"Tolong, ada yang bantu kami! Kami tidak tahu cara menghadapinya. Ini benar-benar menakutkan!"
"Anak-anak! Cepat masuk ke dalam rumah!"
"Masuk ke dalam bungker! Kita harus melindungi mereka dari monster ini!"
Di jalan, Monster tersebut merusak segala sesuatu yang dia lewati. Melempar mobil, bus dan menghancurkan apa saja yang dia lihat.
Praaang...
__ADS_1
Brakkk...
Buummm...
Kerusakan yang disebabkan oleh Monster mutasi ini sangat meluas. Bangunan hancur, jalan-jalan rusak, dan infrastruktur kota menjadi berantakan. Masyarakat terancam oleh serangan Monster yang kuat dan tidak terkendali, yang datang dengan tiba-tiba.
Ninu ninu ninu
Ninu ninu ninu
Sirene polisi dan ambulans berseliweran mencoba mengatasi keadaan yang mencekam di seluruh wilayah kota.
Otoritas setempat, pihak berwenang dan pasukan keamanan, berusaha keras untuk secepatnya mengendalikan situasi ini. Mereka mencoba melindungi masyarakat dan membatasi pergerakan Monster. Namun, mereka menghadapi kesulitan besar dalam menghadapi ancaman yang belum pernah mereka alami sebelumnya.
Selama krisis ini, masyarakat berusaha mencari tempat perlindungan atau mengungsi dari kota. Kehidupan sehari-hari di kota itu terganggu, dengan banyak bisnis tutup dan kegiatan publik dibatasi.
"Saya tidak bisa percaya ini terjadi di sini. Kita semua dalam bahaya. Apa yang bisa kita lakukan sekarang?"
"Saya dengar Monster itu menghancurkan bangunan di sekitar pusat kota. Kita harus segera mencari tempat perlindungan!"
Orang-orang panik dengan usaha mereka untuk menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing.
"Kita bisa apa? Bisa-bisa, justru nyawa kita yang melayang dengan percuma."
"Pertolongan, siapa pun! Tolong hentikan Monster itu sebelum dia menyebabkan lebih banyak kerusakan!"
Masyarakat bingung dan bertanya-tanya apa yang bisa mereka lakukan, selain mencari tempat perlindungan. Sedangkan pihak keamanan terus berusaha meredakan kepanikan warga, meskipun usaha mereka seperti sia-sia.
"Saya tidak berani keluar rumah. Bagaimana jika monster itu menemukan kita? Apakah ada tempat aman di kota ini?"
"Ya, bahkan Monster itu merusak beberapa bangunan dan gedung. Lalu, bagaimana dengan rumah kita yang hanya kecil?"
Mereka semua merasakan ketakutan, kepanikan, dan ketidakpastian yang dirasakan oleh masyarakat di hadapan ancaman Monster mutasi tersebut. Mereka mencari bantuan, perlindungan, dan kejelasan tentang apa yang harus dilakukan dalam situasi yang menakutkan ini.
Tapi semuanya seperti sia-sia, karena Monster tersebut terus merusak dan melakukan ancaman, yang seakan-akan sedang intimidasi warga di setiap saat tanpa mengenal waktu.
"Apakah ada yang menghubungi pihak militer pusat? Mungkin mereka punya solusi."
__ADS_1
"Aku tidak tahu. Tapi kita berdoa saja, semoga ini akan segera ditangani dan semuanya kembali aman."
***
Di sebuah jalan, di pusat kota yang kini telah hancur Rianoir dan Elara, pasangan suami istri yang memiliki pengalaman sebagai Hunter muncul bersama kedua anak mereka.
Mereka datang dengan menunjukan tekad dan keberanian mereka untuk menghadapi Monster mutasi yang mengerikan.
Rianoir, setelah mendapatkan kabar tentang Monster dan reputasinya sebagai seorang Hunter, seger dihubungi oleh beberapa orang yang melihat kehadiran Monster dan ingin melaporkannya padanya.
"Rianoir! Terima kasih Tuhan kau di sini! Aku melihat Monster itu di seberang jalan. Dia menakutkan! Kau harus melakukan sesuatu untuk mengusirnya!"
Seseorang yang melihat keberadaan Rianoir dan keluarganya, merasa sangat senang dan bersyukur. Dia berharap agar ketakutannya akan segera berakhir setelah Rianoir berhasil mengalahkan master tersebut.
"Tenang, aku akan berusaha yang terbaik. Ceritakan padaku lebih lanjut tentang apa yang kau lihat." Rianoir perusahaan menenangkan orang tersebut.
"Dia besar sekali! Tingginya setidaknya dua kali lipat gedung tertinggi di sini. Kulitnya tampak seperti logam dan dia memiliki cakar yang panjangnya seperti pedang. Dia mengamuk dan merobek segala sesuatu di sekitarnya!"
Orang yang ada di sampingnya, segera menyahut dan berikan gambaran yang lebih menakutkan. "Benar! Aku juga melihatnya. Dia melontarkan api dari mulutnya. Sulit dipercaya, tapi itulah yang kulihat."
Elara menyipitkan matanya mendengar cerita dari 2 orang tersebut.
"Ini menjadi semakin berbahaya. Rianoir, kita harus merencanakan tindakan kita dengan hati-hati. Kita tidak boleh mengecewakan masyarakat yang mengandalkan kekuatan dan kemampuan kita."
Rianoir mengangguk setuju. "Kamu benar, Elara. Kami harus segera melapor ke pasukan keamanan setempat dan berkoordinasi dengan mereka. Kita juga perlu menemukan cara untuk memperlambat atau melemahkan Monster itu. Mari kita bersatu dan berjuang untuk melindungi kota ini."
Kemampuan Rianoir sebagai seorang Hunter dan harapan warga, bahwa dia dapat menghadapi Monster tersebut sangat diharapkan. Rianoir dan Elara menyadari tanggung jawab mereka untuk melindungi masyarakat dan bekerja sama dengan pasukan keamanan setempat untuk merumuskan strategi dan tindakan yang tepat. Mereka sadar bahwa situasi ini sangat berbahaya dan membutuhkan rencana yang matang untuk mengatasi Monster mutasi tersebut.
Akhirnya Rianoir meminta pada kedua anaknya, Riemon dan Reina untuk berjaga-jaga di sekitar tempat ini, sementara dirinya dan ibunya akan bertemu dengan pihak keamanan.
Dia akan membicarakan tentang situasi ini, sehingga di saat mereka bertarung melawan Monster, pihak keamanan akan berjaga-jaga dan membentuk semua warga yang memerlukan bantuan.
Rianoir tidak mau jika saat mereka bertempur nanti akan ada monster lain yang memanfaatkan kesempatan untuk mengganggu warga.
"Siap, Ayah. Aku dan Reina akan mengatasi masalah ini dan menunggu kalian berdua."
Reimon menyatakan kesanggupannya untuk bisa menjaga keamanan kita untuk sementara waktu, saat ayahnya pergi bertemu dengan pihak keamanan kota.
__ADS_1
Dia dan adik kembarnya, Reina, sudah menantikan saat saat seperti ini. Yaitu bertempur dengan monster.