
Manusia selalu mencari titik terang dalam kehidupan. Mencoba mencari celah atau berlari ke setitik cahaya dalam gelapnya malam.
Mereka selalu berpegang teguh demi sebuah harapan walau terkadang harapan itu hanya sebuah ilusi yang perlahan akan mengikis mereka. Tak ada yang peduli selama mereka masih memiliki keinginan untuk hari esok.
Di sebuah gubuk tua yang berada di dekat pesisir pantai terlihat kakek tua yang terduduk di atas kursi goyang sembari menatap langit. Beberapa kali ia menghela nafas.
kakek tua tersebut hanya tinggal seorang diri tanpa ada sanak saudara ataupun keturunannya. Ia hidup sebatangkara dan menjalani sisa waktunya dalam kesendirian.
Saat subuh kakek tua itu pergi kelaut untuk menjala ikan dan hasil tangkapannya di jual ke pasar, sebagian di bawa pulang untuk di makan. Tapi, Ketika air pasang datang kakek tua itu tak bisa pergi mencari ikan karena arus pasang laut sangat berbahaya bagi tubuhnya yang renta. Namun, untunglah para tetangga masih mau membantu memberikan dia makanan.
Di desa kecil itu tak ada yang tahu bahwa dulu kakek tua itu seorang saudagar kaya. Dulu ia memiliki kapal pesiar dan beberapa rumah dan apartemen mewah. Ia memiliki seorang anak dan juga istrinya yang begitu cantik.
__ADS_1
Dulu tak ada yang tak bisa ia dapat. Ia selalu menghalalkan segala cara untuk bisa menambah kekayaannya. Bahkan terkadang ia melakukan ancaman dan pemaksaan untuk memenuhi apapun keinginannya.
Ia menjadi tamak dan menginginkan kekayaan lebih. Hingga pada suatu waktu ada seorang yang mengenalkannya dalam dunia hitam. Keserakahan telah menggerogoti dirinya dan bahkan ia tak lagi bisa membadakan kebenaran dan kejahatan.
Karena pengaruhnya dan kekuasaan yang ia miliki anaknya pun menjadi sangat arogan. Ia selalu menggunakan kekuasaan ayahnya untuk mendapatkan gadis yang dia inginkan. Entah wanita itu sudah memiliki kekasih ataupun suami. Jika ada yang melawan para bodyguardnya langsung turun tangan.
hingga pada suatu ketika kemalangan menimpa anak tersebut. ia tertusuk pisau saat berusaha mendapatkan gadis kesukaannya dan pelakunya tidak lain adalah kekasih gadis tersebut. Anak dari saudagar kaya tersebut meninggal di tempat.
Di waktu yang sama saudagar kaya tersebut di jebak oleh rekan bisnisnya. Ia di tangkap atas tuduhan penggunaan dan pengedaran narkoba. Juga beberapa laporan tentang kegiatan ilegal serta penyuapan yang di lakukan untuk melancarkan bisnisnya.
Hari itu adalah akhir dari kehidupannya sebagai konglomerat kaya raya. Kini nama dan gambarnya terpampang di koran dan media masa. Hakim telah memberikan keputusan bersalah dan ia di dakwa atas segala perbuatan jahatnya.
__ADS_1
Lebih mengenaskan lagi istrinya yang tidak tahan atas hidupnya yang menjadi miskin. Juga banyaknya hinaan serta hujatan yang di tunjukkan padanya di tambah kematian putranya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Sekarang semua berbalik padanya. Ia menerima hasil dari apa yang ia lakukan selama ini. Harta, kekuasaan, kekayaan, bahkan keluargapun telah tiada.
Nasi sudah menjadi bubur, tak ada lagi yang ia miliki dan kini ia hanya bisa merenungi atas begitu banyaknya kesalahan dan kejahatan yang akhirnya menyebabkan malapetaka.
Ia di dakwa dengan hukuman penjara 20 tahun serta seluruh asetnya di sita oleh Negara.
Sebuah penyesalan, hanya itu yang ia miliki saat ini. Ia telah salah memilih jalan dan beban dari kesalahannya itu harus ia pikul seumur hidupnya.
20 tahun berlalu kini ia memutuskan hidup dalam pengasingan di tempat yang terpencil. ia memilih untuk menjalani sisa hidupnya dalam sebuah penyesalan mendalam.
__ADS_1