Memorabilia

Memorabilia
halaman.. 9


__ADS_3

Sudah dua Minggu berlalu tapi tetap saja seperti ini. Tabungan yang ku miliki pun sudah hampir habis. Entah apa yang akan terjadi beberapa hari lagi aku tak tau.


Tak ada hasil yang bisa ku dapatkan dari menjual es lilin keliling mulai dari pagi hari sampai malam ini. Padahal setidaknya dalam sehari berjualan paling sedikit aku bisa mendapatkan penghasilan setidaknya 25 ribu dari jualan keliling.


Tak ada lagi anak-anak kecil yang bermain bola saat pagi dan sore hari. Juga tak ada lagi para manula yang menggunakan seragam putih dan bersenam pagi hari di depan pendopo lapangan.


Suasana begitu sepi, bahkan hanya ada satu dua orang saja yang berjalan menggunakan masker. Padahal waktu itu aku sangat bersyukur saat sekolah di liburkan sebab aku bisa mendapatkan penghasilan yang cukup banyak. namun, semuanya menjadi berbeda dari apa yang aku bayangkan pada minggu ini.


Kini terkadang aku hanya makan dua kali sehari kadang pula juga sekali sehari, lauknya cuma ikan asin dengan kecap.

__ADS_1


Sedih rasanya melihat hanya satu dua es saja yang terjual. Padahal aku berharap setidaknya ada 7 atau 10 es yang terjual untuk mengganti harga separuh gula yang ku gunakan.


Beberapa kali aku dengar dari obrolan orang-orang soal penyakit menular yang ramai di perbincangkan. Ada juga yang bilang aturan tak boleh keluar rumah dan semacamnya. Aku tak begitu mengerti, namun aku paham hal itu berdampak besar bagi warung-warung dan beberapa toko kelontong yang tutup saat ini.


Kurasa hal itu juga berpengaruh padaku. Harga gula yang mulai naik dan susahnya mencari warung yang buka dan menjual bahan dasar untuk membuat es lilinku.


Kadang aku harus mengayuh sepeda beberapa kilo untuk mencari bahan yang sedikit murah agar tak menguras banyak tabunganku.


ketika di desa ustad pernah bilang bahwa usaha harus di selingi dengan doa dan juga ibadah. Ikhtiar dan kerja keras akan menjadikan pahala yang baik bagi rejeki kita. Beliau juga selalu mengingatkan untuk terus menjaga sholat 5 waktu dan tak meninggalkan walau hanya sekali.

__ADS_1


Namun, nyatanya sekarang sulit bagiku menemukan masjid atau mushalla yang buka. Beberapa ku lihat masih tergembok padahal saat ini sudah tengah hari. Entah mereka lupa untuk membuka kunci atau aku yang salah mengira waktu. Tapi yang pasti saat ini semakin sedikit yang berjamaah dan kadang ada beberapa orang yang tak mau bersalaman ketika usai menunaikan sholat. Sungguh pemandangan yang aneh bagiku.


Sudah cukup lama aku berkeliling dan kurasa kaki ini harus sedikit di istirahatkan seusai mengayuh sepeda yang membawa daganganku cukup lama. Aku merasa sedikit lelah dan hendak mengistirahatkan badan ini ke sebuah bangku kecil di depan sebuah ruko.


Untuk mengusir dahaga dan rasa lapar sepertinya aku akan meneguk sedikit es daganganku. Tapi, sayangnya harus ku tunda dulu sejenak. Untuk melihat suasana gaduh di depan. Benar saja, ku lihat ada wanita Pingsan tak jauh dari tempat ini. Banyak orang yang mengerumuninya namun tak ada satupun yang mencoba menolongnya. kulihat beberapa dari mereka hanya mengambil gambar atau video saja tanpa melakukan apa-apa, bahkan beberapa dari mereka mencoba menjauh dari kerumunan.


Hingga tak berapa lama datang beberapa polisi dan juga 6 orang berpakaian layaknya petugas medis datang membawa alat tandu. Kulihat mereka mengenakan sarung tangan plastik, memakai baju mirip jas hujan dan juga tak lupa masker besar yang menutupi wayah mereka. Beberapa dari mereka mengangkat wanita tersebut dan membawanya.


Sungguh banyak sekali hal-hal tak terduga dua Minggu ini. Dan kurasa kali inipun dagangan ku tak akan laku lagi. Ku harap besok Tuhan memberiku sedikit tambahan rejeki untuk jualanku ini.

__ADS_1


Cerita ini hanya fiktif


__ADS_2